WILAYAH UTARA

Happy reading semua

Jangan lupa vote and komen ya 😄

Sesampainya di mansion, Areya langsung menulis sebuah surat untuk di kirim ke Duke Napios. Jika ia mengatakan langsung apa penyebab dari penyakit ini, tentu akan terlihat aneh dan menjadi mencurigakan bagaimana bisa ia tahu sedang kan ia sendiri tidak ada di sana, yang ada malah ia di curigai sebagai dalangnya.

Jadi dia menulis saja bahwa dia cukup prihatin atas kemalangan yang menimpa Duke Napios, dan bersedia menawarkan sebuah bantuan. Sepertinya itu jauh lebih masuk akal.

Ketika surat telah siap, Areya segera meminta pelayan mengirim surat itu ke tempat Duke Napios. Kali ini, Areya pasti akan merubah masa depan! Dia tidak akan mati konyol seperti yang terjadi pada Ranhy.

Tak menunggu lama Surat yang di kirim Areya mendapatkan sambutan yang baik dari Duke Napios, ini sesuai dengan apa yang Areya harapkan.

Maka, tanpa menunggu lagi Areya segera bersiap untuk keberangkatannya menuju wilayah Utara setelah mendapatkan izin dari sang ibu. Sebenarnya tidak tapi ia memaksa dengan alasan menambah wawasan baru.

Areya tidak terlalu banyak barang bawaan, hanya beberapa pakaian dan buku tentang obat-obatan yang ia ambil dari perpustakaan mansion.

Selama menunggu pengiriman surat yang ia kirim dan balasan dari Duke Napios, Areya menyibukkan diri dengan mempelajari obat-obatan dan ilmu tentang kedokteran di mansion bahkan sesekali keluar untuk mencari bahan.

Di zaman ini, obat adalah barang langka, hanya pihak istana saja yang boleh memakai obat-obatan. Oleh sebab itu, Areya harus berusaha keras mempelajari buku ini agar sedikit paham tentang obat dan cara pembuatannya, terutama ia sendiri tidak pernah berkecimpung dalam dunia medis. di dalam novel juga tertulis bahwa butuh waktu yang lama jika menunggu bantuan dari pihak istana, bukannya sembuh justru korban semakin banyak berjatuhan.

Setelah menempuh perjalanan selama hampir setengah hari , akhirnya Areya sampai juga di wilayah Utara yang merupakan wilayah kekuasaan Duke Napios berada. Wilayah Utara adalah satu dari empat wilayah besar yang ada di Kerajaan ini, dulu sebagian besar wilayah adalah hutan dan pegunungan namun sekarang hutan-hutan itu mulai berubah menjadi naungan lantaran jumlah penduduk desa yang bertambah dan terlihat hampir seperti pusat kota. Di sini Ada tambang minyak besar dibalik bukit, tentu saja itu milik keluarga Duke Napios. Banyak orang yang berusaha untuk menguasai tambang minyak tersebut, namun sayangnya Duke Napios adalah seorang pebisnis sekaligus penguasa wilayah yang handal. Makanya banyak para wanita yang sangat ingin menjadi pendamping dari sosok Napios, tampan,kaya juga pintar.

Areya terkekeh pelan. Mengingat kembali kerja sama yang terjalin. Jika dipikir kembali Ibunya bukan beruntung melainkan Duke Napios memang sengaja ingin menjalin kerja sama untuk menghancurkannya usaha yang keluarga nya miliki lantaran menganggap terlalu kejam pada Tyrese si anak malang, beruntung Areya bisa menghentikan hal itu.

Kereta kuda yang membawa Areya berhenti tepat di halaman mansion mewah milik Duke Napios. Seperti yang tertulis bahkan lebih, mansion Duke Napios sangat indah dan terawat dengan halaman yang luas dan air mancur yang ada di tengah-tengah taman bahkan lebih mewah dua kali lipat dari mansion Seagyr.

Ketika pintu kereta sempurna terbuka, sebuah tangan terulur guna membantu Areya turun dari dalam kereta.

"Terimakasih karena sudah mau datang dan bersedia membantu wilayah saya, lady Ranhy," Ujar Napios setelah Areya berdiri di hadapan nya.

"Anda tidak perlu berterimakasih, Duke, bukankah sesama rekan bisnis harus saling membantu?" Balas Areya tak kalah ramah.

Napios tersenyum tipis,

"Anda pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh, mari saya antar Anda untuk istirahat biar pelayan saya yang membawa barang-barang anda."

