#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)

“Hikss.... Ayah.... Ibu...” Rengeknya dengan derai air mata.

Apa yang membuat Eleanora menangis ? Tampaknya, ada hubungan dengan orang tua nya di abad 21. Tapi, bukankah saat ini Eleanora tengah mendapatkan ingatan Orang lain ?

Ingatan seperti apa yang dapat mendorong rasa emosional seorang Eleanora muncul lagi setelah terkubur lama ?

...*...

...*...

...*...

...*...

...*...

...*...

Tubuh yang akan Eleanora tempati ini, memiliki nama dan wajah yang sama dengan dirinya di abad 21. Ya, nama Wanita itu adalah Eleanora Jeanette Iveltto yang saat ini berusia 23 tahun.

Gadis ini merupakan anak yang lahir dari Grand Duchess Sofia Eveldes Iveltto, satu-satunya Grand Duchess yang dicintai dengan sepenuh hati oleh Grand Duke Perez Jonatte Iveltto.

Grand Duchess Sofia adalah wanita yang memiliki tubuh lemah sejak kecil. Namun kondisi tubuhnya itu semakin melemah setelah kelahiran sang putri, Eleanora.

Saat Eleanora berumur tiga tahun, Sang Ibu menghembuskan nafas terakhirnya. Grand Duke Iveltto yang terpukul dengan kepergian Sang Istri tercinta, tidak menjadikan nya Membenci Eleanora. Bahkan Dia berusaha memberikan yang terbaik untuk putri kecilnya itu. Namun, sosok seorang Ibu tetap tak bisa diberikan oleh Sang Grand Duke.

Grand Duke yang merasa cemas pun memilih untuk menikah dengan Jennie Dorez, putri dari seorang Baron yang juga sudah memiliki satu anak bernama Sandra Dorez.

Saat pernikahan itu terjadi, Eleanora berusia Tujuh tahun sedangkan Sandra Lima tahun.

Pernikahan yang awalnya dilakukan agar Putri tercintanya tidak kehilangan sosok seorang Ibu, malah membawa sesuatu yang tidak diharapkan oleh sang Grand Duke.

Eleanora yang merasa senang akhirnya memiliki seorang ibu benar-benar mendengarkan setiap perkataan Jennie. Yang pada akhirnya membuat hubungan Eleanora dengan sang Ayah mulai merenggang.

***

~> Eleanora tujuh tahun

“Tuan Grand Duke tampak lelah usai melakukan pembasmian Monster Eleanora. Kau tidak boleh mengganggunya. Biarkan Ayahmu istirahat. Paham ~ ?”

Eleanora tersenyum lebar sambil mengangguk patuh. “Baik Ibu.”

~> Eleanora delapan tahun

“Ibu... kenapa Ibu bersedih ?”

“Ah.. Bukan apa-apa.. Hanya saja Tuan Grand Duke tidak mengijinkan Ibu untuk dekat lagi dengan Eleanora. Tuan Grand Duke merasa bahwa Ibu memberikan pengaruh buruk untuk Mu. Maka, untuk kedepannya, Eleanora tidak boleh mengunjungi Ibu lagi. Jangan dekat-dekat dengan Ibu. Jika tidak, Tuan Grand Duke akan marah pada Ibu.”

“Ayah Jahat.!! Eleanora akan menemui Ayah.”

“Jangan. Nanti Tuan Grand Duke akan lebih marah karena merasa Ibu mengadu kepada Eleanora..”

“Tidak. Eleanora akan membuat Ayah tidak mencampuri Urusan Eleanora lagi.” Sanggahnya dan berjalan dengan amarah.

Jennie melihat kepergian Eleanora dengan wajah yang tersenyum puas. “Hahaha.. Dasar anak bodoh.” Cetusnya sambil meneguk secangkir teh.

Eleanora yang menghampiri Tuan Grand Duke pun di sambut dengan sangat baik di ruang kerja. Namun, sambutan itu langsung berubah menjadi medan perang antara Anak berusia delapan tahun bersama Ayahnya.

“Ayah ..!” Teriak gadis itu sampai wajah nya memerah.

