PERBINCANGAN SANG RATU

Happy reading semua

jangan lupa vote and komen ya 😄

Areya kira semua sudah dibereskan, makanya ia pergi untuk pulang , akan tetapi siapa sangka ketika hendak keluar menuju halaman istana, justru ia berpapasan dengan Ratu Seraen, ibu dari pangeran Lordias. Pura-pura tidak melihat pun percuma sebab kedua manik mata tak sengaja beradu, tidak ada pilihan lain selain memberi salam dan pergi. Ia tak ingin berlama lama di istana ini

“Salam, Yang Mulia.” Sapa Areya ketika Seraen telah berada di hadapan.

Seraen mengulas senyum, belakangan ini istana tampak tenang , rupanya ini karena sang gadis Marquise yang katanya begitu mencintai putranya sudah tidak tertarik lagi dengan sang putra, itulah kenapa tak ada lagi suara bising atau kegaduhan yang biasa dia dengar sebab ulah Ranhy.

Kini, iris mata Seraen mulai memindai Areya dari ujung kaki hingga ujung rambut, kesan norak dengan wajah pongah sungguh menghilang dari pandangan, dulu sorot matanya tampak berbinar polos namun kini tatapan mata anak ini tak lagi terbaca seperti air telaga yang tenang namun menghanyutkan. Seolah Seraen merasa Ranhy bukanlah Ranhy

"Sudah Lama tidak bertemu, Ranhy, apa kau punya waktu luang? Bagaimana jika menemaniku minum teh, apa kau tidak keberatan?"

' tidak ada waktu luang dan saya keberatan ' sial kalimat itu hanya dia ucapkan dalam hati saja.

Areya tersenyum paksa, karena tidak mungkin menolak, terutama sang ratu lah yang meminta, Sepertinya hari ini sepertinya hari ini tidak akan berakhir cepat.

"Tentu saya tidak keberatan, Yang mulia, justru saya merasa terhormat." Balas Areya dengan tutur kata sopan.

Seraen membawa Areya ke gazebo yang ada di tengah-tengah taman dan para meminta pelayan menyiapkan teh dan kudapan manis untuk mereka.

Disinilah mereka sekarang berada, duduk saling berhadapan dengan meja sebagai pembatas. Areya mulai memindai sekitar, terdapat banyak sekali bunga bunga mulai bermekaran, ditambah daun-daunan berwarna hijau dari beberapa pohon semakin membuat udara tampak sejuk, mungkin juga karena matahari yang mulai tergelincir ke barat mengingat hari sudah menjelang sore.

"Bagaimana kabar mu, lady?" Tanya Seraen memulai percakapan.

Areya mengulas senyum,

"Kabar saya baik, Yang mulia." Balas Areya.

"Belakangan ini aku semakin jarang melihatmu berkeliaran di istana, aku terbiasa melihat kau selalu mengikuti kemanapun pangeran Lordias pergi, Bahkan selalu menerobos masuk meski sudah di larang." Ungkap Seraen tawa pelan, jika dilihat lagi rasanya sangat lucu ketika melihat bagaimana sosok Ranhy yang dengan wajah polosnya mengikuti Lordias seperti anak ayam yang mengikuti induknya.

Areya terkekeh pelan. Ya, memang benar tingkah Ranhy sangat kekanak-kanakan bahkan terkesan memalukan untuk seseorang remaja yang hendak memasuki usia dewasa sepertinya.

"Apakah berita tentang kau yang sudah tidak tertarik dengan putraku itu, benar adanya Lady?"

" Benar, yang mulia, saya memang sudah tidak tertarik lagi dengan pangeran Lordias. Lagi pula, sejak awal pangeran Lordias juga tidak menyukai saya, bukan? Beliau juga yang meminta saya untuk berhenti mengejarnya, jadi saya memutuskan berhenti, seperti apa yang beliau inginkan. Toh, saya sadar, selama ini saya hanya membuang waktu dengan mengejar sesuatu yang tak ingin saya genggam. Dari pada saya terus menerus merasa sakit, bukankah lebih baik saya berhenti sebelum hancur?" Ungkap Areya dengan tenang namun sorot mata tegas, Seraen menatap mata itu tak ada keraguan didalamnya bahkan sorot penuh puja juga hilang, ia seperti menemukan sosok lain dalam tubuh kecil itu.

