#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)

“Hahaha... Ahhh.. Hahahahaa..” Rasa takut yang tergambar jelas di wajah mereka itu berhasil memberikan rasa menggelitik di perut Eleanora.

“Ya.. Kau benar sekali.” Ucap Eleanora yang kini sudah berada di hadapan Si C. “...Aku adalah iblis yang datang untuk membasmi sesama iblis seperti kalian. Apakah Kau keberatan ?” Sambung nya lagi sambil melayangkan pukulan di ulu hati si C.

“Bhuukk.!”

Satu pukulan itu membuat si C terpental menjauh. Namun dengan mana milik Eleanora, Dia menarik si C kembali mendekat ke arahnya dan melancarkan banyak pukulan.

Semua organ tubuhnya bagaikan di hantam oleh palu dengan berat 100 kg.

“Bhuukk..! Bhuukk..! Bhuukk..! Bhuukk..! Bhuukk..!”

“Hoeekkhh...” Si C pun muntah darah dan terpental menjauh karena pukulan terakhir yang di daratkan oleh Eleanora di tambahkan sedikit mana.

Yang tersisa saat ini adalah si B dan D. Eleanora memalingkan tatapan ke arah mereka. Si D sudah ngompol di celana.

“Ke.. Kenapa sihir Ku tidak bisa keluar ?” Rengek nya dengan mata yang sudah berair.

“Pasti ini ulah Bella..” Gumamnya sambil terus berjalan.

“Astaga... Apa-apaan dengan tatapan mata kalian ? Bukankah hari itu tatapan kalian penuh akan naf*u yang tak karuan ? Kenapa Kalian tidak melihat ku seperti itu saat ini ?” Tanya Eleanora yang mulai berjalan mendekat.

“Tu.. Tunggu.. Aku.. Aku-“

“Bhuukk..!” Satu pukulan Eleanora layangkan untuk si D. “...Maaf, bisakah kau percepat kata-kata Mu ? Aku malas menunggu.” Sambungnya lagi dan lanjut memberikan pukulan.

Si D pun merasakan hal yang di rasakan oleh Si C. Dan hal ini berlanjut pada si B. Si B juga tak bisa mengunakan sihir nya, sama seperti si D.

Mereka mendapatkan jumlah pukulan yang sama dengan tambahan sedikit mana di akhir pukulan. Dan saat ini mereka bertiga sudah terkapar tak berdaya di atas tanah.

“Jadi, yang tersisa saat ini adalah diri Mu.” Ucap Eleanora sambil menatap Si A dengan tatapan penuh kasih sayang.

“Bagaimana bisa... Padahal dua diantara mereka adalah penyihir level dua.. Kau.. Kau..”

“Kenapa terkejut ? Level Ku dan Level mereka berada di taraf yang berbeda. Sebagai penghargaan sebelum kematian Mu, akan Aku tunjukkan Sesuatu yang menarik.” Ucap Eleamora sambil membiarkan kabut berwarna biru mengelilingi diri nya.

“Aura ? Ka... Kau.... Bisa menggunakan Aura ? Padahal beberapa waktu yang lalu.. Kau hanya-“

“.......” Eleanora hanya diam menyaksikan mulut si A komat kamit. Dan si A pun terdiam karena Kabut biru yang Eleanora keluarkan semakin menebal dan memenuhi tubuh nya.

“Tunggu.. Aku salah.. Maafkan Aku, Aku hanya di suru.. Ya, Kami hanya di bayar untuk-“

“Sruukkh.!!”

Satu tusukan yang tercipta dari pedang yang terbuat dari kumpulan Aura berwana biru telah menembus jantung Si A.

Dengan tatapan dinginnya Eleanora berkata “Berbahagialah... Karena Kau mati dengan kekuatan yang hanya dimiliki oleh segelintir orang.”

Pedang yang terbuat dari Aura pun langsung hilang karena saat ini Eleanora tidak membutuhkannya lagi.

Kini, Eleanora berjalan mendekati harimau yang tengah terluka itu.

“Samuel.” Panggil Eleanora dan yang di panggil pun menampakkan dirinya.

