Pagi ini kabut telah menyelimuti desa di mana Beli Ngurah dan Nilu Kadek tinggal, udara dingin yang cukup menusuk hingga ke tulang membuat orang lebih memilih berada di dalam rumah, namun tidak dengan Beli Nyoman dan Nilu Sukma serta Satya yang baru saja mengalami serangan gaib demi menyelamatkan Sari.
" Aji apa yang harus kita lakukan agar Sari terbebas dari cengkeraman mereka? "
Tanya Satya sambil menikmati sarapan pagi di meja makan.
" Nanti coba Aji berbicara masalah ini dengan Beli Ngurah dan semoga saja dia tidak berfikir macam-macam, "
Jawab Beli Ngurah sambil sesekali meniup kopi di cangkir yang sedang ia pegang.
" Aku cukup yakin pasti mereka berdua akan menuduh kita lah yang melakukan semua ini kepada Sari dan bayi nya, "
Ucap Nilu Sukma sambil meletakkan pisang goreng di hadapan Satya.
" Ya nanti coba aku jelaskan siapa sebenarnya pelaku nya dan selama ini pola pikir mereka salah. "
Jawab Beli Nyoman sambil mengambil gorengan pisang di hadapan nya.
Sedangkan di sisi lain tepat nya di kediaman Beli Ngurah sedang membahas kejadian semalam dan mencoba menghubungi Sari untuk menanyakan apa yang sebenar nya terjadi namun Sari tidak mengangkat telepon dari Nilu Kadek membuat kekhawatiran Beli Ngurah dan Nilu Kadek semakin menjadi.
" Kemana anak ini, kenapa dari semalam tidak di angkat telepon ku? "
Gumam Nilu Kadek sambil masih mencoba menghubungi Sari.
" Apakah benar Sari sudah melahirkan anak nya, coba Nilu menghubungi Riko untuk menanyakan keadaan Sari, "
Pinta Beli Ngurah sambil menikmati segelas kopi di hadapan nya.
" Sudah aku hubungi Riko namun ponsel nya sedang tidak aktif. "
Ucap Nilu Kadek sambil masih mencoba menghubungi Sari.
Di sisi lain tepat nya di kediaman Pak Tedy sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi namun suasana pagi ini cukup canggung tidak ada percakapan satu dengan yang lain, mereka semua terlihat sedang bermain dengan pikiran masing-masing.
Sedangkan saat itu Sila sudah tidak mampu lagi menahan gejolak dalam hati nya, ingin sekali ia memberi tahu Sari dan Riko tentang apa yang sudah terjadi di dalam keluarga tersebut, pasti nya Sila mengetahui apa resiko nya bila ia menceritakan apa yang terjadi dengan keluarga tersebut.
" Aku tidak bisa hanya tinggal diam dengan masalah ini, Sari dan Riko harus tahu apa yang sebenar nya terjadi meski seriko yang aku hadapi nanti harus mempertaruhkan nyawa ku. "
Gumam Sila dalam hati sambil sesekali melirik ke arah Sari dan Riko yang duduk tidak jauh dari Sila.
Sekitar 30 menit kemudian mereka semua selesai sarapan dan mulai melakukan aktivitas masing-masing, sedangkan Sari lebih memilih menuju ke perkebunan anggur untuk menghibur diri setelah kehilangan bayi nya, tidak lama kemudian tiba lah Sari di pembudidayaan anggur.
" Bagaimana kondisi mu sekarang Sar? "
Tanya Sila yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di sebelah kiri Sari.
" Baik, hanya aku masih bingung di mana jasad putra ku sedangkan Riko juga tidak mengetahui nya, "
Jawab Sari sambil sesekali memandang ke arah Sila berdiri.
" Ayo ikut aku jika kamu ingin tahu jasad putra mu dan akan aku beritahu semua nya kepada mu meski sudah terlambat. "
Ucap Sila sambil memegang lengan Sari menuju ke arah belakang rumah.
Saat itu sebenar nya Sari berfikir keras tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada nya dan bayi nya, serta Sari memikirkan ucapan Satya yang ia anggap hanya sekedar mimpi meski itu semua terasa cukup nyata, hingga akhir nya langkah Sari dan Sila berhenti di sebuah pohon beringin yang cukup besar dan mungkin sudah berusia ratusan tahun.