Setelah ungkap Areya, Seraen hanya terdiam menyadari ada sesuatu yang terasa mencubit hatinya. Selama ini, ia bukan tidak tahu bagaimana sikap buruk sang putra yang kerap kali gadis ini terima, bukan hanya putranya bahkan para lady bahkan hampir setiap orang yang mengenalnya juga kerap melakukan tindakan diluar batas hanya karena gadis ini melarang mereka mendekati Lordias.

Awalnya ia tidak ingin ikut campur, pun dia sendiri juga kurang menyukai sikap Ranhy yang seperti tak pernah diajari etika oleh keluarganya. Namun, ada beberapa kejadian Yang lebih membuat Seraen akhirnya sedikit menyadari eksistensi Ranhy.

Lordias kerap kali membentak dan menyudutkan Ranhy di depan banyak orang sehingga gadis malang itu sering menjadi bahan olokan, namun gadis itu akan pergi dengan wajah angkuhnya , tapi ada kejadian dimana ia melihat Ranhy menangis di balik tumbuh taman selepas dibentak oleh putranya didepan umum. Tentu saja Seraen merasa iba, sekalipun Ranhy menyebalkan tidak seharusnya Lordias memperlakukannya seperti itu.

Namun esoknya gadis ini datang kembali dengan ceria, seolah kejadian kemarin tak pernah ada. Dan itu terus berlanjut hingga Ranhy berhenti. Berhenti menyukai Lordias.

Mungkin di kerajaan ini tidak akan pernah ada orang yang mencintai putranya sebesar rasa cinta gadis lugu ini, sayang sekali, putranya tidak bisa melihat hal itu. Bahkan menyia-nyiakan nya.

"Aku senang, kau akhirnya membuat keputusan untuk kebahagiaan dirimu sendiri." Ucap Seraen lalu kembali mengulas senyum, dan menyesap teh mawar yang ada di hadapan.

Areya sendiri tidak terlalu memikirkan respon yang diberikan oleh ibu dari pangeran Lordias ini, karena di dalam novel memang tidak pernah sekalipun dijelaskan dengan jelas bagaimana perasaan Seraen pada Ranhy sendiri. Pertemuan mereka juga jarang sekali, karena Seraen lebih sering menghabiskan waktu untuk minum teh bersama Tyrese setelah anak itu menghadiri pesta ulang tahun pangeran Lordias.

Mungkin karena ia sudah mengubah alur cerita yang seharusnya, makanya ada perubahan juga di setiap cerita.

Bicara tentang pesta ulang tahun pangeran Lordias kemarin, Areya jadi teringat kembali dengan percakapan sang ayah tiri bersama instruktur pangeran kedua.

"Yang mulia, anda boleh saja tidak percaya dengan saya atau ucap saya, namun saya menyarankan sepertinya anda dan Pangeran Lordias harus lebih berhati-hati dengan instruktur pangeran kedua, karena beberapa waktu lalu saya tidak sengaja melihat instruktur pangeran kedua tengah membicarakan sesuatu yang mencurigakan dengan Ayah saya."

"Dan saya merasa mereka tengah merencanakan sesuatu, namun saya tidak tahu firasat saya mengatakan itu bukan suatu hal yang baik" jelas Areya

Jujur Sampai saat ini Areya masih belum mengetahui apa sebenarnya yang direncanakan oleh mereka, namun firasatnya mengatakan jika itu bukan hal yang baik dan juga dari gerakan mereka sendiri terlihat seperti pemberontakan.

Jangan salah paham, Areya seperti ini hanya tidak ingin sampai kerajaan ini hancur akibat dipimpin oleh pangeran Gios yang tidak kompeten bahkan tidak memenuhi standar untuk seorang pemimpin.

Tapi areya juga harus mengakui bahwa meksipun Lordias sangat amat menyebalkan namun dia memenuhi kualifikasi sebagai putra mahkota mulai dari fisik maupun mental, bijak dan kuat serta pemikiran yang matang sangat cocok untuk menjadi calon raja walaupun sifat narsis melekat di dirinya.