“Sayang ? Siapa yang membuatmu-“

“Aku benci Ayah.!” Potongnya dengan suara lantang.

“Jangan menggangu hidup Eleanora.! Jangan mencampuri apapun yang akan Eleanora lakukan ke depannya. Jika tidak..” Pikirannya kalut. Gadis itu tak tau ancaman apa yang harus Dia berikan untuk Tuan Grand Duke. Hinga akhirnya, mulutnya itu mencomot apa saja yang terlintas di dalam benak.

“...Jika tidak, Eleanora akan seperti Ibu yang akan berakhir di dalam tanah.!” Sambungnya yang juga tampak kaget dengan perkataannya sendiri.

“........”

Suasana terdiam yang mencekam itu menggerogoti ruang kerja Tuan Grand Duke. Eleanora saja terdiam, apalagi Tuan Grand Duke dan sekretarisnya. Dimana gadis ini mempelajari perkataan kejam seperti itu?

Eleanora meninggalkan ruang kerja Ayahnya dan berlari ke dalam kamar. Dia merasa kesal dengan dirinya dan dilampiaskan dengan menangis seorang diri.

Tuan Grand Duke menyadari perubahan sikap Eleanora dimulai sejak kedatangan Jennie. Tuan Grand Duke ingin menceraikan Jennie. Tampak sangat mudah karena Dia memiliki kekuasaan dan uang yang melimpah. Sayangnya, semua itu sudah terlambat.

Tuan Grand Duke terlambat menyadari dan membuat Dirinya tak bisa melakukan apa-apa pada Jennie yang pada saat ini sudah berhasil melekatkan Eleanora pada dirinya.

~> Eleanora sepuluh tahun

“Eleaora...Kenapa Kau membuat Adikmu menangis ?”

“Dia... Dia bilang Ayah membenciku... Dia terus mengatakan kata-kata kasar dan membuatku menolak tubuhnya..” Jelas anak kecil itu sambil meremas ujung gaunnya sambil menahan tangis.

“Eleanora... Kau harus mengalah pada Adikmu. Jika tidak, Ibu akan pergi.” Ucap nya sambil menunjukkan ekspresi kecewa

“Tidak..!!” Teriaknya sambil memeluk Jennie. “Eleanora akan patuh. Eleanora akan mengalah. Jangan pergi Ibu... Hikss...”

“Baiklah.. Kalau begitu sekarang habiskan teh milik Mu dan tidurlah...”

“Tapi... Tapi teh itu pahit, Ibu... Eleanora tidak suka... Juga, sehabis meminum teh, tubuh Eleanora terasa aneh.” Jelasnya dengan gelisah.

Jennie menunduk dengan ekspresi sedihnya dan berkata “Apakah Eleanora tidak suka dengan teh yang di buat oleh Ibu Mu ini ?”

“Su... Suka.. Ibu jangan bersedih.. Eleanora akan meminum teh nya.”

Walau badannya bergetar, gadis itu tetap meneguk habis teh yang terasa amat pahit itu. Dampak teh kali ini membuat kepalanya terasa pusing. Wajahnya langsung pucat pasih. Nafasnya mulai tak stabil.

“Eleanora... Kau masih ingat janji Kita kan ?”

“Em... Kita harus merahasiakan... Semua yang terjadi antara Eleanora dan Ibu... Agar... Agar hubungan Kita semakin dekat..” Jelasnya yang tengah kesulitan mengatur nafas.

Jennie pun menggendong Eleanora dan membaringkannya di atas tempat tidur. Malam ini, tubuh gadis itu tampak demam dan juga kejang-kejang. Sayangnya, tak ada seorang dokter ataupun utusan kuil yang datang. Semuanya di diatur dengan sangat rapi oleh Jennie hingga Tuan rumah pun tak mengetahui hal ini.

***

Gadis polos itu terus melakukan apapun yang diberitahukan Oleh Ibu tirinya. Hingga pada saat umurnya menginjak enam belas tahun, Eleanora dan Ayahnya benar-benar bagaikan dua orang asing di dalam kediaman Grand Duke. Jennie dan Sandra terus melakukan banyak tipu muslihat pada Eleanora sehingga hidupnya benar-benar dipenuhi kesialan.

