BAB 9. PURA-PURA

Tanpa terasa sudah satu minggu berlalu dan saat nya keluarga besar dari Sari harus kembali pulang dan melanjutkan aktifitas masing-masing, dengan perasaan sedih Sari harus berpisah dari kedua orang tua nya dan ia kini sudah memiliki keluarga baru nya bersama Rico serta keluarga nya.

" Sar, kamu baik-baik ya di sini dan jangan lupa kasih kabar ke Aji dan Ibu agar kami tidak khawatir, "

Pesan Nilu Kadek sambil memegang pundak Sari.

" Iya pasti Bu, sebenar nya aku ingin kembali bekerja seperti dulu tapi Mas Rico melarang, "

Ucap Sari dengan ekspresi sedih berdiri di samping Nilu Kadek.

" Sudah kamu nurut saja apa kemauan suami mu, lagi pula kedua orang tua Rico juga sayang kepada mu, "

Jawab Nilu Kadek mencoba menghibur Sari yang sedang sedih.

" Sekarang yang bertanggung jawab penuh atas diri mu itu suami mu bukan lagi Aji, Sar bersikap baik lah kepada mertua mu dan anggap lah mereka seperti orang tua mu sendiri. "

Pesan Beli Ngurah kepada Sari sebelum masuk kedalam mobil.

Saat itu Sari sambil mengusap air mata nya ia mengangguk tanda mengerti apa yang di maksud oleh kedua orang tua nya, sekitar 30 menit kemudian rombongan keluarga dari Sari masuk mobil dan di antar ke bandara untuk kembali ke kampung halaman nya.

Setelah kepergian keluarga Sari, kedua orang tua nya Rico bukan lain Pak Tedi dan Bu Rena mengajak Sari dan Rico berbincang di taman samping rumah nya untuk membahas masalah pekerjaan Rico yang saat ini tidak lagi mengelola hotel di Bali.

" Rico, semalam Papa dan Mama sudah memutuskan bahwa kamu saja yang menjadi presdir di kantor dan kamu urus itu perkebunan anggur, sebab Papa sudah semakin tua dan mulai sakit-sakitan, "

Ucap Pak Tedi sambil meletakkan cangkir di atas meja.

" Lo Pa... kalau Rico yang jadi presdir lalu suami ku bagaimana? "

Tanya Sila sambil mengernyitkan dahi memandang ke arah Pak Tedi.

" Suami mu kan bisa jadi wakil nya Rico dan hotel di bali biar di urus dengan Fandi tunangan nya Reni, "

Jawab Pak Tedi dengan nada tenang sambil memandang ke arah Sila.

" Papa tidak adil! "

Ucap Sila sambil bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan mereka semua.

Sebenar nya saat itu Sari merasa tidak enak dengan Sila sebab bagaimana pun juga Sila kakak tertua dan alangkah baik nya bila jabatan presdir itu di sandang oleh suami nya Sila, namun Sari tidak bisa banyak ikut campur dalam urusan keluarga Rico.

Sekitar jam 17.00 mereka semua masuk kedalam rumah dan Sari pun masuk kedalam kamar untuk mandi, sedangkan Sila masih merasa kesal dengan keputusan Pak Tedi yang sepihak sedangkan selama ini suami nya lah yang berjuang di perusahaan tersebut agar terlepas dari masalah.

" Papa benar-benar tidak adil, di masa sulit kami berdua yang berjuang tapi setelah semua nya normal seenak nya saja di berikan kepada Rico! "

Ucap Sila dengan geram sambil duduk di sofa di dalam kamar nya.

" Sudah lah Ma, kita mau menentang seperti apa pun kalau itu sudah menjadi keputusan Papa mu mau tidak mau ya kita terima saja, "

Jawab Gandi sambil melepas dasi nya.

" Pa, sebenar nya aku kasihan kepada Sari tapi bagaimana cara ku mengingatkan dia sebelum semua nya terjadi, "

Ucap Sila sambil sesekali memandang ke arah Gandi.

