Areya sendiri dikenal bukan karena hanya pandai dalam hal bisnis namun ia juga dikenal cerdik dengan sedikit licik yang tertanam dalam dirinya. Setelah berpikir sesaat kini ia tau siapa dari salah satu suara yang begitu familiar di pendengarannya, tak lain tak bukan sang ayah tirinya, Baron Kaiyl Vaverit.
Lorong itu tergolong sedikit remang, karena berada disalah satu sudut kerajaan. namun pakaian yang dikenakan bukan lah pakai dari kelas tengah. Berdasarkan pakaian yang dikenakan, terlihat sekali jika dua pria lain pasti bagian dari anggota kerajaan.
Aneh. Kemarin malam mengatakan tidak akan menghadiri pesta karena kurang enak badan, tapi ternyata sangat berbeda dengan realita. Pantas saja tidak bisa menghadiri ternyata ada pertemuan rahasia ternyata.
Tak heran kenapa bisa ayah tirinya ikut terlibat dalam konflik kerajaan. Karena sudah bagian umum Jika bangsawan memihak salah satu kandidat raja untuk mendapatkan sesuatu yang mereka impikan Bagaimanapun, seorang bangsawan akan Berperangai baik di depan publik untuk mencegah rumor buruk yang akan menghancurkan bisnisnya.
Namun apa tujuan dari sang Kaiyl Vaverit? Itu yang tertanam dalam pikirannya.
"Baiklah. Sebaiknya anda segera pulang sebelum terlihat oleh bangsawan lain, Marquis,"
"Saya masihlah Baron, yang mulia " jawab Kaiyl.
Orang yang dipanggil yang mulia terkekeh kemudian menepuk pelan bahu Kaiyl, "Tidak akan lama lagi itu kan berubah bukan?," ucapan dari yang lebih tinggi membuat mereka tertawa pelan.
Setelah menunggu beberapa saat tak ada satupun suara lagi, Areya dapat bernafas lega. Mungkin sudah pergi mengingat mereka mengucapkan salam perpisahan
"Duke"
Panggil Areya, Napios lalu menoleh. Karena hanya memperhatikan sekitar, sampai tak sadar akan jarak mereka yang terlalu dekat membuat hidung keduanya bisa bertemu.
Detik berikutnya, tubuh langsung membeku saat menyadari posisi. Intim. Tangan sang Duke merengkuh pinggang ramping Areya hingga sang gadis terpaksa harus berjinjit, membuat kedua tangan bertumpu di pundak Napios agar tak menimbulkan suara yang akan membuat mereka tertangkap basah tengah menguping.
Iris saling bertemu, membuat jantung tidak tenang. Dada bergemuruh hingga menimbulkan rona merah hingga telinga dan waktu seakan berhenti beberapa saat.
Mata Napios melotot menyadari situasi mereka
"M-Maaf, Lady!" Ucap Napios seraya mendorong dan langsung memberi jarak cukup jauh dari Areya yang masih diam melihat tingkah sang Duke .
Sungguh Areya Sekuat tenaga berusaha menahan tawa. Reaksi Napios seperti remaja tanggung yang baru pertama kali
menyentuh seorang wanita.
"Tidak apa-apa, Duke," ucap Areya sambil sedikit tersenyum
Tak tau kah sang gadis senyum tipis itu berdampak besar untuk si tampan. Saking bingungnya Napios tampak bak orang linglung sekarang. Ia tak tahu apa yang harus dikatakan untuk pergi namun tak ingin.
"Oh, apa Duke kenal orang yang berbincang dengan Ayahanda, saya seperti tidak pernah melihat, sebelumnya?" Areya mencoba mengorek informasi melalui sang Duke.
Ekspresi Napios seketika kembali tegas seakan wajah panik sebelumnya tidak pernah ada.
"Olusa, dan Alusa , saudara yang menjadi ksatria milik Pangeran Gios"
Di dalam novel tertulis jika raja memiliki dua istri dan dua orang putra , dengan ibu yang berbeda, umur mereka hanya terpaut beberapa bulan saja dengan Lordias sebagai pertama dari istri kedua, ratu Seraen. Ibu Lordias merupakan salah satu bangsawan dengan status tinggi . Anak dari salah satu Duke yang cukup terkenal. Seperti cerita klasik jaman dulu raja sengaja dinikahi untuk mendapatkan keuntungan diplomasi. Namun, alih-alih sekedar politik, Raja justru jatuh cinta.
Sekitar tiga bulan kandungan ratu Seraen , Istri pertama yaitu, Ratu Nearum di kabarkan mengandung juga. Ia melahirkan seorang anak laki laki yaitu Pangeran Gios. Karena perasaan tidak terima lantaran sang raja lebih menyayangi istri kedua nya ia berambisi untuk merebut semua yang dimiliki oleh Seraen sangat berapi-api. Dengan giat mengumpulkan aliansi agar kelak sang anak bisa menjadi Putra Mahkota negeri ini.
Dan Duke Napios merupakan salah satu yang paling di incaran.
