Malam itu akhir nya seisi rumah beristirahat, yang awal nya Beli Ngurah akan menceritakan masalah keluarga Satya yang datang untuk meminang Sari kepada Sari namun hal itu di urungkan oleh Beli Ngurah sebab ia berfikir waktu nya kurang tepat namun meski Beli Ngurah sudah masuk ke dalam kamar nya namun ia tidak bisa memejamkan mata nya.
" Apa yang akan terjadi nanti kepada Sari bila aku menolak lamaran Satya dan menikahkan Sari dengan Rico? "
Gumam dalam hati Beli Ngurah sambil menyandarkan tubuh nya ke ranjang.
" Kenapa masih belum istirahat Beli? "
Tanya Nilu Kadek yang merebahkan tubuh nya di samping Beli Ngurah.
" Aku sedang berfikir mencari solusi bagaimana cara ku berbicara kepada keluarga nya Satya, "
Jawab Beli Ngurah sambil menghela nafas panjang.
" Kata kan saja kalau Sari lebih memilih Rico dari pada Satya, sebab cinta tidak bisa di paksa kan apa lagi menikah itu untuk seumur hidup bukan untuk main-main, "
Ucap Nilu Kadek yang merubah posisi nya menjadi duduk di samping Beli Ngurah.
" Ini bukan masalah berbicara Nilu, tapi kan kamu juga tahu bagaimana watak mereka sekeluarga, aku takut terjadi apa-apa dengan Sari nanti nya, "
Jawab Beli Ngurah dengan ekspresi gelisah mengkhawatirkan Sari.
" Yang aku dengar ilmu seperti itu tidak bisa menyeberang laut Beli, jadi alangkah baik nya Sari menikah nya di kampung halaman nya Rico dan di sini hanya mengadakan acara mepamit saja. "
Ucap Nilu Kadek mencoba memberi solusi kepada Beli Ngurah.
Namun seperti nya masih ada yang mengganjal di dalam hati Beli Ngurah saat itu, begitu banyak kemungkinan yang bermunculan di dalam benak Beli Ngurah hingga akhir nya Beli Ngurah akhir nya bisa memejamkan mata meski di dalam kegelisahan yang mendalam.
Sedangkan saat ini Sari sudah tertidur dengan lelap dan saat ini jiwa Sari seakan masuk kedalam di mensi lain yang Sari sendiri tidak tahu di mana saat ini diri nya, yang mampu ia lihat hanya lah kegelapan dan beberapa obor yang menyala di beberapa ujung ruangan hingga hal itu membuat Sari merasa ketakutan.
" Di mana aku ini dan tempat apa ini mengapa aku bisa di sini bukan nya aku tadi sedang tidur ya? "
Gumam Sari dalam mimpi sambil terus melangkah kan kaki nya hingga ia sampai di sebuah ruangan yang begitu banyak orang.
" Sedang apa mereka berkumpul di sana, hai... bukan kah itu Papa dan Mama nya Rico sedang apa mereka di sana? "
Tanya Sari lagi dalam hati sambil memperhatikan Papa dan Mama nya Rico.
"AAA.... "
Teriak Sari begitu keras karena ia melihat ada dua sosok rangdha yang memegang erat kedua lengan nya.
Di dalam mimpi itu Sari sangat lah ketakutan bahkan ia mencoba memberontak namun semua usaha itu sia-sia dan aneh nya saat itu Sari di tidurkan di atas batu yang berbentuk kotak lalu kedua kaki dan tangan nya di rantai, sedangkan Papa dan Mama nya Rico serta beberapa orang lain nya mengitari tubuh Sari sambil membacakan mantra-mantra yang tidak di ketahui oleh Sari.
Pasti nya Sari sangat ketakutan saat itu dan ia terus berteriak meminta tolong hingga teriakan Sari di dalam mimpi nya terdengar di alam nyata dan segera lah Nilu Kadek dan Beli Ngurah masuk kedalam kamar Sari untuk membangunkan nya dari mimpi buruk.
" Sari... Sari... ayo lekas bangun sudah pagi ini, pasti kamu sedang mimpi buruk, "
Ucap Nilu Kadek sambil menepuk-nepuk wajah Sari agar segera bangun.
