Sebagaimana yang telah diputuskan oleh Eleanora, Dia pun memilih untuk melebur dengan keadaan.
Dan setelah bercakap-cakap dengan para Shinsu Serigala, ada hal yang menjadi perhatian Eleanora.
“Jadi, Kalian tidak punya nama ?”
“Emmm..” Sahut mereka bertiga sambil mengangguk kompak.
“Baiklah. Sebagai Master yang baik, Aku akan memberi Kalian Nama. Bagaimana ?” Tawarnya. Lantaran sesuai yang di katakan oleh para Shinsu beberapa saat yang lalu, mereka hanya di panggil dengan sebutan Shinsu yang terhormat, Shinsu Serigala Hitam, Putih, dan warna-warni. Sangat tidak kreatif.
“...Ya~ Kuasa mana ada orang yang berani menamai Shinsu yang notabene nya adalah Hewan peliharaan dan kesayangannya Dewi Yara ?!” Lanjutnya ber batin.
Lagi, ketiga Shinsu itu mengangguk. Kali ini ekor mereka bergoyang-goyang penuh semangat.
“Hem.. Aku sudah selesai memikirkan Nama..” Ujarnya sambil mengulurkan jemari mendekati hidung Serigala berwarna Hitam.
“Rangga.” Ucapnya sambil menyentuh hidung Rangga dengan jari telunjuknya. Dia lanjut menyentuh hidung Serigala berwarna putih sambil berucap, “Bella.” Dan jemari terakhirnya mendarat di Serigala warna warni. “Samuel.”
“Hehehe... Bagaimana ? Aku ahli dalam memberikan nama bukan ?”
“Terimakasih Master ~” Ucap ketiganya dan menerjang tubuh Eleanora. Beruntungnya tubuh itu sudah beradaptasi, sehingga Eleanora tidak akan tiduran di tanah lagi karena di terjang tiba-tiba.
“Rangga, sesuai sejarah Kekuatan Mu adalah penghancur. Benarkah ?”
“Benar Master.” Sambil mengangguk
“Bella, kalau kekuatan Mu adalah Pelindung kan ?”
“Iya, Master.. Aku akan melindungi Master apapun yang terjadi.”
“Dan Samuel, kekuatan Mu adalah penyembuh.. Bahkan dalam catatan sejarah, Kau dapat membangkitkan manusia-manusia yang sudah mati karena serangan monster-monster kan ?”
“Benar Master... Tapi itu membutuhkan Kapasitas Mana yang besar dari Master yang menjalin kontrak dengan Ku karena memakai kekuatan Ku pada taraf yang menentang hukum alam.”
“Hukum alam ya... Jika sudah mati, maka matilah.. begitu ?”
“Tepat sekali.”
“Namun waktu itu Dewi Yara tidak tega melihat hampir 80% manusia telah kehilangan nyawa. Itulah sebabnya Dia memberikan kekuatan nya pada Duke Aaliziar agar Mana nya melimpah ruah dan dapat mengakses kekuatan Ku dengan leluasa.”
“Hem....” Eleanora kembali berpikir. Dan Dia pun berucap dalam batin nya “Ada yang aneh. Ingatan mereka seolah terkunci dengan baik. Namun, kenapa mereka dapat menjawab dengan leluasa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan yang telah terjadi beratus-ratus tahun yang lalu ? Dan lagi, siapa yang menyegel ingatan mereka ? Apa mungkin Dewi Yara ? Tapi untuk apa ?”
“Master ?” Panggil Bella.
“Ah.. Maaf....Lagi-lagi Aku tenggelam dalam pikiran.”
“Master sejak tadi selalu begitu. Apa yang Master pikirkan ?" Tanya Rangga.
“Ah, bukan apa-apa. Aku hanya berpikir sesuatu tentang Samuel.”
“Tentang Ku ? Master memikirkan Ku sampai sebegitu nya ?”
“Tcih... Dasar lebai.” Ucap Rangga sinis.
“Pasti Master memikirkan hal lain. Dia mengatakan hal itu agar Kita tidak bertanya lebih lanjut.” Sambung Bella yang entah kenapa, Dia dan Rangga tak ingin Samuel tampak lebih di sayang oleh Eleanora. Dengan kata lain, mereka cemburu.
“Tidak Aku serius... Samuel, apakah Kau bisa memeriksa tubuh Ku ? Walaupun Aku sudah memakan Bunga Cahaya Rembulan dan bahkan telah melakukan pernapasan Mana, Aku ingin mengetahui kondisi tubuh Ku dari ahli nya. Apakah hal itu akan menguras Mana Ku ?”
“Tentu tidak Master.. Selagi Master tidak menggunakan Kekuatan Kami pada orang lain, maka Mana Master tidak akan terkuras.” Jelas Samuel sambil berjalan mendekati Eleanora.
"Baguslah.., Kalau begitu, mohon bantuannya Samuel.” Kata Eleanora sambil mengelus kepala Samuel yang mendekatinya.
Samuel pun meletakkan keningnya ke Kening Eleanora. Cahaya warna-warni tampak sedikit bersinar.
***
Beberapa saat kemudian.
“Master, tubuh Mu punya riwayat terkena racun yang sangat parah. Bersyukurlah karena Master mendapatkan Bunga Cahaya Rembulan yang amat langkah itu.” Ucap Samuel.
“Hem.... Kalau begitu coba jawab pertanyaan Ku. Walau melakukan latihan fisik yang keras, tubuhku tampak tetap bugar. Nafasku memang terengah-engah, tapi Aku tidak merasa capek.”