" Untuk apa kita kemari? "
Tanya Sari dengan nada dan tatapan datar kepada Sila yang berdiri di depan nya sambil membelakangi Sari.
" Kamu lihat itu gundukan tanah baru di galih dan juga kain hitam yang menutupi batu di sana? "
Jawab Sila yang berbalik bertanya sambil menunjuk ke arah sebuah gundukan dekat pohon beringin.
" Iya aku melihat nya, memang nya apa yang di kubur? "
Tanya Sari sambil mengernyitkan dahi dan tatapan penuh curiga.
" Di sana lah jasad anak mu di makam kan oleh mereka setelah di gunakan untuk ritual oleh sekte sesat mereka, "
Jawab Sila dengan nada suara bergetar karena menahan emosi yang seakan tidak terbendung.
" Sekte sesat? Mereka siapa yang kamu maksud dan untuk apa semua ini? "
Tanya Sari yang terlihat semakin bingung mendengar penjelasan Sila.
Kemudian Sila pun menjelaskan kepada Sari bahwa kedua orang tua nya masuk kedalam sekte sesat demi mendapatkan kekayaan seperti yang di lihat oleh Sari saat ini dan bahkan Sila juga menjelaskan bahwa mereka bertiga bukan lain Sila, Riko dan Reni bukan lah anak kandung dari Pak Tedy namun mereka bertiga berbeda-beda Ayah nya.
Saat mendengar hal itu sontak kepala nya Sari merasakan sangat sakit hingga ia jongkok di atas tanah sambil memegang kepala yang sakit nya tidak terkira, di saat yang bersamaan Sari meningat semua perkataan Satya semalam yang ia temui di dalam mimpi bagi Sari.
" Apakah kamu bisa mengantarkan ku ke goa? "
Tanya Sari sambil mencoba bangkit berdiri dari jongkok nya.
" Apakah kamu mengetahui tentang goa tempat mereka semua melakukan ritual? "
Jawab Sila sambil berbalik bertanya kepada Sari yang menahan rasa sakit di kepala nya.
Saat itu Sari hanya menjawab dengan anggukan, kemudian Sila menunjuk ke sebuah semak-semak dan mengatakan bahwa pintu goa itu berada di balik semak-semak tersebut dan saat Sari akan mendatangi goa tersebut di tahan oleh Sila sebab ia melihat Riko sedang berjalan menuju ke arah Sari dan Sila.
" Sedang apa kalian di sini? "
Tanya Riko dengan tatapan bingung bergantian memandang ke arah Sila dan Sari.
" Kami hanya berjalan-jalan saja dan aku mencoba menghibur istri mu saja, "
Kilah Sila mencoba menutupi niat nya sesungguh nya.
" Bukan nya kamu tadi sudah pergi ke kantor Mas, kenapa kembali lagi? "
Tanya Sari sambil memijat kening yang terasa nyeri.
" Ada berkas yang tertinggal jadi aku kembali untuk mengambil nya, apakah kamu sedang sakit sayang? "
Jawab Riko sambil memegang pundak Sari.
Saat itu Sari hanya menjawab dengan menggelengkan kepala dan di iringi senyum simpul lalu mengajak Riko kembali kerumah, sedangkan Sila agak merasa lega setelah memberi tahu Sari tentang apa yang sudah terjadi meski belum semua di ceritakan oleh Sila kepada Sari.
Sedangkan saat itu dalam hati terkecil nya berkata merasa kecewa kepada Riko yang telah banyak menyembunyikan prihal keluarga nya kepada Sari, ia merasa sudah tertipu oleh Riko sedangkan selama ini Sari mengira keluarga Satya lah yang menganut sekte ilmu hitam namun ternyata keluarga Riko lah yang penganut sekte sesat hingga anak nya sendiri kini menjadi korban nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Linda Raiyos
owalah ternyata sila dn kedua saudara ny beda" ayah
2024-07-15
6
Linda Raiyos
akhir ny sila ksh tau sari jg, tp kira" sari percaya tdk ya sama ucapan ny sila itu
2024-07-15
6
Linda Raiyos
ayo sila ksh tau sari dn rico penyebab knp bisa bayi mereka tdk ada.
2024-07-15
6