Rasa tamak dan haus akan kasih sayang seorang Ibu, membuat Eleanora seakan lupa bahwa dia juga memerlukan kasih sayang seorang Ayah.

Saat dia baru menyadari akan hal itu diumur nya yang ke Tujuh belas dan berniat untuk memperbaiki hubungannya dengan sang Ayah, Eleanora dihadapkan pada kenyataan bahwa Ibu dan Adik tirinya adalah penyebab semua kesialan yang terjadi selama ini.

Eleanora dapat mengetahui semuanya lantaran dia melakukan kontrak dengan Hewan Roh, Si panda. Yang kekuatannya adalah memberitahukan kenyataan yang terjadi atau Kejadian mutlak.

Rasa penyesalan yang besar pun menyelimuti Eleanora. Sudah banyak kata-kata jahat yang dia lontarkan untuk Sang Ayah karena hasutan dari Jennie, sehingga Eleanora merasa kesal pada dirinya sendiri.

Kekesalan dan kekecewaan itu dia lampiaskan dengan meminum alkohol di sebuah Bar. Kadar alkohol yang tidak pernah dikonsumsi nya selama ini membuat Eleanora Mabuk berat, dan berakhir di sebuah ranjang dengan pria yang entah siapa.

Saat membuka mata di pagi hari dan berniat bergegas pulang, Eleanora terkejut dengan lambang yang terdapat di pakaian yang tergeletak sembarangan di lantai.

Pria asing itu adalah Grand Duke Aaliziar . Salah Satu Grand Duke dari tiga Grand Duke yang menjadi pilar pembentukan Kekaisaran Elion ini.

Eleanora bergegas pulang lantaran tidak mau terseret lebih dalam lagi karena kecerobohan nya.

Sebulan setelah nya, hubungan panas dimalam itu membuat Eleanora mengandung. Dia tidak tau bahwa jika harus meminum obat kontrasepsi sehabis melakukan hubungan panas. Hal ini dapat terjadi karena memang Eleanora tidak memiliki ilmu apapun di bidang seperti itu.

Sang Ayah yang baru pulang dari memberantas monster di wilayah perbatasan, langsung dihampiri oleh Eleanora. Eleanora mengatakan ingin menenangkan diri dengan pergi ke kuil yang dibangun oleh Ibu nya. Eleanora meminta waktu selama satu tahun. Sang Grand Duke yang ingin bertanya kenapa selama itu, langsung enggan untuk bersuara lantaran hubungannya dengan Sang Putri yang sudah tak seperti dulu lagi. Grand Duke takut jika ucapannya akan di manipulasi lagi Oleh Jennie. Tanpa mengetahui bahwa Eleanora sudah sadar akan semuanya.

Masalah yang membelenggu mereka saat ini adalah komunikasi terbuka. Sepertinya Jennie se jeli itu sampai dapat memperkirakan apa saja yang akan terjadi sekaliun sikap dan tindakannya di ketahui di masa depan.

***

Sang Grand Duke pun mengijinkan kepergian Eleanora ke kuil setelah mempersiapkan area kuil agar Eleanora dapat hidup dengan aman selama beristirahat setahun.

Yang mengetahui tentang kehamilan Eleanora hanya tiga orang dari pihak kuil yang benar-benar dapat di percaya oleh Eleanora karena mereka merupakan pelayan yang pernah melayani Ibunya, Sang Grand Duchess Sofia.

***

Delapan bulan kemudian, Eleanora melahirkan seorang bayi kecil nan manis berjenis kelamin laki-laki. Eleanora tak menyangka bahwa dia bisa memberikan kehidupan baru di umurnya yang ke 17 tahun ini.

Tiga orang dari pihak kuil itu merasa amat gembira dengan proses bersalin Eleanora yang berjalan lancar. Namun sayangnya, 10 jam setelah bersalin, Kuil di kepung oleh Prajurit bayaran yang datang untuk membunuh Eleanora dan anaknya yang baru lahir.