“Ah.. Itu karena tubuh Master yang sebelumnya di selimuti oleh Racun sejak kecil. Kira-kira saat berusia tujuh atau delapan tahun. Hal itu menyebabkan semua kinerja rusak dan membuat tubuh Master melemah. Tapi setelah memakan Bunga Cahaya Rembulan, semua partikel kecil di dalam tubuh Master telah sembuh total. Tubuh Master yang punya kapasitas Mana yang besar otomatis mendorong tubuh agar dapat mengejar ketinggalan.”
“Ah, jadi tubuh ini merengek untuk di latih..” Gumamnya pelan.
“Selain itu, entah bagaimana Jiwa Master sudah bisa menghasilkan Aura. Walaupun sudah kupikirkan berkali-kali tetap tak paham. Karena jiwa yang kuat adalah jiwa yang di tempa bersama tubuh. Bagaimana mungkin Jiwa Master memiliki Aura namun tubuh Master tampak sangat lemah sejak diselubungi oleh racun.”
“Aura dan jiwa yaa.. Ku rasa itu karena kekuatan tubuh Ku yang dipindahkan dari Bumi abad 21. Tubuhku saat ini memang lemah, namun tubuh Ku di kehidupan sebelumnya di tempa dengan sangat keras.”
“Kehidupan sebelumnya ?” Samuel terperangah.
“Jadi, Master bereinkarnasi ? Woww..” Sambung Bella.
“Seperti apakah kehidupan master sebelumnya ?” Lanjut Rangga dengan rasa penasarannya.
“Sebentar.” Tahan Eleanora pada Bella dan Rangga. “Aku akan menjelaskan kehidupan Ku sebelumnya di lain waktu. Untuk saat ini mari Kita fokus pada Samuel. Dari raut wajah, sepertinya ada hal yang mengganjal dan belum Dia sampaikan.”
Kini Samuel menjadi pusat perhatian. Dan memang wajahnya tampak ada sedikit ketidakyakinan.
“Samuel.. Apa kau baik-baik saja ?” Tanya Rangga.
“Tak mungkin Kau sakit kan ? Kau adalah penyembuh, mana mungkin tubuh Mu eror.” Tegas Bella yang gengsi mengutarakan kekhawatirannya.
“.......” Samuel Masih terdiam. Wajahnya tampak lebih kusut.
“Samuel..” Panggil Eleanora yang sudah berdiri di depannya. “Ada apa ?” Kali ini Eleanora mengangkat wajah Samuel yang menunduk sejak tadi. Mata mereka saling melihat dalam jarak yang dekat.
“Ah.. Aku masih kurang yakin.. Akan Aku periksa sekali lagi.” Ucapnya sambil menempelkan kening seperti sebelumnya. Cahaya yang di hasilkan kali ini tampak lebih banyak dari sebelumnya.
“Samuel melakukan pemeriksaan dua kali ?”
“Setidak yakin apa sampai melakukan hal yang tidak pernah terjadi ?”
Rangga dan Bella tampak amat kaget dengan tingkah Samuel. Mereka sudah bersama sejak lama, sehingga mereka pasti lebih tau tentang Samuel.
***
Beberapa saat kemudian...
“Ternyata yang Aku pikirkan itu benar adanya.”
“Tentang apa ?” Tanya Rangga dan Bella.
“Master kita kini memiliki tiga kekuatan di dalam tubuhnya.”
“Apa ?” Kaget Eleanora, Bella dan Rangga.
“Jangan bilang terdapat kekuatan magis yang belum bangkit pada tubuh Master?” Tanya Bella
Rangga tampak berpikir. Lalu kemudian berucap “Tapi kenapa Kita tak bisa merasakan kekuatan magis itu ? Bukankah sekalipun belum bangkit, terdapat luapan magis di sekitar tubuh ? Sedangkan Kita tidak merasakan hal itu hingga detik ini.”
“......” Eleanora terdiam. Dia ingin menyimak dulu sampai mana para Shinsu bertukar pikiran. Karena Dia tau bahwa di kekaisaran Elion ini, hanya sekali dalam ratusan tahun terlahir seseorang yang memiliki tiga kekuatan didalam tubuh.
“Aku juga merasakan hal itu, Kak Rangga. Sehingga Aku tampak tak yakin tadi.”
“Pasti ada penyebabnya. Dan hal inilah yang membuat Mu mencurahkan lebih banyak kekuatan saat melakukan pemeriksaan kedua kan ?”
“Kak Bella benar.. Dan hal yang membuat Kita tidak dapat merasakan kekuatan Magis dari tubuh Master karena kekuatan magis nya di segel.”
“..!!!...” Semua yang mendengar perkatan Samuel tentu saja kaget. Eleanora memang tidak paham, namun melihat reaksi Rangga dan Bella, Eleanora memiliki firasat yang kurang baik.
Rangga dan Bella langsung mendekati Samuel dan menghujani Nya dengan berbagai pertanyaan.
“Segelnya dalam bentuk apa ?”
“Rantai.. Tampak seperti Rantai yang sangat tebal dan cukup besar.”
“Warnanya... Apa warna dari rantai itu ?”
“Merah.”
“Dengan kata lain...” Ujar Bella terhenti dan langsung melihat Eleanora.
“...Yang menyegel Master adalah...” Lanjut Rangga yang juga langsung melihat Masternya.
“Em... Ibu Master sendiri.” Tegas Samuel.
“..!!!....” Eleanora terkejut dengan pernyataan para Shinsu barusan.
Kini bukan Samuel lagi, namun Eleanora yang menjadi pusat perhatian.
...*...
...*...
...*...
...*...
Langsung ke Chapter selanjutnya Guys🥰 Jangan lupa Like dan Komennya💃❤️🔥 Terimakasih ❤️🔥
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments