BAB 5. KOTAK HITAM

Dengan amarah yang memuncak Satya pun pergi keluar dari rumah nya dan ia memilih duduk di pendopo agung yang letak nya tidak jauh dari rumah nya, serasa ingin berteriak sekeras mungkin saat ini dan semakin di tahan gejolak amarah nya semakin sesak dada Satya hingga akhir nya Satya pun jatuh pingsan di pendopo agung.

Sedangkan saat ini ada Beli Nyoman dan Nilu Sukma yang masih melanjutkan perdebatan mereka yang pasti nya mereka berdua berbeda pendapat dan saling mempertahankan pendapat masing-masing sehingga akhir nya Beli Nyoman memilih pergi ke rumah Beli Ngurah untuk meluruskan masalah yang terjadi antara Satya dan Sari.

" Beli Ngurah, kedatangan ku kemari untuk mempertanyakan apa maksud mu dan keluarga mu kepada keluarga ku? "

Tanya Beli Nyoman sambil mencoba menahan emosi nya.

" Nyoman, bukan maksud ku untuk mempermainkan keluarga mu utama nya anak mu tetapi aku sebagai orang tua juga tidak bisa memaksakan kehendak kepada anak ku, jadi terimalah semua ini dengan lapang dada, "

Jawab Beli Ngurah mencoba menenangkan Beli Nyoman yang terlihat geram.

" Beli Ngurah bisa mengatakan hal itu kepada saya tapi bagaiman sikap mu jika kamu di posisi ku saat ini dan lagi apakah kamu bisa berbicara seperti itu kepada adik mu Nilu Sukma? "

Ucap Beli Nyoman dengan tatapan tajam kepada Beli Ngurah.

" Aku tahu bahkan aku sangat paham dengan apa yang kamu rasakan Nyoman tapi benar aku meminta maaf atas keputusan yang sudah di ambil oleh anak ku dan aku percaya suatu saat nanti Satya akan mendapat kan istri yang lebih baik dari Sari, "

Jawab Beli Ngurah mencoba menenangkan Beli Nyoman yang terlihat terbakar api amarah.

" SICENG KLENG! ( mengumpat ) Ternyata benar yang di katakan Nilu Sukma bahwa kamu tidak bisa untuk di ajak bicara, kalau begitu tunggu pembalasan dari leluhur mu! "

Ucap Beli Nyoman sambil bangkit berdiri dan membuang ludah tanda marah yang sudah memuncak.

Setelah Beli Nyoman pergi dari rumah Beli Ngurah, saat itu Beli Ngurah merasakan sakit kepala yang cukup hebat dan ia memutuskan untuk beristirahat agar sakit nya mereda, sedangkan saat Beli Nyoman akan menuju rumah nya ada seorang warga memberi tahu Beli Nyoman bahwa Satya tergeletak pingsan di pendopo agung.

Tanpa berpikir panjang segeralah Beli Nyoman bersama beberapa warga menuju ke pendopo agung dan ternyata benar Satya sedang pingsan maka dengan sigap Beli Nyoman dan beberapa warga membawa Satya ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan dan pasti nya hal itu sampailah ketelinga Nilu Sukma.

" Kalau sampai terjadi sesuatu kepada putra ku pasti akan ku buat keluarga itu habis tak tersisa! "

Ucap Nilu Sukma dengan nada geram sambil menunggu hasil pemeriksaan Dokter.

" Nilu tenang lah dahulu kita tunggu hasil pemeriksaan Dokter bagaimana kondisi Satya, "

Jawab Beli Nyoman sambil duduk di samping Nilu Sukma.

" Bagaimana aku bisa tenang melihat anak ku di seperti itu kan dengan mereka, tunggu saja aku akan membuat perhitungan dengan mereka malam ini juga. "

Ucap Nilu Sukma yang sedang emosi melihat semua kejadian yang menimpa Satya.

Sedangkan di sisi lain tepat nya di kediaman Beli Ngurah ada Sari dan Rico yang sedang mempersiapkan acara adat dharma suaka yang akan di langsungkan satu minggu kedepan bahkan saat itu Rico sudah memberi tahu kedua orang tua nya agar bersiap-siap untuk datang ke Bali dan pasti nya hal itu di sambut dengan gembira oleh kedua orang tua Rico.

