BAB 16. MENYUSUN SIASAT

Setelah Sari kembali memejamkan mata maka segeralah Rico, Pak Tedy, Bu Rena dan Dokter kepercayaan keluarga keluar dari kamar nya Sari dan membiarkan Sari untuk beristirahat, sedangkan mereka semua melangkah kan kaki nya menuju ruang keluarga.

Saat itu Sila dengan tenang duduk bersama mereka sambil mendengarkan percakapan antara kedua orang tua nya berserta Rico yang terus mencecar kedua orang tua nya di mana jasad putra nya bila benar meninggal dunia, sebab Rico juga tidak melihat di mana jasad putra nya yang baru saja di lahir kan.

" Pa, tolong tunjuk kan dimana jasad putra ku biar aku bisa memakam kan dengan layak bila memang meninggal, "

Ucap Rico dengan tatapan memelas di hadapan Pak Tedy.

" Rico, Mama tahu bagaimana perasaan mu saat ini dan pasti nya kamu juga perlu istirahat sebab semalam suntuk pasti nya kamu terjaga, "

Sahut Bu Rena bukan lain Mama nya Rico dengan tatapan sedih kepada Rico.

" Aku tidak akan bisa memejamkan mata ku sebelum melihat jasad putra ku! "

Bentak Rico dengan tatapan mata berkaca-kaca melirik ke arah Bu Rena.

" Rico jaga sikap mu kepada Mama mu! "

Bentak Pak Tedy dengan tatapan penuh amarah.

" Jika apa yang aku alami menimpa Papa, apakah Papa bisa memejamkan mata sedangkan Papa tidak melihat jasad putra Papa sendiri? "

Tanya Rico sambil berdiri tepat di hadapan Pak Tedy yang sedang duduk.

Saat itu suasana menjadi sunyi tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan Rico sedangkan saat itu ingin sekali Sela mengatakan kebenaran kepada Rico namun di tahan oleh Gandi suami nya Sila karena melihat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan saat itu.

Sedangkan di sisi lain jiwa Sari sedang berkelana mencari bayi lelaki yang baru saja ia lahirkan dengan cara yang tidak wajar dan saat itu jiwa Sari masuk kedalam sebuah goa yang cukup gelap sebab ia mendengar suara bayi yang sedang menangis.

" Anak ku... dimana kamu nak.... "

Teriak Sari sambil menyusuri jalan setapak di dalam goa yang gelap dan lembab.

" Sari, sini jangan kesana bahaya! "

Suara Satya yang tertahan sambil memegang lengan nya Sari.

" Satya sedang apa kamu di sini dan apa maksud mu berkata bahaya? "

Tanya Sari dengan tatapan bingung melihat Satya di dalam goa tersebut.

Kemudian Satya pun membawa Sari ke luar goa kemudian berlari kecil menuju suatu hutan kecil yang letak nya tidak jauh dari goa tersebut untuk menceritakan apa yang terjadi sebenar nya dan kemana anak nya Sari berada saat ini.

" Lepas kan tangan mu dari lengan ku Satya, aku sudah menikah jadi jaga sikap mu! "

Bentak Sari sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Satya dari lengan nya.

" Sari asal kamu tahu bahwa kita bersaudara jadi tidak mungkin aku bertindak melampaui batasan, "

Ucap Satya sambil melepaskan lengan Sari.

" Apa maksud kata-kata mu kita bersaudara, iya aku tahu antara Ibu mu dan Aji ku bersaudara tapi aku juga masih ingat apa rencana mu dahulu kepada ku, "

Jawab Sari dengan tatapan serius kepada Satya yang berdiri di hadapan nya.

" Bukan seperti itu Sar, Aji kita sama dan Aji ku adalah Beli Ngurah bukan lah Beli Nyoman, paham kamu sekarang dan tujuan ku kemari untuk menyelamatkan mu dari keluarga iblis itu! "

Teriak Satya mencoba meyakinkan Sari dengan apa yang ia kata kan.

" Tidak lucu derama mu Satya, lebih baik kamu pergi dari sini dan biar kan aku mengambil bayi ku, "

Ucap Sari sambil membalikkan tubuh nya melangkah menuju pintu goa.

