BAB 8. HARI H

Akhir nya hari yang di tunggu pun tiba, hari pernikahan Rico dan Sari mereka berdua sangat lah serasi dan pasti begitu banyak orang yang merasa iri dengan pernikahan mereka berdua dan pasti nya ada juga hati yang terluka karena cinta yang tak terbalas.

Acara di gelar cukup mewah di kediaman Rico, mereka menggelar acara party garden lampu dan bunga-bunga seakan mendukung acara pernikahan tersebut namun dari semua tamu yang hadir ada beberapa tamu undangan yang merasa ganjil dengan ada nya sapi merah.

" Itu maksud nya sapi merah di pajang di sana untuk apa ya? "

Tanya Pak Budi salah satu kolega dari Pak Tedi sambil memandangi sapi merah di ujung taman.

" Mungkin untuk pamer menandakan mereka orang kaya yang mampu membeli sapi dari luar negeri, "

Jawab Pak Sandi sambil bergantian ke arah Pak Budi lalu ke sapi merah.

" Dasar keluarga norak, tapi bagus lah dengan kenorakan mereka aku jadi punya bahan untuk berita di tabloid ku. "

Sahut Bu Ratih diiringi senyum sinis sambil memandang ke arah tuan rumah.

Kemudian mereka kembali menikmati sajian yang sudah di persiapkan, sedangkan di sisi lain ada Beli Nyoman dan Nilu Sukma yang sedang membicarakan suatu hal yang di dengar oleh Nilu Sukma siang tadi.

" Beli, aku rasa ada yang tidak beres dengan keluarga Rico ini, "

Ucap Nilu Sukma dengan sedikit berbisik kepada Beli Nyoman.

" Jangan suka berburuk sangka dengan orang lain tidak baik itu Nilu, mungkin mereka hanya sedang mengingatkan anak nya saja agar bersikap lebih baik, "

Jawab Beli Nyoman mencoba berfikir positif meski terbersit sedikit janggal memang.

" Yang jadi masalah itu bukan masalah anak wanita itu tapi yang jadi masalah itu kata-kata Pak Tedi yang mengadakan acara pesta semewah ini sedangkan perekonomian mereka sedang kacau, "

Ucap Nilu Sukma yang mencoba mengikuti ucapan Pak Tedi siang tadi.

" Sudah lah Nilu, jangan ikut campur urusan mereka tidak baik, kita doa kan saja pernikahan Sari dan Rico baik-baik saja. "

Jawab Beli Nyoman mencoba menghentikan perbincangan dengan istri nya sebab ada Beli Ngurah yang menghampiri mereka.

Kemudian mereka pun berbincang menikmati acara pernikahan yang cukup ramai dan mewah itu, sedangkan di sisi lain ada Satya yang sedang berada di rumah yang awal nya ia berniat akan beristirahat namun pendengaran nya terusik oleh suara yang berasal dari kamar kedua orang tua nya.

" Suara apa itu, berisik sekali jangan-jangan ada tikus masuk ke dalam kamar Aji. "

Gumam Satya sambil memandang ke arah pintu kamar kedua orang tua nya.

Akhir nya Satya pun melangkahkan kaki menuju ke pintu kamar kedua orang tua nya dan alangkah terkejut nya Satya saat pintu sudah terbuka terliat lah sosok tinggi besar, mata merah terbelalak, rambut putih panjang sambil memegang parang.

" Siapa... Siapa kamu... Mau apa kamu! "

Ucap Satya dengan mata terbelalak karena terkejut melihat sosok astral di hadapan nya.

" Satya... jangan takut aku Dadong mu, aku akan melindungi mu dari mereka yang berniat jahat kepada mu, "

Jawab sosok astral yang mengerikan sambil berjalan mendekati Satya.

" Bohong... kamu pasti berbohong, Dadong ku sudah lama meninggal dan sudah di aben, kamu pasti hantu! "

Ucap Satya dengan nada ketakutan melihat sosok astral tersebut.

" Apa untung nya aku bohong kepada mu Satya, sekarang kamu akan selalu dalam pantauan ku sebab akan ada yang mencelakai mu... Lo... Lo... Lo... Pingsan. "

Jawab sosok astral sambil melihat ke arah Satya yang pingsan di hadapan nya.

