#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)

Melatih tubuh, Melatih tubuh, Melatih tubuh, Melatih tubuh, dan Melatih tubuh. Hanya hal itu yang terus Eleanora lakukan.

Dihitung dari hari pertama saat Dia berjumpa dengan Para Shinsu hingga Kontrak yang terjalin dengan Raja Spirit Angin tingkat tinggi sampai melatih kekuatan magisnya yang baru terbebas dari segel, maka Genap Lah sudah Eleanora berada di dalam Dimensi yang di hasilkan oleh Para Shinsu Serigala selama sebulan penuh.

Dengan kata lain, Waktu Eleanora untuk berlatih sudah habis. Dia harus pulang ke kediaman Grand Duke Iveltto, sebelum Ayahnya pulang dari pembasmian.

“Asael.. Apa yang Kau lakukan pada rambut Ku ?” Tanya Eleanora pada Spirit Angin yang saat ini tengah mengotak-atik rambutnya.

“Aku sedang mengepang rambut Mu Master. Agar Kau lebih nyaman saat Kita keluar dari Dimensi ini.” Jawab Asael yang masih fokus pada pekerjaannya.

Eleanora tidak percaya bahwa Spirit Angin yang di katakan sangat Agung malah merengek meminta nama saat hari kedua menyadari bahwa Para Shinsu memiliki nama tersendiri. Dia juga cepat beradaptasi degan lingkungan. Dia cepat akrab dengan para Shinsu dan juga Eleanora.

Hingga akhirnya Eleanora merasa pusing karena bertambah lagi satu Makhluk yang akan bermanja-manja jika Eleanora tengah beristirahat.

“Hahaha... Aku yang menang. Aku yang akan menjadi Kuda dan akan mengantar Master sampai ke Kediaman Duke.. Yiiihaaa..!!!” Ujar Bella yang sudah berubah wujud menjadi Kuda dan melompat ke sana kemari.

“Ah, jadi Bella yang menang..” Ucap Asael yang baru saja selesai mengepang rambut Eleanora dan mengikat ujung rambutnya dengan pita yang Dia hasilkan dari kekuatannya.

“Ku rasa begitu.. Lihatlah raut wajah Rangga dan Samuel yang sudah mengusut.”

“Hahaha...” Tawa Eleanora dan Asael dengan apa yang mereka lihat.

Mereka berdua pun menghampiri para Shinsu.

“Jadi, siapa yang akan menjadi manik-manik dan menempel di gelang Ku ?” Tanya Eleanora berpura-pura tidak tahu.

“Aku dan Samuel.” Jawab Rangga bersungut-sungut.

“Jangan begitu. Kemari Lah. Siapapun yang akan Aku tunggangi, tidak menjadikan Aku lebih sayang ke satu pihak kan ? Aku tetap menyayangi Kalian. Jadi jangan bersungut lagi.” Bujuk Eleanora sambil memeluk Rangga dan Samuel.

“Jadi master tidak akan memeluk Kami ?” Sambung Asael dan juga Bella.

“Ya Dewa....” Batin Eleanora menjerit kesulitan. “ Kemari Lah.. Aku juga akan memeluk Kalian.” Ucap nya.

Eleanora pun berusaha memeluk ke empat makhluk yang katanya Agung itu. Entahlah, Eleanora sebenarnya tidak seperti ini, namun kehadiran merekalah yang menjadikan Eleanora memiliki kekuatan yang banyak hingga detik ini.

***

Setelah Rangga dan Samuel berubah menjadi manik-manik dan menempel di gelang Eleanora, Tentunya mereka berdua menciptakan dimensi kecil agar mereka berdua dapat beristirahat di gelang Eleanora. Bahkan Asael pun ikut nimbrung di Dimensi yang di buat oleh Rangga. Padahal Dia bisa kembali ke dunia Spirit dan baru nampak saat Eleanora memanggil, namun Dia menolak hal itu. Dia tidak ingin terpisah dari Eleanora dan para Shinsu.

Eleanora pun naik ke punggung Bella yang sudah menjadi kuda, dan langsung keluar dari dalam Dimensi.

“Master, Anda akan terkejut saat keluar nanti.” Ucap Bella.

“Kenapa ?”

Dari pada menjelaskan, Bella memilih untuk menunjukkannya. Bella dan Eleanora pun muncul di udara.

“Ah.. Jadi Dimensi yang Kalian ciptakan berada di udara ya..”

“Tentu saja. Itu jugalah yang membuat Master terselamatkan saat terjatuh dari atas.”

“Tapi kenapa Kalian mengijinkan Ku masuk Dimensi ? Padahal Kalian bilang Dimensi Kalian tidak bisa di masuki oleh siapapun tanpa seizin Kalian.”

“Ah, itu karena Kami merasakan kehadiran Master. Kami nyaman akan hal itu, makanya Kami pun mengijinkan Master masuk.”

“Kalian ini.. Hahaha, pokonya terimakasih...” Ucap Eleanora membiarkan Bella terjun ke bawah dan melawan gravitasi. Menikmati tekanan udara yang bahkan terasa sakit saat bernafas, memberikan pengalaman baru untuk Eleanora.

***

Bella dan Eleanora pun kini sudah menginjakkan Kaki nya di tanah.

“Wuuhhh.. Tadi itu kecepatan yang luar biasa, Bella.” Ucapnya sambil mengusap kepala Bella.

“Assyikkk bukan ?”

“Tentu saja..”

“Eheem.. Ehem....” Batuk para lelaki yang saat ini berada di dimensi lain di gelang Eleanora.

“Hahaha, Bella. Sebaiknya Kita bercakap-cakap lewat transmisi suara saja.”

“Aku setuju pada perkataan Mu Master.”

“Kok Kalian berdua langsung Hening ? Pasti Kalian berbicara lewat Transmisi Suara kan ?”

“Tidak adil....”

“Huwaa.. Master pilih kasih..”

“Bella, abaikan saja.. Mari Kita menyusuri hutan ini. Jika sudah puas melihat-lihat, barulah Kita berteleportasi menggunakan kekuatan Asael. “

“Aku setuju, Master.”

“Hei.. Kenapa terus hening ? Kalian pasti sedang membicarakan hal yang seru.!”

Bella dan Eleanora pun memilih untuk menyusuri hutan dan mengabaikan rengekan para jantan di dimensi lain.

Mereka lebih memilih Melihat banyak hal tanpa rasa takut sedikit pun di hutan yang luas.

***

Beberapa saat kemudian...

“Master...” Panggil Bella yang telah menghentikan pergerakannya.

“Aku juga merasakan kehadiran seseorang, Bella.”

“Apakah Kita harus mendekat ?"

“Tentu. Aku penasaran siapa yang memberikan hawa mencekam ini.”

Bella pun menuju ke tempat yang terdapat hawa mencekam yang di maksud oleh Eleanora itu.

***

Lagi, beberapa saat kemudian...

“Apa-apaan ini ?!” Ucap Eleanora dengan mata yang terbelalak saat melihat yang baru saja Dia temui.

Bagaimana mungkin Eleanora tidak kaget dengan yang sedang terpampang nyata di hadapannya ?

Harimau yang Dia temui beberapa waktu yang lalu di atas gunung, kini tampak tidak bertenaga lagi dan tengah di kelilingi oleh empat orang dengan badan berotot.

“.....” Eleanora terdiam seribu bahasa.

Dia sudah turun dari punggung Bella dan mendekati 4 orang yang tengah memegang pedang panjang sambil tertawa kegirangan itu.

“Apa yang Kalian lakukan pada Harimau itu ?”

Pertanyaan Eleanora yang tiba-tiba membuat seluruh mata tertuju ke arah nya. Tak terkecuali Harimau yang memandang Eleanora dengan tatapan kesakitan.

“Apa kau masih perlu bertanya pada hal yang sudah jelas ? Atau kau terlalu bodoh sampai tidak bisa mencerna hal yang sedang terjadi ?” Jawab salah seorang dari mereka dengan sangat angkuh. Sebut saja namanya si A.

“Hei, jangan terlalu kasar pada wanita cantik. Kita bisa menggunakannya untuk-“

“Sraaattt...” “Tuk.”

Bunyi benda yang jatuh pun menghentikan perkataan salah seorang dari mereka, sebut saja orang ke dua ini bernama B.

Dalam sekejab, Eleanora yang posisi nya berada jauh dari mereka bisa memotong lengan A. Orang yang menjawab pertanyaan Eleanora dengan ketidakseriusan tadi.

"Aaarrghhhh...." Teriak Si A.

Perhatian B, C dan D pun kini mengarah ke arah Eleanora. Sedangkan si A ? Dia tengah sibuk berteriak kesakitan sambil berguling-guling di tanah.

“Bagaimana bisa... Kau memotong lengan A padahal ada jarak yang cukup untuk membuat Kami waspada.” Kata Si C dengan mata yang terbelalak.

“Oh... Kalian tidak melihat pergerakan Ku ? Padahal Aku mendekati Kalian, memotong lengan nya dengan pedang yang terbuat dari Aura milik ku, dan kembali ke posisi ku saat ini. Apakah Kalian yakin tidak melihat pergerakan Ku ?” Tanya Eleanora dengan tatapan membunuhnya.

Ke 3 orang yang saat ini masih bisa berdiri pun menatap Eleanora dengan tatapan panik tak karuan. Apa-apaan wanita hebat yang tiba-tiba muncul ini ?

Tatapan Eleanora bertemu dengan mereka bertiga. Sedetik kemudian Eleanora memiringkan kepalanya, dan kemudian...

“Hahahah.!!” Tawa nya pecah tak karuan.

“Apa.. Apa Dia gila ?” Ucap si D dengan kaki yang sudah gemetar.

Mereka bertiga tidak bisa menipu perasaan takut yang timbul. Intimidasi yang Eleanora berikan bukanlah sebuah omong kosong belaka.

“Oh ~ Jadi Kalian tidak mengingat Ku ? Apa-apaan.. Padahal Kalianlah yang membuat Ku terjun dari tebing satu bulan yang lalu.”

Ucapan Eleanora berhasil memecahkan pikiran ke 4 pria berbadan kekar itu, bahkan Si A yang tengah kesakitan pun menyimak perkataan Eleanora.

“Tidak mungkin !” Cetus Si C sambil mundur satu langkah.

“Bukankah gadis itu sudah mati karena terjun ? Kenapa dia masih hidup?”

“Apakah Dia memanggil iblis untuk menempati tubuhnya ?”

“Hahaha... Ahhh.. Hahahahaa..” Rasa takut yang tergambar jelas di wajah mereka itu berhasil memberikan rasa menggelitik di perut Eleanora. Sudah lama dia tidak merasakan hal ini.

...*...

...*...

...*...

...*...

Apa yang akan terjadi selanjutnya ? Go to Next chapter guys... Jangan lupa like sama komen nya ya🥰.. Love you Guys..❤️‍🔥

Episodes
1 #Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2 #Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3 #Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4 #Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5 #Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6 #Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7 #Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8 #Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9 #Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10 #Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11 #Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12 #Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13 #Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14 #Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15 #Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16 #Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17 #Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18 #Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19 #Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20 #Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21 #Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22 #Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23 #Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24 #Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25 #Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26 #Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27 #Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28 #Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29 #Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30 #Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31 #Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32 #Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33 #Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34 #Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35 #Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36 #Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37 #Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38 #Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39 #Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40 #Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41 #Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42 #Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43 #Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44 #Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45 #Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46 Pengumuman
Episodes

Updated 46 Episodes

1
#Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2
#Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3
#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4
#Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5
#Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6
#Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7
#Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8
#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9
#Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10
#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11
#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12
#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13
#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14
#Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15
#Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16
#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17
#Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18
#Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19
#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20
#Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21
#Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22
#Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23
#Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24
#Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25
#Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26
#Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27
#Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28
#Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29
#Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30
#Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31
#Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32
#Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33
#Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34
#Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35
#Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36
#Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37
#Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38
#Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39
#Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40
#Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41
#Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42
#Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43
#Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44
#Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45
#Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!