BAB 15. SALAH SANGKA

Malam yang mencekam itu pun semakin memanas karena perkelahian mantra antara Beli Nyoman di bantu oleh Ayah nya Beli Nyoman pemilik ilmu Randha sejati dengan sekte Randha yang sudah di selewengkan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain Nilu Sukma cukup panik saat kembali mengambil air ia melihat suami nya pun sudah tergeletak di sisi Satya putra nya, dalam kepanikan nya Nilu Sukma segera mengecek apa yang sebenar nya terjadi dengan anak dan suami nya yang saat itu sama-sama tak sadarkan diri.

" Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Satya dan Beli Nyaman tiba-tiba tidak sadar kan diri, kalau sampai terjadi apa-apa dengan anak dan suami ku siapa pun yang berbuat jangan harap lepas dari kejaran ku! "

Gumam Nilu Sukma kemudian duduk bersila di sisi ranjang di mana tubuh Saya dan Beli Nyoman di baringkan.

Sedangkan di kediaman Beli Ngurah terjadi sesuatu di luar nalar, sebab tiba-tiba Beli Ngurah dan Nilu Kadek mendengar suara tangisan bayi yang cukup nyaring dari kamar nya Sari, maka segeralah mereka berdua bergegas menuju ke kamar nya Sari untuk memastikan, dengan cahaya senter kecil mereka menyusuri lorong menuju kamar Sari.

" Beli, bayi siapa itu yang menangis malam-malam begini, bukan kah di sekitar sini tidak ada yang melahirkan? "

Tanya Nilu Kadek dengan tatapan panik bercampur takut sambil memegang erat lengan Beli Ngurah.

" Benar Nilu, seperti nya suara tangisan itu berasal dari kamar nya Sari, mari kita pastikan ke kamar Sari, "

Jawab Beli Ngurah sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar nya Sari.

" Apa jangan-jangan eeemmmm..... "

Ucap Nilu Kadek sambil mengikuti langkah kaki Beli Ngurah.

" Jangan ne'e berpikir macam-macam Nilu. "

Jawab Beli Ngurah dengan degup jantung yang mulai tidak teratur.

Semakin dekat mereka berdua dengan pintu kamar Sari maka semakin terdengar sangat jelas tangisan bayi dan pasti nya semakin membuat Beli Ngurah dan Nilu Kadek ketakutan, setelah tiba tepat di depan pintu kamar nya Sari maka dengan segenap keberanian Beli Ngurah memegang gagang pintu lalu membuka nya dan ternyata mereka berdua melihat.

Sosok Rangdha sedang menimang seorang bayi sontak terbelalak lah kedua mata Beli Ngurah dan Nilu Kadek menyaksikan pemandangan di luar nalar mereka berdua, dalam pikiran mereka berdua sepontan menuduh Rangdha di hadapan mereka itu adalah sosok kiriman dari Beli Nyoman dan Nilu Sukma yang sengaja akan memakan anak Sari di jadikan alat untuk memperdalam ilmu hitam mereka.

" Itu pasti iblis yang sengaja di kirim oleh Sukma dan Nyaman demi memperkuat ilmu mereka, jangan harap kalian berdua bisa lepas dari aku! "

Gumam Nilu Kadek dalam hati dengan tatapan penuh amarah kepada sosok Rangdha di hadapan nya.

Sedangkan Beli Ngurah tidak dapat berfikir lagi saat itu, Beli Ngurah segera mendekati sosok Rangdha di hadapan nya dengan tujuan merebut bayi yang berada di ayunan sosok tersebut namun yang terjadi Beli Ngurah terhempas ke lantai hingga tak sadarkan diri.

Di sisi lain Nilu Sukma jiwa nya sudah berada di dalam goa dan saat itu Nilu Sukma cukup terkejut dan emosi melihat jiwa nya Satya yang tidak sadarkan diri sudah terikat di atas batu yang berbentuk meja tepat di samping jiwa Satya ada tubuh Sari yang juga terikat dan berlumur cairan merah di sekujur tubuh nya.

" Sicengkleng! cari mati kalian berani-berani nya akan menumbalkan anak ku dan keponakan ku! "

Teriak Nilu Sukma dengan mata terbelalak ke arah segerombolan sosok yang memakai jubah hitam.

Maka dengan sigap Nilu Sukma merapalkan mantra yang sudah ia pelajari untuk menyelamatkan jiwa Satya dan membantu Beli Nyoman yang sedang bertarung dengan sosok hitam, mata terbelalak merah, rambut acak-acakan dan kuku yang menjuntai kebawah.

Pertarungan cukup sengit malam itu dari kedua kubu hingga akhirnya Dadong, Beli Nyoman dan Nilu Sukma mampu merebut jiwa Satya yang hampir saja di gunakan tumbal malam itu, tepat pukul 03.00 dini hari mereka bertiga kembali ke tubuh mereka dengan mengalami luka dalam yang cukup serius.

" Beli, bagaimana kondisi mu? "

Tanya Nilu Sukma sambil memegang dada nya yang terasa cukup nyeri.

" Aku terkena serangan yang cukup hebat itu tadi Nilu, bagaimana dengan mu dan Satya? "

Jawab Beli Nyoman sambil meringis menahan sakit di sekujur tubuh nya.

" Kalian berdua jangan banyak bergerak, aku akan menyembuhkan kalian berdua. "

Ucap Dadong yang ternyata saat itu sudah berdiri tepat di belakang Beli Nyaman dan Nilu Sukma.

Pengobatan pun di lakukan oleh Dadong yang memakan waktu cukup lama untuk memulihkan kondisi Beli Nyoman, Nilu Sukma dan Satya, sedangkan Nilu Kadek berusaha menyadarkan Beli Ngurah yang saat itu belum sadarkan diri, sedangkan di kediaman Rico terjadi hal yang cukup menyedihkan hati Rio yang baru mengetahui bahwa buah cinta nya meninggal dunia.

" Pa, Ma, bagaimana kondisi Sari dan bayi nya? "

Tanya Rico dengan tatapan penuh harap kepada kedua orang tua nya.

" Yang sabar ya sayang, dokter sudah berusaha semaksimal mungkin tapi putra mu tidak terselamatkan, "

Jawab Rena bukan lain Mama dari Rio dengan ekspresi sedih.

" Lalu bagaimana dengan Sari apakah dia baik-baik saja Ma? "

Tanya Rico dengan mata yang berkaca-kaca karena menahan rasa sedih.

" Istri mu baik-baik saja dan semoga kamu masih bisa memiliki keturunan lagi jadi jangan bersedih lagi ya Nak. "

Jawab Pak Reda bukan lain Papa nya Rico sambil menepuk pundak Rico.

Maka tanpa menjawab sepatah kata pun Rico segera masuk kedalam kamar nya untuk menemui istri nya yang sedang terkulai lemas di ranjang nya dengan tatapan kosong Sari memandang ke luar jendela kamar nya sambil mencoba mengingat apa yang sudah terjadi pada nya.

" Sayang, bagaimana keadaan mu? "

Tanya Rico sambil mengusap kepala Sari.

" Dimana anak ku Mas? "

Jawab Sari yang berbalik bertanya tanpa menatap ke arah Rico dan pandangan nya masih tertuju ke jendela.

" Maaf sayang, dokter sudah berusaha namun putra kita tidak terselamatkan, "

Ucap Rico sambil menitikkan air mata nya menunduk di sisi kanan Sari.

" Antar aku untuk melihat jasad putra ku, bila benar putra ku meninggal, "

Jawab Sari sambil berusaha bangkit dari tidur nya.

" Sayang kamu masih lemas jangan kamu paksakan, lebih baik kamu istirahat dan biar aku yang mengurus pemakaman putra kita, "

Ucap Rico mencoba menahan Sari yang berusaha turun dari ranjang nya.

" Aku ibu nya, aku berhak melihat jasad putra ku, jadi jangan halangi aku! "

Bentak Sari kepada Rico saat itu dengan sorot mata tajam memandang ke arah Rico.

Saat itu Sari seperti orang kesurupan dan akhir nya Pak Tedy, Bu Rena dan dokter kepercayaan mereka pun masuk kedalam kamar Rico untuk menenangkan Sari yang saat itu bersikeras ingin melihat jasad putra nya yang baru saja di lahirkan dengan cara yang tidak wajar, akhir nya Sari di suntik obat penenang agar bisa beristirahat dan berhenti marah-marah.

Terpopuler

Comments

Linda Raiyos

Linda Raiyos

tumben nih bnyk typo bertebaran tulisan nya

2024-07-15

6

Linda Raiyos

Linda Raiyos

gimana mau melahirkan dengn wajar orang bayi ny di tumbalin udh gitu blm waktu ny lahir juga

2024-07-15

6

Linda Raiyos

Linda Raiyos

untung beli nyoman sm nilu sukma bisa merebut jiwa satya,sehingga satya tdk jd korban mereka juga

2024-07-15

6

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!