Prajurit bayaran itu adalah prajurit yang di bayar oleh Jennie. Entah siapa yang memberitahunya, intinya Jennie ingin membunuh Eleanora dan anaknya agar dapat membuat Drama baru bahwa Eleanora mati lantaran sebuah persalinan yang tidak diketahui oleh dirinya dan Grand Duke. Ini adalah kesempatan emas bagi Jennie, lantaran kematian Eleanora dapat membuat Putrinya Sandra menjadi Penerus dari Wilayah Grand Duke Iveltto yang luas dan kaya ini.

Eleanora yang langsung mengetahui maksud dikirimnya para prajurit ini langsung melarikan diri ke hutan yang berada di belakang kuil sambil menggendong anaknya. Dia ditemani oleh Hewan Roh milik nya.

Saat sudah sampai di Gua yang di beritahukan oleh Pemimpin Kuil, Eleanora langsung masuk dan bersembunyi didalamnya. Karena baru selesai bersalin dan langsung mendapatkan kejutan seperti ini, membuat keadaan tubuh Eleanora mengalami Drop yang membuatnya bahkan tidak bisa berdiri lagi.

Panda mengatakan bahwa Hanya satu jam saja pihak kuil dapat menahan Para prajurit itu, selebihnya mereka akan menyusuri hutan. Eleanora terperangah dengan kenyataan ini. Hingga akhirnya dengan berat hati Eleanora membaluti Putranya dengan kain yang lebih tebal, dan merapikan penampilannya.

"Hikss.... Maafkan Ibu yang tidak becus ini sayang... Kau akan hidup tanpa gangguan apapun jika berada di sisi Ayah Mu. Entah kapan Ibu dapat bertemu dengan Mu lagi, tapi yang jelas Ibu sangat menyayangi Mu. Hiks... Maafkan Ibu..." Ucap Eleanora sambil mengecup Putranya cukup lama. Dia memeluk bayi itu dengan penuh kasih sayang.

Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki oleh Panda, Eleanora membuat Sebuah portal agar Putra nya dapat dipindahkan ke kediaman Grand Duke Aaliziar.

Saat Panda akan mengantarkan Putra Eleanora kedalam kediaman Grand Duke Aaliziar, Bayi itu menangis dengan sangat kencang. Bayi itu juga merasa sedih dengan perpisahan ini. Dia sudah bersama sang Ibu selama sembilan bulan. Dan saat Dia baru bernafas 10 jam di samping Ibunya, Dia harus berpisah ? Perasaannya juga pasti terhubung dengan Eleanora.

Eleanora semakin tertegun dengan tangisan anaknya. Namun Panda tetap mengantarkan Putra Eleanora ke kediaman Grand Duke Aaliziar, lantaran keadaan mereka benar-benar disudutkan.

***

Singkat Cerita, Panda berhasil menyusup masuk kedalam kediaman Grand Duke Aaliziar. Entah bagaimana sehingga Panda yang kecil nan lucu itu dapat melewati pelindung sihir yang sangat ketat di kediaman Grand Duke Aaliziar. Intinya, Dia meletakkan bayi itu di teras kamar milik Tuan Grand Duke Aaliziar.

Tangisan Bayi itu saat akan ditinggal oleh Panda kembali pecah, dan suaranya itu berhasil membangunkan Grand Duke Aaliziar. Panda pun langsung tersedot kembali kedalam Gua, lantaran kekuatan Spiritual milik Eleanora hampir habis.

Saat Panda tengah berusaha menjaga Eleanora yang sudah kehilangan kesadaran, Suara endapan kaki pun terdengar. Panda sudah sangat takut jika harus melawan Prajurit yang kekuatan nya lebih besar dari nya. Namun Panda tidak ada niatan untuk meninggalkan Eleanora sedikitpun.

Syukurlah yang datang adalah Grand Duke Iveltto dan prajurit nya. Pihak kuil mengirim permintaan tolong bahwa kuil diserbu dan Tuan Grand Duke Iveltto pun langsung turun tangan ke tempat kejadian. Eleanora dapat terselamatkan dan dibawa pulang ke Kediaman Iveltto.