" Co, menurut mu nanti aku pakai kebaya warna apa ya yang cocok? "

Tanya Sari sambil menyandarkan kepala nya ke pundak Rico.

" Baju warna apa saja bagus kamu pakai, lebih bagus lagi kalau tidak pakai baju, "

Jawab Rico diiringi senyum simpul lalu mencium kening Sari.

" Mau nya itu, serius ini aku tanya kok malah ngelantur, "

Ucap Sari sambil berpura-pura kesal kepada Rico.

" Iya... Iya sayang bercanda tahu, bagaimana kalau pakai warna brown seperti nya lebih elegan deh. "

Jawab Rico sambil menunjuk salah satu gambar kebaya di layar ponsel milik Sari.

Dan percakapan mereka pun berlanjut sedangkan di kamar ada Beli Ngurah dan Nilu Kadek yang sedang berbincang mengenai ancaman yang di lontarkan Beli Nyoman sebelum kembali pulang dan hal itu lah yang membuat Beli Ngurah merasakan sakit kepala.

" Sudah lah jangan terlalu di pikirkan ucapan orang gila ini, orang Sari tidak mau menikah dengan anak nya kok dia marah-marah sampai mengancam segala, "

Ucap Nilu Kadek sambil memijat kening Beli Ngurah.

" Kalau yang bicara seperti itu bukan Nyoman pasti nya aku tidak sepusing ini Nilu, pasti nya kamu tahu kan istri nya Nyoman dari sejak dulu tidak suka dengan keluarga kita, pasti masalah ini akan di manfaatkan dia untuk menyakiti keluarga kita Nilu, "

Jawab Beli Ngurah sambil memejamkan mata karena menahan sakit kepala.

" Dasar orang sirik, selalu mencari-cari kesalahan orang, seperti nya adik mu itu tidak suka melihat kamu menikah dengan siapa pun jangan-jangan adik mu itu cinta dengan mu Beli? "

Tanya Nilu Kadek mengingat dahulu diri nya selalu saja di musuhi oleh Nilu Sukma.

" Kalau bicara di pikir dulu jangan suka ngawur, dia itu adik ku meski kita beda Ayah. "

Jawab Beli Ngurah sambil sesekali membuka mata nya.

Sedangkan saat ini Nilu Sukma dan Beli Nyoman sedang menemani Satya yang mengalami depresi dan di minta Dokter untuk beristirahat, saat itu Nilu Sukma berkata kepada Beli Nyoman untuk pulang terlebih dahulu untuk mengambil selimut dan jaket untuk Satya dan pasti nya Beli Nyoman mengijinkan Nilu Sukma.

Ternyata setiba nya di rumah Nilu Sukma bukan menyiapkan apa yang akan ia bawa ke rumah sakit melainkan Nilu Sukma masuk kedalam gudang yang letak nya di bawah tanah untuk mengambil kotak hitam yang selama ini sengaja di simpan di bawah tanah tersebut oleh Beli Nyoman agar keturunan Beli Nyoman tidak ada yang mempelajari ilmu sesat.

Namun ternyata saat ini Nilu Sukma dengan sengaja membuka kotak hitam yang terbuat dari kayu jati kuno dengan ukiran yang cukup klasik di luar nya, saat ini kotak hitam tersebut di buka perlahan oleh Nilu Sukma maka terlihatlah dua tumpuk buku dengan aksara kuno dan kertas yang sudah menguning.

" Akhirnya bisa juga aku mengambil dan membuka kotak hitam ini, tunggu pembalasan ku Nilu Kadek, gara-gara kamu semua rencana ku hancur dan sebentar lagi hidup mu yang aku hancur kan. "

Gumam Nilu Sukma diiringi tawa lepas hingga menggema memenuhi ruangan.

Setelah itu Nilu Sukma pun segera menutup kotak hitam tersebut dan membawa nya menuju ke kamar nya dan meletakkan nya di atas lemari baju yang sekira nya Beli Nyoman tidak melihat nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

nilu sukma gak suka sm kluarga klian pasti ad penyebab ny, tp kira" krn ap ya, jd penasaran

2024-12-23

3

Calista

Calista

jngn bilng klu nilu sukma mau mempelajari isi dr kotak hitam itu.

2024-12-23

4

Calista

Calista

oh ternyata yg bikin beli ngurah sakit kepala krn ancaman dr beli nyoman.

2024-12-23

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!