SEMUA DADAKAN

Halo semua 👋👋👋

aku harap kalian suka ya sama ceritanya

Dan jangan lupa beri like dan komen untuk aku

Happy reading all

Hari ini Lordias melakukan pertemuan dengan para bangsawan yang mendukung, namun sejak pertemuan dimulai, Lordias sama sekali tidak fokus dengan pikiran yang melanglang buana. Bahkan Suara-suara para bangsawan yang tengah sibuk memperdebatkan prihal kubu sang pangeran kedua sama sekali tak ia dengar dengan jelas, seolah semuanya terasa samar.

Pikiran nya tidak fokus, satu yang menjadi pengganggu dalam pikirannya yang yaitu tentang perubahan sikap Ranhy yang tak biasa, bagaimana bisa sosok yang begitu menggilainya mengejarnya memujanya bak dewa kini berpaling menjadi sosok yang berbeda .

Sampai saat ini ia sulit percaya, atau lebih tepatnya Lordias enggan mempercayai bahwa kini gadis yang memujanya itu benar-benar sudah tidak tertarik.

Tidak, Lordias yakin bahwa sang gadis hanya sedang merajuk dan melakukan sebuah permainan tarik ulur, tidak mungkin perasaan seseorang bisa berubah dalam sekejap, dinilai dari mana saja semua yang terjadi pada Ranhy sangat aneh. Berbeda tapi di tempat yang sama.

"... Pangeran! pangeran Lordias! Pangeran Lordias!!"

Lamunan Lordias sontak runtuh tatkala sang sekertaris berseru keras memanggil namanya. Setelah kembali pada kesadaran, Lordias melihat semua mata tengah menuju ke arahnya.

"Ah..Ma-maaf, sampai dimana pembahasan kita?"

"Pangeran, sebenarnya apa yang sedang anda pikirkan? Anda tahu bukan Pemilihan putra mahkota semakin dekat, tolong jangan main-main seperti ini. Pertemuan ini sangat penting bagi kami." Ujar salah bangsawan yang Lordias ketahui adalah seorang Marquis yang telah lama berada di pihak sang Ibunda.

Lordias memijit pelipis yang mendadak di serang pusing,

"Saya tahu, sama seperti kalian semua, pertemuan ini juga penting bagi saya.. Hari ini sampai disini saja, saya akan meninjau ulang laporan yang kalian berikan. Sekali lagi saya minta maaf karena tidak bisa terlalu fokus dalam pertemuan kali ini." Lordias berdiri,lalu sedikit membungkukan tubuhnya memberikan salam pada lagibangsawan yang berada di dalam ruangan lantas beranjak dengan diikuti sang sekertaris di belakang.

Para bangsawan saling bertukar pandang dengan raut wajah khawatir, mereka menghawatirkan prihal pemilihan calon penerus Kerajaan yang akan di adakan sebentar lagi.

Padahal sebelum ini pangeran Lordias begitu berambisi untuk menjadi putra mahkota. Selain itu Lordias juga memiliki kualifikasi yang cukup mumpuni guna menjadi putra mahkota. Kemampuannya sangat layak bahkan ia juga sangat bijak dan pandai dalam berbagai bidang.

Semua sempurna untuk menjadi seorang penerus raja selanjutnya namun Naeun sang permaisuri mengajukan sebuah protes pada sang Raja bahwa pangeran kedua juga layak diberi kesempatan menjadi calon penerus, itu yang mereka mengkhawatirkan.

"Anda baik-baik saja, pangeran?" Tanya Weir sang sekertaris setelah keduanya berada di dalam ruangan kerja Lordias. Melihat raut wajah Lordias yang murung seolah kehilangan semangat hidup, Weir yakin ada sesuatu yang tengah mengusik pikirkan sang pangeran.

