Seiring berjalan nya waktu kehamilan Sari pun semakin besar dan saat ini sudah menginjak usia 6 bulan kehamilan Sari, pasti nya Sari keseharian nya di perlakukan dengan sangat istimewa oleh keluarga Rico namun bagi yang waras pola pikir nya akan merasa curiga dengan sikap kedua orang tua Rico yang cukup berlebihan.
Sedangkan di sisi lain ada Satya dan Nilu Sukma yang telah berhasil mempelajari ilmu Rangdha warisan dari Dadong, namun semua itu mendapat perlawanan yang cukup keras dari Beli Nyoman yang tidak sependapat dengan istri juga anak nya hingga terucap kata-kata yang mampu membuat Nilu Sukma tersinggung dan Satya saat itu baru lah mengetahui anak siapa ia sebenar nya.
" Nilu, kenapa kamu melanggar apa yang sudah aku larang! "
Bentak Beli Nyoman dengan tatapan tajam ke arah Nilu Sukma.
" Ampun Beli, bukan maksut ku tidak patuh kepada mu tapi ada sesuatu hal yang perlu kita lurus kan, "
Ucap Nilu Sukma mencoba menjelaskan kepada Beli Nyoman.
" Sudah lah Nilu, hapus semua rasa dendam di hati mu itu, aku saja bisa menerima Satya seperti anak kandung ku sendiri meski itu sebenar nya tidak semudah membalik kan telapak tangan, "
Jawab Beli Nyoman sambil bangkit dari duduk nya.
" Kamu yang bodoh, untuk apa kamu mau menikahi ku sedangkan kamu tahu saat itu aku hamil anak dari Ngurah! "
Ucap Nilu Sukma dengan nada sedikit tinggi karena terpancing emosi.
" Itu semua aku lakukan karena aku memikirkan kamu dan Satya yang saat itu masih dalam kandungan mu, cukup kamu yang melakukan dosa tapi jangan kamu tambah dengan membunuh bayi dalam kandungan mu Nilu! "
Jawab Beli Nyoman sambil menunjuk kearah Nilu Sukma.
Tanpa sengaja Satya mendengar pertengkaran antara Aji dan Ibu nya bukan lain Beli Nyoman dan Nilu Sukma yang saat itu berada di dalam kamar, sedangkan niat Satya menghampiri kamar Aji nya untuk memberi tahu ada pengiriman beras yang datang, namun alangkah terkejut nya Satya saat mendengar pertengkaran Aji dan Ibu nya di dalam kamar.
" Jadi aku bukan lah anak kandung dari Aji ku dan ternyata Aji ku adalah Beli Ngurah, berarti aku dan Sari bersaudara, kisah apa ini sebenar nya? "
Tanya Satya sambil menahan diri di balik pintu kamar kedua orang tua nya.
Pertengkaran antara Beli Nyoman pun terus berlangsung dan Satya hanya mampu terpaku di balik pintu kamar kedua orang tua nya hingga akhir nya Satya pun pingsan karena tidak mampu menahan amarah yang berlebihan, di sisi lain ada Sari yang saat itu tiba-tiba tubuh nya merasa sangat lemas.
" Mas, badan ku lemas sekali dan perut ku terasa sakit, apakah aku akan segera melahirkan tapi ini masih bulan ke 6, "
Ucap Sari sambil mengusap perut nya yang terasa sakit.
" Jangan-jangan kamu tadi salah makan maka terjadi kontraksi bayi nya sayang, "
Jawab Rico sambil mengusap perut Sari.
" Aku tidak makan apa-apa Mas, aku hanya makan yang di berikan Mama ke aku dan vitamin nya juga sudah aku minum, "
Ucap Sari sambil meringis kesakitan di atas ranjang nya.
" Sebentar aku panggil kan Mama dan sekalian aku panggilkan Dokter agar segera memeriksa mu ya sayang. "
Jawab Riko sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu kamar nya.
Saat itu Sari hanya mampu menganggukkan kepala sebab sudah tidak mampu berbicara lagi badan nya terasa lemas dan keringat bercucuran membasahi tubuh nya, sedangkan Riko bergegas menghampiri Rena di ruang kerja Pak Tedy.
" Ma, Pa, tolong temani Sari di kamar nya ia sedang kesakitan, aku akan memanggil dokter untuk memeriksa nya, "
Ucap Riko setelah membuka pintu ruang kerja Pak Tedy.
" Sakit.... "
Jawab Pak Tedy dengan ekspresi wajah terkejut.
