#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)

Walaupun Eleanora ingin cepat-cepat mendapatkan Informasi yang terkait dengan Penyihir hitam dan Yang Mulia Ratu, terlebih dahulu Dia masih harus makan malam bersama dengan Grand Duke Iveltto, Ayahnya.

~>Di meja makan..

“Jadi, bunga itu yang tidak bisa tumbuh akhir-akhir ini ?”

“Begitulah.. Padahal Ayah sudah mencari orang yang pakar tanaman, tapi tidak ada hasil sama sekali. Bunga itu tetap tidak mekar...”

Topik makan malam kali ini adalah Bunga Peri malam yang tidak tumbuh lagi didalam Rumah kaca. Sebagai informasi tambahan, Bunga ini adalah bunga yang paling di sukai oleh Grand Duchess Sofia.

Eleanora cukup merasa iba karena wajah Ayah nya terlihat tidak bersemangat sama sekali. Alasannya simpel. Karena lewat bunga-bunga itulah Beliau dapat melepas rindu dan merasa tenang di kala tengah merasa cemas dan juga tidak tau akan bercerita kepada siapa. Dulu Duchess Sofia selalu menjadi tempat bercerita baginya, namun hal itu telah tergantikan lewat bunga. Tapi sepertinya Bunga itu juga ingin pergi meninggalkan Grand Duke.

“Ayah, Eleanora berjanji akan menemukan orang yang bisa membuat Bunga itu hidup lagi di kediaman ini.”

“Tida perlu, El... Mungkin ini suratan takdir agar Ayah tidak lagi terpaku pada Masa lalu...” Beliau berhenti sejenak, lalu lanjut berucap “Tapi semua yang di lakukan Ibu Mu masih membekas El. Ayah tidak ingin mengingatnya, namun pikiran Ayah berkelana dengan sendirinya pada masa-masa yang sudah berlalu..”

Mungkin karena bunga, mood Grand Duke Iveltto benar-benar terombang-ambing. Makan malam yang biasa nya di penuhi dengan tawa kini berganti. Memang benar adanya tentang perkataan roda selalu berputar, berlaku juga untuk Mood.

...*...

...*...

...*...

...*...

Makan malam pun diakhiri dengan nuansa yang amat muram. Bahkan setelah mengudara dengan Rangga yang menjadi tunggangan nya saja, masih membuat Eleanora tenggelam dalam kekhawatiran tentang Ayahnya.

“Master, Apakah jubah saja cukup ? Ku rasa Master membutuhkan alat sihir untuk mengubah suara, warna rambut dan mata. Topeng bila perlu.” Cetus Rangga membuyarkan Pikiran Eleanora.

“Ah.. Maaf.. Lagi-lagi Aku tenggelam dalam pikiran..” Tukas Nya sambil memijat pangkal hidung. “Rangga, kita mendarat di pusat Kota tapi di bagian yang di lewati oleh Bangsawan tingkat rendah dan juga penduduk biasa.. Kita perlu mengetahui dimana letak Guild Itu dan juga watak dari pemilik Guild.”

“Kenapa penduduk biasa yang di jadikan tempat untuk bertanya, Master ?”

“Tentu saja karena mereka lebih bisa di percaya.”

***

Beberapa saat kemudian, Mereka sudah mendarat. Kali ini gantian Ranga yang sudah berubah menjadi kucing kecil dengan warna hitam (pastinya) dan melayang-layang di sekitar Eleanora.

“Master, apa Kita hanya akan berdiri seperti Manekin saja ?”

“Kau cerewet sekali, Rangga.. Ayo berjalan-jalan sebentar. Pasti Kita akan menemukan sesuatu.”

Eleanora pun melebur dengan keramaian sambil mengawasi sekitarnya.. Walaupun Bulan sudah menggantung sempurna di puncak tertinggi saat ini, tidak menurunkan aktifitas dari orang-orang sedikit pun.