Areya mengangguk pelan lantas mengikuti langkah kaki Napios yang mengiringinya masuk ke dalam mansion milik nya.

Sebenarnya Ketika surat yang di kirim Areya sampai ke kediamannya, Napios cukup terkejut sebab tak menyangka bahwa sang lady akan menawarkan diri membantu wilayahnya yang tengah mengalami kesulitan.

Sulit untuk di percaya, bahkan Napios sendiri sampai membaca surat itu sebanyak tujuh kali dan bertanya pada pelayan bahwa dia tidak salah dalam mengartikan isi surat tersebut.

Bukan dirinya meragukan sang gadis, hanya saja semua orang tahu seperti apa rumor buruk tentang dirinya, bahkan saat di Akademi bangsawan dia tidak belajar dengan benar dan hanya membuat onar.

Lalu bagaimana bisa gadis bangsawan dengan ego tinggi itu mau menawarkan diri hanya untuk membantu wilayahnya yang terserang wabah penyakit.

Para bangsawan mempunyai ego yang tinggi mereka tidak peduli satu sama lain . Bagi mereka selagi dapat menguntungkan maka mereka akan mendekat tapi menjauh bila merasa tidak ada yang di dapat.

Jujur Napios sendiri sudah tidak lagi percaya akan rumor yang beredar tentang si pembuat onar juga bangsawan memalukan karena nyatanya Ranhy jauh dari kata itu semua.

"Oh ya, Duke, sejauh ini sudah berapa banyak penduduk desa yang terjangkit penyakit?" Tanya Areya ketika keduanya berjalan beriringan.

"Menurut laporan yang dikirim oleh bawahan saya, sekitar lebih dari 20 orang yang sudah terjangkit dan semuanya dipisahkan dari lingkungan desa, kami membuat tempat khusus untuk penduduk desa yang sudah terjangkit agar tak menular ke penduduk yang lain," Ujar Napios menjelaskan sambil sesekali menoleh pada Areya.

Napios tersenyum kecil karena baru tahu jika tinggi si gadis hanya sebatas dadanya, entah kenapa itu terlihat lucu di mata Napios. Sang menggemaskan.

Areya mengangguk mengerti, "Lalu, apa mereka semua sudah diobati dengan benar?"

"Karena tenaga dokter di sini sangat sedikit, jadi proses penyembuhan memakan waktu yang lama, belum lagi penyakitnya tidak teridentifikasi jadi sedikit sulit untuk menemukan obat yang cocok,"

Ya, ini sesuai dengan alur novel yang Areya baca. Tertulis Tyrese yang mendengar bahwa ada wabah penyakit yang tak diketahui muncul di wilayah Utara, dia segera datang ke desa untuk mencari tahu sumber penyakit lalu melaporkan semuanya pada Duke Napios yang telah putus asa lantaran semakin banyak penduduk yang jatuh sakit.

Setelah mempelajari dan mencocokkan gejala penyakit dengan obat yang ada di dalam buku, Tyrese akhirnya berhasil menemukan obat yang bisa membantu penyembuhan penyakit itu, tentu hal ini memudahkan pihak istana untuk mengirim bantuan ke sana berupa obat hasil temuan Tyrese. Sang Raja yang mendengar kisah pahlawan itu lantas memberikan penghargaan besar untuknya dan itulah

awal dimana Tyrese benar-benar terbebas dari penindasan yang ia alami.

Harusnya ia sudah puas dengan mendapatkan seluruh perhatian dari semua orang, bukan malah memprovokasi Ranhy dengan cerita karangan nya yang membuat si gadis Marquise Seagyr itu semakin terlihat semakin buruk di hadapan pangeran serta Duke Napios.

Duke Napios juga sangat bodoh, bahkan terlalu bodoh hanya bisa-bisanya percaya dengan kepolosan Tyrese bahkan memberikan dukungan penuh pada gadis itu. Dan itu lah kenapa Napios begitu berambisi untuk menghancurkan keluarga Marquise Seagyr yaitu ibu dan Ranhy.

"Duke, kira-kira kapan saya bisa pergi ke tempat penduduk yang sakit? Saya ingin memastikan sesuatu,"

Napios menghentikan langkah kaki dimana hal itu membuat Areya ikut berhenti dan keduanya kini berdiri saling berhadapan,

"Anda ingin ke sana? Tidak lady, bagaimana jika Anda ikut tertular penyakit mereka?"

"Bukankah saya disini untuk membantu? Jika saya tidak mengetahui masalahnya dengan benar, lalu bagaimana saya bisa membantu?" Areya tersenyum tipis,

"Lagipula kalau saya memang tertular, setidaknya saya sudah tahu apa penyebab dari sakit mereka dan bisa melakukan penanganan lebih lanjut agar tidak ada korban lain," lanjut Areya

"Tapi-"

"Tidak usah khawatir, Duke, saya memiliki kekebalan tubuh yang baik." Yakin Areya

Napios hanya dapat menghela napas pelan, dia tidak menyangka bahwa Ranhy akan benar-benar membantunya bukan hanya sekedar ucapan belaka. Sepertinya, sekeras apapun ia melarang, si gadis Marquise Seagyr itu akan tetap pergi untuk mencari tahu penyebab penyakit ini.

Seperti yang dibicarakan sebelumnya kini Areya dan Napios benar benar datang ke lokasi tempat para penduduk yang terjangkit penyakit. Pengawal pribadi milik Napios bahkan terkejut melihat kedatangan Ranhy si gadis pembuat onar bersama dengan sang Tuan.

Serus pengawal pribadi milik Napios sekaligus tangan kanannya yang diperintah oleh Napios untuk menyelidiki si gadis Marquise Seagyr itu pun menolak untuk percaya akan perubahan yang terjadi pada Ranhy, si bodoh yang hanya tahu cara membuat masalah dengan orang lain.

"Bagaimana keadaan penduduk desa?" Tanya Napios pada serus ketika mereka sudah berada di jarak yang cukup dekat.

"Tadi pagi ada sekitar 7 penduduk yang datang dengan gejala yang sama, dokter sudah berusaha tapi karena jumlah pasien yang banyak mereka kelelahan," jelas serus sambil menunjuk pada lima orang yang tengah duduk dengan wajah lelah dan kantung mata hitam di bawah mata mereka.

Areya memindai sekitar. Jadi ini tenda yang dibangun oleh Duke Napios guna menjadi tempat penanganan penduduk desa, tidak buruk bahkan sangat layak dan bersih. Tapi masalahnya, jika penduduk semakin banyak yang datang tempat ini tak akan bisa menampung mereka semua.

"Duke, bolehkah aku bertanya sesuatu? Tanya Areya menginterupsi.

"Ya? Apa yang ingin anda tanyakan lady?"

"Sebelum saya ke mari, saya sempat membaca buku tentang macam-macam jenis penyakit dan obat-obatan. Melihat dari gejala yang timbul pada penduduk desa yang terjangkit penyakit, seperti berhubungan dengan air yang mereka gunakan, saya jadi penasaran, kira-kira dari mana sumber air yang mereka gunakan?"

Kening Napios membentuk sebuah lipatan kecil, " maksud lady penyakit ini karena sumber air yang mereka gunakan, bukan begitu lady?"

"Saya pikir mereka tak akan mungkin jatuh sakit di waktu yang nyaris bersamaan bila bukan karena sesuatu yang digunakan secara bersama-sama, seperti sumber air atau makanan."

Serus menjentikkan jari seolah tahu kemana arah pembicaraan yang Areya bicarakan, "Beberapa waktu lalu ada keluhan dimana sumur-sumur yang ada di desa kering, jadi karena sumur yang kering, mereka menggunakan air dari sungai untuk kebutuhan sehari-hari." Jelas serus setelah ingat tentang keluhan salah seorang temannya yang tinggal di desa

"Jadi, maksud kalian?" Tanya Napios yang masih tidak mengerti atau sebenarnya dia hanya ingin melihat bagaimana si gadis memecahkan masalah ini.

"Saran saya, ada baiknya anda memeriksa air sungai yang menjadi sumber air penduduk desa, mungkin saja ada limbah kotoran atau racun yang menjadi penyebab semua ini." Jelas Areya

Jujur saja, napi tak sepenuhnya yakin dengan ucapan Ranhy namun karena ingin melihat apakah benar dugaan si gadis Marquise Seagyr itu, namun ia juga tidak bisa mengabaikan kemungkinan yang bisa jadi ada benarnya. maka dia segera pergi bersama beberapa prajurit untuk memeriksa seluruh sungai yang ada di dekat ataupun jauh dari pemukiman penduduk desa.

Melihat para penduduk desa yang merintih kesakitan dengan suhu tubuh yang tinggi, Areya tidak bisa berdiam diri saja , ia mengambil inisiatif untuk membantu mengompres kening mereka dengan air hangat dan handuk yang sudah tersedia. Lalu ia juga meminta tolong para prajurit yang berjaga untuk membantu mengganti air yang sudah dingin dengan air hangat yang baru, kemudian dia juga memerintahkan mereka guna mencari tanaman jahe sebanyak mungkin.

