BAB 11. BERLEBIHAN

Semenjak Sari hamil prilaku kedua orang tua Riko semakin aneh, Sari di perlakukan sangat istimewa bahkan terkesan berlebihan bahkan sampai-sampai makanan pun di antar kan kekamar nya Sari serta sudah di sediakan vitamin nya.

Saat itu Sari hanya bisa menurut saja di perlakukan sangat istimewa dengan Mama nya Riko bukan lain Rena, namun Sari merasa ada yang aneh pada diri nya sebab setiap selesai makan pasti Sari merasa ngantuk yang teramat sangat hingga ia bertanya-tanya.

" Kenapa ya setiap selesai makan dan minum vitamin pasti aku merasakan ngantuk yang teramat sangat dan aneh nya lagi saat aku tidur siang pasti aku mimpi yang seram-seram. "

Gumam Sari sambil berfikir apa yang terjadi kepada nya.

Seperti biasa saat jam makan siang pasti pembantu di rumah itu datang ke kamar Sari sambil membawa makan siang, buah dan vitamin, saat itu Sari sedang tidak ingin makan jadi makanan dan vitamin yang di bawa oleh pembantu tersebut di buang ke closed agar kesan nya sudah ia makan sampai habis.

Setelah itu Sari pura-pura tidur di ranjang nya sebab ia ingin tahu sebenar nya apa yang terjadi kepada nya dan apa yang di sembunyikan kedua orang tua Riko dan benar saja tidak lama kemudian terdengar suara pintu kamar Sari di buka oleh seseorang dan ternyata yang masuk ke dalam kamar nya adalah Rena dan Reni.

" Akhir nya tidur juga dia, ayo cepat Ren lakukan sebelum dia bangun, "

Perintah Rena kepada Rini dengan nada suara yang pelan.

" Mama yakin.... "

Jawab Reni dengan ekspresi ragu-ragu memandang ke wajah Mama nya.

" Sudah ayo buruan sebelum dia bangun! "

Bentak Rena kepada Reni dengan nada suara yang tertahan.

Kemudian tidak lama segeralah Reni mengusap perut Sari yang mulai terlihat kehamilan nya sambil membaca sebuah mantra yang tidak jelas di pendengaran Sari, pasti nya saat itu Sari cukup bingung apa sebenar nya yang sedang di lakukan Ibu mertua dan adik ipar nya tersebut.

" Reni sedang membaca apa itu sebenar nya dan kenapa Mama berkata seperti itu kepada Reni, apakah ada yang di sembunyikan dari mereka berdua? "

Gumam Sari yang pura-pura tidur lelap saat itu sambil terus berpikir.

Sekitar 15 menit kemudian mereka berdua bukan lain Rena dan Reni pun keluar dari kamar Sari lalu menutup pintu kamar nya dengan pelan agar tidak membangunkan Sari yang terlihat sedang tidur lelap, saat itu mulai timbul rasa curiga dalam hati Sari.

" Apakah di makanan itu sudah di campur obat tidur ya? Jadi setiap aku selesai makan pasti mengantuk berat dan mereka berdua selalu melakukan hal seperti itu pada ku berarti selama ini, sebab tadi saat aku tidak makan aku tidak merasa ngantuk. "

Gumam Sari sambil duduk bersandar di ranjang nya.

Sedangkan di sisi lain tepat nya di kediaman Beli Nyoman ada Nilu Sukma dan Satya yang sedang mempelajari ilmu leluhur yang di miliki oleh Kakek nya Satya dan itu pun yang melatih dan memberi arahan Dadong sosok mahkluk gaib yang wujud nya cukup menyeram kan.

" Kengken ne eh Satya ini susah sekali kalau di suruh menghafal? "

Ucap Nilu Sukma dengan nada kesal kepada Satya.

" Ya maaf Bu, aku memang susah menghafal kan sejak jaman sekolah, "

Jawab Satya sambil menunduk sedih di hadapan Nilu Sukma.

" Coba kamu baca lagi agar hafal mantra nya, "

Perintah Nilu Sukma sambil menyerahkan buku mantra kepada Satya.

" Itu bagus kalau Satya tidak bisa menghafal menandakan bahwa dia lelaki yang mudah move on dari masa lalu nya tidak seperti suami mu Sukma, "

Jawab Dadong diiring tawa cekiki kan berdiri di samping gajebo.

" Ini beda konteks nya Dadong, bukan masalah dia tidak bisa move on dari masa lalu tapi Satya ini kurang fokus dalam belajar. "

Ucap Nilu Sukma sambil bangkit berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan meninggalkan Dadong dan Satya di gajebo.