Terdengar suara helaan napas pelan dari bibir Lordias sebelum berujar pelan,

"Sepertinya aku terlalu banyak memikirkan sesuatu yang tidak perlu." Ucap Lordias, lalu dilanjutkan setelah jeda beberapa detik,

"Kirimkan beberapa hadiah ke mansion Marquise Seagyr, katakan itu sebagai ucapan permintaan maaf atas kejadian di acara minum teh putri Ziyis." Benar harusnya dia melakukan hal ini sejak awal setelah menyadari perubahan sikap Ranhy.

Lordias yakin, amat sangat yakin, setelah ia memberikan berbagai macam hadiah pada sang gadis, pada akhirnya sifat aslinya pasti kembali. Dan Ranhy akan kembali menempelinya.

Lordias sendiri begitu jelas mengingat bagaimana sang gadis Marquise memohon agar dirinya mau memberikan hadiah yang bahkan tak berharga sekalipun.

Lordias yang terlalu malas tak pernah mengindahkan permintaan sederhana itu karena baginya permintaan itu terlalu merepotkan. Setelah ini kita lihat, apakah Ranhy masih pada sikapnya yang bak bangsawan anggun pada umumnya atau kembali menjadi si pembuat masalah.

🌼🌼🌼🦋🦋🦋

Lain istana lain pula yang terjadi di mansion Marquise Seagyr. Pagi ini entah apa Yang terjadi sehingga sosok yang di kabarkan sang dingin dan tak tersentuh itu kini dihadapannya.

"Jadi, ada perlu apa sampai Duke repot datang ke mansion kami? Maaf duke Napios, tapi Ibunda sedang tidak ada di tempat, beliau sedang pergi berbelanja dengan teman beliau sedangkan ayah pergi berburu." Ujar Areya.

Ayolah dia sudah sangat amat menahan kesal , pasalnya hari ini dia berencana untuk tidur lebih lama, berendam di air hangat dan bersantai tanpa melakukan apapun.

Tapi kedatangan Napios di pagi buta sudah membuat moodnya hancur lebur tak terbentuk lagi. Ingin sekali rasanya mengumpat tepat di depan wajah rupawan itu namun apa daya dia tidak ingin mencari masalah dengan sosok didepannya ini.

"Jika anda mau, saya bisa sampaikan pesan anda pada beliau saat kembali nanti." Lanjut Areya masih dengan ekspresi wajah seolah tak tertarik guna melakukan percakapan lebih jauh dengan sang Duke

Areya tentu saja kesal pasalnya tidur nyenyak nya terganggu dengan Mary yang tiba-tiba datang dengan membawa kabar bahwa Duke Napios berkunjung ke mansion.

Seingatnya, Denas tidak mengatakan jika akan ada kunjungan apa pun hari ini, lantas apa yang membawa sang Duke sampai ke sini

Tentu saja sebuah kunjungan pasti ada tujuan, tak mungkin seorang Duke yang memiliki segudang pekerjaan seperti Napios mau repot-repot datang ke Mansion Marquis tanpa adanya maksud dan tujuan tertentu.

"Saya dengar, anda terluka saat jamuan pesta minum teh putri Ziyis kemarin."

Areya hampir saja menyemburkan teh yang sedang ia minum setelah terkejut dengan ungkapan Duke yang sangat tak diduga itu.

"Y-ya itu benar, sempat ada kecelakaan kecil saat jamuan pesta minum teh putri , namun bukan masalah besar." Jelas Areya.

Sudah jelas kalau kejadian kemarin pasti menjadi topik perbincangan sekarang, tidak heran berita buruk sangat mudah menyebar.

Tapi Tunggu! Jadi, Napios langsung datang kemari tanpa pemberitahuan sama sekali, hanya karena mendengar bahwa berita tentang dirinya? Hey!! tidak mungkin!!

Itu bukan tipikal Napios sekali. Lagi pula, didalam novel tertulis, kalau Duke Napios sangat membenci Ranhy, ia juga menjaga jarak agar tidak memiliki berhubungan, dan tak pernah sekalipun mempedulikan gadis itu bahkan ketika Ranhy direndahkan dan dipermalukan oleh para Lady, Duke Napios berlalu begitu saja seolah tak pernah melihat kejadian tersebut.

