Semua prosesi adat sudah di selenggarakan dan waktu nya mereka berdua bukan lain Sari dan Rico beserta keluarga nya pergi ke kota untuk melaksanakan pesta pernikahan, dan pasti nya tidak hanya keluarga ada berapa kerabat terdekat dan sahabat Sari yang turut menghadiri pesta pernikahan tersebut.
Singkat cerita mereka semua sore ini telah tiba di kediaman Pak Tedi bukan lain Papa dari Rico dan semua di rasa tidak ada yang janggal sedikit pun, saat itu kediaman Pak Tedi yang cukup mewah dan megah sudah cukup ramai dan sudah terlihat hiasan bunga di setiap sudut ruangan untuk acara pesta pernikahan Rico dan Sari.
" Wah rumah nya besar sekali sudah seperti istana kerajaan, "
Ucap Andini sahabat Sari yang saat itu turut menghadiri pesta pernikahan Sari.
" Pasti lah rumah nya bagaikan istana nama nya juga bos besar, memang nya suami mu yang kere itu, "
Sahut Ibu nya Andini dengan nada sinis lalu berlalu pergi.
" Sudah jangan di anggap ucapan Ibu mu memang sedikit beda orang nya, ayo temani Nilu ke kamar Sari. "
Ucap Nilu Kadek diiringi senyum simpul lalu menggandeng Andini berjalan menuju kamar nya Sari.
Sebenar nya saat itu Andini cukup sedih mendengar ucapan Ibu nya yang selalu memusuhi nya hanya karena Andini adalah anak tiri nya, sedangkan saat itu Beli Nyoman dan Nilu Sukma melihat ada sebuah kejanggalan saat tanpa sengaja melihat di samping rumah Rico ada lima sapi merah yang cukup besar.
" Beli, itu sapi besar sekali ya dan lagi mengapa berwarna merah semua tidak seperti sapi pada umum nya? "
Tanya Nilu Sukma sambil berdiri di balik jendela sambil memperhatikan lima sapi yang berjajar.
" Iya benar mengapa itu sapi berwarna merah semua dan ukuran nya besar sekali ya Nilu, "
Jawab Beli Nyoman yang merasa aneh saat melihat sapi-sapi yang terikat di tanah lapang.
" Bapak dan Ibu kenapa hanya berdiri di sini, mari masuk dan silahkan menikmati sajian yang sudah kami siap kan, "
Sapa Pak Tedi yang tiba-tiba sudah berada di belakang Beli Nyoman dan Nilu Sukma.
" Oh iya Tuan, maaf Tuan saya mau tanya itu sapi kenapa berwarna merah dan ukuran nya besar sekali? "
Tanya Beli Nyoman diiringi senyum simpul kepada Pak Tedi.
" Oh masalah sapi itu, jadi begini cerita nya Pak, itu pemberian dari tunangan nya Reni yang baru saja pulang dari Amerika dan itu hadiah untuk pernikahan nya Rico dan Sari, "
Jawab Pak Tedi diiringi senyum simpul sambil mempersilahkan Beli Nyoman menuju ruang utama.
" Oh jadi sapi itu dari Amerika pantas saja warna nya beda dengan sapi di kampung kami Tuan. "
Ucap Nilu Sukma diiringi senyum renyah sambil melangkah di samping Beli Nyoman.
Saat itu Beli Nyoman dan Nilu Sukma sebenar nya sudah menaruh curiga kepada keluarga Pak Tedi yang di rasa cukup aneh tapi mereka belum menemukan bukti untuk di jadi kan bukti berakhir mereka berdua hanya bisa diam dan memperhatikan setiap gerak-gerik penghuni rumah tersebut.
Di sisi lain tepat nya di kamar Sari saat ini sudah ada Mama nya Rico bukan lain Rena, Nilu Kadek, Andini, Sari dan Reni adik terkecil Rico, di kamar itu terlihat cukup hangat membicarakan tentang gaun yang akan di kenakan oleh Sari besok saat di gelar acara pernikahan.
" Sar bagaimana kamu suka dengan gaun ini, kalau kamu kurang pas bilang saja nanti Mama tinggal panggil desainer nya, "
Tanya Rena kepada Sari yang saat itu sedang duduk di sofa.
" Sudah itu saja Ma, acara nya sudah besok kasihan desainer nya kalau aku komplain hanya masalah warna, "
Jawab Sari diiringi senyum simpul kepada Rena.
" Iya benar Bu, sudah itu saja sudah bagus dan pas kok untuk Sari warna nya kontras dengan kulit nya Sari jadi nanti akan terlihat anggun dan mewah saat di kenakan, "
Imbuh Nilu Kadek mencoba mencairkan suasana.
" Baik lah kalau begitu, aku mau menantu ku nanti cantik saat di pesta pernikahan sebab nanti para undangan nya bukan sebarang orang tetapi semua kolega dari keluarga Tedi Subagyo, "
Ucap Rena dengan membanggakan nama besar keluarga nya.
" Ma, ada yang nyari itu."
Panggil Sila kepada Rena dengan tatapan sinis kepada Sari dan beberapa orang di sana.
Kemudian Rena pun berpamitan kepada mereka semua untuk menemui tamu yang sedang mencari nya saat itu, sedangkan mereka yang berada di kamar cukup terkejut dengan kedatangan Sila yang hanya berdiri di depan pintu dengan ekspresi kurang bersahabat saat itu.
" Sar, itu kakak nya Rico kan? "
Tanya Andini sedikit berbisik kepada Sari yang duduk di samping nya.
" Iya itu kakak tertua nya, sudah tidak usah di ambil hati memang dia seperti itu orang nya tapi sebenar nya dia baik kok, "
Jawab Sari yang mencoba menutupi tentang sikap Sila.
" Iya mungkin aku baru lihat saja jadi merasa aneh melihat nya. "
Ucap Andini diiringi senyum simpul.
Kemudian mereka pun melanjutkan perbincangan nya, sedangkan saat ini Nilu Sukma merasa perut nya kurang enak maka ia pun sedikit memisahkan diri untuk mencari kamar mandi di sekitar nya sebab sudah tidak tahan lagi untuk ke kamar mandi.
" Ini rumah besar sekali sangking besar nya susah sekali aku temukan kamar mandi, mana ini sudah tidak tertahan lagi, aduhhh.... "
Gumam Nilu Sukma sambil terus mencari kamar mandi terdekat karena sudah tidak tertahan sakit nya.
Namun di tengah Nilu Sukma sedang sibuk mencari kamar mandi tiba-tiba ia mendengar ada percakapan dari salah satu ruangan yang pintu nya tidak tertutup dengan rapat dan pasti nya Nilu Sukma hafal dengan suara yang ia dengar saat itu.
" Sila, jaga sikap mu dan ingat pesan Mama jaga sikap mu kepada Sari dan keluarga nya! "
Bentak Rena kepada Sila dengan nada tinggi.
" Benar apa yang di kata kan Mama mu Sila, kamu tahu kan perekonomian keluarga kita sedang merosot saat ini, apa kamu mau kita semua jadi gembel? "
Tanya Pak Tedi dengan nada penekanan kepada Sila.
" Ok aku akan turuti semua apa kata kalian tapi ingat aku tidak mau ikut campur dengan rencana kalian yang gila itu, "
Jawab Sila dengan nada dingin kepada kedua orang tua nya.
" JAGA MULUT MU SILA! "
Bentak Rena sambil mengangkat tangan nya.
Saat itu Nilu Sukma cukup terkejut mendengar dan menyaksikan kejadian itu dan pasti nya dalam benak Nilu Sukma bermunculan pertanyaan tentang apa yang baru saja di dengar, sambil berlari kecil Nilu Sukma menjauh dari ruangan itu dan kembali ke ruang utama untuk menemui Beli Nyoman yang ternyata sedang menikmati roti bolu di ujung ruangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Calista
oh pantesan ternyata ibu tiri ny
2024-12-25
4
Calista
jngn" kluarga pak tedi menganut ilmu hitam, kn waktu itu sj nilu sukma lihat ad rangdha dekat mereka.
2024-12-25
4
Calista
sapi ny habis di cat jd ny Warna ny merah nilu.
2024-12-25
4