Setelah perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga puluh menit, akhirnya kami menemukan Restauran cepat saji yang kami ingin tuju.
Ayah segera memarkirkan mobil nya, kami sudah lebih dulu turun di lobi untuk memesan.
"Kamu mau makan apa ka?" Tanya ibu yang sudah berdiri di depan kasir yang sudah siap melayani.
"Burger aja Bu, sama cream soup, minumnya mocha float." Jawabku singkat.
Ibu yang memesankan segera menyebutkan semua yang tadi aku ucapkan pada mas kasir. Lalu, setelah kami menunggu sebentar, pesanan kami sudah bisa kami bawa langsung.
Ayah yang cepat cepat masuk ke dalam, segera menghampiri kami.
"Sini ayah yang bawa." Ucap ayah sembari berusaha mengambil nampan yang ibu dan aku bawa yang berisi makanan pesanan kami.
Aku dan ibu menolak dan lebih meminta ayah untuk mencari tempat duduk.
"Disini aja ya, Deket jendela enak." Ucap ayah yang sudah duduk di sebuah kursi dekat jendela. Kami segera duduk disitu.
Ayah cepat cepat mengambil makanannya.
"Cuci tangan dulu yah." Ibuku menggerutu sembari menepuk pundak ayah pelan.
Ayah tersenyum kuda. "Enggak usah lah ayah sudah lapar, lagian ayah bisa makan nasinya kayak gini, kayak makan burger." Ayah hanya membuka sedikit plastik yang membungkus nasinya, lalu memakannya seperti kita memakan burger.
Ibu tersenyum sembari berdiri ke arah wastafel cuci tangan.
Aku cuma tertawa kecil melihat kelakuan ayah. Toh tetap saja, ayam nya harus dimakan dengan menggunakan tangan kanan?. Pikirku.
Baru saja aku membuka plastik burger yang kupesan, ibu bahkan belum kembali dari wastafel cuci tangan. Tiba tiba, ayah seperti kesulitan menelan.
"Uhuk, ehm kok begini ya ayamnya." Ucap ayah sembari menaruh nasi yang di pegang dengan tangan kanannya lalu, mengambil minuman bersoda di sebelahnya.
Tapi, setelah ayah meminum minuman bersoda tersebut dengan sedotan yang ia masukkan terlebih dahulu ke minumannya, wajah ayah semakin meringis aneh.
"Kenapa sih yah?" Tanya ku.
"Uhuk akhirnya ayamnya ga enak banget." Ucapnya lalu, sedetik kemudian.."
"AYAH!" Aku berteriak kaget saat melihat wajah ayah yang sudah seperti kesakitan, bola matanya seperti naik memutar ke atas, lalu dari mulutnya keluar seperti busa soda, entahlah berwarna putih.
Aku semakin panik saat tubuh ayah bergetar, kejang kejang lalu ibu cepat cepat berlari menghampiri kami.
"Kenapa kaa? Ayah ayah!" Ibu menggoyang goyangkan badan ayah.
Tidak butuh waktu lama, orang orang yang ada di sekitar kami mulai berdatangan. Kami semakin panik, sampai salah seorang pria paruh baya mendekati kami dan memberitahukan bahwa dia sudah menelpon ambulance. Aku hanya terpaku melihat ayah yang semakin mengejang. Badannya seperti kaku seketika.
Tangis ibu ku pecah, Demi Tuhan, ini adalah momen yang paling mengerikan yang pernah ku lihat.
Kami menangis sejadinya, semua orang yang berkumpul berkali kali melihat dan ada juga yang mengabadikan momen itu dengan kamera handphonenya.
Sampai tidak lama kemudian, mobil ambulance yang tadi di telpon oleh bapak bapak itu datang, bersamaan dengan dua orang polisi yang entah dari mana datangnya, menghampiri aku dan ibuku.
Tubuh ayah yang masih kejang kejang, cepat cepat dibawa oleh mobil ambulance, sementara aku, dibawa bersama ke dalam mobil polisi yang ada di samping mobil ambulan tadi.
Ibu tidak berhentinya menangis saat masuk kedalam bagian belakang mobil ambulance bersama dengan tubuh ayah yang sudah tergeletak di atas brankar yang tadi dikeluarkan dari mobil ambulance.
Sampai dengan mobil ambulance dan mobil polisi yang aku tumpangi mengekor berjalan ke arah rumah sakit. Aku hanya terdiam seperti syock. Entahlah apa yang sebenarnya terjadi pada ayah?
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Ray
Racun yg dimasukan ke dalam kopi?
Racun ganas yg diberikan Tante Sari?🤔
Kejam bener ya😱😭😭
2024-12-16
0
Azumi Rahmat
Jahatnya om baskoro demi warisan sampai tega menghilangkan nyawa sdr nya
2024-09-20
0