BAB 2. PERTIMBANGAN

Waktu pun berjalan dan tanpa terasa jam sudah menunjuk kan tepat pukul 17.00 waktu untuk para pekerja pulang, begitu juga dengan Sari dan Rico mereka berdua segera bergegas menuju ke rumah kontrakan Sari untuk bersiap pulang ke rumah kedua orang tua Sari.

Dan pasti nya saat itu Sari dan Rico tidak mengetahui apa yang di rumah kedua orang tua Sari, pasti nya kedua orang tua Sari terkejut dengan kepulangan Sari dan Rico saat ini sebab biasa nya Sari akan di antar pulang Rico ke rumah nya saat akhir bulan sedangkan saat ini baru pertengahan bulan Sari dan Rico datang ke rumah.

" Co, kamu akan bicara apa kepada Aji dan Ibu ku nanti? "

Tanya Sari dengan ekspresi wajah cemas.

" Aku akan mengatakan kalau aku akan segera menikahi mu, "

Jawab Rico diiringi senyum simpul sambil mengemudikan mobil nya.

" Kalau Aji tidak merestui bagaimana? "

Tanya Sari dengan tatapan fokus kedepan.

" Aku akan berkata kalau kamu sudah berbadan dua, kalau begitu pasti aku di ijin kan untuk menikahi mu, "

Jawab Rico diiringi tawa lepas tanpa beban.

" Sembarangan saja kalau bicara, amit... amit... Jangan sampai itu terjadi. "

Ucap Sari dengan ekspresi sebal lalu mencubit paha Rico.

Saat itu Rico hanya tertawa lepas melihat ekspresi Sari namun sebenar nya di dalam hati Rico juga merasakan gelisah bagaimana bila di tolak dengan orang tua Sari secara perbedaan mereka sangat lah mencolok dari perbedaan keyakinan sampai perbedaan suku.

Di sisi lain ada Satya yang sedang geram karena penolakan dari kedua orang tua Sari dan hal itu pasti nya tidak bisa ia terima sebab bagi Satya tidak ada yang tidak bisa ia dapat kan entah itu secara benar atau cara yang tidak benar.

" Aji, kalau sampai akhir bulan ini pun kedua orang tua Sari tetap menolak ku maka jangan salah kan aku bila aku menggunakan kekerasan, "

Ucap Satya kepada Ayah nya sambil berdiri di sisi jendela.

" Satya, jangan ceroboh ingat selama ini Aji dan Ibu mu sudah tidak mau membuka kotak itu lagi, "

Jawab Beli Nyoman bukan lain Ayah nya Satya dengan tatapan serius.

" Lalu sampai kapan keluarga kita akan di hina seperti ini Aji, aku yakin kalau saja Dadong ( sebutan kakek/nenek dalam bahasa Bali ) masih hidup pasti sekarang Sari sudah menjadi istri ku, "

Ucap Satya sambil mengepalkan tangan nya karena menahan amarah.

" Benar aku setuju dengan pendapat mu, Dadong tidak akan membiarkan keluarga kita di remehkan seperti ini, "

Sahut Nilu Sukma yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Satya.

" Nilu jangan mendukung Satya ke hal itu sudah cukup hinaan warga kepada kita jangan di tambah dengan Satya mengulangi lagi kejadian beberapa puluh tahun yang lalu! "

Bentak Beli Nyoman dengan nada keras kepada Nilu Sukma.

Maka saat itu juga Satya dan Nilu Sukma terdiam mengetahui Beli Nyoman terpancing emosi karena mengingat tragedi memilukan yang pernah ia alami, sedangkan saat ini jam di dinding sudah menunjuk kan tepat pukul 22.00 dan saat itu tiba lah Sari dan Rico di kediaman orang tua Sari.

" Aji... Aji.... "

Ucap Sari sambil mengetuk pintu rumah nya dengan ekspresi wajah gelisah.

" Tenang sayang jangan panik, "

Ucap Rico sambil memegang erat telapak tangan Sari.

" Tunggu sebentar.... "

Jawaban dari dalam rumah dan itu suara dari Beli Ngurah bukan lain Ayah nya Sari.

