Pemeriksaan Saksi

"Maaf Bu, kami dari kepolisian sudah bisa menyimpulkan kalau kematian pak Raka bisa di kategorikan sebagai pembunuhan berencana." Ucap pak polisi yang duduk di hadapan kami berdua.

Saat ini, aku dan ibu sudah dibawa ke kantor polisi terdekat untuk di mintai keterangan dan di buatkan BAP, karena kami memutuskan untuk melanjutkan proses pemeriksaan polisi.

Aku sudah menelpon bibi dan om baskara bersama istrinya. Karena saat ini kami masih ada di kota yang sama dengan tempat om baskara tinggal.

Ibu sudah agak lebih tenang saat ini. Ya walaupun tetap saja, kami masih terpukul atas kepergian ayah yang sangat mendadak.

"Baik, bisa di ceritakan kembali kronologis kalian dari awal dik? Untuk kami catat sebagai BAP" Pak polisi beranak Hendrawan yang saat ini duduk di hadapan ku dan ibu sekali lagi bertanya untuk memastikan.

Aku ulang semua cerita dari mulai kami yang mampir kerumah om baskara sampai dengan kami makan ke restauran cepat saji itu.

"Pak, saya boleh memberikan satu informasi lagi?" Ucapku saat ibu sudah keluar dari ruangan lebih dulu.

Bibi ku, adik dari ayahku yang tinggal di rumah nenek sudah datang bersama suami nya. Ibu sedang menemui bibi di ruang tunggu kantor polisi di depan.

"Silahkan dik, kami sangat mengharapkan informasi sekecil apapun untuk penyelidikan lebih lanjut." Ucap pak Hendrawan.

Aku melirik sekitar, sebenarnya aku sedikit ragu, tapi tidak ada salahnya aku menceritakan semuanya. Pikirku.

"Beberapa hari yang lalu, ayah terlibat cekcok dengan adiknya, om baskara."aku mulai memberitahukan cerita yang sebelumnya belum kuceritakan.

Pak Hendrawan mulai mendengarkan sembari menyalakan voice recorder yang di simpan di atas meja.

"Ayah dan om baskara sempat berdebat mempermasalahkan surat wasiat nenek yang mengatakan kalau warisan nenek akan jatuh ke tangan ayahku semua." Aku menundukkan wajah. "Itu lah alasan kenapa kami sempat mampir ke rumah om Baskara dulu sebelum kami pulang ke rumah." Kataku pelan. "Aku... Entah kenapa aku sedikit curiga dengan om baskara." Aku memberanikan diri mengungkapkan apa yang menjadi kerisauan ku selama ini.

Pak Hendrawan sampai membenarkan posisi duduk nya. Sepertinya tertarik dengan ceritaku barusan. "Hemmm jadi, kamu mencurigai om kamu yang melakukan ini?" Tanyanya.

Aku mengangguk pelan.

"Benar juga, motif nya sebenarnya kuat, tapi, apa bukti yang menguatkan kalau om kamu yang melakukan pembunuhan ini?".

Aku terdiam sembari mengingat lagi penglihatanku saat aku kembali lagi ke rumah om Baskara. Tapi, apa mungkin penglihatanku itu bisa jadi bukti?

"Begini saja, kamu rahasiakan dulu semua informasi yang kamu ceritakan tadi, dan semua kecurigaan kamu. Kami akan menggali informasi lagi setelah Om Baskara dan istrinya datang. Kami akan minta kesaksiannya." Ucap pak Hendrawan sembari berdiri menatapku.

Aku mengangguk lalu pergi berpamitan untuk menemani ibu diluar dan bertemu bibi ku. Semoga saja setelah aku memberikan semua keterangan dan kecurigaan ku, polisi dapat menemukan titik terang dari kasus ini.

***

Proses autopsi yang di lakukan tim forensik dari rumah sakit dan kepolisian setempat akhirnya selesai setelah kurang lebih memakan waktu dua jam. Kami hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan yang katanya akan keluar paling lambat lima hari kerja, sementara itu jasad ayah sudah bisa kami bawa pulang untuk di kebumikan.

"Dugaan sementara, pak Raka meninggal karena racun." Ucap Pak polisi yang bernama Handika, yang tadi memeriksa jasad ayah di rumah sakit. "Dari ciri ciri luarnya, warna bibir dan kulit yang berubah menjadi pink, bukannya malah biru, ditambah bau almond yang tercium saat pertama kali jasad pak Raka kami bawa, adalah indikasi awal, kalau pak Raka meninggal karena racun dari kalium sianida." Jelas pak Handika pada aku, ibu dan bibi ku yang sudah datang ke kantor polisi setelah kami kabari. Sementara om baskara dan istrinya belum datang, padahal jarak dari rumah om baskara ke kantor polisi ini cukup dekat, apalagi ini masih di satu kota  yang sama dengan om baskara. Sedangkan bibi ku yang tinggal di rumah nenek, harus menempuh jarak kurang lebih satu jam untuk sampai ke sini. Entahlah, semakin menambah kecurigaan ku pada om baskara.