" Rubah sikap mu yang jutek itu berpura-pura lah ramah lalu baru kamu ceritakan seperti apa keluarga mu sebenar nya Ma, "

Jawab Gandi sambil menyelempangkan handuk ke pinggang nya.

" Aduh... itu hal yang paling susah di hidup ku untuk berpura-pura Pa. "

Ucap Sila sambil meneguk teh dari cangkir yang ia pegang.

Kemudian Gandi pun hanya mampu tersenyum simpul mendengar perkataan istri nya lalu ia pun masuk ke kamar mandi, sedang kan di kamar Sari saat sudah ada Reni yang sedang menemani Sari yang baru saja selesai mandi.

" Kak Sari, memang nya tidak bulan madu dengan Mas Rico? "

Tanya Reni diiringi senyum simpul sambil duduk di ranjang.

" Tidak seperti nya sebab kan pekerjaan Mas Rico banyak, oh iya bagaimana dengan tunangan mu Ren kenapa kemaren tidak datang di acara pernikahan ku? "

Jawab Sari yang berbalik bertanya sambil menyisir rambut nya duduk di depan kaca rias.

" Niat nya sih dia datang Kak tapi tidak dapat tiket jadi ya sudah lah hadiah nya yang datang duluan. "

Ucap Reni diiringi senyum ceria kepada Sari.

Di saat mereka berdua sedang bercerita dan bercanda tiba-tiba terdengar suara pintu kamar Sari ada yang mengetuk dan Sari pun membukakan pintu ternyata yang berdiri di depan pintu kamar Sari adalah Sila dengan senyum ramah kepada Sari.

" Oh Kak Sila, silahkan masuk Kak, "

Ucap Sari diiringi senyum simpul dan sedikit bingung dengan sikap Sila.

" Tidak perlu, aku hanya ingin mengajak mu jalan-jalan saja ke mall agar tahu suasana malam di kota, kamu ada waktu kan? "

Tanya Sila diiringi senyum simpul kepada Sari.

" Kak Sila, aku juga ikut ya.... "

Sahut Reni dari arah belakang tubuh Sari dengan tawa khas nya.

" Bersiap lah kalian, aku tunggu di ruang keluarga dan tidak pakai lama. "

Ucap Sila diiringi senyum misterius kepada Sari dan Reni.

Maka setelah Sila berlalu pergi dari hadapan Sari dan Reni, segera lah mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke mall bersama Sila, namun sebelum Sari pergi keluar rumah ia pun meminta ijin kepada Rico yang baru saja masuk kedalam kamar nya untuk mandi.

" Mas, aku dan Reni di ajak Kak Sila ke mall, boleh ya Mas? "

Tanya Sari kepada Rico sambil menyerahkan handuk kepada Rico.

" Tumben Kak Sila ngajak ke mall, sudah sadar mungkin itu orang jadi ngajak kamu jalan-jalan sayang, "

Jawab Rico diiringi senyum simpul sambil membuka kemeja nya.

" Husss... tidak boleh begitu bagaimana pun itu Kakak kamu lo Mas, "

Jawab Sari sambil menerima kemeja Rico.

" Dia itu iri sama aku sayang, jadi seperti itu sikap nya ke kamu, secara gitu lo jabatan suami dia masih di bawah ku. "

Ucap Rico sambil menyelempangkan handuk ke pinggang nya.

Saat itu Sari hanya bisa menjawab dengan anggukan sebab sejati nya Sari juga masih bingung dengan sikap keluarga nya Rico, sedangkan selama Sari berpacaran dengan Rico memang sikap Sila seperti itu kepada nya terkesan judes dan cuek namun semua itu tidak pernah di ambil hati oleh Sari.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

gmn sila gk iri, di saat perusahaan ad mslh dia dn suami ny yg bekerja keras dn stlh usaha ny lancar km yg dpt jabatan tinggi, seharusny km yg malu rico

2024-12-27

2

Calista

Calista

ternyata sila baik jg orang ny, di balik sikap jutek ny dia msh perduli sm sari.

2024-12-27

2

Calista

Calista

kyk ny rico sm sila gk begitu dekat,pdhl saudara.

2024-12-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!