“Bunga... Tuan, Bunga nya.. Kau akan memiliki tidur yang nyenyak jika-“

“Pergi. Jangan mengganggu Ku.!”

Walaupun di tolak dengan menyakitkan, tidak menjadikan gadis itu patah semangat.

“Nyo.. Nyonya, apakah Anda tertarik dengan bunga ? Bunga ini tampak cantik seperti Anda-“

“Jangan dekat-dekat dengan gaun Ku.. Ini keluaran terbaru, akan hilang harga pakainya jika di sentuh oleh Orang seperti Mu.!”

Walaupun di tolak berkali-kali oleh orang yang di tawari, Gadis kecil itu tetap setia menawari bunga nya. Dia tampak lebih baik jika di caci maki dari pada pulang dan tidak membawa uang sepersen pun.

Eleanora sudah menyaksikan gadis itu sejak penolakan berlebihan dari orang-orang. Dia pun memilih untuk lewat di depan gadis itu.

“Kakak Cantik, apakah Kau tidak ingin membeli bunga yang mirip dengan Mu ?” Tawar Gadis kecil itu.

Eleanora tampak tersenyum dengan gadis kecil ini karena bermulut manis “Bunga nya cantik. Harga nya berapa ?” Sambil menerima setangkai bunga yang di berikan.

“1 Koin Perunggu.”

“Baiklah, Aku akan membeli semu- Eh ?” Eleanora tampak terkejut dengan yang Dia lihat di dalam keranjang Bunga. Dia memang sengaja lewat di depan Gadis itu dan membuatnya tampak senatural mungkin. Tapi siapa sangka di dalam keranjang bunga itu terdapat Bunga Peri malam ? Bunga yang tak bisa tumbuh setelah di rawat dengan sangat ekstra di Kediaman Grand Duke, Kini tengah di jual oleh penduduk biasa ? Bagaimana mungkin Dia tidak kaget.

“Kakak ? Apa tadi Kakak mengatakan ingin membeli semua bunga Ku ? Baiklah, harga nya Cuma 1 Koin Perak.” Ujar nya dengan mata yang berbinar-binar.

“Emm.. Aku ingin semuanya...” Sahut Eleanora sambil mengambil keranjang bunga dari tangan Gadis itu dan memberikan 5 Koin Perak.

“Apa Kakak ingin meminta tolong sesuatu ?”

“Kenapa Kau berpikir seperti itu ?”

“Karena Kakak memberikan jumlah Koin yang tidak sesuai dengan harga Bunga yang Sara katakan.”

“Kau benar. Bisakah Kau memberitahu toko yang menjual peralatan sihir terbaik di sekitar sini ?”

“Kakak punya banyak uang, kenapa tidak pergi ke tempat yang biasa Bangsawan masuki ?”

“Barang yang bagus biasa nya tersembunyi di tempat-tempat yang jarang di masuki orang-orang berduit.”

“Perkataan Kakak seperti paman yang keluar dari toko alat sihir yang ada di sebelah toko bunga milik Kak Sora. Mari, ikuti kemana Sara melangkah..”

Eleanora pun mengikuti langkah kecil milik gadis yang bernama Sara itu. Bunga-bunga yang ada di dalam keranjang sudah Dia masukkan ke dalam dimensi dan di jaga baik-baik oleh Bella agar tidak layu dan sebagainya. Eleanora mengatakan lewat Transmisi suara bahwa Bunga itu akan Dia berikan untuk Ayah Nya.

...*...

...*...

...*...

...*...

Tidak ada percakapan di antara kedua nya selama perjalanan. Sara benar-benar tampak tekun menuntun jalan, sampai lupa bahwa kebiasaan nya adalah bericara. Maka Eleanora pun memilih untuk bertanya,

“Toko bunga Mu jauh juga dari empat Kau menjual tadi. Apakah sedang mencari pelanggan baru ?”

“..Tidak.” Wajah yang sejak tadi tampak ceria berangsur-angsur mengilang. Eleanora pun merasa pasti ada sesuatu yang terjadi.

“Oh.! Lihatlah, Itu Sara. Dia pasti pulang setelah bunga nya di injak-injak oleh orang-orang yang Dia tawari saat tengah lewat.”

“Hahaha, sudah pasti. Dia tampak sangat optimis.”

Dua orang wanita yang tapak belasan tahun lebih tua dari Sara itu tengah berteriak menyambut kedatanganya dengan cemoohan.

Atensi Eleanora sudah pasti tertuju pada mereka. Mereka berdiri di depan toko bunga yang tampak sangat cantik dengan berbagai macam pernak-pernik mewah.

“Apa mereka saingan bisnis Kakak Mu ?” Bisik Eleanora.

“..Emm” Sara hanya mengangguk. Dia hanya melihat ke bawah saja. Energinya seakan tersedot habis.

“Abaikan mereka saja.. Tokoh alat sihir dan tokoh Kakak Ku masih 500 meter lagi.” Ucapnya sambil menggandeng tangan Eleanora.

“Apakah Kali ini Kau ingin memakai sistem memaksa pelanggan ?”

“Astaga... Mirip sekali dengan sikap Kakak Mu..”

“....” Sara terdiam sambil menggigit ujung bibirnya. Berharap agar Dia bisa sabar dengan penghinaan yang di lontarkan untuk Sang Kakak.

“Hei Nona Muda, jika ingin bunga masuklah ke toko Kami. Kualitas nya lebih bagus dari pada milik Kakak dari gadis yang sedang menggandeng tangan Anda itu..”

“Bunga-bunga ini di rawat oleh tangan-tangan berbakat. Bukan dengan tangan yang biasa menyentuh berbagai macam pria yang membayar dengan harga tinggi.”

“Hahahaha..”

Ke dua orang itu terus saja melontarkan kata-kata untuk Eleanora. Eleanora pun berhenti tepat di depan mereka. Kuda-kuda nya yang kuat membuat Sara tidak bisa melanjutkan langkah nya.

“Seperti apapun Tokoh Bunga milik gadis kecil ini dan Kakak Nya, Kurasa lebih baik dari pada milik Kalian.. Kata-kata yang Kalian lontarkan itu benar-benar mencerminkan seberapa rendahnya otak dan etika Kalian.”

“A.. Apa ?! Kau tidak percaya pada Kami ?”

“Hmpt, jika ingin pergi maka pergilah.. Kau akan sadar perbedaan kualitas yang sangat signifikan.”

“Pfftt... Kualitas ? Saat ini pun Aku sudah tau kualitas yang di miliki oleh Tokoh Kalian. Sangat rendah.!” Lontarnya dengan wajah datar dan tatapan dingin. “Dua gadis yang umur nya belasan tahun lebih tua dari Sara, membuli dan mencaci maki nya dengan anyaman-anyaman perkataan yang tidak seharusnya di perdengarkan kepada anak kecil. Kau masih ingin membahas kualitas dengan Ku ?” Tuntas nya sambil melipat tangan di dadanya.

“.....”

Diam. Tak ada jawaban yang keluar. Mental kedua gadis itu tampak menciut di hadapan tekanan yang di berikan oleh Eleanora.

“Sara, Ayo Kita pergi.” Cetusnya menghancurkan keheningan yang menyelimuti mereka sambil menggendong Sara dengan sangat enteng. Meninggalkan dua wajah yang tampak kesal dan jengkel dengan kekalahan mereka.

“Tu.. Turunkan Sara.. Sara sangat berat.. Kak Sora sering mengeluh kalau menggendong Sara dalam jangka waktu yang lama.”

“Tentu saja Kakak Mu mengeluh.. Tangan nya di pakai untuk merawat bunga, bukan berlatih seperti Ku.”

***

Kliingg...