" Ya sudah kamu panggil dokter nya biar Mama dan Reni yang menjaga Sari, "
Imbuh Rena sambil memalingkan wajah nya ke arah Riko.
" Memang Sari sakit apa Ma, bukan kah tadi pagi dia baik-baik saja, masak sudah waktu nya melahirkan? "
Tanya Pak Tedy dengan ekspresi wajah bingung memandang ke arah Rena.
" Sebentar lagi kita akan terlepas dari masalah yang menghimpit kita Pa, sudah ayo segera kita siap kan makanan untuk Raja kita Pa, "
Jawab Rena diiringi senyum misterius lalu menggandeng lengan Pak Tedy menuju kamar Sari.
Sedangkan saat ini Satya jiwa nya telah keluar dari raga nya dan melihat Sari sedang di tidurkan di atas batu yang menyerupai sebuah ranjang di dalam goa yang cukup gelap dan hanya di terangi dengan obor yang tergantung di sisi-sisi goa dan pasti nya pemandangan itu cukup menyeramkan bagi Satya.
" Di mana aku ini dan itu bukan kah Sari, tapi sedang apa dia tidur di atas batu seperti itu, seperti nya ini ada yang tidak benar. "
Gumam Satya sambil bersembunyi di balik sebuah batu yang cukup besar.
Tidak lama kemudian Satya melihat sekelompok orang menggunakan jubah berwarna hitam dan kepala yang tertutuh oleh kain hitam hingga ia tidak bisa melihat siapa orang tersebut, hingga akhir nya sekelompok orang tersebut berdiri mengitari tubuh Sari yang di tidurkan di atas batu sambil membaca mantra yang Satya kenali.
" Gila, itu kan kedua orang tua Riko suami nya Sari, ternyata mereka juga penganut ilmu Randha tapi kok ada yang beda dari mantra yang aku dengar tidak seperti yang aku pelajari, apakah Sari akan di jadi kan tumbal dengan mereka? "
Tanya Satya dalam hati sambil terus memperhatikan gerak-gerik mereka.
Saat Satya akan bangkit dan keluar dari persembunyian nya tiba-tiba muncul lah sosok Dadong dan menarik lengan Satya agar tidak keluar dari persembunyian nya dan pasti nya hal itu cukup mengejutkan Satya hingga ia jatuh terduduk di lantai goa yang gelap dan lembab.
" Jangan keluar, ilmu mu belum mampu melawan mereka, "
Ucap Dadong sambil menarik lengan Satya yang hendak melangkah.
" Dadong, itu Sari akan di jadi kan tumbal dan aku harus menolong nya, "
Jawab Satya dengan tatapan panik dan gusar.
" Sudah terlambat seharus nya sebelum usia kehamilan nya 6 bulan kamu menyelamatkan nya, kalau sekarang kamu menyelamatkan Sari yang ada kamu dan Sari yang menjadi tumbal mereka, "
Ucap Dadong dengan penuh penekanan.
" Maksud nya bagaimana? Aku tidak paham dengan kata-kata Dadong. "
Jawab Satya dengan tatapan bingung kepada Dadong.
Kemudian Dadong pun menjelaskan bahwa ilmu Rangdha sesungguh nya menumbalkan bayi yang berusia 6 bulan di dalam kandungan untuk mendapat kan kejayaan atau kekayaan dan bayi yang mereka tumbal kan harus masih keturunan dari pemilik ilmu tersebut dan bila bayi yang berusia 6 bulan dalam kandungan itu sudah di tumbal kan maka Ibu dari bayi itu tidak akan memiliki keturunan lagi karena kandungan nya akan rusak.
Saat itu Satya hanya mampu terdiam dan bingung harus berbuat apa untuk menyelamatkan Sari yang ternyata saudara sedarah beda Ibu, dalam kebingungan Satya hanya mampu meneteskan air mata dan merasa bersalah karena tidak bisa menolong Sari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Putri oktaviani
ternyata satya anak kandung beli ngurah,kshn satya sampai pingsan gitu saking gak kuat ny menahan amarah nya.
2024-06-29
6
Calista
pantesan sila waktu itu nyuruh sari pergi jauh dr rumah itu,mungkin krn itu kli ya, sila gak mau klu bayi dlm kandungn sari jd tumbal.
2024-06-29
6
Calista
berarti anak sila jg dulu di jd kn tumbal sm orang tua nya ya, maka dr itu sila gak punya anak lg.
2024-06-29
6