#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)

Eleanora terbebani dengan tatapan para Shinsu. Lebih baik mereka menerjang tubuhnya dengan berbagai tingkah manja, dari pada melihatnya dengan ekspresi serius seperti ini. Eleanora jadi kesulitan bernafas.

“Tunggu... Kenapa Kalian melihat ku seperti itu ? Aku yakin Ibu Ku tidak punya maksud jahat sama sekali. Pasti ada alasannya.” Ucap nya yakin. Karena begitulah Sifat Ibu Nya. Entah di Bumi maupun di dunia baru ini.

“Kami tau hal itu Master.” Cetus Rangga

“Lalu ? Kenapa Kalian melihat Ku seperti ini ?”

“Kami hanya penasaran dengan alasan di balik penyegelan ini.” Sambung Samuel.

“Penasaran ? Kenapa ?”

“Master mungkin tidak tau, tapi di dunia ini orang melakukan penyegelan hanya karena dua hal. Pertama, karena hal itu membahayakan orang lain. Kedua, karena hal itu membahayakan dirinya sendiri.” Jelas Bella.

“Dalam kasus Master kali ini, karena rantai penyegelan itu terbuat dari kekuatan suci tingkat tinggi dan juga darah dari Ibu Master, pasti karena Kekuatan itu akan membahayakan diri Master.” Sambung Samuel.

“Master pasti sudah tau bahwa dalam ratusan tahun hanya ada beberapa orang saja yang terlahir dengan tiga kekuatan atau bahkan empat. Dan kemunculan orang-orang seperti itu, menandakan sesuatu yang besar akan terjadi di Kontinen ini. Ku rasa, Ibu Master mencoba agar Master tidak perlu memikul beban seperti itu. Maaf , tapi Tindakan Nya pasti menentang hukum alam dan menyebabkan kematian.” Jelas Rangga.

Pernyataan-pernyataan dari para Shinsu membuat Eleanora kebanjiran informasi. Dan Lagi, Eleanora tenggelam dalam pikirannya.

“Reinkarnasi, kemiripan wajah dan nama yang sama dengan orang-orang yang ku kenal dari Bumi abad 21, Menjalin kontrak dengan para Shinsu... Apa mungkin ini semua persiapan untuk sesuatu yang akan terjadi di masa depan ? Sebesar apa masalah yang ada di masa depan, sampai-sampai membuat diri Ku mendapat persiapan seperti ini ?”

“Master..” Panggil para Shinsu dan membuatnya keluar dari lautan pikiran yang menyesakkan.

“Ya ?!”

“Kami tak tau apa yang Master khawatirkan. Tapi apapun itu, Kami akan selalu ada di sisi Master dan membantu Mu. Aku akan menghancurkan apapun yang Master perintahkan.”

“Tidak peduli seberat apapun, Aku akan menjadi perisai untuk melindungi Master dan orang-orang yang Master cinta dan sayangi.”

“Sekalipun mati, Aku akan akan membangkitkan Master. Walaupun menentang hukum Kasual, Aku akan mengorbankan Nyawa ini, hanya untuk Master.”

“.....” Eleanora terdiam.

“Padahal baru saja bertemu. Baru juga menjalin kontrak. Dan padahal baru beberapa saat berbicara, kenapa Mereka sudah sangat setia ? Apa-apaan.. Kenapa Kalian membuat Ku merasa bahwa Aku memiliki sesuatu yang dapat dipercaya ? Aku sudah pernah dikhianati loh.. Aku tidak bisa percaya begitu saja... Tapi kalau Kalian, Kurasa tidak masalah.” Batin Eleanora terharu.

“Terimakasih... Aku senang memiliki Kalian di Dunia ini.” Ucapnya sambil memeluk para Shinsu.

***

Beberapa saat kemudian...

“Kami akan membantu Mu berlatih Master.” Ucap Bella.

“Dengan cara ?”