Tiga orang dari pihak Kuil pun ikut pergi ke Kediaman Iveltto, lantaran mereka ingin memastikan Eleanora baik-baik saja dan kejadian tentang persalinan itu harus di tutup rapat-rapat.

Semua jejak persalinan sudah dihilangkan sebelum para prajurit melakukan penyerbuan di Kuil, sehingga Jennie seperti terbakar api dimalam hari lantaran rencananya tidak berjalan lancar.

Sejak kejadian itu, Eleanora hanya terkurung didalam kamarnya. Kondisi tubuhnya semakin melemah dari hari ke hari. Kekuatan suci dari pihak kuil hanya dapat membuat nya bertahan, bukan sembuh dari kondisinya.

Tuan Grand Duke Iveltto ingin mengobati Eleanora dengan Kekuatan yang lain namun Eleanora menolak. Dia takut jika dirinya yang pernah bersalin akan ketahuan saat di hadapkan oleh Para Dokter yang handal.

Apalagi bisa saja Jennie menyarankan seorang Dokter yang kemampuannya akan mengungkapkan fakta tentang tubuh nya yang harus di rahasiakan. Eleanora sudah tidak ingin membuat Ayahnya kecewa lagi dengan fakta ini.

Eleanora juga tidak bisa menggali informasi tentang Anaknya yang berada di kediaman Grand Duke Aaliziar, karena pasti Jennie akan mengetahui semua gerak-gerik nya.

***

Lalu enam tahun kemudian, terdengar kabar bahwa Bunga Cahaya Rembulan akan mekar di wilayah kekuasaan Grand Duke Iveltto. Bunga Cahaya rembulan adalah Bunga yang dapat mengobati penyakit apapun. Bunga ini hanya tumbuh dan mekar sekali setahun ditempat yang berbeda-beda. Sehingga peramal pun diandalkan dalam hal berburu keberuntungan. Itupun belum menjamin sebuah keberhasilan.

Eleanora tampak tergesa-gesa dalam mencari informasi tentang Bunga Cahaya rembulan. Sehingga lagi-lagi dia diarahkan ke jurang oleh Jennie dan Sandra. Grand Duke Iveltto tampaknya tidak tahu tentang Bunga Cahaya rembulan yang akan mekar diwilayahnya, lantaran Dia pergi untuk melakukan pembasmian monster lagi diperbatasan wilayahnya.

Yang tujuan awalnya untuk sembuh, malah mendatangkan maut bagi Eleanora. Dia dikejar oleh empat Bandit, dua diantara mereka berada di level dua dalam tingkatan penyihir, dan dua lainnya mahir menggunakan pedang.

Alhasil, Eleanora memilih lompat ke dalam jurang yang dalam dari pada disetubuhi oleh empat bandit yang dari matanya saja terlihat penuh akan nafs* yang tidak wajar.

Dengan bantuan Panda, tubuh Eleanora tidak mengalami remuk. Hanya saja, tubuhnya penuh akan luka sayatan-sayatan kecil karena Panda hanya mengurangi kecepatan jatuh, bukan menghentikan Eleanora di atas tumpukan awan. Bahkan kepala Eleanora berbenturan dengan ranting-ranting pohon yang besar dan yang terakhir adalah sebuah batu yang ada di tempatnya mendarat.

Pendarahan dan juga kondisi tubuh yang mengalami penurunan fungsi karena rasa syok dan takut yang berlebihan, membuat keinginan Eleanora untuk bertahan hidup menghilang.

Dia pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan sangat menyedihkan. Sebelum benar-benar mati, Panda memindahkan tubuhnya ke dekat sungai, ke tempat yang memungkinkan tubuh itu berada dekat dengan Bunga Cahaya Rembulan yang akan mekar besok malam. Walaupun tindakan Panda terkesan sia-sia, namun Panda kekeh ingin melakukan nya.

Siapa tahu keberuntungan muncul setelah penderitaan yang berkepanjangan bukan ?

...*...

...*...

...*...

...*...

...*...

...*...

"Ciit.. Cit.. Cit..."