Tidak lama kemudian terdengar suara saklar lampu di nyalakan dan sesekali terdengar suara Beli Ngurah batuk-batuk sambil berjalan menuju pintu ruang tamu dan pasti nya saat itu jantung Sari dan Rico berdetak cukup kencang bagaikan genderang akan perang, tidak lama kemudian di buka lah pintu yang terbuat dari kayu jati merah.

" Sari... Rico... ada apa ini kenapa kalian pulang malam-malam seperti ini, ayo masuk nak, "

Tanya Beli Ngurah dengan ekspresi wajah terkejut setelah membuka pintu.

" Aji maaf sudah membuat Aji terkejut sebab kami pulang tidak memberi tahu terlebih dahulu, "

Jawab Sari sambil menunduk karena takut Aji nya marah kepada nya.

" Tidak... tidak apa-apa hanya Aji merasa aneh saja ini kan baru pertengahan bulan kenapa kamu pulang malam-malam apakah ada masalah? "

Tanya Beli Ngurah dengan tatapan serius bergantian memandang ke arah Sari dan Rico.

" Begini Aji, Saya dan Sari pulang malam-malam karena saya ingin meminang Sari secepat nya, apakah Aji merestui kami? "

Sahut Rico sambil memegang tangan Sari dengan erat.

" Ada apa ini kenapa kamu tiba-tiba ingin segera menikahi Sari, jangan bilang kalau Sari.... "

Ucap Beli Ngurah dengan tatapan penuh selidik.

" Tidak Aji, aku masih menjaga hal itu dan kami berdua tidak sampai ke arah sana dan kami masih memiliki batasan dalam berhubungan jadi jangan pernah Aji berpikir hal sehina itu kepada ku, "

Jawab Sari sambil menangis karena ketakutan Aji nya marah.

" Lalu.... "

Tanya Beli Ngurah yang merasa sangat terkejut mendengar kata-kata dari Rico.

Maka saat itu Rico menjelaskan bahwa kedua orang tua Rico meminta agar Rico segera menikahi Sari sebab kondisi Papa nya Rico sudah sakit-sakitan dan lagi di keluarga hanya Rico lah anak lelaki satu-satu nya yang belum menikah saat ini.

Setelah mendapat penjelasan dari Rico maka Beli Ngurah pun merasa tenang ternyata pikiran nya salah mengenai anak gadis nya namun Beli Ngurah juga merasa bingung bagaimana cara menghadapi keluarga Satya yang sudah terkenal penganut ilmu sesat.

" Baik lah kalau begitu sekarang kalian istirahat besok kita bicarakan lagi, "

Ucap Beli Ngurah sambil bangkit berdiri dari duduk nya.

" Aji... terimakasih sudah mengijinkan saya beristirahat di sini malam ini. "

Jawab Rico diiringi senyum simpul kepada Beli Ngurah.

Saat itu Beli Ngurah menjawab dengan anggukan dan senyum ramah kemudian mengajak Sari masuk kedalam ruang keluarga sebab ada yang ingin Beli Ngurah katakan kepada Sari pasti nya tentang kedatangan keluarga Satya yang juga ingin meminang Sari.

Namun saat itu sebetul nya Beli Ngurah sudah ragu untuk mengatakan hal itu kepada Sari sebab sedari awal Nilu Kadek sudah tidak setuju bila Sari menikah dengan Satya, mengingat keturunan Satya hampir semua menganut ilmu sesat bahkan kakek dan nenek nya Satya dari ayah nya meninggal mengenaskan di tangan warga.

Dan untung nya saat itu Ayah nya Satya sedang tidak di rumah jadi bisa selamat dari amukan warga andai saja saat itu Ayah nya Satya ada di rumah bisa di pastikan akan bernasib seperti kedua orang tua dan saudara nya yang lain dan hal itu lah yang membuat trauma Beli Nyoman hingga kini.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

Nilu sukma modelan ibu yg sllu dukung anak ny pdhl anak ny punya niat jahat

2024-06-06

6

Calista

Calista

ini nih tipe laki" yg apa pun yg dia mau harus dia dapatkn ya model satya ini

2024-06-06

6

Linda Raiyos

Linda Raiyos

wajar lah klu beli nyoman trauma,semoga beli nyoman tdk mengikiti jejak kedua orang tua nya

2024-06-06

6

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!