Setelah Nilu Sukma pergi Dadong dan Satya tertawa cekiki kan menertawakan ekspresi Nilu Sukma yang terlihat lucu di mata mereka berdua, sedangkan di toko kelontong milik Beli Nyoman ada Beli Ngurah yang sedang mampir untuk belanja beberapa kebutuhan pokok.

" Beli bagaimana kabar Sari? "

Tanya Beli Nyoman sambil menimbang beras.

" Sari sehat dan sekarang sedang hamil 4 bulan, "

Jawab Beli Ngurah diiringi senyum simpul sambil menyodorkan pasta gigi ke Beli Nyoman.

" Bagus kalau sudah hamil, berati kita sudah tua ya Beli sebab sebentar lagi kamu sudah punya cucu, "

Ucap Beli Nyoman diiringi tawa khas nya.

" Bisa saja kamu ini, lalu kapan kamu menikahkan Satya? "

Tanya Beli Ngurah sambil berdiri di hadapan Beli Nyoman.

" Tidak tahu Beli, kalau masalah menikah biar Satya sendiri yang memutuskan, aku tidak mau ikut campur. "

Jawab Beli Nyoman sambil menghitung belanjaan Bei Ngurah.

Begitulah hubungan antara Bei Nyoman dan Beli Ngurah meski mereka sering berbeda pendapat namun bagaimana pun Beli Nyoman masih menghargai Beli Ngurah sebagai kakak ipar nya, namun tidak bagi Nilu Sukma yang sampai detik ini masih menyimpan dendam kepada Beli Ngurah dan Nilu Kadek.

Saat ini jam sudah menunjuk kan pukul 16.00 waktu nya Sari untuk mandi dan setelah mandi seperti biasa ia keluar kamar untuk duduk di teras samping dekat kolam renang dan saat itu Sari di temani oleh Rena sambil merajut untuk membuat jaket bayi yang lucu.

" Sore Ma.... "

Sapa Sari sambil berjalan mendekati Rena yang duduk di gajebo.

" Hai Sar, sudah bangun kamu sayang bagaimana lelap tidur mu? "

Sahut Rena sambil menggeser duduk nya diiringi senyum simpul.

" Enak Ma tapi beberapa hari yang lalu mengapa aku mimpi buruk ya Ma? "

Tanya Sari sambil sesekali ia mengusap perut nya yang semakin buncit.

" Mimpi buruk apa Sar? "

Jawab Rena berbalik bertanya kepada Sari.

" Aku setiap tidur siang pasti mimpi bertemu rangdha yang cukup menyeramkan Ma, rangdha itu selalu memperhatikan perut ku Ma, aku takut terjadi apa-apa dengan janin ku, "

Ucap Sari dengan nada dan tatapan khawatir.

" Sudah jangan di pikirkan itu kan hanya mimpi sayang, itu hanya bunga tidur dan lagi mana mungkin di kota besar seperti ini ada mahkluk astral seperti yang kamu katakan itu, "

Jawab Rena mencoba menenangkan Sari yang terlihat cukup khawatir dengan janin nya.

" Oh iya Ma, tadi saat aku tidur samar-samar dengar suara Mama dan Reni masuk ke kamar ku, memang ada Ma? "

Tanya Sari dengan tatapan serius kepada Rena yang duduk di samping nya.

" Oh itu tadi Mama dan Reni masuk ke kamar mu sebab ada doa untuk bayi mu dari leluhur kita agar kamu dan anak mu selamat dan yang harus membacakan itu Reni sebab dia masih virgin. "

Jawab Rena mencoba menyembunyikan sesuatu dari Sari agar Sari tidak curiga.

Dan memang benar saat mendengar hal doa demi keselamatan diri nya dan bayi dalam perut nya, Sari merasa tenang dan tidak curiga sedikit pun, sedangkan dari lantai dua ada Sila yang sedang memperhatikan Sari yang sedang berbincang dengan Mama nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

km gk tau aj beli klu sari dn bayi dlm kandungn ny lg dlm bahaya, krn ulah mertua dn adik ipar anak mu.

2024-12-30

3

Calista

Calista

klu gitu mulai skrng km jngn mkn,makanan yg mereka anterin ke kmr km sari, km hrs bs cari cara biar mereka gk curiga.

2024-12-30

3

Calista

Calista

dr awal km blm nikah kn udh di ksh petunjuk dlm mimpi mu sari, tp km ny aj gk peka.

2024-12-30

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!