" Mimpi apa sebenar nya dia sampai seperti itu teriak nya? "
Tanya Beli Ngurah sambil mengoyang-goyang kaki Sari.
" JANGAN... LEPAS KAN AKU....! "
Teriak Sari dengan keras sambil terbangun dari tidur nya dengan tatapan kosong dan mata terbelalak.
" Hei... mimpi apa kamu, ayo minum dahulu agar tenang, "
Tanya Beli Ngurah sambil menyodorkan segelas air putih kepada Sari.
" Aji... aku mimpi di tangkap dua rangdha dan aku seperti akan di jadikan persembahan sebuah sekte tapi aku juga melihat ada Papa dan Mama nya Rico di sana, "
Jawab Sari setelah meneguk air menceritakan mimpi nya kepada Beli Ngurah.
" Itu hanya mimpi dan lagi mana mungkin di daerah tempat tinggal nya Rico ada rangdha, sudah ayo kamu lekas mandi itu sudah Ibu masakan makanan ke sukaan mu, "
Sahut Nilu Kadek bukan lain Ibu nya Sari diiringi senyum simpul menghibur Sari.
" Tapi Ibu.... "
Sanggah Sari yang mencoba meyakinkan Ibu dan Aji nya dengan mimpi nya.
" Sudah ayo lekas mandi itu kasian Rico sendirian di teras dari tadi. "
Ucap Beli Ngurah diiringi senyum simpul lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar dari kamar nya Sari.
Sebenar nya saat itu Sari benar-benar ketakutan hingga ia melihat lengan dan kaki nya yang semalam di beri rantai di dalam mimpi nya namun terasa cukup nyata dan yang menjadi ganjalan dalam hati Sari adalah mengapa ia melihat kedua orang tua Rico sedangkan sudah jelas Rico dan keluarga nya berasal dari pulau lain yang pasti tidak mengenal apa itu rangdha.
Setelah itu segera lah Sari turun dari ranjang nya dan menuju ke kamar mandi, sedangkan di teras rumah Sari saat ini sudah ada Satya yang melihat ada Rico sedang duduk di teras rumah Sari dan pasti nya Satya tidak akan membiarkan lelaki siapa pun mendekati Sari.
" Hei orang kota sedang apa kamu di sini, jangan kata kan kamu akan menikahi Sari! "
Ucap Satya dengan lagak sombong nya berdiri di pelataran rumah Sari.
" Apa urusan mu, dan aku memang akan menikahi Sari bahkan kedua orang tua nya pun memberi restu kepada kami, "
Jawab Rico sambil berdiri dari tempat duduk nya.
" BEDEBAH.... KALAU KAMU MAU MENIKAHI SARI LANGKAHI DAHULU MAYAT KU KEPARAT! "
Teriak Satya yang terpancing emosi mendengar kata-kata Rico yang akan menikahi Sari.
" Kamu pikir aku takut dengan mu, kamu yang memulai bukan aku ya! "
Bentak Rico yang ternyata juga terpancing emosi nya.
" SUDAH... SUDAH... HENTIKAN, SEPERTI ANAK KECIL SAJA KALIAN BERDUA INI, BIAR SARI YANG MEMILIH DAN JANGAN SAMPAI ADA PERKELAHIAN DI RUMAH KU! "
Teriak Beli Ngurah yang berusaha memisahkan mereka berdua yang akan mulai perkelahian.
Pasti nya saat itu antara Satya dan Rico sama-sama emosi karena saling tersinggung dan Beli Ngurah mencoba menenangkan mereka berdua dan pasti nya Beli Ngurah paham betul siapa keluarga nya Satya dan siapa Rico pimpinan di mana Sari bekerja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Calista
tdk ad yg tdk mungkin, bisa jd mimpi sari itu pertanda gk baik buat sari kli sari menikah sm rico nanti
2024-12-11
4
Calista
udh pasti lah sari lbh memilih rico dr pd satya.
2024-12-11
4
Calista
jngn" kedua orang tua rico jg pengikut ilmu hitam.
2024-12-11
4