Lonceng pun berbunyi saat pintu di buka oleh Eleanora.

“Sara ? Kenapa baru pulang ? Dan Siapa yang menggendong Mu ?”

“Kak Sora, Kakak cantik ini yang membeli semua bunga yang Sara jual... Maaf karena Sara pulang selarut ini..” Katanya sambil memegang jemari-jemari gemulai milik Sora.

“Ah, terimakasih karena sudah membeli dan menggendong Sara. Apakah Sara terluka ? Kenapa bisa di peluk oleh Nona yang cantik ini ?”

Eleanora tersenyum dengan perkataan Sora. Baik Sora maupun Sara, kedua nya benar-benar berhasil membuat Eleanora menyunggingkan senyum di wajahnya malam ini.

“Master, mata gadis yang bernama Sora itu...”

“Aku tau.. Sekali lihat saja langsung tau bukan ?”

Alasan Eleanora tersenyum karena Sora, Kakak dari Sara memiliki mata yang sepertinya tidak berfungsi. Mata nya terbuka, Dia memiliki iris mata berwarna hitam, namun tampak sebuah siluet putih bening yang menutup Netra nya.

“Silahkan duduk di kursi yang ada. Saya akan mengambil cemilan yang ada di belakang.”

“Terimakasih.” Sahut Eleanora yang kini duduk berhadapan dengan Sara yang di minta Kakaknya untuk menemani dari pada membantu dirinya.

“Kakak cantik Mu itu memiliki Kapasitas Mana yang besar ya.”

“Em.. Itulah yang membuat Kakak dapat beraktifitas dengan leluasa. Walaupun tidak bisa melihat warna apapun selain warna abu-abu.. Menurut yang Kakak katakan, Dia hanya dapat melihat kehadiran Ku dalam bentuk abu-abu saja, Namun Kakak pernah melihat Ku dengan sangat jelas. Hanya sekali.”

“??”

“Memang sulit di pahami.. Waktu itu Kakak pernah menolong seorang pendeta, sebagai ucapan terimakasih Dia ingin memberikan imbalan, namun Kakak menolak. Kedua belah pihak keras kepala, sehingga Kakak memilih mengalah dan bertanya apakah kekuatan suci bisa membuatnya melihat walau hanya beberapa detik saja ? Dan pendeta itu mengiyakan. Kakak pun dapat melihat untuk pertama kalinya dan memeluk Ku dengan sangat erat. Dia terus memuji bahwa Aku memiliki wajah yang cantik tanpa menyadari bahwa Dia memiliki wajah yang lebih indah lagi..”

“Berapa lama Kakak Mu dapat melihat ?”

“Satu jam... Selama itu, Kakak melihat warna bunga yang Dia hasilkan. Dia terkagum-kagum karena warna dan rupa dari bunga yang sangat indah. Satu jam itu benar-benar membuat Ku dapat melihat Kakak yang tersenyum dengan sangat ceria.. Selama ini Kakak memang selalu tersenyum, namun senyum saat Dia bisa melihat warna lain itu sangat berbeda. Aku ingin di pilih oleh kekuatan suci, sehingga dapat membuat Kakak melihat lagi. Walau sepertinya sulit.”

Thukkh..

Eleanora meletakkan tangannya di kepala Sara dan mengacak-acakan poni gadis kecil itu.

“Jangan patah semangat. Kekuatan suci selalu bangkit pada orang-orang yang di setujui oleh para Dewa Dewi. Siapa tau di masa mendatang Kau adalah orang yang di pilih oleh Mereka kan ?”

Setelah itu Sora pun masuk membawa cemilan. Mereka mengobrol sedikit dan sampailah pada percakapan yang serius.

“Kau sangat pintar merawat bunga, apalagi Bunga Peri malam.. Kenapa Kau tidak bekerja di kediaman bangsawan saja ?”

