Gadis dengan gaun biru itu menatap malu malu sosok yang berdiri gagah di taman, ditemani seekor burung merpati di tangannya. Rona merah timbul di pipi sang gadis dengan senyum lembut ia memperhatikan sang pujaan hatinya.
Tadi pagi ia semangat berdandan hanya untuk ini bertemu pujaan hatinya, pangeran Lordias. senyum polos dan manis itu terpantri di wajah yang selalu memperlihatkan aura congkak dan arogan.
Menatap lembut pujaan hati dari balik pagar karena sang pangeran mengusir paksa dirinya beberapa waktu lalu sebab dianggap pengacau hari tenangnya.
Sempat sedih namun tidak membuat ia membenci cara kasar sang pangeran. Gadis lugu itu tetap jatuh cinta. Ranhy terlalu polos di dunia yang ia jaga.
Semua itu tak berlangsung lama, seorang wanita dengan kipas ditangan nya sengaja mendorong Ranhy hingga ia terjatuh.
Merasa tidak terima Ranhy membalas mendorong wanita karena dorongan yang terlalu kencang wanita itu sampai menabrak guci dan pecah mengenai wajahnya
"AKHH!!"
Wanita itu menjerit histeris setelah melihat ada sedikit darah diwajahnya. Membuat semua orang berkumpul
" Kau yang memulai aku hanya membalas apa yang kau lakukan" ucap Areya dengan wajah datar nya.
Ucapan itu membuat orang orang yang berkumpul menghakimi sifat kejam gadis Marquise itu. Tak terkecuali sang pangeran yang tanpa kata menyeret paksa Ranhy keluar dari istana
" PERGI!! Pergilah pengacau! Apa kau tidak bisa tidak mengacaukan sehari saja HAH!!"
Lordias membentaknya dihadapan seluruh orang, bahkan di depan para pelayan dan para bangsawan lain yang sibuk menonton sembari mengoceh.
" Itu bukan salah ku di-"
"Pergilah sekarang Lady Ranhy selagi saya masih memiliki sopan santun untuk anda " tekan Lordias memotong penjelasan Ranhy.
Jika sudah begini yang biasa dilakukan hanya bungkam seolah apa yang terjadi adalah fakta tanpa penjelasan dari yang bersangkutan.
Bukan karena itu Ranhy kecewa, namun tau kah sang pangeran ia sedang menanggung malu karena bentak Lordias di depan seluruh orang membuat ia seperti tak punya harga diri.
Dengan wajah angkuh Ranhy berbalik pergi meninggalkan istana berjalan mendekati keretanya. Diam dengan wajah angkuh. setelah menjauh dari area istana tangisnya tumpah walaupun hanya terdengar isakan tanpa suara.
Sang pemandu kereta hanya diam dalam hati begitu teriris melihat gadis remaja itu. Bukan sekali dua kali sang nona muda seperti ini namun sakitnya tetap sama.
🦋🦋🦋🌼🦋🦋🦋
Hari ini Areya dapat bersantai menikmati waktu dengan duduk di gazebo dekat taman sembari meminum teh mawar. Pagi tadi ia hanya sedikit membantu ibunda meninjau ulang bekas kerja sama dengan berbagai bangsawan yang ingin berbisnis dengan mereka.
Sesuai dugaan nya , setelah menghadiri pesta itu, Tyrese mendadak jadi pusat perhatian beberapa hari ini. Mansion banyak mendapat surat undangan, entah dari kalangan bangsawan pria atau wanita yang ingin berkenalan dengan dirinya atau sekedar minum teh bersama. Cih, ternyata Tyrese tau cara menarik simpati para bangsawan, dengan memanfaatkan paras cantik dan polos, siapa yang tak akan tertipu.
Tapi ya sudah, Areya sendiri juga tidak terlalu memikirkan nya, karena pada akhirnya kebohongan tidak bisa selamanya disembunyikan.
Topeng tak akan bertahan lama. Wajah asli akan terlihat walau perlahan.
Aroma teh mawar disini memang sangat berbeda dengan di dunia nya, tehnya terasa murni karena di buat tanpa bahan campuran.
Matanya melihat gesy yang sedikit tergesa seraya membawa sebuah surat undangan?
"Ada apa?" Tanya Areya langsung begitu Gesy dihadapannya
Gesy yang kini berdiri sedikit menunduk hormat padanya.
"Maaf, lady, ada surat undangan dari istana untuk anda." Ujar gesy seraya menunjukkan sebuah surat dengan amplop berlapis emas serta lambang istana yang menjadi ikonik pada pembuka surat.
Areya membuka dan mulai membaca apa yang di tulis di dalam. Ah, rupanya sang putri yang merupakan adik dari pangeran Lordias akan mengadakan jamuan pesta minum teh.
Seingatnya Ranhy sudah di blacklist dari daftar jamuan minum sang putri karena selalu mengacu.
Tapi jika ditelisik lagi sebenarnya semua itu bukan murni kesalahan Ranhy sebab dia hanya kesal pada tingkah para lady yang terus saja mencari masalah atau memancing emosinya agar mengacaukan setiap acara pesta minum teh yang di adakan.
Tapi ini dia di undang mungkin karena status Ranhy yang merupakan anak dari keluarga Marquise Seagyr yang menjadi salah satu pendukung pangeran Lordias, jadi sang putri terpaksa mengundangnya. Ia tak peduli itu juga terlalu malas untuk pergi.
Ini hari untuk nya bersantai, sudah hampir setengah abad menjalani hidup yang penuh drama sekarang ia bisa menikmati waktu tanpa memikirkan ia akan jatuh miskin. Harta Marquis sangat melimpah bahkan tanpa bekerja ia akan tetap kaya.
Tapi?
"Apakah Tyrese juga mendapatkan undangan ini?" Areya melempar sebuah pertanyaan pada Gesy yang masih setia berdiri di depan Areya, sebab belum ada perintah untuknya meninggalkan ruangan.
"Benar nona, nona Tyrese juga mendapatkan undangan serupa."
Sudut bibir Areya terangkat, apa dia ikut saja. Ia ingat sosok yang membuat Ranhy di permalukan hanya karena ulahnya sendiri.
"tolong siapkan pakaian ku ,akan datang. kau boleh pergi."
Gesy membungkuk hormat sebelum keluar. Sepertinya pesta minum teh putri Ziyis akan sangat menarik, akan sayang jika di lewatkan. Entah kenapa ia jadi tidak sabar ingin segera.
Bukan untuk menikmati teh dari sang putri namun ingin memberi hadiah untuk sosok yang berani membuat raga yang dia tempati ini menahan sakit. Tunggu si antagonis akan memperlihatkan siapa wajah anggun yang menyimpan kebusukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Ni Ketut Patmiari
tunjukkan pesona mua
2024-10-03
0