" Jangan bodoh kamu, anak mu di gunakan untuk persembahan rangdha kalau kamu ke sana bisa jadi kamu juga menjadi tumbal mereka! "

Jawab Satya sambil menghadang langkah Sari yang berusaha memberontak.

Di saat seperti itu datanglah Nilu Sukma dan Beli Ngurah serta Dadong untuk mengembalikan jiwa Sari ke dalam tubuh nya dan membawa jiwa Satya kembali ke tubuh nya sebab bila mereka berdua berada di dekat goa terlalu lama akan membahayakan jiwa mereka berdua.

Sedangkan Pak Tedy, Bu Rena dan juga Reni masuk kedalam ruang kerja milik Pak Tedy untuk membahas rencana apa selanjut nya agar Rico dan Sari tidak mempertanyakan jasad bayi nya terus menerus dan pasti nya mereka bertiga membuat siasat agar terlepas dari pertanyaan Rico dan Sari.

Di sisi lain ada Rico yang sedang menemani Sari di dalam kamar nya sambil menangis karena belum menemukan jasad bayi nya hingga detik ini, saat itu Sari menceritakan hal yang baru saja ia alami di dimensi lain kepada Rico dan ternyata Rico hanya menganggap cerita Sari hanya karena efek obat penenang saja.

" Mas apakah kamu sudah menemukan jasad bayi kita? "

Tanya Sari dengan tatapan menerawang ke atap kamar.

" Maaf sayang, aku akan mencari anak kita dan kamu jangan terlalu lelah berfikir, "

Jawab Rico sambil memaksakan tersenyum kepada istri nya.

" Aku tadi bermimpi masuk kedalam goa yang gelap dan lembab lalu aku mendengar suara tangisan anak kita Mas, kamu datangi goa itu dan ambil bayi kita Mas kasihan anak kita kehausan dan lapar Mas, "

Ucap Sari sambil memegang tangan Rico yang duduk di samping nya.

" Sayang kamu hanya sedang bermimpi saja, putra kita sudah meninggal dan di sini tidak ada goa jadi goa mana yang kamu maksud, lebih baik kamu sekarang istirahat dan tenangkan hati dan pikiran mu ya sayang, "

Jawab Rico yang sudah tidak tahan menahan air mata nya melihat kondisi istri nya seperti itu.

" Mas, itu bukan hanya mimpi aku berkata sebenar nya Mas..... "

Ucap Sari meyakinkan Rico namun Rico tetap tidak percaya dan memeluk tubuh Sari dengan erat sambil menangis.

Saat itu Sari pun menangis merasa hati nya sangat sakit dan perih, sedangkan di ruang kerja Pak Tedy mengatakan akan memberikan ramuan kusus kepada minuman dan makanan yang akan di makan oleh Sari dan Rico agar mereka berdua melupakan semua yang terjadi hari ini dan melupakan anak mereka yang sudah di tumbalkan.

Sedangkan di sisi lain tepat nya di kediaman Beli Nyoman saat itu sedang mencari cara bagaimana cara nya untuk menyelamatkan Sari dan juga bagaimana cara memberi tahu kedua orang tua Sari agar mengetahui bahwa saat ini posisi Sari sedang tidak baik-baik saja.

Sebab bisa jadi Sari juga di jadikan tumbal oleh keluarga Pak Tedy demi kejayaan bisnis nya tanpa memikirkan apa resiko dari semua tindakan nya tersebut bahkan mereka tega mengambil nyawa siapa pun tanpa ada rasa belas kasih.

Terpopuler

Comments

Linda Raiyos

Linda Raiyos

beli nyoman walaupun udh di bikin kecewa sama kluarga ny sari, tp dia msh memikirkn keadaaan sari, sungguh mulia hati beli nyoman ini.

2024-07-15

6

Linda Raiyos

Linda Raiyos

knp satya jg ada dlm goa itu, bukn kh jiwa satya udh di bawa sm orang tua ny ya.

2024-07-15

6

Linda Raiyos

Linda Raiyos

itu lah sari akibat ny krn qm gak peka,skrng bayi mu udh gak ada kn,coba klu qm peka dn nurut waktu suruh pergi sm sila dr rumh mertua mu mungkin saat ini bayi mu msh ada.

2024-07-15

6

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!