Areya mengerti didalam novel memang di ceritakan terjadinya konflik untuk memperebutkan tahta kerajaan namun hanya sedikit selebihnya tentang kisah cinta pangeran dan si Upik.
" Saya memang kurang mengerti, namun saya rasa anda harus lebih berhati-hati, Duke," ungkap Areya
"Tentu," Napios menyetujui.
Memang keluarga Duke Napios di kenal netral dari dulu. Terutama mereka merupakan bangsawan yang memiliki banyak aliansi dan selalu di hormati oleh bangsawan lain karena kesuksesan mereka dalam membangun bisnis menjadikan mereka bangsawan dengan kekayaan yang melimpah. Maka dari itu jika mereka memihak salah satu Pangeran, posisi Putra Mahkota bisa langsung dipastikan. Itu sebabnya mereka menjadi incaran di setiap perebutan tahta. Syukur keluarga Kiltar tidak terlalu ikut campur dalam urusan istana.
"tapi ada yang aneh. Bukankah keluarga Marquis Seagyr mendukung Pangeran Lordias menjadi putra mahkota? Apa karena Lady sudah tidak tertarik maka keluarga juga menarik investasi?" Ungkap Napios
Areya menggeleng, " untuk itu Saya juga tidak tahu, Duke," ujar Areya,
"Tapi setau saya ibunda tidak pernah mencampur antara percintaan saya dengan urusan istana, baiklah mungkin akan saya cari tahu nanti."
Di dalam novel, memang Ranhy lah yang disebut sebagai antagonis utama. Namun setelah dipikir kembali, bisa jadi dia hanyalah sebuah bidak untuk menyembunyikan otak sesungguhnya. Sial. Seharusnya ia membaca sampai epilog novel.
Anggapan hanya berisi romansa antara gadis biasa dengan Pangeran bisa jadi hanya alih. Setelah membaca setiap karakter, Areya mulai bertanya ada apa dengan karakter Ranhy yang terkenal begitu bodoh tapi dia selalu ada di setiap adegan penting tentang konflik istana.
Mungkinkah dia sebenarnya adalah kunci dari novel ini? Atau kematiannya disengaja?
Banyak hal yang bersangkutan dengan istana dan Ranhy, sedang Tyrese hanya sebatas pangeran dan kisah cinta mereka.
Lalu siapa sebenarnya pemeran utama disini? Tyrese dan kisah cintanya atau Ranhy dengan segudang misteri karakter antagonis nya?.
"Berhati-hatilah, Lady. Gelar Marquis tak akan diserahkan bila suami berasal dari tingkat bangsawan yang lebih rendah...."
"....Kecuali, bila sang istri meninggal dunia," ucapan Napios menarik Areya akan fakta sosok Ranhy.
Banyak kekosongan yang ternyata belum ia temukan di balik peran antagonis yang dimiliki sang gadis Marquis.
"Saya mengerti, Duke. Terimakasih karena sudah mengingatkan" balas Areya.
Sial ia kira hidupnya akan mudah karena telah mengetahui alur cerita namun sepertinya dewa sangat menyayanginya sehingga bukan tenang yang didapat malah beban kepala.
Napios sedikit tertegun mendengar ucapan sang gadis, benar ini si arogan yang di bicarakan banyak orang?, ia malah terlihat seperti gadis dengan sejuta tata Krama.
"Tidak masalah Lady, dan untuk sekarang bolehkah saya mengantar anda pulang, Lady," ujarnya dengan mengulurkan tangan.
Areya tersenyum simpul sebagai formalitas sebelum mengapit lengan Napios,
"Sebuah kehormatan, Duke," keduanya sama sama mengembangkan senyum tipis, terkekeh akan tingkah masing-masing.
Keduanya mulai berjalan kembali menuju ballroom. Datang dan pulang melalui pintu yang sama menjadi keharusan sebagai bentuk kesopanan pada penyelenggara pesta.
Mau tak mau, Areya harus mendengar kembali gunjingan para Lady sampah, Merepotkan.
"Oh, tadi , bukannya Duke bilang ada yang ingin ditanyakan?" Tanya Areya setelah mengingat tujuan awal mereka keluar.
Napios menoleh menatap sang lawan bicara, "Saya ingin bertanya soal orang yang merevisi proposal anda, Lady"
"Saya revisi sendiri. Apa ada yang perlu di ubah lagi?" Ucap Areya.
Dalam laporan yang ia terima, tidak ada orang atau aktivitas mencurigakan di sekitar Ranhy. Setiap hari hanya ia berinteraksi dengan maid mansion Marquise. Maka dari itu, Napios nekat bertanya langsung seperti ini berharap Areya dapat jujur.
"Bukannya tidak percaya, saya han-"
"Hanya tidak bisa percaya Lady bodoh seperti saya bisa berbisnis?" potong Areya.
Napios diam. Sesuatu terasa menghantam dadanya, hingga rasanya sangat tidak nyaman. Praduga yang ia layangkan di bantah dengan fakta yang ada.
"Ma-af..."