Serus tertegun melihat bagaimana si gadis pembuat onar itu dengan sigap mengompres kening penduduk desa dan menyiapkan wadah untuk muntah mereka ketika batuknya semakin parah, sama sekali tidak ada rasa jijik dan dia melakukannya tanpa ada yang menyuruhnya.

Serus di buat bertanya-tanya, apakah ini benar si Ranhy Seagyr yang ia kenal? Apakah benar ini Ranhy Seagyr si bodoh yang hanya bisa membuat masalah serta menempeli pangeran Lordias? Lalu Kenapa auranya terasa berbeda, sangat diluar bayangannya. Bahkan selama ia menyelidiki banyak orang yang mengatakan betapa buruknya sifat si gadis.

"Lady, saya sudah mendapatkan beberapa tanaman yang Anda minta. Maaf tidak bisa menemukan semua" Ujar seorang prajurit yang menghampiri Areya yang tengah meracik obat bersama beberapa dokter disana.

"Bagus, sekarang bersihkan tanaman ini dan rebus dengan air panas kemudian letakkan dalam gelas, setelah itu berikan pada penduduk desa yang terjangkit penyakit,"

Si prajurit langsung bergerak untuk melaksanakan perintah dari Areya. Selepas kepergian si prajurit, serus mendekati Areya.

"Untuk apa tanaman tadi lady?" Tanya serus dengan nada sinis

"Menurut buku yang saya baca, tanaman itu bisa mengurangi demam, batuk dan sakit perut yang mereka alami. Jangan khawatir, Sir, saya tidak punya niat untuk membunuh orang, jika Anda tidak percaya, coba tanya pada dokter yang terkapar di sana, mereka pasti jauh lebih mengerti."

Areya berlalu meninggalkan serus yang masih terdiam melihat kepergian nya, Areya berjalan ke tenda tempat persediaan air baju yang la pakai terkena muntahan seorang penduduk dan itu harus segera dibersihkan sebelum nodanya sulit hilang.

Di sisi lain, Napios sungguh terkejut lantaran apa yang Areya katakan itu benar, air sungai telah tercemar dan sangat kotor, entah orang bodoh mana yang membuang limbah di sungai hingga menyebabkan kerusakan seperti ini.

Napios pastikan untuk menghukum mereka saat dia berhasil menemukannya. Lihatlah saja dia tidak akan berbaik hati meskipun itu anggota keluarga maupun kerajaan.

Napios lantas memerintahkan beberapa prajurit untuk memberikan pengumuman pada penduduk desa untuk sementara waktu tidak mengambil air dari sungai untuk mandi ataupun minum, ia akan menyiapkan air bersih yang bisa di dapatkan dari mansion sampai sumur-sumur kembali terisi air atau pun mencari sumber mata air yang tidak tercemar, dengan begini setidaknya penyebab utama penyakit sudah berhasil ditemukan sehingga dapat mencegah jumlah penduduk desa yang terjangkit penyakit.

Napios kembali ke camp penduduk desa yang sakit, dia melihat orang-orang tengah minum sesuatu dan ada juga yang melumuri tubuh mereka dengan sesuatu yang teksturnya mirip gel.

Napios menghampiri serus yang turut serta membantu memberikan obat yang Areya buat,

"Apa yang terjadi? Apa yang mereka minum dan lumuri di tubuh mereka itu?" Tanya Napios menuntut penjelasan dari sang tangan kanan

"Itu air rebusan jahe, lady Ranhy bilang itu bisa meredakan demam dan batuk mereka. Sedangkan yang mirip gel itu adalah tanaman lidah buaya yang bisa menghilangkan ruam pada kulit dan mengurangi rasa gatal," Jelas serus, dia tidak tahu bagaimana bisa seorang yang tadinya terlihat tak berguna berubah jadi begitu hebat seperti itu. Seolah-olah kebodohan yang Ranhy buat selama ini hanya topeng untuk menutupi kejeniusannya.

Iris mata Napios memindai sekitar, namun tak juga menemukan sosok gadis Marquise Seagyr itu,

"Sekarang, ada dimana lady Ranhy berada?"

"Oh, beliau sedang istirahat, tadi aku lihat dia jalan menuju pohon besar yang ada di timi camp."

Napios mengangguk pelan, lantas segera pergi membawa tungkai melangkah menuju lokasi yang serus terangkan.