"Apakah para Lady masih sering menggangu anda?" Tanya Napios

Areya tersenyum tipis,

"Ya begitulah, biarkan saja, toh pada akhirnya mereka juga akan lelah sendiri nanti."

"Jadi anda datang kemari hanya untuk bertanya hal itu?" Lanjut Areya menatap Napios yang tampak kelabakan,

Napios panik? jelas, keputusan spontan yang ia ambil tanpa berpikir panjang setelah mendengar kabar bahwa Ranhy terluka sungguh diluar perkiraan. Padahal biasanya ia tak pernah sekalipun tertarik pada urusan orang lain, apalagi sampai repot berkunjung ke Mansion para bangsawan tanpa undangan. Diundang saja kadang tidak datang ini malah datang tanpa diundang.

Sebenarnya apa yang salah dengan dirinya? Sejak acara pesta ulang tahun pangeran Lordias, ia tak bisa menghilangkan sosok gadis Marquise itu dalam benaknya.

"Em.. Tidak, itu.. Saya berniat untuk mengajak anda meninjau panen kopi yang akan segera diproduksi, mengingat kerja sama kita telah disepakati dan anda adalah penanggung jawabannya" Dalih Napios dengan menjadikan kesepakatan kopi sebagai alibi.

Areya hanya tersenyum mengangguk pelan, pura-pura percaya dengan sesuatu yang sebenarnya bisa disampaikan lewat surat tak perlu repot-repot datang tanpa diundang.

"Untuk sekarang saya tidak bisa karena ini terlalu mendadak, Duke. bagaimana jika lain hari saja atau jika Duke tidak keberatan mungkin saya bisa meminta Tyrese untuk bisa menemani anda, jika hanya meninjau panen saja." Areya masih mencoba melihat apa sang Duke tertarik dengan Tyrese.

Areya pikir tak apa jika Duke bersama Tyrese selagi tidak menggangu ia tak masalah. Lagi pula alibi dadakan Duke Napios tidak bisa diabaikan begitu saja, akan amat tidak sopan nanti. Areya sendiri terus malas berurusan dengan Napios terlalu lama sebab acara tidur cantik nya terganggu

"Tidak perlu, maksud saya, saya yang salah karena datang tanpa pemberitahuan, besok saya akan mengirim surat untuk membahas mengenai peninjauan yang akan kita lakukan."

"Ya tentu, lebih baik dengan jadwal agar tidak ada yang terlewat" Areya sedikit menyindir kedatangan dadakan Napios

Dirasa tak ada lagi perbincangan antara keduanya, Napios segera pamit undur diri mengingat masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Sebagai seorang tuan rumah yang amat baik hati, tentu Areya harus mengantar kepergian sang Duke hingga halaman depan sebagai sebuah bentuk kesopanan.

"Sekali lagi saya minta maaf karena berkunjung diwaktu yang tidak tepat." Ungkap Duke Napios sebelum masuk ke dalam kereta kuda.

Areya tersenyum kecil dan mengangguk, "Tidak apa-apa, Duke, saya juga minta maaf karena tidak bisa menjamu anda dengan lebih baik lagi."

"Tak apa lady, Kalau begitu saya pamit."

"Ya, hati-hati dijalan, Duke."

Baru saja Areya menarik nafas lega setelah kepergian kereta kuda Napios, tiba-tiba ada sebuah kereta kuda yang masuk lagi ke halaman. Awalnya Areya pikir itu adalah kereta kuda Napios, barangkali ada sesuatu yang tertinggal atau ada pesan yang ingin sang Duke sampaikan pada sang ibu. Namun salah lambang yang berada di kereta kuda tersebut adalah milik istana.

Ada apa kiranya?

"Salam, Lady.. Saya diperintahkan oleh Pangeran Lordias untuk mengirim hadiah ini untuk anda, beliau bilang hadiah ini sebagai ucapan permintaan maaf atas insiden jamuan pesta minum teh putri Ziyis." Jelas sang pengawal yang bertugas sebagai kurir.

"ARGHHHH!!!" Teriak Areya frustasi

sungguh Areya ingin pulang saja jika begini, lebih baik lelah bersama berbekas yang menumpuk dibandingkan berhadapan dengan para anak muda labil seperti ini.

Baru saja si Duke Napios pergi dan sekarang dia harus berurusan dengan pangeran Lordias. Kenapa tidak ada satupun orang yang membiarkan ia hidup dengan tenang!

Terpopuler

Comments

Frando Wijaya

Frando Wijaya

kekanakan 😒💢

2024-09-01

0

lihat semua
Episodes
1 TERJEBAK DALAM TUBUH SANG ANTAGONIS
2 BERUBAH
3 SI MUKA DUA
4 EKSPETASI SESEORANG
5 TAK DISANGKA
6 AJAKAN PESTA
7 BADUT DAN DEWI
8 ANTAGONIS YANG SESUNGGUHNYA
9 SI LUGU DAN RASA CINTA
10 SOSOK YANG BERBEDA
11 SEMUA DADAKAN
12 RASA KECEWA
13 PERBINCANGAN SANG RATU
14 LUAPAN ISI HATI ANTAGONIS
15 DENAS SEAGYR
16 TERJEBAK BERSAMA PENCURI KECIL
17 PERMAINAN SI ANTAGONIS
18 RASA BERSALAH
19 BERITA BARU
20 WILAYAH UTARA
21 DIA SEMPURNA
22 SEBENCI ITUKAH?
23 KABURNYA SI GADIS
24 SURAT NAPIOS
25 SELAMAT DATANG DI HIDUP SANG ANTAGONIS
26 perhatian kecil
27 KELICIKAN DI BALAS LICIK
28 TULISAN TAKDIR
29 KEDATANGAN TAMU?
30 KEMATIAN YANG DI SENGAJA?
31 RACUN
32 BIDAK TAK BERSALAH
33 KEBOHONGAN KAIYL
34 DRAMA SAMPAH
35 BARANG ILEGAL
36 BARANG YANG DI INCAR
37 MENGHILANG?
38 FESTIVAL PARA KSATRIA
39 DRAMA YANG DI TUNGGU AREYA
40 CITRA YANG RUSAK
41 DIJEBAK?
42 PERTARUNGAN KETIGANYA
43 RASA CEMAS
44 PIOS
45 SURAT LORDIAS
46 KEBUSUKAN KAIYL
47 MENUNGGU KEHANCURAN KAIYL
48 TERBONGKAR
49 LAWAN RASA KECEWA
50 HUKUMAN
51 TAKDIR AREYA
52 KESADARAN AREYA
53 KEMATIAN KAIYL
54 KESEDIHAN TYRESE
55 ULAH TATIS
56 rencana busuk Tyrese
57 TUDUHAN
58 TAMAN KOTA
59 KERAJAAN SEBERANG
60 KESEMPATAN?
61 RANTAI EMAS
62 MASIH ADA JARAK
63 PUDING LORDIAS
64 TERJANGAN BADAI
65 SAKITNYA SI PANGERAN
66 SAKIT RAJA
67 GADIS YANG MIRIP AREYA
68 LUKA PANGERAN LORDIAS
69 FIRASAT
70 KEJANGGALAN
71 BERTAHAN HIDUP
72 APAKAH INI TAKDIR?
73 INI KAH YANG SESUNGGUHNYA?
74 KESADARAN
75 BERTAHAN
76 SUAMI?
77 PERJALANAN MENUJU KERAJAAN LATAS
78 PERTEMUAN KEMBALI
79 DALANG
80 PANTAI DAN SENJA
81 PERJALANAN PULANG
82 KHAWATIR TAHTA
83 TERLUKA
84 PENGOBATAN LORDIAS
85 DIELIMINASI?
86 KESADARAN PANGERAN
87 MENYERAH?
88 HUJAN DAN RIANG ANAK ANAK
89 PENOLAKAN AREYA
90 RENCANA PENYUSUPAN
91 KETAHUAN?
92 TERTANGKAP?
93 PENOBATAN PUTRA MAHKOTA
94 TERSUDUT
95 SENJATA MAKAN TUAN
96 BUKAN HAK AREYA
97 CINTA ITU ANTAGONIS
98 NEW INFORMATION
Episodes

Updated 98 Episodes

1
TERJEBAK DALAM TUBUH SANG ANTAGONIS
2
BERUBAH
3
SI MUKA DUA
4
EKSPETASI SESEORANG
5
TAK DISANGKA
6
AJAKAN PESTA
7
BADUT DAN DEWI
8
ANTAGONIS YANG SESUNGGUHNYA
9
SI LUGU DAN RASA CINTA
10
SOSOK YANG BERBEDA
11
SEMUA DADAKAN
12
RASA KECEWA
13
PERBINCANGAN SANG RATU
14
LUAPAN ISI HATI ANTAGONIS
15
DENAS SEAGYR
16
TERJEBAK BERSAMA PENCURI KECIL
17
PERMAINAN SI ANTAGONIS
18
RASA BERSALAH
19
BERITA BARU
20
WILAYAH UTARA
21
DIA SEMPURNA
22
SEBENCI ITUKAH?
23
KABURNYA SI GADIS
24
SURAT NAPIOS
25
SELAMAT DATANG DI HIDUP SANG ANTAGONIS
26
perhatian kecil
27
KELICIKAN DI BALAS LICIK
28
TULISAN TAKDIR
29
KEDATANGAN TAMU?
30
KEMATIAN YANG DI SENGAJA?
31
RACUN
32
BIDAK TAK BERSALAH
33
KEBOHONGAN KAIYL
34
DRAMA SAMPAH
35
BARANG ILEGAL
36
BARANG YANG DI INCAR
37
MENGHILANG?
38
FESTIVAL PARA KSATRIA
39
DRAMA YANG DI TUNGGU AREYA
40
CITRA YANG RUSAK
41
DIJEBAK?
42
PERTARUNGAN KETIGANYA
43
RASA CEMAS
44
PIOS
45
SURAT LORDIAS
46
KEBUSUKAN KAIYL
47
MENUNGGU KEHANCURAN KAIYL
48
TERBONGKAR
49
LAWAN RASA KECEWA
50
HUKUMAN
51
TAKDIR AREYA
52
KESADARAN AREYA
53
KEMATIAN KAIYL
54
KESEDIHAN TYRESE
55
ULAH TATIS
56
rencana busuk Tyrese
57
TUDUHAN
58
TAMAN KOTA
59
KERAJAAN SEBERANG
60
KESEMPATAN?
61
RANTAI EMAS
62
MASIH ADA JARAK
63
PUDING LORDIAS
64
TERJANGAN BADAI
65
SAKITNYA SI PANGERAN
66
SAKIT RAJA
67
GADIS YANG MIRIP AREYA
68
LUKA PANGERAN LORDIAS
69
FIRASAT
70
KEJANGGALAN
71
BERTAHAN HIDUP
72
APAKAH INI TAKDIR?
73
INI KAH YANG SESUNGGUHNYA?
74
KESADARAN
75
BERTAHAN
76
SUAMI?
77
PERJALANAN MENUJU KERAJAAN LATAS
78
PERTEMUAN KEMBALI
79
DALANG
80
PANTAI DAN SENJA
81
PERJALANAN PULANG
82
KHAWATIR TAHTA
83
TERLUKA
84
PENGOBATAN LORDIAS
85
DIELIMINASI?
86
KESADARAN PANGERAN
87
MENYERAH?
88
HUJAN DAN RIANG ANAK ANAK
89
PENOLAKAN AREYA
90
RENCANA PENYUSUPAN
91
KETAHUAN?
92
TERTANGKAP?
93
PENOBATAN PUTRA MAHKOTA
94
TERSUDUT
95
SENJATA MAKAN TUAN
96
BUKAN HAK AREYA
97
CINTA ITU ANTAGONIS
98
NEW INFORMATION

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!