Walau terbesit sebuah kebimbangan, Eleanora tidak berlarut-larut didalamnya dan memilih untuk abai.
Eleanora pun memilih untuk mandi di air sungai lantaran tubuhnya yang kotor. Sedangkan luka-lukanya ? Eleanora tidak mempedulikannya. Dia pandai menahan rasa sakit sejak dulu, sehingga rasa perih sesaat tidak mengganggu nya sama sekali.
***
Kini Eleanora tengah duduk di bawah pohon apel paling besar.
Perlahan, Eleanora mengatur pola nafasnya. Dia juga mulai menenangkan pikiran. Eleanora pun melakukan meditasi agar dapat melakukan Pernapasan Mana. Manusia dapat berkomunikasi dengan tubuh nya melalui pernapasan Mana. Itulah pengetahuan di Dunia Baru ini.
***
Berdasarkan pengetahuan yang ada di dunia baru ini, terdapat empat kekuatan yang wajib dan tidak wajib di miliki.
Pertama, Mana (Wajib di miliki). Mana adalah energi terkuat yang mengalir di tubuh. Mana adalah energi penting untuk membentuk kehidupan, tapi jumlahnya berbeda tiap individu. Bahkan pohon dan rumput juga memiliki Mana walaupun sedikit. Untuk manusia, jika Mana nya kuat dia bisa menjadi Kesatria yang hebat atau mampu menggunakan Sihir. Sebaliknya jika Mana nya lemah manusia itu akan mati.
Kedua, Aura (Tidak wajib di miliki, namun dapat di miliki oleh orang-orang yang terlahir dengan kapasitas mana yang besar dan jika melakukan latihan fisik dengan rajin). Aura biasanya lebih dominan dimiliki oleh para Kesatria yang melakukan latihan sampai otot-otot nya menjerit kesakitan setiap detik nya. Jika Mana berasal dari tubuh, maka Aura berasal dari jiwa. Aura dapat membuat tubuh dan senjata punya perisainya tersendiri. Seperti memberikan kekuatan lebih, sehingga tubuh dan senjata dapat digunakan dalam Medan perang, pembasmian monster, dan sebagainya.
Sebenarnya Aura dapat di hasilkan juga oleh orang-orang yang terlahir dengan Mana yang pas-pasan. Karena pada dasarnya, Mana dapat di kembangkan lewat pernapasan mana, latihan tubuh yang teratur, dan jika memiliki banyak uang, pengumpulan mana dapat di bantu dengan sebuah artefak atau alat sihir.
Namun kembali lagi pada kepribadian orang. Karena untuk mengembangkan Mana, tentunya harus memiliki waktu. Dan itu sulit di miliki oleh beberapa orang yang harus mencari uang dan bekerja keras demi makan minum dan sebagainya.
Ketiga, Sihir (Tidak wajib di miliki. Hanya orang-orang tertentu yang dapat terlahir agar dapat menggunakan Sihir). Sihir tidak bisa dipakai hanya dengan Mana yang besar saja. Seseorang harus memiliki kekuatan Magis sejak lahir. Jika diumpamakan, Mana itu seperti kayu bakar. Namun api tidak bisa dibuat hanya dengan kayu bakar saja. untuk membuat sihir, harus ada kekuatan yang bisa menggerakkan mana. itulah kekuatan Magis, seperti batu api.
Keempat, Kekuatan Suci. Kekuatan Suci tidak wajib di miliki, lantaran kekuatan Suci yang memilih pada siapa Dia akan bangkit. Kekuatan suci adalah kekuatan yang langsung berhubungan dengan Dewa ataupun Dewi. Orang yang dikaruniai oleh kekuatan suci yang besar dapat mendengar Wahyu Dewa ataupun Dewi, menyembuhkan orang sakit, dan melakukan banyak mukjizat lainnya. Biasanya orang yang memiliki Kekuatan Suci akan tinggal di Kuil untuk melakukan tugas dan tanggung jawab nya, lantaran di anggap telah di pilih oleh Dewa atau Dewi.