"Terimakasih Lady, aku akan mengingatnya dan mencari tahu apa yang tengah mereka rencanakan."

Seraen tersenyum tipis, bahkan ketika Ranhy memutuskan untuk berhenti mengejar putranya, dia masih saja berbaik hati untuk memberi informasi sepenting ini? Padahal dia bisa saja mengabaikan semua ini dan hidup dengan tenang. Melupakan apa yang ia ketahui.

Terpopuler

Comments

Frando Wijaya

Frando Wijaya

seharusny diam2 aja beritau...ini ngapainlh beritau terang2an.....

2024-09-01

2

lihat semua
Episodes
1 TERJEBAK DALAM TUBUH SANG ANTAGONIS
2 BERUBAH
3 SI MUKA DUA
4 EKSPETASI SESEORANG
5 TAK DISANGKA
6 AJAKAN PESTA
7 BADUT DAN DEWI
8 ANTAGONIS YANG SESUNGGUHNYA
9 SI LUGU DAN RASA CINTA
10 SOSOK YANG BERBEDA
11 SEMUA DADAKAN
12 RASA KECEWA
13 PERBINCANGAN SANG RATU
14 LUAPAN ISI HATI ANTAGONIS
15 DENAS SEAGYR
16 TERJEBAK BERSAMA PENCURI KECIL
17 PERMAINAN SI ANTAGONIS
18 RASA BERSALAH
19 BERITA BARU
20 WILAYAH UTARA
21 DIA SEMPURNA
22 SEBENCI ITUKAH?
23 KABURNYA SI GADIS
24 SURAT NAPIOS
25 SELAMAT DATANG DI HIDUP SANG ANTAGONIS
26 perhatian kecil
27 KELICIKAN DI BALAS LICIK
28 TULISAN TAKDIR
29 KEDATANGAN TAMU?
30 KEMATIAN YANG DI SENGAJA?
31 RACUN
32 BIDAK TAK BERSALAH
33 KEBOHONGAN KAIYL
34 DRAMA SAMPAH
35 BARANG ILEGAL
36 BARANG YANG DI INCAR
37 MENGHILANG?
38 FESTIVAL PARA KSATRIA
39 DRAMA YANG DI TUNGGU AREYA
40 CITRA YANG RUSAK
41 DIJEBAK?
42 PERTARUNGAN KETIGANYA
43 RASA CEMAS
44 PIOS
45 SURAT LORDIAS
46 KEBUSUKAN KAIYL
47 MENUNGGU KEHANCURAN KAIYL
48 TERBONGKAR
49 LAWAN RASA KECEWA
50 HUKUMAN
51 TAKDIR AREYA
52 KESADARAN AREYA
53 KEMATIAN KAIYL
54 KESEDIHAN TYRESE
55 ULAH TATIS
56 rencana busuk Tyrese
57 TUDUHAN
58 TAMAN KOTA
59 KERAJAAN SEBERANG
60 KESEMPATAN?
61 RANTAI EMAS
62 MASIH ADA JARAK
63 PUDING LORDIAS
64 TERJANGAN BADAI
65 SAKITNYA SI PANGERAN
66 SAKIT RAJA
67 GADIS YANG MIRIP AREYA
68 LUKA PANGERAN LORDIAS
69 FIRASAT
70 KEJANGGALAN
71 BERTAHAN HIDUP
72 APAKAH INI TAKDIR?
73 INI KAH YANG SESUNGGUHNYA?
74 KESADARAN
75 BERTAHAN
76 SUAMI?
77 PERJALANAN MENUJU KERAJAAN LATAS
78 PERTEMUAN KEMBALI
79 DALANG
80 PANTAI DAN SENJA
81 PERJALANAN PULANG
82 KHAWATIR TAHTA
83 TERLUKA
84 PENGOBATAN LORDIAS
85 DIELIMINASI?
86 KESADARAN PANGERAN
87 MENYERAH?
88 HUJAN DAN RIANG ANAK ANAK
89 PENOLAKAN AREYA
90 RENCANA PENYUSUPAN
91 KETAHUAN?
92 TERTANGKAP?
93 PENOBATAN PUTRA MAHKOTA
94 TERSUDUT
95 SENJATA MAKAN TUAN
96 BUKAN HAK AREYA
97 CINTA ITU ANTAGONIS
98 NEW INFORMATION
Episodes

Updated 98 Episodes

1
TERJEBAK DALAM TUBUH SANG ANTAGONIS
2
BERUBAH
3
SI MUKA DUA
4
EKSPETASI SESEORANG
5
TAK DISANGKA
6
AJAKAN PESTA
7
BADUT DAN DEWI
8
ANTAGONIS YANG SESUNGGUHNYA
9
SI LUGU DAN RASA CINTA
10
SOSOK YANG BERBEDA
11
SEMUA DADAKAN
12
RASA KECEWA
13
PERBINCANGAN SANG RATU
14
LUAPAN ISI HATI ANTAGONIS
15
DENAS SEAGYR
16
TERJEBAK BERSAMA PENCURI KECIL
17
PERMAINAN SI ANTAGONIS
18
RASA BERSALAH
19
BERITA BARU
20
WILAYAH UTARA
21
DIA SEMPURNA
22
SEBENCI ITUKAH?
23
KABURNYA SI GADIS
24
SURAT NAPIOS
25
SELAMAT DATANG DI HIDUP SANG ANTAGONIS
26
perhatian kecil
27
KELICIKAN DI BALAS LICIK
28
TULISAN TAKDIR
29
KEDATANGAN TAMU?
30
KEMATIAN YANG DI SENGAJA?
31
RACUN
32
BIDAK TAK BERSALAH
33
KEBOHONGAN KAIYL
34
DRAMA SAMPAH
35
BARANG ILEGAL
36
BARANG YANG DI INCAR
37
MENGHILANG?
38
FESTIVAL PARA KSATRIA
39
DRAMA YANG DI TUNGGU AREYA
40
CITRA YANG RUSAK
41
DIJEBAK?
42
PERTARUNGAN KETIGANYA
43
RASA CEMAS
44
PIOS
45
SURAT LORDIAS
46
KEBUSUKAN KAIYL
47
MENUNGGU KEHANCURAN KAIYL
48
TERBONGKAR
49
LAWAN RASA KECEWA
50
HUKUMAN
51
TAKDIR AREYA
52
KESADARAN AREYA
53
KEMATIAN KAIYL
54
KESEDIHAN TYRESE
55
ULAH TATIS
56
rencana busuk Tyrese
57
TUDUHAN
58
TAMAN KOTA
59
KERAJAAN SEBERANG
60
KESEMPATAN?
61
RANTAI EMAS
62
MASIH ADA JARAK
63
PUDING LORDIAS
64
TERJANGAN BADAI
65
SAKITNYA SI PANGERAN
66
SAKIT RAJA
67
GADIS YANG MIRIP AREYA
68
LUKA PANGERAN LORDIAS
69
FIRASAT
70
KEJANGGALAN
71
BERTAHAN HIDUP
72
APAKAH INI TAKDIR?
73
INI KAH YANG SESUNGGUHNYA?
74
KESADARAN
75
BERTAHAN
76
SUAMI?
77
PERJALANAN MENUJU KERAJAAN LATAS
78
PERTEMUAN KEMBALI
79
DALANG
80
PANTAI DAN SENJA
81
PERJALANAN PULANG
82
KHAWATIR TAHTA
83
TERLUKA
84
PENGOBATAN LORDIAS
85
DIELIMINASI?
86
KESADARAN PANGERAN
87
MENYERAH?
88
HUJAN DAN RIANG ANAK ANAK
89
PENOLAKAN AREYA
90
RENCANA PENYUSUPAN
91
KETAHUAN?
92
TERTANGKAP?
93
PENOBATAN PUTRA MAHKOTA
94
TERSUDUT
95
SENJATA MAKAN TUAN
96
BUKAN HAK AREYA
97
CINTA ITU ANTAGONIS
98
NEW INFORMATION

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!