Waktu pun terus berjalan dan pasti nya saat ini Sari telah di selamat kan oleh Sila, tanpa terasa waktu pun telah beranjak ke pagi hari dan saat itu Sari tengah tertidur lelap di ranjang yang cukup nyaman hingga indra penciuman nya mengendus aroma masakan yang cukup lezat.
Maka dengan perlahan terbuka lah kedua bola mata nya dan mulai mengamati sekeliling nya dan ia mulai menyadari bahwa diri nya saat ini sedang tidak berada di kamar pribadi nya, saat itu Sari cukup terkejut melihat ruangan yang berdindingkan kayu dan berlantai kan kayu.
" Di mana aku ini, aaaooo... sakit sekali leher ku, apa yang terjadi pada ku dan siapa yang membawa ku ke rumah ini? "
Tanya Sari sambil bangkit dari tidur nya dan sesekali memijat tengkuk nya yang terasa nyeri.
Lalu perlahan Sari pun menuruni ranjang nya melangkahkan kaki nya menuju ke sebuah pintu yang berada tidak jauh dari ranjang, kemudian ia meraih gagang pintu dan mulai menyusuri lorong untuk menuju anak tangga yang menuju ke lantai dasar.
Sepanjang lorong di sisi-sisi dinding yang terbuat dari kayu tergantung figura begitu banyak dan di sana terpampang jelas foto Sila dan Gandi suami nya, saat mereka menggelar acara pernikahan hingga saat Sila memamerkan sebuah tespack bergaris dua dan saat itu lah Sari baru menyadari bahwa rumah kayu ini adalah milik Sila bukan lain Kakak ipar nya.
" Berarti rumah ini milik Kak Sila dan Kak Sila ternyata pernah hamil juga, lalu kemana anak nya dan untuk apa Kak Sila membawa ku kemari, jangan-jangan Kak Sila akan menghabisi ku? "
Tanya Sari dalam hati lalu ia pun mengambil pemukul kasti untuk menjaga diri bila benar prediksi nya.
Ia pun melanjutkan langkah nya menyusuri anak tangga hingga ia sampai di sebuah ruangan dan saat ia memalingkan wajah nya ke arah kanan terlihat lah Sila sedang sibuk memasak sebuah makanan di dapur, saat itu Sari sudah bersiap-siap memukul kepala Sila dari belakang namun sebelum Sari sampai di dekat Sila, kaki Sari terantuk meja hingga membuat Sila melihat ke arah Sari yang meringis kesakitan.
" Aaaoooo.... sial, sakit sekali! "
Gumam Sari sambil menunduk memegang dengkul nya yang terantuk meja kayu jati.
" Hai Sar, sudah bangun kamu ternyata, ayo sarapan kebetulan sup jagung nya sudah matang, "
Sapa Sila dengan nada dan senyum renyah kepada Sari yang masih meringis kesakitan.
" Kak Sila, bagaimana cerita nya aku bisa berada di rumah kayu ini dan sejak kapan aku di sini? "
Tanya Sari sambil melangkah pincang mendekati meja makan yang letak nya tidak begitu jauh.
" Duduk lah biar ku siap kan sup jagung nya untuk kita sarapan. "
Jawab Sila sambil tangan nya meraih dua mangkok lalu menuangkan sup jagung ke dalam mangkok.
Saat itu Sari masih merasa kebingungan dengan yang terjadi kepada nya saat ini, beribu-ribu pertanyaan muncul di benak nya dan ia belum bisa mempercayai Sila yang fakta nya sudah menyelamatkan nyawa nya saat itu.
" Makan lah Sar, pasti nya kamu lapar kan sejak kemaren perut mu belum terisi makanan, "
Ucap Sila sambil menyodorkan semangkok sup jagung kehadapan Sari.
" Kak, tolong jelaskan apa yang terjadi dan mengapa kita di rumah kayu ini apakah Riko mengetahui keberadaan ku saat ini? "
Tanya Sari dengan tatapan memohon kepada Sila yang duduk di hadapan nya.