“Obati harimau ini-“

“Tidak perlu.” Sela harimau itu dengan nafas yang tampak tersengal-sengal.

“Tenang saja. Samuel pasti dapat-“

“Dia tidak bisa menyembuhkan Ku.” Kekeh si Harimau.

“.....” Eleanora terdiam dan menatap Samuel dengan tanda tanya.

“Yang dia katakan benar Master... Aku memang dapat menyembuhkan luka-luka yang tercipta di organ vital, namun kekuatan spiritualnya telah di belenggu oleh Sihir hitam.” Jelas Samuel

“Samuel.. Kau bisa menghidupkan orang mati. Tapi kenapa tidak bisa dengan Harimau ini ?!” Teriak Eleanora penuh amarah

“Itu adalah sihir hitam yang keberadaan nya mengganggu ekosistem kehidupan, seperti keberadaan Kami para Shinsu maupun Spirit. Jika Dia sudah membelenggu sesuatu, maka tidak ada harapan. Aku memang dapat menyembuhkannya, namun...” Samuel tampak ragu untuk bersuara.

“Namun ?” Tanya Eleanora mendesak.

“Keberadaan Spirit yang telah menjalin kontrak akan terekspos. Orang yang menciptakan Sihir ini akan membahayakan kehidupan Master kedepannya.” Jelas Samuel.

“Aku sudah bilang tidak perlu. Kenapa kau kekeh sekali ?” Ucap Harimau itu.

“Aku... Hanya ingin kau tampak seperti hari itu... Layaknya Harimau yang penuh dengan percaya diri.”

“Hahaha... Kau bisa melakukan hal lain untukku.”

“Katakan.” Ucap Eleanora dengan suara lembut nya.

“Rawatlah Dia.” Kata si Harimau sambil menunjukkan anak nya yang dia sembunyikan sejak tadi.

“Kapan Kau bersalin ?”

“Setelah kau jatuh dengan tampang bodoh waktu itu.”

“Kau ini...Baiklah.. Aku akan membesarkannya dengan baik. Jika dia berjodoh dengan anakku, maka Dia pasti dapat melakukan kontrak dengannya.” Ucap Eleanora sambil menggendong bayi Harimau itu ke dalam pelukannya.

“Kau sudah memiliki anak ?”

“Ya.. Dia sudah berusia 6 tahun.” Jawab Eleanora tersenyum.

“........” Harimau itu menatap Eleanora dengan tatapan sendu.

“Nama Ku Eleanora. Apa rasa penasaran Mu sudah terpenuhi ?”

“Eleanora...” Panggilnya.

“Kenapa ?”

“Kau boleh mengelus kepala Ku.” Ucap Harimau itu sambil tersenyum.

“..!!..” Eleanora terkejut dengan perkataan yang baru saja dia dengar.

Dengan kesadaran penuh, Eleanora mengulurkan satu tangannya dan mengelus dagu hingga kepala harimau itu dengan sangat telaten. Tangannya sudah sangat telaten karena hampir setiap hari Dia mengelus para Shinsu.

Eleanora memberikan senyum terbaiknya dengan linangan air mata. Entah kenapa, Dia merasakan tekanan emosional yang tidak pernah dia rasakan di dunia modern.

“Terimakasih... Karena telah mengijinkan Aku mengelus Mu... Terimakasih karena Kau masih ingat dengan perkataan Ku terakhir kali.” Ucap Nya penuh haru.

Harimau itu tersenyum, dan dengan 100% kesadarannya Dia berkata “Terimakasih juga... Karena sudah mau merawat anak ku.”

“.....”

Hewan Roh yang kehilangan kekuatan spiritualnya bagaikan sebuah tubuh yang terbuat dari kumpulan debu.

Harimau itu perlahan-lahan menghilang dari hadapan Eleanora. Entah kemana angin membawa butiran-butiran debu itu pergi.

“.....” Hening. Seolah Eleanora dan yang lainnya tengah mengheningkan cipta.

Beberapa menit kemudian, Eleanora berdiri sambil mengangkat bayi Harimau itu hingga mata mereka berdua dapat beradu satu sama lain.

