Cuaca sangat cerah saat ini dan Sari pun sedang duduk-duduk di gajebo bersama Rena, tidak lama kemudian Rena mengajak jalan-jalan Sari untuk melihat-lihat kebun anggur yang cukup luas mengitari rumah yang mewah dan mega.
Saat Sari dan Rena melewati sebuah taman di sisi rumah terlihat rangkaian bunga tertata dengan indah nya dan pasti nya di dalam hati Sari bertanya-tanya akan ada acara apa kalau acara untuk doa kehamilan nya sangat lah mustahil sebab kehamilan nya masih berusia 3 bulan.
" Ma, akan ada acara apa di sini? "
Tanya Sari sambil menghentikan langkah kaki nya.
" Itu acara nya Papa nya Rico bersama kolega nya, sudah ayo kita melihat-lihat kebun Sar. "
Jawab Rena sambil menggandeng lengan Sari untuk melanjutkan langkah nya.
Kemudian Sari dan Rena pun melanjutkan perjalanan menuju kebun anggur yang cukup luas, pasti nya Sari sangat bahagia saat itu sebab biasa nya ia hanya melihat kebun anggur dari balkon kamar nya sebab Rena pasti melarang Sari untuk jalan-jalan selama hamil.
Tiba-tiba ada salah satu pekerja di kebun memberi tahu Rena bahwa ada tamu yang mencari diri nya maka segera lah Rena kembali ke rumah sedangkan Sari masih berada di kebun anggur, di saat itu tiba-tiba Sila muncul dan menghampiri Sari yang sedang memperhatikan buah anggur yang siap di panen.
" Sar, aku hanya mengingatkan mu saja, lekas pergi yang jauh dari rumah ini, selagi masih ada waktu, "
Ucap Sila sambil memegang lengan Sari dan pasti nya saat itu Sari cukup bingung dan terkejut.
" Maaf Mbak Sila maksud nya bagaimana ya, saya kurang paham dengan ucapan Mbak Sari, "
Jawab Sari sambil mengernyitkan dahi memandang ke arah Sila yang berdiri di sisi kiri nya.
" Dasar anak bodoh, secepat nya kamu pergi tinggalkan rumah ini dan itu semua demi kebaikan mu dan bayi mu, "
Ucap Sila dengan nada yang di tekan agar tidak terdengar percakapan mereka.
" Iya tapi ada masalah apa, lagi pula aku harus meminta ijin kepada suami ku sebelum aku pergi, "
Jawab Sari dengan tatapan serius kepada Sila yang terlihat geram saat itu.
" Terserah kamu saja yang penting aku sudah mengingatkan mu dan bila nanti terjadi sesuatu kepada diri mu dan bayi mu jangan menyesal. "
Ucap Sila sambil melepas pegangan nya dari lengan Sari lalu melangkah pergi meninggalkan Sari.
Saat itu Sari cukup kebingungan dengan kata-kata Sila yang tiba-tiba meminta nya untuk pergi dari rumah itu dan ada apa sebenar nya dengan keluarga Riko, tidak lama kemudian terlihat lah Riko berjalan mendekati Sari dengan senyum khas nya.
" Sayang, kamu kok kekebun sendirian, memang Mama dan Reni kemana? "
Tanya Riko sambil membelai lembut wajah Sari.
" Tadi aku dengan Mama kemari lalu kata pekerja ada tamu jadi Mama pulang lebih dahulu, "
Jawab Sari diiringi senyum ramah kepada suami nya.
" Ya sudah ayo pulang ke rumah, seperti nya sebentar lagi turun hujan. "
Ucap Riko sambil merangkul pundak Sari.
Sari pun menjawab dengan anggukan lalu mereka berdua pun berjalan menuju rumah yang cukup mewah dan megah, setiba nya di kamar Sari menceritakan apa yang di katakan oleh Sila saat di kebun anggur dan pasti nya sepontan Riko marah besar saat mendengar hal itu.