Intinya Manusia biasa hanya akan terlahir dengan Mana. Namun bukan berarti Mana tidak bisa dikembangkan. Mana dapat terus berkembang jika orang itu terus melakukan meditasi atau melakukan Pernapasan Mana. Jika sudah memiliki Mana, maka tubuh yang dilatih dapat menciptakan sebuah Aura, di mana Aura ini akan membawakan keuntungan bagi si pemilik. Sedangkan jika ingin menggunakan Sihir, maka memiliki Mana saja tidak cukup. Seseorang benar-benar harus terlahir dengan kekuatan Magis sejak awal.
Biasanya, manusia hanya akan terlahir dengan Mana saja. Ada juga yang terlahir dengan Kapasitas Mana yang besar dan akan meghasilkan Aura. Ada pula yang terlahir dengan kapasitas Mana dan kekuatan Magis yang besar. Namun, sekali dalam seribu tahun, hanya beberapa orang saja yang dapat terlahir dengan Kapasitas Mana dan kekuatan magis yang besar, dan juga dapat menggunakan Aura setelah berlatih dengan keras.
***
Seperti yang dikatakan di atas, manusia dapat berkomunikasi dengan tubuh melalui Pernapasan Mana. Meskipun prosesnya membosankan, meningkatkan mana lewat pernapasan adalah satu-satunya hal yang bisa Eleanora lakukan saat ini. Eleanora ingin mengetahui kondisi tubuhnya dengan melakukan pernapasan Mana.
Dengan melakukan pernapasan Mana, energi alam akan berubah menjadi Mana dan melayang-layang di dalam tubuh. Mana memiliki pergerakan nya tersendiri, sehingga Mana itu akan mengamati satu persatu sel di dalam tubuh.
Tak lama, Eleanora merasa sedikit pusing. Perasaan ini amat Familiar, dan benar saja...
"Uhuk.. Uhuk..." Batuknya dengan muntahan darah.
"Pantas terasa Familiar..." Gumam Eleanora tersenyum kecut saat mendapat flashback singkat dari otaknya.
"Hemm.. Darah nya berwarna hitam sejak keluar dari mulutku ? Ah, benar juga. Jennie meracuni tubuh ini sejak berumur tujuh tahun kan ? Racun yang dia berikan pasti racun yang sistemnya seperti celengan. Dasar licik."
"...Uhukk... Uhuk..." Lagi, Eleanora batuk darah. Entah kenapa warna darah kali ini lebih hitam dari sebelumnya. Padahal Dia sudah tidak melakukan pernapasan Mana lagi.
"Hahahaha.... Astaga. Betapa beruntungnya jiwa yang dia dapatkan adalah jiwa Ku. Jika tidak, Aku yakin tubuh ini tidak bisa bertahan." Ucap Eleanora sambil menyeka darahnya dengan santai.
Eleanora sudah terbiasa dengan berbagai racun saat berada di Bumi abad 21. Bahkan Dia kebal akan hal itu, karena sejak mendapatkan pelatihan, imun tubuhnya terus di paksa agar kebal dengan berbagai jenis racun.
Sekalipun Dia mendapatkan racun baru yang diekstrak dengan berbagai macam hal, Tubuh Eleanora akan melakukan penyesuaian. Memang membutuhkan waktu berhari-hari di tempat tidur. Namun satu hal yang pasti, Eleanora akan terbangun dalam keadaan kondisi tubuh yang tebih bugar.
"Sebenarnya racun ini akan melebur begitu saja jika Aku melatih tubuh ini selama sebulan penuh. Namun, Aku tidak bisa menunggu selama sebulan. Tidak lucu jika Aku harus muntah darah setiap melakukan pergerakan fisik ringan. Aku rasa, Aku membutuhkan Bunga Cahaya Rembulan." Ucap Eleanora menatap Mentari yang secara perlahan menghasilkan cahaya yang lebih hangat dari pada beberapa saat yang lalu.