“Walaupun Kami tidak bisa menghentikan waktu, tapi Kami dapat menciptakan dimensi yang tidak dapat di masuki oleh siapapun. Dimensi ini dapat memudahkan Master untuk bergerak dengan leluasa. ” Jelas Rangga.

“Kalau begitu, mohon bantuan Nya.” Ucap Eleanora sedikit menunduk.

Rangga, Bella dan Samuel pun berdiri di titik masing-masing seperti Segi tiga, dan mulai mengeluarkan kekuatan mereka.

Seketika, Cahaya dari gabungan ke tiga warna bulu para Shinsu itu meledak-ledak dan memenuhi dimensi. Eleanora yang sudah tau akan seperti ini pun sudah memejamkan matanya sejak tubuh mereka bertiga mulai nampak bercahaya.

***

“Master.. Bukalah Mata Anda.” Pinta Bella.

Perlahan, Eleanora pun membuka matanya.

“Woww... Kalian sangat hebat...” Ungkap nya saat melihat hutan yang amat luas, dengan pepohonan yang bertebaran di mana-mana.

Bella Mempersilahkan Eleanora untuk naik ke pundaknya, karena akan di ajak melihat dimensi baru ini.

Terdapat lapangan besar yang dijelaskan Bella sebagai tempat untuk Eleanora melatih pedang nanti. Terdapat juga Air terjun dengan air yang berwarna hijau. Bella mengatakan bahwa itu bukan air biasa. Melainkan Potion yang dapat menyembuhkan Luka dan dapat meningkatkan Mana. Potion itu dapat nampak seperti Sungai karena Keberadaan Para Shinsu yang mengubah Air menjadi lautan Potion. Kekuatan keberadaan mereka dapat membuat air berubah menjadi lautan Potion

“Hanya itu saja. Sisanya adalah hamparan hutan yang luas nya entah sampai mana. Kak Rangga bilang Master pasti akan membutuhkannya.”

“Tentu.... Ini akan sangat berguna..”

Bella pun mendarat di dekat sungai Potion. Di sana Rangga dan Samuel sudah menunggu.

“Master, bagaimana pendapat Mu tentang tempat ini yang baru saja Kami buat lebih luas ?” Tanya Rangga.

“Sangat sempurna. Aku hanya memikirkan untuk melatih tubuh tanpa harus khawatir dihampiri oleh Binatang Buas.”

“Master akan berlatih selama berapa hari ? Karena tak mungkin Master tidak pulang ke rumah. Orang tua Master pasti akan khawatir.”

“Ah... Terimakasih karena telah mengingatkan Ku Bella. Aku hampir lupa tentang keluarga.”

“Aku sudah terbiasa berlatih selama yang Aku mau di Bumi, Ayah dan Ibu juga tidak terlalu khawatir karena Aku terus mengirim kabar lewat Smartphone. Tapi di dunia ini pasti belum ada hal semacam itu.” Batin Nya.

“Sebulan... Karena Ayah Ku masih akan berada di perbatasan selama sebulan, Aku memiliki waktu untuk berlatih.”

“Baik Master. Kami akan menemani Master mengembangkan tubuh dan Mana, agar Jiwa Master dapat mengeluarkan Aura yang sudah ada.”

“Terimakasih Rangga.”

“Samuel ? Apa ada yang ingin Kau katakan ?”

“Emmm...” Mengangguk.

“Katakan Saja.”

“Ini masih tentang segel. Setelah dipikirkan dengan seksama, ada cara untuk melepaskan Segel yang tipenya sulit seperti ini. Aku akan memberitahu Master jika Master ngin melepaskan segel itu. Jika tidak, maka Aku tak akan mengatakan nya. Hal ini sudah Aku rundingkan dengan Kak Rangga dan Kak Bella.”

“Walaupun cara nya sulit, Aku ingin melepaskan segel ini. Bukannya Aku tidak percaya pada Ibu, namun Aku membutuhkan kekuatan jika di masa depan nanti terjadi hal yang tidak bisa di tangani oleh orang lain.”