“Aku ingin, namun tertahan dengan beberapa hal. Ada yang mempersalahkan mataku, katanya mengerikan. Ada juga yang tidak mempersalahkan mata Ku namun mempersalahkan keberadaan Adik Ku. Merawat bunga berarti tinggal di kediaman orang tersebut, mereka enggan untuk mengijinkan Aku membawa Sara.”

“Separah itu ?”

“Ada yang lebih parah.. Entah dari keluarga mana, namun ada Tuan Bangsawan yang menyukai wajah Kak Sora. Dia ingin membawa Kakak ke kediaman Nya, namun Kakak menolak. Dia pun marah dan membangun toko bunga yang Kita lihat tadi. Dia menyebarkan rumor buruk tentang Kak Sora, merekrut karyawan tokoh yang memiliki sikap seperti nya dan membuat Tokoh bunga Kak Sora sepi..”

“Itulah yang membuat Mu menjual Bunga dengan jarak yang jauh dari lingkungan yang tersebar rumor buruk tentang Kakak Mu ?”

“Emm...”

“Sara.. Tenang saja, semua ini akan berlalu..” Nasehat Sora.

“Bagaimana jika ada Bangsawan yang tidak mempersalahkan apapun tentang Mu, dan hanya fokus pada bunga yang Kau rawat ?”

“Tentu saja Aku akan bekerja dengan senang hati.. Sara sudah hampir menginjak usia 12 tahun.. Dia harus masuk sekolah yang bagus agar nasib nya berbeda dengan nasib Ku.”

Eleanora pun mengambil cemilan dan bangkit berdiri, “Camkan kata-kata Mu itu. Terimakasih atas cemilan ini, Aku pergi dulu~”

“Dadaahh~ Datang lagi yaa” Ucap Sara sambi melambai penuh semangat.

Eleanora tersenyum dengan perkataan Sara. Sebelum melangkah keluar dari pintu, Dia berbalik dan berucap “Iya Sara.. Sampai bertemu lagi.”

Klek.

Pintu yang tertutup menyisakan tanda tanya di benak Sora. Apakah benaknya salah mengartikan perkataan yang di tangkap oleh Kuping beberapa saat yang lalu?

...*...

...*...

...*...

...*...

Eleanora pun mampir ke tokoh alat sihir yang di tunjuk oleh Sara sebelum mereka memasuki tokoh bunga. Eleanora langsung masuk dan menjejali segala aksesoris sihir. Penjaga tokoh itu tampak tersenyum dan bertanya,

“Nona muda, seperti apakah Benda sihir yang Anda cari ? Akan Saya bantu pilihkan.”

“Apakah ada alat yang dapat mengubah warna rambut, mata dan juga mengubah suara Ku ?”

“Tentu saja ada. Ini dia.” Sambil menyodorkan anting yang berada di sebuah kotak merah.

“Apakah ada batas waktu dalam memakai benda ini ?”

“Tidak.. Tentu tidak.. Itulah yang membuat harga nya mahal. Hanya saja..”

“Hanya saja ?”

“Benda sihir ini akan hancur jika Anda menggunakan kekuatan yang besar.”

“Kekuatan yang Seperti apa ?”

“Seperti kekuatan dari Hewan Roh milik Anda yang jika kekuatannya setara dengan spirit level menengah ke atas, atau bahkan Shinsu.. Tapi tidak mungkin. Saat ini Aku belum pernah mendengar ada yang bisa memanggil Spirit level menengah. Orang-orang saat ini berlomba-lomba untuk menjadi penyihir ataupun kesatria yang pandai dan lihai dalam mengunakan Aura.”

“Ah ~ Begitu rupanya..” Jawab Eleanora sekenanya karena kedua kekuatan yang di jelaskan oleh orang itu sudah Dia miliki.

“Berapa harga anting ini ?” Eleanora pun memilih untuk ganti topik.

“20 Koin Emas.”

Eleanora langsung menyodorkan cincin dengan permata berwarna biru yang ada di jari telunjuknya. Saat pergi dari rumahnya, Eleanora baru memakai cincin itu.

Cincin ini bukan hanya hiasan semata. Dia di ciptakan oleh sihir yang menggabungkan sihir perluasan ruang, sihir ringan, dan sihir pemanggil. Di dalam ruang cincin itu, tersimpan ribuan koin emas yang di berikan oleh Kepala Pelayan, Simon, karena Eleanora tidak ingin memiliki pelayan untuk saat ini dan lebih memilih untuk memiliki koin emas karena lebih berguna. Tentu saja permintaan nya langsung di kabulkan oleh Grand Duke Iveltto yang memiliki kekayaan yang melimpah.

“20 Koin Emas,” Gumamnya pelan, dan jumlah koin yang di inginkan pun langsung muncul di atas meja.

“Aku ingin membeli topeng.. Karena meskipun rambut, mata dan suara Ku berubah, wajah Ku tetap sama. Aku ingin menutup wajah ini.”

“Topeng ? Karena wajah Anda cantik dan juga telah membeli item yang mahal, topeng ini Saya berikan sebagai bonus.”

“Terimakasih.” Eleanora tersenyum tipis.

Eleanora pun bertanya tentang letak dari Guild telur emas. Penjual alat sihir itupun memberitahukan tentang posisi nya secara lengkap. Dan di simak dengan baik oleh Rangga. Dia yang akan menuntun jalan, jadi Dia yang harus paling paham.

Setelah menjelaskan secara detail, penjual itu mendekatkan wajahnya ke arah Eleanora, jarak keduanya hanya di pisahkan oleh Etalase barang saja.

“Aku memberitahukan ini karena Aku suka dengan Koin Emas yang Kau berikan Nona,”

“Kau jujur sekali..” Batin Eleanora kagum.

“...Pemilik dari Guild itu di kenal dengan pedang bermata dua. Walaupun begitu, tak bisa di pungkiri bahwa informasi yang mereka berikan sangat akurat dan terpercaya. Mereka bahkan dapat mengetahui berapa gelas teh yang di minum oleh Yang Mulia Raja hari ini. Nona muda, jika Anda sangat ingin menyembunyikan identitas, maka Anda harus berhati-hati saat pulang dari Guild itu. Jika mereka merasa curiga sedikit saja, maka mereka akan menggali informasi tentang Anda.”

“Apa ada lagi yang Kau ketahui ?”

“Em ~ Ah, pemimpin Guild itu memang seorang lelaki, namun Dia memiliki dua bawahan kepercayaan, satu laki-laki dan satu perempuan. Bahkan sampai di juluki tangan kanan dan kiri dari pemimpin Guild telur emas.”

“Terimakasih.” Ucap Eleanora dan lima koin emas muncul lagi di atas meja. Menciptakan mata yang tampak berbinar-binar.

“Itu uang Tip. Aku senang karena informasi Mu sangat berguna.”

“Datang lagi Nona.. Anda akan mendapatkan perlakuan spesial dari toko ini.”

...*...

...*...

...*...

...*...

Eleanora dan Rangga pun sudah tiba di tempat Guild Telur Emas. Mereka berdua kini tampak sangat syok dan terpukul dengan yang mereka lihat.

“Master, Aku sempat khawatir Kita akan nyasar atau bahkan tidak menemukan tempat dari Guild ini.. Tapi, siapa sangka..”

“Kau benar, Rangga. Aku bahkan memikirkan tempat yang misterius dan penuh dengan nuansa rahasia. Siapa yang dapat menyangka bahwa tempat ini di tempeli papan sebesar baliho dengan tulisan ‘Guild Telur Emas’ dan yang lebih parah nya lagi, mereka manambahkan sihir cahaya sehingga papan itu kelap kelip dengan hebooh.!” Teriak Eleanora di dalam batinnya.

Memilih mengabaikan hal itu, Eleanora pun memilih masuk. Kedatangannya di sambut. Dan Dia pun di tanya oleh seorang pelayan pria.

“Sesuai dengan informasi yang Anda butuhkan, Berapa banyak Koin emas yang akan Anda keluarkan ?”

“500 Koin emas.”

“Saya akan mengantar Anda untuk bertemu dengan pemimpin Guild secara langsung... Mari ke sebelah sini..”

Eleanora menurut.. Dia mengekor tanpa mengeluarkan gerak-gerik yang mencurigakan. Tapi keheningan itu malah membuat Eleanora terjun bebas dalam lautan pikirannya..

“Guild ini pasti memiliki kualitas yang bagus. Tapi Aku agak ragu dengan pemimpinnya. Sesuai yang di beritahukan, pemimpin Guild ini pasti tidak dapat dipercaya seutuhnya. Dan lagi, kenapa sejak tadi jantung Ku berdebar dengan kencang ? Apakah tubuh ini sedang memberitahu sesuatu ? Tapi apa ? Aku-“

“Nona, silahkan masuk.” Perkataan pelayan pria yang sudah membuka pintu itu berhasil menerobos masuk pikiran Eleanora.

Netra Eleanora langsung beradu dengan pemimpin Guild yang tengah duduk dengan gagah di kursi kebesarannya. Di sisi kanan dan kiri nya terdapat pria dan wanita yang di kabarkan menjadi tangan kanan dan kiri dari pemimpin Guild.

Anehnya, yang Eleanora lihat adalah wajah pemimpin Guild dan dua orang itu tampak buram. Apa netra nya bermasalah ?

“Master, Mereka juga memakai sihir agar orang tidak bisa melihat wajah Mereka. Biasa nya orang-orang akan melihat wajah yang bukan milik Mereka, namun Karena Master lebih kuat secara fisik dan psikis, membuat wajah Mereka tampak buram dan tidak jelas.”

“Asael, Aku ingin melihat wajah mereka bertiga.” Kekeh Eleanora yang semakin penasaran.

“Gampang Master.”

Asael pun mengalirkan kekuatannya ke iris Mata Eleanora.. Saat penglihatannya menjadi jelas, Dia cukup terbelalak dengan yang Dia lihat.

Eleanora tampak menyeringai penuh arti, dan ber batin “Pantas saja tubuh ini bereaksi.. Mereka bertiga adalah orang-orang yang mengkhianati Eleanora di dunia ini maupun di Bumi abad 21.”

“...Sungguh, Aku tidak perlu capek-capek mencari Kalian.” Lanjutnya lagi yang kini sudah melangkah masuk.

...*...

...*...

...*...

~> Sora

~> Sara

...*...

...*...

...*...

Holaa💃 Maaf kemarin Author tidak Up🫂 Tapi, walaupun kesal Jan lupa like sama komennya yaa😌, Love You Guys❤️‍🔥 See You in the next Chapter 💅👻

Episodes
1 #Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2 #Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3 #Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4 #Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5 #Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6 #Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7 #Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8 #Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9 #Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10 #Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11 #Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12 #Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13 #Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14 #Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15 #Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16 #Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17 #Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18 #Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19 #Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20 #Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21 #Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22 #Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23 #Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24 #Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25 #Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26 #Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27 #Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28 #Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29 #Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30 #Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31 #Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32 #Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33 #Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34 #Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35 #Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36 #Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37 #Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38 #Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39 #Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40 #Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41 #Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42 #Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43 #Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44 #Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45 #Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46 Pengumuman
Episodes

Updated 46 Episodes

1
#Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2
#Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3
#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4
#Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5
#Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6
#Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7
#Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8
#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9
#Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10
#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11
#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12
#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13
#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14
#Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15
#Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16
#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17
#Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18
#Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19
#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20
#Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21
#Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22
#Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23
#Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24
#Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25
#Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26
#Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27
#Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28
#Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29
#Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30
#Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31
#Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32
#Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33
#Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34
#Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35
#Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36
#Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37
#Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38
#Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39
#Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40
#Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41
#Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42
#Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43
#Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44
#Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45
#Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!