“Aku bersumpah, akan merawat Mu dengan baik. Tumbuhlah dengan gagah berani seperti Ibu Mu yang telah pergi hari ini.” Ucap Eleanora sambil mengecup kening Bayi harimau itu.

"Grrr... Kyuuu.." Jawabnya yang seolah paham.

Kemudian, Eleanora menyeka air mata yang sempat terlinang beberapa saat yang lalu. Reaksi wajahnya yang bervariasi sejak tadi langsung berubah menjadi datar saat melihat tubuh milik 4 orang yang berhasil menyudutkan Harimau tadi.

“Rangga.” Panggil Eleanora dengan suara rendah.

“Ya, Master.” Sahut Rangga yang langsung muncul.

“Hancurkan mereka. Aku tidak ingin tubuh mereka mengotori hutan ini.”

“Baik.” Jawab Rangga dengan patuh.

Dua detik kemudian, tubuh keempat orang itu sudah tidak ada lagi di sekitar Eleanora. Bahkan jejak darahnya pun di bersihkan sebersih-bersihnya oleh Rangga.

“Inilah yang akan terjadi jika Kalian berurusan dengan Ku.” Ucap Eleanora yang kini masih menengadah ke langit.

“Ayo lanjutkan perjalanan Kita.” Kata Eleanora yang langsung naik ke punggung Bella.

Perjalanan pun dilanjutkan. Dan tanpa Eleanora sadari, ketiga Shinsu dan Asael itu sedang bersorak gembira atas tindakannya yang sangat keren tadi.

Mereka menjadi penasaran dengan berbagai hal yang akan terjadi kedepannya jika sudah bersenggolan dengan Eleanora.

“Kita benar-benar tidak salah pilih Master kali ini.” Pikir Rangga yang di setujui oleh Asael, Bella dan Samuel.

...*...

...*...

...*...

...*...

Untuk menghemat waktu, Eleanora pun memilih untuk melakukan teleportasi menggunakan Kekuatan Asael. Dan dalam waktu singkat, Mereka sudah tiba di pusat Ibu kota yang berada di wilayah Grand Duke Iveltto, Ayahnya.

“Master, apakah Anda akan bersenang-senang terlebih dahulu ?” Tanya Bella.

“Tentu saja. Aku sangat ingin makan daging.” Ucap Eleanora sambil turun dari punggung Bella.

“Master, agar pergerakan Mu lebih leluasa, bagaiman jika Bayi Harimau itu disimpan di ruang yang Aku, Asael dan Samuel tempati ?”

“Apakah Bayi ini bisa satu ruang dengan kalian ?”

“Tentu saja.” Jawab Samuel dengan cepat.

“Baiklah... Kalau begitu Aku serahkan Bayi ini pada Kalian.” Ucap Eleanora dan Bayi harimau yang dia gendong sejak tadi langsung menghilang usai dibungkus dengan kabut berwarna-warni milik Samuel.

“Bella, kau dapat berubah wujud menjadi Hewan Roh lain yang lebih kecil. Jika kau ingin terus berjalan-jalan dengan Ku, ku rasa Kuda adalah sosok yang tidak fleksibel saat ini.”

“Baiklah Master. Apapun akan Ku lakukan, asalkan selalu bersama dengan Mu.” Kata Bella dan berubah wujud menjadi kucing imut yang dapat terbang di sekitar Eleanora.

“Hahaha... Kau mirip dengan Panda. Hewan Roh yang menjalin kontrak dengan tubuh ini sebelumnya. Betapa imutnya...” Kata Eleanora sambil memeluk Bella yang dalam wujud Kucing imut.

“Master, Apa yang akan Kita lakukan terlebih dahulu ?” Tanya Bella dengan sangat Antusias.

“Tentu saja membeli sate.” Jawab Eleanora dan mendekati pedagang kaki lima yang ada di pinggir-pinggir jalan.

Aroma yang menyeruak saat Eleanora mendekati pedagang sate sangat menggiurkan.

“Aku ingin dua tusuk.”

“Silahkan Nona. Hanya Dua koin perunggu.” Kata sang pedagang dengan sangat ramah.

Eleanora memberikan uang sesuai harga sate dari tas kecil milik nya, lalu menerima dua tusuk sate yang sudah sah menjadi miliknya.