" Coba kamu ingat apa yang terakhir kamu lakukan kemaren, nanti baru aku jelaskan, "
Jawab Sila sambil menikmati sup jagung di hadapan nya.
" Seingat ku kemaren aku akan masuk ke dalam goa yang pernah aku lihat di dalam mimpi ku tapi tiba-tiba tengkuk ku terasa ada yang memukul dan aku tidak tahu lagi apa yang terjadi hingga tadi aku membuka mata sudah ada di rumah kayu ini, "
Ucap Sari sambil mencoba mengingat apa yang terjadi kepada nya.
" Apa kah seperti ini kejadian nya? "
Tanya Sila sambil menyodorkan ponsel nya yang merekam hasil tangkapan cctv.
" Kakak mendapatkan ini dari mana? "
Jawab Sari yang berbalik bertanya kepada Sila dengan tatapan penuh tanda tanya.
Maka dengan perlahan dan sambil menikmati sup jagung di hadapan nya Sila menceritakan ulang kejadian yang menimpa Sari dan tanpa di sengaja di ketahui oleh Sila, siang itu setelah Sila menemani Sari ke kebun anggur ia kembali ke ruang kerja nya dan melihat ada kotak paket berada di atas meja kerja nya.
Lalu tanpa berfikir panjang Sila pun membuka kotak paket tersebut dan ternyata berisi dron cctv yang baru saja di beli oleh suami nya bukan lain Gandi maka Sila pun segera menghubungkan dron cctv tersebut ke ponsel nya lalu menerbangkan nya di luar ruang kerja nya untuk mengetahui hasil tangkapan layar nya.
Namun ternyata Sila melihat kejadian di depan pintu goa ada Reni dan Mama nya yang memukul tengkuk Sari dengan sebilah kayu hingga membuat Sari tidak sadarkan diri kemudian mereka berdua membawa Sari masuk kedalam mobil dan membawa nya ke tengah hutan.
Saat itu lah Sila mengikuti mobil mereka dengan bantuan dron cctv yang di hubungkan ke ponsel milik nya dan akhir nya Sila bisa menemukan Sari dan membawa nya ke rumah kayu milik nya, saat itu Sari benar-benar tidak habis pikir mengapa Mama mertua dan Adik ipar nya melakukan hal seperti itu kepada nya.
" Bagaimana kamu sudah paham dengan yang terjadi pada mu Sar? "
Tanya Sila sambil meletak kan tisu di atas meja setelah di buat membasuh bibir nya.
" Aku harus memberi tahukan ini kepada Riko, agar Riko tahu bahwa mereka berdua berniat jahat kepada ku dan bukan Kak Sila yang jahat, "
Jawab Sari sambil hendak bangkit dari duduk nya.
" Percuma kamu lakukan itu Sar, sebab saat ini Riko otak nya sudah di pengaruhi oleh guna-guna jadi tidak akan mempercayai semua perkataan mu, "
Ucap Sila sambil mengaduk teh di cangkir yang berada tepat di hadapan nya.
" Lalu apa yang harus aku laku kan Kak? Apakah aku hanya diam saja melihat rumah tangga ku hancur dan saat ini Riko dalam bahaya, bukan kah Riko juga adik mu Kak? "
Tanya Sari sambil kembali duduk dalam keputus asaan dan kebingungan.
" Tenangkan hati dan pikiran mu saat ini Sar, nanti setelah emosi mu stabil baru kita bergerak dan ingat jangan sampai kamu menghubungi Riko selama di sini bila kamu masih ingin melihat matahari terbit esok hari. "
Jawab Sila dengan penuh penekanan hingga Sari merasa terintimidasi dengan perkataan Sila saat itu.
Saat itu Sari hanya bisa menunduk dan kembali duduk, mau tidak mau ia mengikuti permainan yang sedang terjadi demi mendapatkan penjelasan di mana bayi nya yang saat itu di ambil oleh penganut sekte sesaat dan siapa sebenar nya pengikut sekte sesat tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
semoga dgn bantuan sila akan ada titik terang dr kejadian yg di alami sari.
2024-09-16
1