“Baiklah. Karena segel itu memiliki empat komponen kunci yang berbeda-beda, Mengharuskan Master untuk menjalin kontrak dengan Empat Spirit Tingkat Tinggi.”

“Tapi... Apakah Aku bisa ? Dewi Yara saja hanya bisa memanggil Spirit Api dan Air level tinggi. Bagaimana mungkin Aku bisa memanggil empat Spirit level tinggi ?”

“Tidak... Pada saat itu Dewi Yara memanggil dua spirit saja karena memang hanya dua spirit itu yang di butuhkan. Kekuatan Dewi Yara juga di bagikan pada beberapa orang, sehingga tidak bisa membuatnya memanggil dua spirit yang lain karena beberapa hal yang terjadi.” Ungkap Rangga begitu saja.

Lagi, Rangga mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan peperangan yang pernah terjadi. Sepertinya Dia tak sadar bahwa hal itu telah keluar dari mulutnya. Wajah Eleanora masih nampak ragu.

“Kenapa Master ragu ? Jika melakukan pernapasan Mana di Dimensi ini, Master pasti bisa memanggil lebih dari satu Spirit level tinggi. Master harus optimis.” Bella meyakinkan.

“Kau benar. Berhasil tidaknya itu kita pikirkan nanti. Untuk saat ini, Aku harus fokus menempa diri dan menambah kapasitas mana.” Ucapnya memutuskan.

...*...

...*...

...*...

...*...

Setelah itu, Eleanora pun lanjut menempa tubuh agar kekuatan Aura yang sudah tertanam di jiwa nya dapat di keluarkan. Berkat bantuan Rangga yang bisa menciptakan Pedang, Belati dan panah lewat Aura milik nya, memudahkan Eleanora untuk mengasah kemampuan dan membiasakan tubuh nya dengan berbagai senjata.

Tidak hanya berlari selama dua jam di pagi hari, Eleanora juga melatih setiap otot tubuhnya dengan keras selama tiga jam. Setelah tubuh, Eleanora lanjut bermeditasi di bawah air terjun (Potion) yang meluncur dengan deras. Pada awalnya hal itu sampai membuat tubuh Eleanora terlempar. Bermeditasi memang gampang, tetapi jika tubuh terus di guyur oleh lautan Potion yang menciptakan rasa sakit, membuat Eleanora membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dan memfokuskan pikirannya.

Usai melatih pernapasan Mana selama dua jam, Eleanora beristirahat.

Biasanya Dia akan tidur Siang dan di kelilingi oleh para Shinsu. Sore hari, Dia akan melatih kemampuannya dalam berbagai senjata. Dia juga akan melakukan sparing pedang dengan Rangga yang akan berubah menyerupai wujud manusia selama satu jam.

...*...

...*...

...*...

...*...

Dan Dua minggu kemudian, Eleanora sudah dapat mengeluarkan Aura yang terpendam dalam Jiwanya.

“Woww... Apakah ini yang dinamakan Aura ?” Ujarnya terkagum-kagum karena di selimuti oleh cahaya berwarna biru di sekujur tubuh.

“Tentu saja. Selamat karena tubuh yang Master tempa dengan keras selama ini berhasil mengimbangi kapasitas mana dan juga kekuatan Jiwa milik Master.” Ucap Rangga yang pada saat ini berada di lapangan.

Berkat pertarungan nya dengan Eleanora, membuat Aura yang terpendam di dalam jiwa keluar dan menyelimuti tubuh Eleanora.

“Sekarang, coba Master bayangkan senjata yang Master inginkan. Aura itu akan mewujudkan yang Master imajinasikan.”

“Baiklah.” Eleanora memejamkan matanya sejenak, dan kemudian Auara yang menyelimuti tubuhnya itu perlahan-lahan terkumpul di tangannya, dan membentuk sesuatu yang Dia pikirkan.