Di bawah pohon besar dan rindang, Napios lihat sosok Areya yang tengah terpejam seraya menyandarkan tubuh pada batang pohon, gaunnya sedikit basah dan ada noda juga di sana.

Semilir angin berhembus membuat rambut pirang milik Ranhy yang ikatan nya sedikit berantakan itu beterbangan, namun hal itu sama sekali tak mengganggu tidurnya. Bibir Napios membentuk sebuah garis lengkung dengan Iris mata yang tak lepas menatap paras indah sang gadis. Terlepas dari rumor buruk yang nyatanya tak ada satupun kebenaran yang berhasil Napios temukan, ada satu yang Napios percayai, bahwa Ranhy memang gadis dengan paras tercantik yang pernah ia temui di negeri ini.

Napios memalingkan wajah ketika tiba-tiba sang gadis bergerak, dia pikir Ranhy akan terbangun, namun ternyata tidak. Semburat merah tercetak jelas di telinga sang wira, dengan ekor mata yang diam-diam mengawasi si gadis pencuri atensi dirinya dan senyum lebar tercetak di wajah rupawan miliknya.

Terpopuler

Comments

ASER

ASER

terimakasih atas sarannya ☺️

2024-10-01

0

Viona Syafazea

Viona Syafazea

Thor ganti lah bahasa nya jangan tungkai agak gimana gitu rasanya, lebih enak di denger membawa langkah kakinya dari pada tungkai.

2024-09-30

1

Frando Wijaya

Frando Wijaya

bner2 tdk mengerti 😏

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 TERJEBAK DALAM TUBUH SANG ANTAGONIS
2 BERUBAH
3 SI MUKA DUA
4 EKSPETASI SESEORANG
5 TAK DISANGKA
6 AJAKAN PESTA
7 BADUT DAN DEWI
8 ANTAGONIS YANG SESUNGGUHNYA
9 SI LUGU DAN RASA CINTA
10 SOSOK YANG BERBEDA
11 SEMUA DADAKAN
12 RASA KECEWA
13 PERBINCANGAN SANG RATU
14 LUAPAN ISI HATI ANTAGONIS
15 DENAS SEAGYR
16 TERJEBAK BERSAMA PENCURI KECIL
17 PERMAINAN SI ANTAGONIS
18 RASA BERSALAH
19 BERITA BARU
20 WILAYAH UTARA
21 DIA SEMPURNA
22 SEBENCI ITUKAH?
23 KABURNYA SI GADIS
24 SURAT NAPIOS
25 SELAMAT DATANG DI HIDUP SANG ANTAGONIS
26 perhatian kecil
27 KELICIKAN DI BALAS LICIK
28 TULISAN TAKDIR
29 KEDATANGAN TAMU?
30 KEMATIAN YANG DI SENGAJA?
31 RACUN
32 BIDAK TAK BERSALAH
33 KEBOHONGAN KAIYL
34 DRAMA SAMPAH
35 BARANG ILEGAL
36 BARANG YANG DI INCAR
37 MENGHILANG?
38 FESTIVAL PARA KSATRIA
39 DRAMA YANG DI TUNGGU AREYA
40 CITRA YANG RUSAK
41 DIJEBAK?
42 PERTARUNGAN KETIGANYA
43 RASA CEMAS
44 PIOS
45 SURAT LORDIAS
46 KEBUSUKAN KAIYL
47 MENUNGGU KEHANCURAN KAIYL
48 TERBONGKAR
49 LAWAN RASA KECEWA
50 HUKUMAN
51 TAKDIR AREYA
52 KESADARAN AREYA
53 KEMATIAN KAIYL
54 KESEDIHAN TYRESE
55 ULAH TATIS
56 rencana busuk Tyrese
57 TUDUHAN
58 TAMAN KOTA
59 KERAJAAN SEBERANG
60 KESEMPATAN?
61 RANTAI EMAS
62 MASIH ADA JARAK
63 PUDING LORDIAS
64 TERJANGAN BADAI
65 SAKITNYA SI PANGERAN
66 SAKIT RAJA
67 GADIS YANG MIRIP AREYA
68 LUKA PANGERAN LORDIAS
69 FIRASAT
70 KEJANGGALAN
71 BERTAHAN HIDUP
72 APAKAH INI TAKDIR?
73 INI KAH YANG SESUNGGUHNYA?
74 KESADARAN
75 BERTAHAN
76 SUAMI?
77 PERJALANAN MENUJU KERAJAAN LATAS
78 PERTEMUAN KEMBALI
79 DALANG
80 PANTAI DAN SENJA
81 PERJALANAN PULANG
82 KHAWATIR TAHTA
83 TERLUKA
84 PENGOBATAN LORDIAS
85 DIELIMINASI?
86 KESADARAN PANGERAN
87 MENYERAH?
88 HUJAN DAN RIANG ANAK ANAK
89 PENOLAKAN AREYA
90 RENCANA PENYUSUPAN
91 KETAHUAN?
92 TERTANGKAP?
93 PENOBATAN PUTRA MAHKOTA
94 TERSUDUT
95 SENJATA MAKAN TUAN
96 BUKAN HAK AREYA
97 CINTA ITU ANTAGONIS
98 NEW INFORMATION
Episodes