Satu tusuk sate dia makan, dan tusuk sate yang lain Dia arahkan pada Bella yang tengah terbang di dekatnya.

“Ennaakk~~!” Ucap mereka berdua secara bersamaan, sambil menyisiri perkotaan yang selalu ramai ini.

Sedangkan Asael, Rangga dan Samuel tengah sibuk bermain dengan Bayi Harimau yang baru bergabung kedalam dimensi mereka. Bayi Harimau itu tampak sangat bersemangat. Kehadirannya dapat membuat Eleanora dan Bella tidak perlu memikirkan tentang Para lelaki yang pasti ingin bermain di pusat perkotaan juga

***

Setelah sate, Eleanora bersama Bella mencicipi Dessert yang ramai pengunjung. Mencoba roti bakar. Buah-buahan yang diolah menjadi manisan. Membeli bunga dari anak-anak kecil yang mereka temui, bahkan membeli koran yang tidak mereka baca sedikit pun. Mereka hanya membelinya karena merasa iba pada adik kecil yang harus berjualan di umur semuda itu.

Setelahnya, mereka menonton konser musik oleh sebuah grup. Orang-orang yang ingin merilekskan pikiran malah melakukan tarian sesuai alunan musik. Dan Eleanora bersama Bella pun terjun ke dalam tarian yang dihidupkan oleh banyak orang.

Sungguh sebuah hiburan yang amat menyenangkan.

***

Satu jam kemudian...

“Wow... Aku tidak pernah bersenang-senang seperti ini saat di Bumi.” Kata Eleanora lewat Transmisi suara.

“Aku juga Master...”

“Kita memang di takdirkan untuk bersama..” Ucap Eleanora dan memeluk Bella dengan erat.

“Permisi...” Ucap Rangga lewat Transmisi suara.

“..?..” Eleanora dan Bella pun terdiam.

“Maaf mengganggu kesenangan kalian para gadis, tetapi ada lain yang harus kalian utamakan saat ini.” Sambung Samuel.

“Memangnya apa ? Bukankah ini baru jam dua siang ? Kita akan berjalan ke Kediaman Duke saat pukul lima sore.” Kata Bella.

“Bukan perjalanan yang Kami khawatirkan. Sebaiknya saat ini Bella dan Master masuk ke sebuah butik untuk membeli Gaun baru. Karena pakaian Master saat ini benar-benar seperti rakyat biasa.”

“.......” Bella pun terdiam dan mulai mengamati penampilan Masternya dari atas kepala hingga kaki.

“Kau benar Asael... Jika bukan karena kekuatan Ku, Ku rasa pakaian Master saat ini mirip dengan seorang gelandangan.” Cetus Bella dengan seluruh keyakinannya.

“Apakah Aku tampak seburuk itu ?” Ucap Eleanora merasa ragu.

“Tidak ada yang perlu dipertanyakan. Ah, di sana terdapat butik yang cukup mewah. Karena Master memiliki banyak uang, Ku rasa Butik dapat mengubah penampilan Master menjadi lebih baik.” Cetus Bella dan menggiring Eleanora ke arah butik.

Saat Eleanora ingin masuk kedalam butik dengan papan nama yang bertuliskan Flower, tatapan orang sekitar tiba-tiba terpusat kearahnya.

“Apakah Dia ingin masuk ke Butik Flower ?”

“Pfft.. Yang benar saja. Butik itu kan sedikit tidak waras..”

“Mari kita saksikan dirinya diusir dengan sangat heboh.”

“Ahaha.. Mari kita nantikan hal itu.”

Orang-orang yang menatap Eleanora pun terus melontarkan bisikan-bisikan gosip yang tampak sangat seru menurut mereka.

Sedangkan Eleanora tentu tak bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang tidak dia kenali itu. Bahkan Eleanora malah salah menanggapi nya.

“Apakah penampilan Ku seburuk itu sampai dipandang dengan tatapan Iba ? Padahal muka ku tergolong cantik.” Batin Eleanora dan masuk kedalam butik Flower.