“Cambuk ?” Batin Rangga.

Belum selesai, Cambuk itu kemudian mengeluarkan duri-duri tebal.

“Hahaha, Aku menginginkan senjata ini.” Ujar Eleanora saat melihat senjata ynag Dia pegang sesuai dengan Yang Dia pikirkan.

“Apakah Master ahli dalam menggunakan senjata ini ?”

“Ikuti Aku.” Ucap Eleanora yang sudah berpindah tempat ke dalam hutan. Kekuatannya berpindah tempat dengan berlari dan menggunakan Mana untuk mempercepat langkah benar-benar sangat efisien.

Dengan kesadaran penuh, Eleanora memberikan cambukan pada pohon-pohon yang Dia lihat. Dan hanya satu cambukan saja, pohon-pohon itu sudah tumbang.

“Master, kekuatan Mu benar-benar sangat menakjubkan.”

“Tentu.. Namun Aura Blade yang dapat Aku gunakan tidak lebih dari 20 serangan. Dan itu masih terlalu sedikit. Aku harus menempa diri lagi.”

“Tapi, para Kesatria yang sudah ada di tingkat akhir sebelum memasuki ranah Sword Master saja hanya bisa mengeluarkan 15 serangan dengan Aura Blade. Master saat ini sudah sangat hebat.”

“Itu kan urusan mereka. Urusan Ku adalah menciptakan serangan yang akan menguntungkan Ku. Lebih baik kekuatan serangan Aura Blade Ku lebih dari ratusan, dari pada harus terpuruk karena kekuatan yang tak bisa di keluarkan karena pada dasarnya hanya Terbiasa dengan sedikit serangan Aura Blade.”

“Baiklah.. Master memang tiada duanya.”

“Hahaha.. Hantarkan Aku ke Air terjun Potion. Aku ingin melakukan pernapasan Mana.”

“Baik.”

***

Eleanora sudah duduk bersila di bawah air terjun. Dia benar-benar sudah sangat ahli sehingga saat ini Dia nampak sangat tenang dan membiarkan Kapasitas mananya terus bertambah dan terus bertambah.

“Sudah dua jam, tetapi Master belum juga keluar dari air terjun ?” Ucap Bella.

“Master pasti lupa waktu lagi. Beberapa hari yang lalu juga Master seperti ini.” Sambung Rangga.

“Padahal baru mengeluarkan 20 serangan Aura Blade, kenapa tidak membiarkan Aku mengobati kelelahannya dulu ?" Rengek Samuel.

“Hei, Master sedang berada di Lautan Potion. Sudah pasti rasa lelahnya akan terobati. Pikirkanlah sesuatu sebelum berucap Samuel.” Tegas Rangga.

“Tapi kan Aku lebih mujarab..”

“Biarkan saja, Kak Rangga. Anak Bungsu memang suka merengek.”

“Arrgghhh..!!” Teriak Eleanora berhasil menyita perhatian.

Episodes
1 #Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2 #Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3 #Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4 #Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5 #Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6 #Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7 #Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8 #Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9 #Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10 #Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11 #Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12 #Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13 #Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14 #Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15 #Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16 #Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17 #Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18 #Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19 #Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20 #Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21 #Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22 #Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23 #Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24 #Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25 #Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26 #Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27 #Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28 #Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29 #Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30 #Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31 #Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32 #Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33 #Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34 #Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35 #Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36 #Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37 #Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38 #Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39 #Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40 #Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41 #Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42 #Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43 #Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44 #Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45 #Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46 Pengumuman
Episodes

Updated 46 Episodes

1
#Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2
#Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3
#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4
#Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5
#Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6
#Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7
#Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8
#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9
#Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10
#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11
#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12
#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13
#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14
#Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15
#Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16
#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17
#Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18
#Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19
#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20
#Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21
#Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22
#Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23
#Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24
#Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25
#Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26
#Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27
#Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28
#Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29
#Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30
#Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31
#Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32
#Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33
#Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34
#Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35
#Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36
#Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37
#Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38
#Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39
#Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40
#Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41
#Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42
#Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43
#Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44
#Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45
#Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!