Kicauan burung di pagi hari berhasil menembus Pendengaran Eleanora dan membangunkannya.

Pandangan Eleanora menerawang sekitar, dan benar saja bahwa dia masih berada di dekat air sungai. Kondisi Eleanora tidak dalam keadaan bugar. Karena memang kondisi fisik dan kinerja otaknya yang baru saja di keroyok oleh berbagai hal.

Ingatan-ingatan yang baru saja Dia dapatkan membebani kepalanya yang belum sembuh dari geger otak ringan karena benturan dan pendarahan.

"Haahh...." Eleanora pun menghela nafas panjang dengan wajah lesunya. Satu tangannya Menyeka wajah dengan kasar.

“..?!...” Namun pergerakannya terhenti saat tangannya itu bersentuhan dengan air.

“Air mata ?” Kata Eleanora melihat tangannya yang basah.

“Hahaha... Aku Pasti menangis karena ingatan itu...” Gumamnya dengan pandangan menerawang ke depan sambil mengingat kembali wajah Grand Duke Iveltto dan Grand Duchess Sofia.

"...Aku memang akan membalaskan dendam dan merawat Anakmu. Tapi kenapa orang-orang yang ada didalam ingatan Mu memiliki rupa dan nama yang sama dengan orang-orang yang berada di abad 21 yang Ku kenal ? Apakah ada sesuatu yang belum Kau beritahukan Pada Ku, Eleanora ?" Ujarnya sambil melihat ke langit. Berharap mendapatkan jawaban dari Jiwa Eleanora maupun si Panda.

“.......”

Hening... Akhirnya, Eleanora pun menarik kesimpulan dan sebuah keputusan.

"Jadi, Aku adalah Eleanora dari Bumi Abad 21 yang sekarang tengah hidup di tubuh Eleanora di dunia yang bukan bagian dari Bumi. Lantas, Aku ini siapa ? Jiwa dan tubuh ini berasal dari dua tempat yang berbeda. Haahh... Entahlah. Kepala ku sakit memikirkan hal ini. Untuk sementara, sebaiknya Aku abaikan saja."

Ada banyak hal mengganjal yang tidak bisa Dia tuntaskan di benaknya. Keputusannya untuk memilih abai tentu saja bijak untuk saat ini.

Selanjutnya, apa yang akan Eleanora lakukan ? Semenarik apa balas dendam yang akan di lakukan olehnya ?

...*...

...*...

...*...

...*...

...*...

~> Grand Duke Perez Jonatte

~> Grand Duchess Sofia Eveldes Iveltto,

~> Eleanora Jeanette Iveltto

~> Jennie Dorez

~> Sandra Dorez

...*...

Kalau penasaran, langsung ke part selanjutnya Guys😌 Jangan lupa Like dan Komennya ya, biar Author tambah semangat 🥰❤️🔥 Btw, Makasih yang masih stay dengan dukungan like dan komentar nya ya.. Auntor senang banget.❤️‍🔥

Terpopuler

Comments

Nana Mina 26

Nana Mina 26

Hebat banget, thor ini pintar bikin pembaca penasaran!

2024-07-01

1

lihat semua
Episodes
1 #Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2 #Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3 #Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4 #Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5 #Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6 #Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7 #Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8 #Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9 #Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10 #Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11 #Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12 #Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13 #Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14 #Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15 #Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16 #Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17 #Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18 #Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19 #Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20 #Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21 #Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22 #Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23 #Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24 #Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25 #Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26 #Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27 #Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28 #Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29 #Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30 #Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31 #Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32 #Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33 #Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34 #Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35 #Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36 #Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37 #Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38 #Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39 #Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40 #Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41 #Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42 #Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43 #Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44 #Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45 #Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46 Pengumuman
Episodes

Updated 46 Episodes

1
#Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2
#Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3
#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4
#Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5
#Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6
#Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7
#Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8
#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9
#Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10
#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11
#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12
#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13
#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14
#Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15
#Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16
#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17
#Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18
#Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19
#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20
#Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21
#Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22
#Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23
#Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24
#Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25
#Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26
#Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27
#Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28
#Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29
#Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30
#Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31
#Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32
#Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33
#Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34
#Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35
#Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36
#Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37
#Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38
#Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39
#Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40
#Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41
#Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42
#Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43
#Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44
#Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45
#Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!