" Sayang, tadi Mbak Sila menemui ku di kebun anggur dan berkata aneh bagi ku, "
Ucap Sari sambil menyerahkan anduk ke Riko yang bersiap untuk mandi.
" Berkata apa dia kepada mu Sayang? "
Tanya Riko sambil membuka kemeja nya.
" Dia menyuruh ku pergi dari rumah ini sebelum terlambat lalu tadi siang saat aku tidur Mama dan Reni masuk kekamar kita lalu mengusap perut ku tiga kali sambil membaca seperti mantra sebab tidak jelas di pendengaran ku, "
Jawab Sari sambil duduk di tepi ranjang.
" Oh mungkin Mama dan Reni ingin mendoakan anak kita agar terlahir selamat secara ini kan cucu pertama Mama dan Papa, kalau masalah Mbak Sila sudah tidak perlu di anggap sejak dulu dia sirik ke aku secara kedudukan suami nya jauh di bawah ku. "
Ucap Riko sambil melangkah menuju kamar mandi, sedangkan Sari masih memikirkan ucapan Sila.
Tidak lama kemudian selesai lah Riko mandi dan setelah berganti baju tanpa banyak bicara Riko melangkah keluar dari kamar nya dan saat itu Sari berfikir bahwa Riko akan menemui Papa nya di ruang kerja namun ternyata Riko melangkah menuju ruang kerja Sila.
" Mbak Sila, apa maksud mu mengusir istri ku dari rumah ini? "
Tanya Riko sambil berdiri di hadapan Sila yang sedang berkutat dengan tumpukan kertas laporan.
" Aku tidak mengusir istri mu dari rumah ini, tapi aku kasihan saja melihat istri mu yang terkekang di rumah ini, "
Jawab Sila dengan nada tenang sambil melanjutkan membaca laporan di hadapan nya.
" Terkekang bagaimana maksud mu, istri ku sedang hamil dan harus banyak istirahat kata dokter sebab kandungan istri ku lemah, "
Ucap Riko dengan nada geram kepada Sila.
" Yakin seperti itu, atau ada hal lain yang sudah di rencanakan? "
Tanya Sila sambil meletak kan pena di atas meja kerja nya.
" Mbak silahkan kamu membenci aku tapi tolong jangan benci istri dan anak ku juga, kalau semua ini karena keputusan Papa membuat kamu mengusir istri ku dari rumah ini, biar nanti aku bicara dengan Papa agar suami mu saja yang memegang perusahan, "
Jawab Riko dengan suara pelan dan tatapan mata yang berkaca-kaca karena menahan emosi.
" Sudah selesai belum curhat nya, kalau sudah silahkan keluar dari ruang kerja ku sebab pekerjaan ku banyak. "
Usir Sila dengan nada dan tatapan dingin kepada Riko.
Tidak lama kemudian Riko pun memutar badan nya lalu melangkah keluar dari ruang kerja Sila dengan membawa rasa geram, setelah kepergian Riko dari hadapan nya Sila pun tanpa sengaja mengusap air mata nya yang tanpa sengaja jatuh di pipi nya karena mengingat tragedi yang pernah ia alami masa lalu.
" Andaikan saja saat itu aku mendengarkan ucapan almarhum mertua ku mungkin saat ini anak ku sudah berusia 5 tahun, maafkan Mama dan Papa mu yang bodoh ini nak. "
Gumam Sila dalam hati sambil masih menangis karena hati nya terasa sesak.
Sedangkan Rena dan Tedy saat ini sedang membicarakan masalah panen yang semakin menurun dari tahun kemaren dan pasti nya hal itu membuat Rena dan Tedy memutar otak untuk mengatasi krisis di dalam bisnis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Calista
kshn sila yg ternyata pernah kehilangn anak ny dulu.
2024-06-28
6
Calista
ternyata hasil panen kluarga rico lg menurun.
2024-06-28
6
Calista
si rico sllu bilng klu sila itu sirik krn jabatan dia sama suami ny sila lbh tinggi dia, pdhl kn bukn krn itu sila nyuruh sari pergi.
2024-06-28
6