"Untuk jasad nya sudah bisa di bawa pulang untuk di makamkan, kami akan terus memberikan informasi terkait kasus ini." Kata pak Handika sembari pamit meninggalkan kami menuju ruangannya.

Kami kembali duduk di kursi tunggu, karena suami dari bibi ku sedang di mintai keterangan oleh pak Hendrawan di dalam.

Bibi ku terus terusan memeluk ibuku.

"Kita makamkan di samping makam nenek saja ya ka." Ucap ibu ku sembari terisak pelan.

Aku yang sedari tadi lebih banyak melamun sekaligus berfikir, hampir kaget saat ibu ku menepuk pundak ku.

"Oh iya Bu, apa boleh bi kami memakamkan ayah disana?" Tanyaku pada bibi.

Bibi Salma, nama adik bungsu dari ayahku.

Bibi Salma langsung mengangguk sembari mengusap usap kepalaku. "Boleh dong riska, kami akan mempersiapkan prosesinya disana, sebentar bibi telepon tetangga yang biasa mengurus prosesi pemakaman dulu."

Bibi Salma berdiri sembari menelpon seseorang.

"Mas Raka..."

Tiba tiba dari arah lain, aku mendengar teriakan dari suara yang aku kenal, Om Baskara. Ya, aku melihat om baskara berlari tergopoh-gopoh dengan wajah panik, ia menuju ke arah ibu ku.

"Kenapa bisa begini mbak.." ucap om baskara sembari memeluk ibu ku bergantian dengan istrinya.

Tangis ibu kembali pecah. Ibu sedikit menceritakan semuanya.

Tante Sari berjalan ke arahku lalu memeluk aku yang sudah kehabisan air mata. Entahlah aku merasa ada sesuatu dibalik wajah sedih mereka.

"Ya Allah, mas Raka..." Om Baskara menangis. Sementara Tante sari mengusap usap punggungku sembari menyeka mata nya berkali-kali.

Tidak lama setelah itu, polisi yang tadi memeriksa kami, pak Hendrawan keluar menghampiri kami bersama dengan suami bibi Salma yang baru saja di periksa.

"Ini keluarga pak Raka juga ?" Tanya pak Hendrawan semabri melirik ke wajahku.

"Iya pak, saya adiknya, saya baskara." Om Baskara menjabat tangan pak Hendrawan.

Ada ekspresi kaget di wajah pak Hendrawan, ia melirik ke wajahku sekali lagi. Aku mengangguk pelan memberikan kode seperti 'iya benar, ini orang yang aku curigai.'

"Pak Baskara, bersama istri, bisa ikut kami untuk kami mintai keterangan?".

Om Baskara melirik ke wajah istrinya lalu, mereka berdua mengangguk dan berjalan beriringan bersama Tante sari.

Aku masih berdiri sembari melihat mereka bertiga yang berjalan menuju ruangan pemeriksaan. Aku cepat cepat membuang muka ketika tiba tiba Tante sari melirik ke arah belakang, menatap ke tempat kami semua menunggu. Entahlah apa maksudnya.

"Mbak, aku sudah telepon pak amin yang biasa mengurus pemakaman. Katanya bisa, mereka segera menyiapkan, kira kira mau di makamkan jam berapa?" Tanya bibi ku yang kemudian menghampiri kami lagi.

Ibu meminta persetujuanku, ia menatap wajahku nanar. Sementara aku yang benar benar sedang tidak bisa berfikir jernih, hanya bisa mengangguk terdiam dan tidak memberikan keputusan apa-apa.

Sampai akhirnya suami dari bibi Salma memberikan masukan yang cukup masuk akal dan membuat kami setuju.

"Lebih baik besok pagi saja, karena ini juga sudah mau magrib, perjalan dari sini ke rumah kan memakan waktu satu jam lebih, biar aku telepon bapak-bapak untuk membantu membereskan rumah untuk mempersiapkan kedatangan jenazahnya." Ucap paman ku yang walaupun usianya masih cukup muda, tapi beliau cukup bijak mengambil keputusan.

***

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Penasaran hasil penyelidikan polisi🤔
Akankah bisa terkuak?🤔

2024-12-16

0

lihat semua
Episodes
1 TAROT
2 Ten of Pentacles
3 The Tower
4 THE DEVIL
5 Bingkai Foto Keluarga Baskara
6 Tante Sari dan Om Baskara
7 Kematian Mendadak
8 Autopsi
9 Pemeriksaan Saksi
10 Kembali ke Rumah Nenek
11 Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12 Bantuan Mas Kharis
13 THE DEATH
14 FIVE OF A CUPS
15 THREE OF SWORDS
16 THE JUDGEMENT
17 Akhir Kasus.
18 Kembali ke Sekolah
19 Perselingkuhan
20 Efek Samping
21 RENCANA AMAYA
22 Panggilan dari Kepolisian
23 Kehebohan di Kelasku
24 TEN OF SWORDS
25 THE LOVERS
26 Investigasi Sekolah
27 Interogasi Kepolisian
28 Bukti Foto Devina
29 Surat Kaleng
30 DEATH
31 Penyelamatan Sita
32 TEROR KELUARGA AMAYA
33 X 2836 ABC
34 Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35 Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36 CERITA MATHEW
37 THE SUN
38 Turun Temurun.
39 BUKU CATATAN NENEK.
40 Serangan Om Baskara.
41 KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42 Dibalik Kematian Devina
43 Kaos Hitam Polos Mathew.
44 Kembali ke Kamar Hotel.
45 SIX OF WANDS
46 PENCULIKAN KEDUA
47 THE HERMIT
48 KAMBING HITAM
49 Rencana Brutal
50 Makan Malam yang Terganggu.
51 TIGA HARI
52 Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53 Kebohongan
54 ACE OF WANDS
55 LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56 BRIPTU TONI
57 SITA DI JAKARTA UTARA
58 NESSA JET
59 FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60 SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61 JUSTICE FOR MATHEW
62 Rumah Baru Ayah.
63 Aku Terbangun dari Kematian.
64 .. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65 KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66 SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67 TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68 THE STAR
69 MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70 TUMI, SUCI DAN NANI
71 THE MAGICIAN
72 PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73 RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74 Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75 Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76 Beringin Tumi
77 Tumbal
78 Kembali Ke Kerajaan
79 Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80 IBLIS
81 SEASON DUA
82 TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83 Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84 IBU
85 Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86 THE CHARIOT
87 SITA KEMBALI
88 BANYAK DAN BAHAYA
89 SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90 ZHAMIRI
91 KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92 Waktu yang Berhenti
93 TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94 THE WORLD
95 RUMAH SITA
96 LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97 BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98 GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99 Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100 AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101 KERASUKAN
102 GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103 GELANG NAGA YANG HILANG
104 PENTAGRAM
105 IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106 AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107 INANG BARU IBLIS AZAZIL
108 RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109 GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110 RUANG MAKAN ISTANA RATU
111 AKU IKHLAS
112 SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113 DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114 Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115 YUDHIS ANGGARA
116 SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117 MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118 "BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119 Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120 RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121 PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG
Episodes

Updated 121 Episodes

1
TAROT
2
Ten of Pentacles
3
The Tower
4
THE DEVIL
5
Bingkai Foto Keluarga Baskara
6
Tante Sari dan Om Baskara
7
Kematian Mendadak
8
Autopsi
9
Pemeriksaan Saksi
10
Kembali ke Rumah Nenek
11
Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12
Bantuan Mas Kharis
13
THE DEATH
14
FIVE OF A CUPS
15
THREE OF SWORDS
16
THE JUDGEMENT
17
Akhir Kasus.
18
Kembali ke Sekolah
19
Perselingkuhan
20
Efek Samping
21
RENCANA AMAYA
22
Panggilan dari Kepolisian
23
Kehebohan di Kelasku
24
TEN OF SWORDS
25
THE LOVERS
26
Investigasi Sekolah
27
Interogasi Kepolisian
28
Bukti Foto Devina
29
Surat Kaleng
30
DEATH
31
Penyelamatan Sita
32
TEROR KELUARGA AMAYA
33
X 2836 ABC
34
Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35
Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36
CERITA MATHEW
37
THE SUN
38
Turun Temurun.
39
BUKU CATATAN NENEK.
40
Serangan Om Baskara.
41
KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42
Dibalik Kematian Devina
43
Kaos Hitam Polos Mathew.
44
Kembali ke Kamar Hotel.
45
SIX OF WANDS
46
PENCULIKAN KEDUA
47
THE HERMIT
48
KAMBING HITAM
49
Rencana Brutal
50
Makan Malam yang Terganggu.
51
TIGA HARI
52
Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53
Kebohongan
54
ACE OF WANDS
55
LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56
BRIPTU TONI
57
SITA DI JAKARTA UTARA
58
NESSA JET
59
FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60
SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61
JUSTICE FOR MATHEW
62
Rumah Baru Ayah.
63
Aku Terbangun dari Kematian.
64
.. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65
KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66
SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67
TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68
THE STAR
69
MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70
TUMI, SUCI DAN NANI
71
THE MAGICIAN
72
PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73
RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74
Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75
Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76
Beringin Tumi
77
Tumbal
78
Kembali Ke Kerajaan
79
Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80
IBLIS
81
SEASON DUA
82
TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83
Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84
IBU
85
Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86
THE CHARIOT
87
SITA KEMBALI
88
BANYAK DAN BAHAYA
89
SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90
ZHAMIRI
91
KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92
Waktu yang Berhenti
93
TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94
THE WORLD
95
RUMAH SITA
96
LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97
BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98
GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99
Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100
AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101
KERASUKAN
102
GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103
GELANG NAGA YANG HILANG
104
PENTAGRAM
105
IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106
AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107
INANG BARU IBLIS AZAZIL
108
RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109
GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110
RUANG MAKAN ISTANA RATU
111
AKU IKHLAS
112
SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113
DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114
Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115
YUDHIS ANGGARA
116
SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117
MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118
"BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119
Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120
RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121
PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!