“Sepertinya Kau akan membutuhkan infomasi ini. Bunga Cahaya Rembulan akan mekar di tebing yang dekat dengan sungai tempat mu berbaring. Terdapat pohon apel yang paling rimbun, duduklah di situ saat menjelang malam hari. Perhatikan tebing itu. Kau akan mengetahui Bunga Cahaya Rembulan saat sekali lihat. Besok malam pasti akan mekar.”
Tiba-tiba perkataan yang di ucapkan oleh Panda Sebelum jiwa nya menghilang adalah informasi tentang Bunga Cahaya Rembulan. Bunga yang pasti akan di butuhkan oleh Eleanora saat sudah mendapatkan ingatan.
"Aku... Membutuhkan Bunga Cahaya Rembulan ! Terimakasih atas Informasi nya, Panda." Ucap Eleanora sambil tersenyum
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Malam Hari, pukul 11.
Eleanora memilih untuk duduk bersandar di bawah pohon apel paling rimbun. Tatapannya hanya tertuju ke arah tebing yang tampak sangat gelap.
"Apa Aku harus menunggu lebih lama lagi ?" Batin Eleanora sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Tiba-tiba, hutan yang awalnya di penuhi dengan cahaya remang-remang, langsung di terangi oleh Cahaya Rembulan yang berbeda dari biasa nya.
"Wow.. Apa di bumi, Aku pernah melihat cahaya rembulan yang seterang ini ?" Pikir Eleanora takjub dengan yang Dia lihat.
"...Hahaha, entah di bumi ada atau tidak, Aku tidak akan tau akan hal itu.. Eemm... Aku terlalu di sibukkan dengan banyak hal." Sambungnya lagi yang kini sudah berdiri.
Eleanora berdiri bukan karena kebelet pipis, namun terdapat cahaya lain yang mendominasi tebing yang sejak tadi Dia amati. Cahaya biru yang tiba-tiba tampak saat cahaya Rembulan hampir membius penglihatan Eleanora.
Tanpa berbasa-basi lagi, Eleanora langsung memanjat tebing itu dengan sangat lihai. Dia sangat mahir jika berurusan dengan hal-hal yang menantang adrenalin ini.
Sebenarnya, tubuh Eleanora saat ini tidak bisa bergerak sama sekali. Karena selain mendapatkan banyak cedera saat terjatuh, pada dasarnya tubuh ini memang amat lemah. Kekuatan Eleanora yang berada di Bumi abad 21 berhasil dipindahkan pada tubuh ini. Sehingga penggerak Eleanora adalah kekuatan jiwanya yang berasal dari Bumi abad 21.
Beberapa saat kemudian...
Eleanora sudah berdiri di tempat yang memancarkan cahaya berwarna biru itu. Bunga itu tumbuh di tempat yang cukup luas untuk ukuran sebuah Bunga, sehingga memungkinkan Eleanora untuk berdiri.
"Kupikir warna nya akan berwarna putih. Siapa sangka bahwa warnanya malah berwarna biru ? Tapi memang sih, tampak ada campuran warna putih." Kata Eleanora berjongkok.
"Hem.. Aku harus memakan kelopak bunga ini. Apa ku makan sekarang ?" Ujarnya sambil menimang-nimang. Namun matanya langsung terfokus pada tinggi dari tebing yang Dia panjat itu. "Uh.. Karena Aku tak tau efek apa yang akan Dia berikan, lebih baik Aku makan saat berada di bawah saja." Sambungnya lagi dengan kesadaran penuh.
Eleanora langsung mencabut bunga itu dengan akar-akar nya, memasukkan bunganya ke dalam tas kecil yang Dia punya, lalu turun kembali ke bawah.
Saat sudah mendarat dengan sempurna, Indra perasa Eleanora merasakan sesuatu.
