Happy reading semua
Jangan lupa vote and komen ya 😄
Disinilah Areya sekarang berada ditengah pusat kota menamai Denas yang berburu pakaian dan barang-barang langka yang baru saja tiba dari negeri seberang dengan sang sahabat Hera. Tadi pagi, saat pagi pagi sekali Marquise Hera tiba di mansion dengan sang putra, Harist.
Areya menatap bosan sang ibu dan sahabatnya yang tidak ada lelahnya berkeliling. Harits yang sedari tadi memperhatikan Areya lantas terkekeh pelan hari ini entah sudah berapa banyak ia mendengar sang gadis Marquise Seagyr itu menghela nafas lelah . Tadi pagi saat pagi pagi sekali mansion kedatangan tamu tak diundang bahkan sangat tiba tiba Marquise Hera datang bersama dengan sang putra Harist.
" Bosan?" Tanya Harist menatap Areya
" Apa itu harus aku jawab" ucap Areya dengan malas
Harits terkekeh pelan, " ingin berkeliling bersama ku?"
Areya terdiam sebentar, ada benar juga jika dia bersama Harist setidaknya ia tidak akan bosan dia bisa berkeliling sesukanya, beda jika dia disini ia hanya melihat sang ibunda yang tengah asik dengan dunianya sendiri itu.
Dengan cepat Areya mengangguk kepalanya " kenapa tidak dari tadi saja!" Ujarnya langsung pergi meninggalkan Harist terlebih dulu.
"Aku dengar pesta minum teh di rumahmu kemarin cukup kacau," ucap Harist memulai
Areya tidak heran mengapa Harist tau , Rumor memang mudah sekali tersebar, apalagi di pesta kemarin ada para lady yang sangat hobi bergosip dan suka menjatuhkan orang lain. Jadi, tidak heran jika banyak yang tahu walaupun tidak ada di tempat kejadian.
"Ya, begitulah," Jawab Areya acuh.
"Apa yang terjadi sesuatu? " Tanya Harist semakin penasaran dengan jawaban singkat si gadis
Areya menghela nafas malas sekali harus menceritakan hal yang tidak penting seperti ini.
"Tidak tuan muda Harist Learton. lagi pula itu bukan sesuatu yang luar biasa, hanya kekacauan kecil," ujar Areya tak berniat untuk menjelaskan lebih lanjut
Jujur saja Harist tak puas dan ingin mendengar cerita langsung apa yang sebenarnya terjadi kemarin. Mendengar jawaban singkat si gadis membuat dia ingin terus bertanya.
Bukan tentang kejadian yang dibahas tapi obrolan singkat mereka yang ia inginkan, sebenarnya ia tidak peduli toh itu juga urusan para wanita, ia hanya berusaha mencari topik perbincangan bersama gadis Marquise Seagyr ini.
Manik mata Areya sibuk memindai sekitar, melihat kanan dan kiri tanpa memperdulikan Harist yang mengikuti setiap langkahnya . Mereka kini tengah berada di sebuah gang kecil yang kanan kirinya terdapat toko-toko sederhana seperti toko kue, toko parfum, toko pakaian , toko pernak-pernik dan masih banyak lagi.
Binar bening Areya tak sengaja membaca sebuah papan nama sebuah toko yang ada di ujung jalan, itu hanya sebuah toko roti kecil yang sepi. Areya mempercepat langkahnya menuju toko itu.
"Hei, Ranhy, kau mau kemana? Aish, apa yang sebenarnya ia cari!," Ujar Harist lantas menyusul langkah Areya yang sudah didepannya
Areya Memasuki sebuah toko kue yang sangat sederhana lalu memesan sebuah menu yang ia inginkan. Harist yang mengikuti masih tidak mengerti kenapa tiba-tiba Ranhy memutuskan untuk membeli makanan di toko kecil seperti ini, padahal dulu dia jelas ingat bagaimana tingginya gengsi sang gadis, jangankan toko seperti ini, masuk ke gang ini saja si gadis tak sudi. Ayolah, ego Ranhy itu begitu tinggi, jika bukan restoran ternama, mana mau ia menginjakkan kakinya.
"Kau ingin kemari!, kau baik-baik saja kan? Apa kau sakit?" Harist bertanya sambil mencoba menyentuh kening Areya namun segera di tepis oleh sang empunya.
"Aish!, kenapa kau ini cerewet sekali! Seperti wanita saja! Aku tidak sakit dan aku baik-baik saja," Lama-lama Areya jengah melihat tingkah tuan muda dari Marquise Learton yang sangat berisik ini.
Mendengar ucapan si gadis membuat dia terdiam dengan senyum tipis, ternyata gadis ini terlihat lucu juga saat sedang kesal .
Tak lama seorang pelayan datang dengan membawa pesanan yang tadi Areya pesan.
Mereka memilih duduk di sebuah bangku yang di sediakan oleh toko ini.
Areya mencicip kue yang dipesannya. Seperti dugaan Areya, meski hanya sebuah toko kecil tapi mereka memiliki kualitas yang bagus dibandingkan dengan toko-toko besar yang ada di jalan raya. Dan lagi, Areya yakin dalam beberapa tahun lagi toko kue ini bisa menjadi toko kue terkenal dengan mengeluarkan berbagai macam kreasi kue yang lezat dan bentuknya yang menarik perhatian para bangsawan khususnya para wanita.
Sebuah seringai kecil terbit pada bibir tipisnya, sepertinya tidak ada salahnya bila Areya mulai melakukan bisnis kecil.
Maklum hampir puluhan tahun berada di dunia bisnis sulit baginya untuk menghilangkan kebiasaan untuk merubah semua menjadi peluang bisnis.
"Wah, wah gila! Aku pikir rasanya akan aneh, tapi ini sangat lezat!" Seru Harist yang takjub akan cita rasa sepotong kue coklat yang memenuhi mulutnya.
"Bagaimana tuan muda? " Tanya Areya sambil menaik turunkan alisnya menggoda ucapan Harist yang meremehkan pilihan nya.
Harits berdehem lalu lanjut menyantap kue yang Areya pesan tadi. Baiklah! Ia sudah putuskan, dia akan mulai berinvestasi pada toko kue ini. Toh, ia sendiri juga sudah tahu akan seterkenal apa toko ini di masa yang akan datang. Terdengar licik, tapi bukankah kita harus memanfaatkan apapun yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri?
Selepas puas memanjakan mulut dengan yang manis-manis, Areya dan Harist kembali ke butik dimana para ibu berada. Perut Harist rasanya kenyang sekali, bagaimana tidak? Tidak menghabiskan seluruh hidangan dan tak menyisakan sedikit pun lantaran terhipnotis dengan rasa kue yang manis dan lezat. Ah, harusnya tadi ia membungkus beberapa untuk dibawa pulang.
Niatnya hanya mengikuti sang gadis malah dia yang hampir mati kekenyangan. Namun setidaknya ia cukup senang mungkin nanti ia akan datang kembali dengan orang yang ia sukai. Atau orang yang sama. Bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman manis akibat dari pikirannya.
"Apa kau sudah dengar berita ini belum?" Celetuk Harist di tengah perjalanan keduanya.
Areya menoleh sekilas pada si lawan bicara, "Apa?"
"Aku dengar ada sebuah penyakit yang sedang melanda sebagian wilayah, pihak kerajaan masih belum tahu pasti penyebabnya dan sedang berusaha menemukan solusi untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut," Tadinya Harist ingin mengatakan ini, tapi dia lupa dan baru ingat sekarang. Sekalian mencari topik perbincangan juga.
Areya termenung memikirkan ucapan yang baru Harist ucap kan,
"Penyakit ? Penyakit seperti apa?" Tanya Areya mencoba memastikan apa yang ada dipikirannya sama tau tidak.
"Menurut apa yang aku dengar, penyakit ini diawali dengan demam tinggi, muncul ruam dan terkahir batuk sampai muntah-muntah yang parah Kebanyakan yang terserang adalah desa-desa kecil yang ada di wilayah Utara,"
"Wilayah Utara? Bukankah itu wilayah kekuasaan Duke Napios?"
"Ah iya, benar. Makanya sekarang Duke Napios sedang sangat sibuk untuk mengatasi masalah itu."
Jika Areya tidak salah ingat, ini adalah penyakit yang disebabkan oleh air sungai yang tercemar, butuh waktu yang lama untuk pihak istana menangani masalah penyakit ini lantaran jumlah korban yang meningkat dan obat yang terbatas. Namun, pada akhirnya Tyrese berhasil mengatasi masalah ini, dia membantu dokter untuk melakukan penelitian tentang penyakit tersebut dan mencari tahu penyebabnya. Kemudian, seperti cerita klasik pada umumnya semua orang memuji Tyrese dan beranggapan bahwa dia adalah seorang dewi pelindung yang diberkati oleh dewa Agung. Pangeran semakin jatuh hati begitupun dengan sang Duke. Astaga, Areya rasanya ingin muntah saat membaca bagian ini.
Areya tersenyum miring. Jangan harap ia akan membiarkan semua berjalan seperti cerita aslinya, membuat Tyrese semakin bersinar dan dirinya di lupakan dan tetap menjadi sosok yang tidak ada?! Cih, tidak akan Areya biarkan! Enak saja!
Perlu diingat, bahwa Areya adalah sosok antagonis yang sesungguhnya dalam cerita ini. Bukan sosok yang di buat antagonis oleh pengarang tapi antagonis itu memang tertanam dalam dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Kartika Lina
tunjukkan cakar dan taringmu areya,, biar pada nyaho tah
2025-01-15
0
Ni Ketut Patmiari
ayok tunjukan kemampuan mu
2024-10-03
0