Akhirnya hanya satu kata yang sukses meluncur dengan susah payah dari tenggorokan nya
Areya menatap Napios yang tampak menghindar. Rahang tegas itu tak bisa menyembunyikan kegugupan, sebab mata berpendar tak fokus pada satu sasaran.
Sangat Menggemaskan.
"Duke," panggil Areya.
"anda sangat jantan!" Lanjut nya
Mengakui kesalahan tentu tidak mudah. Dan Areya dapat menghargai usaha dari Napios yang dikenal dengan sifat angkuhnya.
Sebenarnya Areya pun tidak peduli baik Napios percaya atau tidak. Namun ia juga menghargai sikap rendah hati sang Duke.
Mendengar kata itu membuat sang Duke seketika menoleh, mendapati senyum manis terpatri di wajah cantik itu. Detik berikutnya pipi terasa kembali memanas-merambat hingga telinga. Bibir pun tiba-tiba bergetar, gelagapan. Dan detak jantung yang tidak normal. Sudah dua kali ia merasakan itu dalam waktu beberapa jam saja . Aneh namun menyenangkan.
Areya tidak dapat lagi menahan tergelak. Ia terkekeh melihat reaksi yang di berikan sang Duke. Tenyata Menggoda bujang cukup menyenangkan.
Asik akan diri sendiri hingga keduanya tak menyadari telah menjadi tontonan.
Demi dewa! apa barusan aku melihat Duke tersipu!
Pangeran tak dapat, Duke pun jadi!
Bisa-bisanya Duke tertarik dengan badut sialan itu!
Mungkin dia sengaja untuk menarik perhatian pangeran
Atau mereka sudah-
perkataan itu terpotong oleh tatapan tajam yang Napios berikan.
"Oh, Pangeran," sapaan Areya membuat Napios ikut berbalik.
Tanpa melihat Napios, Lordias lanjut bertanya pada Areya yang berada di samping Napios dengan tangan yang masih terpaut,
"Apa anda menikmati pestanya?" Ucap Lordias namun matanya menatap dingin tautan sang gadis
"Ya, yang mulia" jawab Areya dengan senyum simpul,
"tapi sayang sekali, saya harus segera pulang karena sepertinya sudah larut malam," ungkap Areya
"Ah, begitu," jawab Lordias.
Untuk pertama kalinya ia melihat Ranhy bertingkah seperti Lady biasa. Untuk pertama kali pula Lordias lelah berdansa. Mengapa perubahan yang sangat diinginkan sangat mengganggu kepala!
"Saya akan memanggil Sir Farhel untuk mengantar anda kembali"
Napios mendatarkan wajahnya, ia merasa kesal telah diacuhkan, padahal selama ini tak pernah mengindahkan perlakuan orang, termasuk keluarga kerajaan.
"Saya yang akan mengantar Lady Ranhy pulang," ujarnya memotong percakapan.
"Ya, saya akan pulang bersama Duke saja. Lebih baik tawaran Pangeran untuk Tyrese saja. Saya khawatir jika adik saya pulang malam tanpa ada pengawalan" Areya langsung membenarkan, lagi pula Areya sendiri sudah merasa tidak enak berada di sekitar mereka. Ia benar benar ingin pulang.
Napios tersenyum bangga, merasa puas dengan jawaban Ranhy. Mendengar jawaban Ranhy entah mengapa hatinya terasa sedikit tidak suka.
"Baiklah kalau begitu, Lady"
Lalu ia menoleh ke arah Napios,
"Duke, hati-hati di jalan. Terimakasih sudah hadir," ucap Lordias dengan wajah datar namun masih tersenyum formal pada keduanya.
"Kami pamit, Yang mulia," ucap Areya.
" Selamat malam." Sambung Napios
setelah itu Kemudian, keduanya memberi salam sebelum pergi melewati Lordias yang masih menatap mereka.
Areya menatap sekitar. Setiap membuat kontak mata dengan seseorang, pastilah langsung mengalihkan pandang. Sepertinya citra Ranhy memang sangat buruk.
Retina berhenti pada Tyrese yang langsung bersembunyi di balik beberapa Lady di sekitarnya. Dengan sorot menghakimi, seolah Areya selalu menindas si adik tiri.
Luar biasa! anak dan ayah, masing-masing menjalankan rencana sendiri, atau mungkin siapa tahu keduanya berkonspirasi.
Areya menyeringai.
Semoga mereka Ingat karakter dirinya di sini, bahwa dirinya dibuat berkarakter antagonis. Meski sekarang situasi terlihat mudah dimanipulasi. Mereka hanya tak tahu, lawannya bukanlah Ranhy si gadis polos dengan hati murni.
Tapi sosok wanita ambisius yang memiliki dua sisi. Ia adalah definisi antagonis itu sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Frando Wijaya
heh 😏😈❄️.....itulh knp gw benci para bangsawan mwpun yg tinggal istana jg....pembawa sial Dan bencana
2024-09-01
0
ishxix
ceritanya bagus thor😍
2024-07-10
0