Saat masuk, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari dalam butik itu. Eleanora memilih untuk melihat-lihat gaun yang sudah jadi di manekin-manekin Yang di pajang.

Di dalam transmisi suara, Bella tampak paling berisik, karena Dia ingin Eleanora memakai semua gaun-gaun indah yang Dia lihat. Bahkan Asael juga ikut menilai dan berdiskusi dengan Bella secara aktif. Rangga dan Samuel hanya fokus pada Bayi harimau yang sedang aktif-aktifnya bermain.

Rangga dan Samuel berusaha sebisa mungkin untuk menenangkan Asael dan Bella yang sedang Mereong. Padahal hanya wujud sementara, tapi kenapa Bella sangat cocok dengan wujud kucing ?

“Maaf, Butik Kami saat ini sedang-“

Perkataan pelayan itu terhenti saat tatapannya bertemu dengan tatapan Eleanora.

“Ah, apakah Butik Kalian sedang mengalami masalah ? Tidak apa-apa, Aku hanya ingin membeli satu gaun. Setelah itu Aku akan langsung-“

“Teman-teman.!!” Teriak pelayan itu dan membuat Perkataan Eleanora terhenti dengan rasa kaget yang luar biasa. Bahkan Bella saja ikut kaget dengan teriakan barusan.

Butik yang awalnya tidak terdapat tanda-tanda kehidupan, langsung dipenuhi dengan 10 pelayan wanita.

“Apa-apaan wajah sempurna nya itu ?”

“Wajah nya sangat simetris.”

“Tubuhnya juga sangat sempurna.”

“Posturnya saat berdiri juga tampak sangat molek.”

“Dia terlahir dengan rambut yang sangat sehat. Sepertinya Dia dari keluarga Bangsawan. Karena rambut nya sangat lembut. Kulit tubuhnya juga sangat sehat.”

“Tunggu apa lagi ? Ayo kita buat penampilannya lebih bersinar lagi.”

“Tentu saja.”

“Bawa Dia ke ruang ganti.”

“Ma... Maaf... Aku hanya ingin-“

“Gaun warna apa yang akan kita kenakan untuknya ?”

“Apakah perlu dipertanyakan ? Kita akan membuat tubuhnya mengenakan semua gaun yang selama ini belum cocok jika di kenakan oleh siapapun.”

“Siap laksanakan, kapten!”

Sepuluh pelayan wanita itu benar-benar tak ada yang menghiraukan perkataan Eleanora. Lebih tepatnya, kehebohan yang mereka ciptakan sendiri berhasil menenggelamkan suara Eleanora.

Eleanora pun hanya ikut arus saat tubuhnya diseret ke ruang ganti. Dia tak bisa menggunakan kekuatan nya untuk orang-orang yang tidak mengeluarkan tanda-tanda ketidaksukaan dan kemunafikan sedikit pun.

...*...

...*...

...*...

...*...

Hola Guyss.. Fyuhh, akhirnya Author udah selesai revisi. Episode 1-11 udah seirama dan sejalan. Tidak ada lagi ketidaknyamanan yang bisa di nikmati tanpa harus ada kebingungan di antara Kita😭🙏

jangan lupa like dan komen ya Guys💃

Love you ❤️‍🔥

Episodes
1 #Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2 #Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3 #Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4 #Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5 #Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6 #Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7 #Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8 #Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9 #Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10 #Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11 #Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12 #Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13 #Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14 #Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15 #Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16 #Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17 #Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18 #Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19 #Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20 #Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21 #Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22 #Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23 #Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24 #Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25 #Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26 #Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27 #Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28 #Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29 #Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30 #Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31 #Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32 #Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33 #Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34 #Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35 #Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36 #Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37 #Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38 #Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39 #Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40 #Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41 #Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42 #Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43 #Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44 #Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45 #Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46 Pengumuman
Episodes

Updated 46 Episodes

1
#Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2
#Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3
#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4
#Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5
#Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6
#Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7
#Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8
#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9
#Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10
#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11
#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12
#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13
#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14
#Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15
#Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16
#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17
#Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18
#Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19
#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20
#Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21
#Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22
#Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23
#Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24
#Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25
#Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26
#Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27
#Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28
#Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29
#Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30
#Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31
#Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32
#Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33
#Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34
#Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35
#Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36
#Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37
#Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38
#Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39
#Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40
#Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41
#Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42
#Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43
#Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44
#Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45
#Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!