BAB 6. DI BALIK BAHAGIA

Tanpa terasa waktu terus berjalan dan kini sudah satu minggu berlalu dan acara upacara adat mepamit dan dharma suaka pun di gelar di kediaman Beli Ngurah, sejak semalam di kediaman Beli Ngurah cukup ramai dengan semua persiapan sebab acara akan di gelar tepat jam 09.00 pagi ini.

Bahkan sejak kemaren kelurga dari Rico bukan lain Pak Tedi dan Ibu Reni serta kedua anak wanita nya bukan lain Sila dan Rena sudah berada di hotel untuk menghadiri acara adat tersebut, namun di balik hari bahagia yang di rasakan oleh Sari dan Rico ada Satya yang memendam dendam teramat sangat kepada Sari dan Rico namun semua rasa dendam Satya bisa di sembunyikan.

" Selamat ya Sar, akhir nya kamu menikah juga dengan bos besar, sudah kaya tampan lagi sungguh beruntung hidup mu Sar tidak seperti hidup ku, "

Ucap Andini sahabat Sari sejak kecil.

" Yang sabar Din, mungkin saat ini kamu melihat aku bahagia mendapatkan suami yang seperti itu tapi tidak tahu bagaimana selanjut nya, "

Jawab Sari sambil memegang tangan Andini yang duduk di samping nya.

" Lo... kok masih di sini ayo keluar itu bedande dan keluarga Rico sudah menunggu kamu di luar, "

Ucap Nilu Kadek diiringi senyum bahagia.

" Hehehe... iya bu, ayo Din kita kedepan seperti nya acara akan di mulai. "

Ajak Sari kepada Andini diiringi senyum simpul.

Kemudian mereka berdua pun berjalan menuju pendopo di mana acara akan di adakan, terlihat begitu anggun dan cantik Sari di balut dengan baju kebayak warna brown dan kain panjang serta hiasan di kepala nya menambah ciri khas gadis Bali.

Acara pun di mulai dengan hikmat dan saat itu pandangan Satya tidak lepas dari Sari seorang wanita yang mampu meluluhkan hati nya namun takdir tidak menyatukan mereka dan kini mau tidak mau Satya melepas Sari bersanding dengan lelaki lain, begitu menyakitkan hal itu bagi Satya namun ia mampu menahan nya dengan menghadiri acara tersebut.

" Seharus nya aku yang berada di samping mu bukan lelaki sombong itu tapi tidak masalah suatu saat kamu pasti berada di dalam pelukan ku. "

Gumam Satya dalam hati sambil menahan setiap perih yang ia rasakan.

Sedangkan di sisi lain ada Nilu Sukma dan Beli Nyoman yang sedang duduk berdampingan namun tatapan Nilu Sukma tidak lepas dari kedua orang tua Rico yang duduk tepat di seberang mereka dan hal itu memancing perhatian Beli Nyoman.

" Kamu sedang melihat apa Nilu? "

Tanya Beli Nyoman sambil memegang tangan Nilu Sukma.

" Aku melihat mereka berdua Beli, bagi ku ada yang aneh dengan mereka berdua, "

Jawab Nilu Sukma sambil masih memandang ke arah kedua orang tua nya Rico.

" Aneh nya mereka orang kota sedangkan kita orang kampung, sudah jangan di perhatikan terus tidak sopan. "

Ucap Beli Nyoman diiringi senyum simpul kepada istri nya.

Saat itu Nilu Sukma mencoba mengalihkan perhatian nya namun terasa sulit sebab sejati nya Nilu Sukma melihat ada dua sosok rangdha yang berdiri tepat di belakang kedua orang tua Rico dan hal itu yang membuat Nilu Sukma bertanya-tanya siapa mereka sebenar nya.

" Apakah orang kota itu pengikut ilmu rangdha sehingga ada sosok itu berdiri di sana atau kah ada orang yang ingin menghabisi mereka berdua, tapi apa perduli ku dengan hal itu. "

Gumam Nilu Sukma dalam hati sambil mencoba memalingkan pandangan nya.

Acara pun berjalan dengan cukup lancar tidak ada kendala sedikit pun hingga acara mepamit sebagai puncak acara sebagai izin mempelai wanita kepada leluhur sebab ia akan menikah dan ikut dengan suami nya dan acara mepamit hanya di lakukan bila mempelai berbeda keyakinan namun bila satu keyakinan tidak di adakan acara adat mepamit.

Semua berjalan lancar dan tidak ada gangguan sedikit pun, hingga acara berakhir sekitar pukul 17.30 dan semua para tamu pun kembali ke rumah masing-masing yang ada di kediaman Beli Ngurah hanya lah keluarga inti Rico.

" Aku sebenar nya ingin mengatakan sesuatu kepada Sari tapi bagaimana cara ku menyampaikan sedangkan Mama selalu berada di dekat Sari. "

Gumam Sila sambil memperhatikan Sari yang sedang berbincang dengan Reni bukan lain Ibu nya Rico.

Dan pasti nya saat itu Sari merasa aneh melihat sikap Sila yang terlihat tidak suka kepada nya namun Sari berfikir apa yang membuat Sila kakak tertua dari Rico tidak suka kepada nya, berbeda dengan Rena adik bungsu nya Rico yang terlihat cukup baik dan bersahabat dengan Sari.

" Kak Sari, sebentar lagi kan Kakak menikah dengan Abang ku, lalu kalian akan tinggal di mana nanti? "

Tanya Rena diiringi senyum ramah kepada Sari.

" Ya pasti nya di rumah Mama lah memang mereka akan tinggal di mana, pokok nya Mama tidak mengijinkan anak-anak Mama tinggal jauh dari Mama, "

Ucap Reni sambil memegang tangan Sari yang duduk tepat di samping nya.

" Kalau saya terserah Mas Rico saja akan membawa kemana sebab sebagai istri saya harus mengikuti suami, "

Jawab Sari diiringi senyum simpul dan sesekali melirik ke arah Rico.

" Benar sekali yang kamu kata kan Nak dan ingat Mama dan Papa ingin segera memiliki cucu dari kalian, "

Ucap Reni diiringi senyum bahagia.

" Iya Ma, semoga saja saya bisa memberikan keturunan secepat nya. "

Jawab Sari dengan tersipu malu di hadapan Reni.

Perbincangan itu pun berlanjut dan semakin hangat antara dua keluarga yang memiliki perbedaan sangat mencolok, sedangkan di kediaman Beli Nyoman ada Satya dan Nilu Sukma yang sedang duduk di gajebo dekat kolam ikan sambil berbincang ringan.

" Satya, apakah kamu melihat apa yang Ibu lihat tadi di rumah Beli Ngurah? "

Tanya Nilu Sukma sambil duduk di gajebo.

" Melihat apa maksud Ibu? "

Jawab Satya yang berbalik bertanya kepada Nilu Sukma.

" Tadi Ibu melihat ada dua rangdha berdiri di belakang kedua orang tua Rico, apakah kamu melihat juga Satya? "

Tanya Nilu Sukma dengan nada serus menatap Satya yang sedang memberi makan ikan di kolam.

" Aku tidak melihat nya tetapi Jaya melihat nya dan tadi ia mengatakan pada ku saat di mulai acara mepamit Bu, "

Jawab Satya sambil sesekali memalingkan wajah nya ke arah Nilu Sukma.

" Apakah orang kota juga mengenal ilmu rangdha dan menjadi pengikut nya, kalau begitu mereka juga memiliki keyakinan seperti kita lalu mengapa di adakan acara mepamit kalau seperti itu? "

Tanya Nilu Sukma yang terlihat bingung sendiri dengan berbagai pertanyaan yang muncul di benak nya.

Saat itu Satya tidak begitu menanggapi apa yang di katakan oleh Ibu nya sedangkan Nilu Sukma masih penasaran dengan apa yang ia lihat dan bila sudah penasaran pasti Nilu Sukma akan mencari jawaban nya.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

kira"sila mau bilng ap ya sama sari, jd penasaran.

2024-12-24

4

Calista

Calista

semoga aj satya tdk bikin ulah di acara ny sari nanti.

2024-12-24

4

Calista

Calista

cwek msh bnyk sat, cinta tdk hrs memiliki.

2024-12-24

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!