Maka tanpa berpikir panjang sosok astral yang mengatakan bahwa ia adalah Dadong (kakek/nenek dalam bahasa Bali) segera mengangkat tubuh Satya dan meletak kan nya di atas ranjang kemudian sosok itu pun kembali kedalam kotak hitam yang berada di atas lemari baju.

Sedangkan di kediaman Pak Tedi acara party garden telah usai waktu nya mempelai beristirahat kedalam kamar begitu juga dengan para tamu ada yang sebagian sudah pulang dan ada juga yang sudah masuk kedalam kamar untuk beristirahat.

" Sayang, sekarang kamu sudah menjadi milik ku seutuh nya, "

Ucap Rico sambil memegang pundak Sari yang sedang membersihkan wajah nya.

" Lalu kalau sudah jadi milik mu seutuh nya mau apa Mas? "

Tanya Sari diiringi senyum simpul sambil masih memegang telapak tangan Rico.

" Pasti nya aku meminta hak ku sebagai suami mu dan aku akan menunjuk kan keperkasaan ku malam ini, "

Jawab Rico sambil menggendong tubuh Sari.

" Yakin mau malam ini, bagaimana kalau lusa saja tunggu keluarga ku pulang ke Bali, "

Goda Sari sambil menyentuh hidung lancip Rico diiringi senyum simpul.

" Apa hubungan nya ada dan tidak ada mereka, lagi pula kamar kita berbeda dengan mereka. "

Ucap Rico sambil meletakkan tubuh Sari di ranjang.

Tanpa menunggu aba-aba dari Sari saat itu Rico mulai memulai permainan dan jari jemari nya sudah berkelana mengitari area permainan dan saat itu Sari pun tidak mau tertinggal start ia pun mulai memainkan mic yang sedari tadi sudah menjadi incaran Sari.

Saat mereka berdua sedang bersenandung di malam sepi dan cuaca yang mendukung, di sisi lain ada Pak Tedi, Rena dan Reni yang malam-malam hendak keluar dari rumah dan hal itu di ketahui oleh Beli Ngurah yang tanpa sengaja keluar dari kamar untuk mengambil air putih.

" Eh Pak Tedi, Bu Rena, Reni, kalian akan kemana malam-malam? "

Tanya Beli Ngurah dengan tatapan bingung bergantian memandang ke mereka bertiga.

" Emmm... Pak Ngurah kenapa belum tidur, kami akan emmm.... "

Jawab Pak Tedi dengan nada gugup dan pandangan bingung.

" Kami akan ke peternakan Pak Ngurah, sebab baru saja ada telefon kata nya ada masalah sedikit di peternakan, "

Sahut Bu Rena diiringi senyum simpul kepada Beli Ngurah.

" Oh begitu, apa perlu saya temani dan kebetulan saya belum ngantuk Bu, "

Jawab Beli Ngurah diiringi senyum ramah kepada Bu Rena.

" Oh tidak usah Pak Ngurah lebih baik Bapak istirahat saja pasti Bapak lelah, mari Pak Ngurah kami pergi dahulu.... "

Ucap Reni diiringi senyum renyah sambil mendorong tubuh kedua orang tua nya agar berjalan meninggalkan Beli Ngurah.

" Aneh... mungkin orang kaya memang suka aneh sikap nya. "

Gumam Beli Ngurah sambil menatap ke arah Pak Tedi, Bu Rena dan Reni yang berlalu dari hadapan nya.

Kemudian Beli Ngurah pun melangkahkan kaki nya menuju ke dapur untuk mengambil air es dan saat itu Beli Ngurah berjumpa dengan Beli Nyoman yang ternyata baru saja mengambil air minum untuk Nilu Sukma meminum obat.

Terpopuler

Comments

Calista

Calista

sungguh mulia hati mu beli, msh mendoakn kebahagian buat sari pdhl sari udh bikin ank mu patah hati.

2024-12-26

2

Calista

Calista

ternyata sosok itu yg ada di kotak hitam yg di ambil sm nilu sukma itu.

2024-12-26

2

Calista

Calista

gimana gak pingsan tuh satya orang sosok dadong ny serem kyk gitu.

2024-12-26

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!