Updated 98 Episodes

1
TERJEBAK DALAM TUBUH SANG ANTAGONIS
2
BERUBAH
3
SI MUKA DUA
4
EKSPETASI SESEORANG
5
TAK DISANGKA
6
AJAKAN PESTA
7
BADUT DAN DEWI
8
ANTAGONIS YANG SESUNGGUHNYA
9
SI LUGU DAN RASA CINTA
10
SOSOK YANG BERBEDA
11
SEMUA DADAKAN
12
RASA KECEWA
13
PERBINCANGAN SANG RATU
14
LUAPAN ISI HATI ANTAGONIS
15
DENAS SEAGYR
16
TERJEBAK BERSAMA PENCURI KECIL
17
PERMAINAN SI ANTAGONIS
18
RASA BERSALAH
19
BERITA BARU
20
WILAYAH UTARA
21
DIA SEMPURNA
22
SEBENCI ITUKAH?
23
KABURNYA SI GADIS
24
SURAT NAPIOS
25
SELAMAT DATANG DI HIDUP SANG ANTAGONIS
26
perhatian kecil
27
KELICIKAN DI BALAS LICIK
28
TULISAN TAKDIR
29
KEDATANGAN TAMU?
30
KEMATIAN YANG DI SENGAJA?
31
RACUN
32
BIDAK TAK BERSALAH
33
KEBOHONGAN KAIYL
34
DRAMA SAMPAH
35
BARANG ILEGAL
36
BARANG YANG DI INCAR
37
MENGHILANG?
38
FESTIVAL PARA KSATRIA
39
DRAMA YANG DI TUNGGU AREYA
40
CITRA YANG RUSAK
41
DIJEBAK?
42
PERTARUNGAN KETIGANYA
43
RASA CEMAS
44
PIOS
45
SURAT LORDIAS
46
KEBUSUKAN KAIYL
47
MENUNGGU KEHANCURAN KAIYL
48
TERBONGKAR
49
LAWAN RASA KECEWA
50
HUKUMAN
51
TAKDIR AREYA
52
KESADARAN AREYA
53
KEMATIAN KAIYL
54
KESEDIHAN TYRESE
55
ULAH TATIS
56
rencana busuk Tyrese
57
TUDUHAN
58
TAMAN KOTA
59
KERAJAAN SEBERANG
60
KESEMPATAN?
61
RANTAI EMAS
62
MASIH ADA JARAK
63
PUDING LORDIAS
64
TERJANGAN BADAI
65
SAKITNYA SI PANGERAN
66
SAKIT RAJA
67
GADIS YANG MIRIP AREYA
68
LUKA PANGERAN LORDIAS
69
FIRASAT
70
KEJANGGALAN
71
BERTAHAN HIDUP
72
APAKAH INI TAKDIR?
73
INI KAH YANG SESUNGGUHNYA?
74
KESADARAN
75
BERTAHAN
76
SUAMI?
77
PERJALANAN MENUJU KERAJAAN LATAS
78
PERTEMUAN KEMBALI
79
DALANG
80
PANTAI DAN SENJA
81
PERJALANAN PULANG
82
KHAWATIR TAHTA
83
TERLUKA
84
PENGOBATAN LORDIAS
85
DIELIMINASI?
86
KESADARAN PANGERAN
87
MENYERAH?
88
HUJAN DAN RIANG ANAK ANAK
89
PENOLAKAN AREYA
90
RENCANA PENYUSUPAN
91
KETAHUAN?
92
TERTANGKAP?
93
PENOBATAN PUTRA MAHKOTA
94
TERSUDUT
95
SENJATA MAKAN TUAN
96
BUKAN HAK AREYA
97
CINTA ITU ANTAGONIS
98
NEW INFORMATION

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!