"Ada yang mendekat ! Siapa ? Manusia ? Ah, apakah mereka juga menginginkan Bunga ini ? Sayang sekali. Aku sudah menjadi pemilik bunga ini, dan tak ada niatan sama sekali untuk memberikannya pada orang lain."
Usai berpikir sejenak, Eleanora langsung berlari tanpa menimbulkan suara sama sekali. Cahaya rembulan seakan membantu Eleanora untuk menemukan tempat persembunyian.
***
Eleanora sudah tiba di sebuah Gua yang posisinya cukup jauh dari tebing. Setelah beristirahat sejenak, Eleanora mengeluarkan bunga Cahaya Rembulan itu yang ironisnya masih bercahaya.
"Dari pada membayangkan rasa nya, lebih baik langsung ku makan." Ucap Eleanora memakan enam kelopak bunga itu sekaligus.
"Em.. Manis... Rasanya seperti Gulali. Sayang sekali Aku memakannya sekaligus, jadi tidak sempat merasakan sensasi manis yang menjalar-"
DEG DEG DEG
Perkataan Eleanora langsung terhenti. Detak jantungnya seolah menggema. Apa itu ilusi ?
DEG DEG DEG
Tidak.. Itu bukan Ilusi.
"Ughh..." Erang Eleanora yang mulai merasakan pusing yang luar biasa. Detak jantung nya dapat Dia dengarkan dengan sangat jelas.
"Aku harus... Tenang.. Untuk saat ini- Uuhuukk Uhuukk..." Eleanora muntah darah hitam dalam jumlah yang banyak. Lebih banyak dari muntahan tadi pagi.
Tidak berhenti di situ, seolah rasa pusing saja tidak cukup, seluruh tubuhnya menjerit kesakitan.
"Bahkan saat di Bumi, Aku belum pernah merasa sesakit ini." Batin Eleanora yang tak mampu berucap.
"Uhuukkk.. Uhukkkkk...."
Kepala yang di rasa ingin pecah, batuk yang terus di sertai oleh muntahan darah hitam, debaran jantung yang tak terkontrol, seluruh bagian tubuhnya yang seolah di serang oleh ribuan jarum, benar-benar menyiksa Eleanora saat ini.
" Uhuuukk.. Uhuk ...Uhuuukk.. Uhuk....."
Walaupun kepala dan matanya di rasa amat berat, Eleanora memilih untuk mempertahankan kesadaran nya. Entah kenapa, Eleanora merasa jika dia pingsan, pengobatan dari Bunga Cahaya Rembulan akan terhenti.
Sepuluh menit telah berlalu, dan Eleanora masih setia dengan yang Dia rasa sejak awal. Di sekitarnya sudah penuh akan muntahan darah yang berwarna hitam pekat.
"Hahh... Hahh... Haahh..." Nafasnya terengah-engah.
Kini, Eleanora bersandar di dinding Gua dalam keadaan dibanjiri keringat dan wajah yang pucat Pasih. Dia lemas terus muntah darah sejak tadi.
"Aku lelah..." Batinnya dengan kedua tangan yang sudah terkulai lemas di tanah lantaran tidak memiliki tenaga untuk bersuara lagi.
"Aku ingin tidur... Ku rasa tubuh ini tidak akan muntah lagi... Tapi bagaimana jika ada Binatang buas yang datang karena bau amis darah di dalam Gua ?... Tunggu.. Pandangan Ku mulai buram... Jangan dulu... Aku tidak boleh.. Lengah-"
"........"
Kesadaran Eleanora pun berhasil di lahap oleh kegelapan seutuhnya.
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Hai 😊👋 Makasih ya masih stay di episode ini. Kalau suka silakan ke next episode. Tapi sebelum itu, Jan lupa Like dan Komen nya yah. Biar Author tambah Semangat.. Terimakasih 🥰❤️🔥
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments