Eleanora berjalan secara perlahan ke arah kursi yang telah di sediakan untuknya. Tatapan mata nya hanya berpindah dari sepasang mata ke sepasang mata yang terus melihat kedatangannya.
Eleanora tersenyum simpul dan berbicara dalam batin nya, “Yang duduk itu pasti James Pereira, Dia selalu ingin menjadi bos jika tidak ada Aku saat menjalankan misi. Wanita di sebelah nya pasti Desuri Thanet Okmur. Dan yang sebelah nya lagi pasti Dhami Bonh. Nama ini tak mungkin salah.”
Eleanora pun sudah duduk dengan sangat anggun di depan mereka bertiga.
“Selamat malam Nona. Informasi seperti apakah yang membuat Anda ingin membayar sebesar 500 koin emas ?” Pria Yang duduk itu pun bertanya. Eleanora semakin yakin bahwa Dia adalah James, karena suara nya tetap sama.
“Aku menginginkan dua hal.”
“Apa sajakah itu ?!”
“Pertama, Aku ingin mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan tiket akses ke dalam Guild White. “
“Tiket itu selalu ada di pelelangan Legal di jalan Blok D wilayah Wiriz.”
“Kapan pelelangan itu di adakan ?”
“Malam ini... Pelelangan itu baru bisa di masuki jika memiliki undangan..”
“Orang itu ingin memiliki undangannya. Apakah Kalian memiliki nya ?”
“Anda sangat beruntung karena Kami punya undangan itu. Kami akan memberikan nya secara Cuma-Cuma, karena sudah memberi Kami 500 Koin emas.” Sambil menyerahkan amplop berwarna ungu pada Eleanora
“Terimakasih, Dia tidak akan marah lagi karena Aku sudah mendapatkan yang Dia inginkan..” Gumam Eleanora dengan suara yang sedikit di perbesar agar dapat di dengar.
“Tapi Nona, apakah Anda sangat tidak puas dengan Guild Kami ?”
“Tidak.. Ada orang yang ingin pergi ke sana. Aku hanya utusan. Karena keinginan Ku adalah yang permintaan ke dua.” Wajah Eleanora tampak tersipu malu. James dan dua orang lainnya dapat melihat senyuman yang terpampang di wajah Eleanora sangat gugup untuk membicarakannya.
“Jadi, seperti apakah Permintaan Ke dua ini ?”
“Ini tentang Grand Duke Aaliziar...”
“Ah ~ Jangan bilang Dia Nona Bangsawan Bodoh yang jatuh cinta pada Grand Duke Aaliziar ?” Batin James, Suri dan Dhami berjamaah.
“Apa yang ingin Anda ketahui tentang Nya ?” James berusaha profesional.
“Aku dengar, Tuan Grand Duke Aaliziar sudah memiliki anak.. Apakah itu anak kandung nya ? Atau hanya anak adopsi ?”
“Walaupun Tuan Grand Duke Aaliziar belum memperkenalkan wajah anaknya di kalangan Bangsawan secara resmi, banyak orang yang sudah pernah melihat anak itu berjalan-jalan ataupun mengikuti turnamen berpedang. Semua orang berpendapat bahwa Dia adalah versi kecil dari Grand Duke Aaliziar.”
“Turnamen pedang ? Apa Grand Duke Aaliziar itu sudah gila ? Anak itu baru berusia enam tahun.!” Geram Eleanora tidak terima di dalam batinnya.
“Selain itu, tes DNA sudah di lakukan dan telah di buktikan dengan pengakuan dari pihak kuil. Grand Duke Aaliziar melakukan itu pasti agar anak nya tidak menjadi buah bibir di kalangan Bangsawan.” Tambah James.
“Lalu, bagaimana dengan wanita yang melahirkan anak itu ?” Eleanora tampak gelisah, walaupun Cuma di buat-buat.
“Tidak ada yang tau. Seperti nya Tuan Grand Duke Aaliziar tidak ingin menikahi siapapun, sehingga Dia hanya membayar rahim seorang wanita untuk mendapatkan keturunan. Hal ini hanya kesimpulan semata karena Kami tidak menemukan satu informasi pun tentang wanita yang melahirkan anak itu. Banyak juga yang yakin sekali kalau wanita itu sudah di bunuh oleh Grand Duke setelah persalinan.”
“Uwaahh... Gosipnya sangat dramatis sekali.. Syukurlah tidak ada yang curiga..”
“Apa.. Apa Aku memiliki peluang ?!” Tanya nya ragu dengan badan yang semakin menciut.
“Tidak ada yang tau. Namun jika Gelar Bangsawan Anda tinggi, pasti Anda bisa mendekati Grand Duke Aaliziar. Jadi, apakah Nona bisa memberitahu dari keluarga mana Anda berasal ? Pasti akan lebih mudah bagi Kami untuk menganalisis.”
“Kau yakin mengorek informasi seperti itu ? payah sekali...”
“Tidak... Maaf, tapi ‘Dia’ tidak ingin Aku untuk memberitahukan identitas.”
“Oh maaf.. Kami tak bermaksud untuk mengorek informasi.. Kami hanya ingin membantu.”
“Emmmm. Tak masalah..” Eleanora bangkit berdiri sambil ber batin “Bodoh.! Walaupun Aku sedari tadi menunjukkan sikap ceroboh, bodoh dan mudah di bohongi, bukan berarti Kalian boleh meremehkan Aku dan mengorek informasi dengan cara payah seperti tadi.”
Eleanora pun menyebutkan nominal yang Dia janjikan, dan 500 koin emas langsung muncul di atas meja.
“...Kalau begitu Aku pamit dulu...”
Eleanora pun berjalan dengan terburu-buru. Tubuh nya hilang setelah pintu yang Dia lewati tertutup.
“Dhami, cari tahu dari mana Nona bangsawan itu.. Aku merasa gerak geriknya sangat mencurigakan.”
“Baik, Tuan.”
Dhami pun menghilang dalam sekejap. Menyisakan Suri dan James.
“James, apa Kau tidak merasa Familiar dengan postur tubuh wanita itu ?”
“Postur tubuh ? Bukankah semua wanita memiliki postur tubuh yang sama ?”
“Benarkah ? Lalu apa yang Ku rasakan saat ini ? Entah kenapa Aku merasa sesuatu tidak beres.”
“Kalau begitu ikuti Dhami saja. Kau akan langsung tau dan bisa merasa lega bukan ?”
“Kau benar... Aku pergi dulu.”
Suri pun dalam sekejap hilang dari ruangan itu. Dia dan juga Dhami pandai menggunakan sihir. Hal ini di buktikan dengan tingkatan sihir mereka yang sudah berada di level enam.
“Aku memang berkata seperti itu pada Suri, tetapi Aku juga merasakan sesuatu dari Gadis tadi. Apa Aku juga perlu untuk turun tangan ? Tidak.. Tidak...” James menggeleng kencang. “Aku hanya perlu menunggu di sini.”
***
Beberapa menit kemudian...
Sring..
Cahaya sihir teleportasi pun muncul di ruangan yang di tempati James. Dhami dan Suri muncul dengan wajah yang tampak kusut dan kesal.
“Apa yang membuat Kalian seperti ini ?”
“Kami kehilangan jejak nya.” Jawab Dhami sambil memalingkan wajah.
“Apa ? Tapi bukankah gadis itu hanya gadis bodoh yang tengah jatuh cinta ?”
“Seperti nya yang tadi itu akting semata. Kami menunggu di atap rumah-rumah yang tinggi, saat Dia keluar dari pintu, Kami pun mengikuti langkah nya. Setelah berbelok, tubuh gadis itu menghilang bak di telan kegelapan malam dalam sekejap.” Jelas Suri.
“Apakah Dia juga seorang penyihir ?”
“Tidak.. Tidak ada tanda-tanda sihir..”
“Ah~ Amplop.. Apakah Kita masih memiliki undangan untuk pelelangan Legal ? Kita pasti bisa menemukan gadis itu di sana.” James berharap.
“Sayangnya Kau sudah menjual undangan itu sebelum gadis tadi datang.. Sejak awal, Guild Kita hanya memiliki dua saja.”
“Sial.! Siapa wanita tadi ? Baru kali ini Kita tidak bisa menggali informasi dari orang yang datang ke Guild ini.” Pekik James tak terima.
Perasaan yang sama pun di rasakan oleh Suri dan Dhami. Namun apa lagi yang bisa mereka lakukan jika kehilangan jejak seperti ini ?
***
Setelah mengecoh Suri dan Dhami berkat bantuan Bella, kini Eleanora sedang mengudara bersama Rangga menuju ke lokasi pelelangan Legal di laksanakan, Wiriz.
“Master, apakah tak masalah Kita pergi ke pelelangan lagi ?Terakhir kali Anda malah berakhir tertidur selama lima hari.”
“Tak apa Rangga.. Mari lakukan yang terbaik agar tidak berakhir seperti yang terakhir kali.. Jika tidak, Aku tidak tau lagi alasan apa yang akan Aku berikan untuk Ayah. Ku rasa tidak ada pilihan lain selain mengatakan yang sebenarnya jika sesuatu terjadi seperti saat itu.”
Setelah itu, Eleanora dan Rangga pun mendarat. Mereka tiba di tempat pelelangan legal. Saat di pintu masuk, tentu ada penjaga yang meminta undangan dari yang datang. Eleanora tidak kesulitan dan melenggang masuk kedalam usai menyerahkan amplop ungu.
Dia pun duduk di kursi dengan papan nomor 70.
“Wow, apakah Aku datang terlambat ? Atau orang-orang ini yang terlalu cepat ? Bahkan papan nomor ini 70. Berapa banyak orang yang akan datang ?” Batin Eleanora sambil menyapu sekeliling dengan penglihatannya. Nampak orang-orang dengan topeng, jubah, dan pasti di antara mereka ada yang menggunakan benda-benda sihir.
MC pun naik ke atas panggung dengan alat sihir yang bisa membuat suara nya terdengar di setiap sudut ruangan ini. Mc itupun bersuara,
“Selamat malam untuk semua nya.. Untuk menghemat waktu, Kita akan langsung masuk pada benda utama yang akan di lelang malam ini. Benda ini adalah benda yang bisa membuat Kita memiliki akses untuk masuk ke Guild White. Nah karena tiket ini se-berharga itu, Kita mulai dengan penawaran pertama, 100 Koin Emas.!”
“150 Koin Emas.” Sambung seseorang dengan papan bernomor 20
Seorang lain pun mengangkat papan dengan nomor 100 sambil berucap “200 Koin Emas.”
Orang-orang pun berlomba-lomba menaiki harga untuk mendapatkan tiket akses ke Guild White. Sedangkan Eleanora masih diam. Dia menungggu sampai mana penawaran ini berhenti, barulah dia akan bersuara.
Orang dengan papan nomor 30 pun bersuara untuk yang ke lima kalinya, “500 Koin Emas.”
“.......”
Hening... Orang-orang sudah terlihat tidak ingin menawar lagi. Sang Mc pun memilih untuk bersuara “500 Koin emas satu kali.... 500 Koin Emas dua kali... 500 Koin-“
“1.000 Koin Emas.!” Potong Eleanora dengan gagah berani sambil mengangkat papan nomor 70 nya.
“..?!!!....” Semua mata tertuju pada Eleanora, sudah pasti. Eleanora hanya tersenyum penuh kemenangan saat mendapatkan tatapan sinis dan juga kagum dengan harga yang Dia tawarkan.
“Wahh.. Wahh.. Wah.... Baru pembukaan pertama tapi Kita sudah mendapatkan penawaran yang mengagumkan.!” Seru Mc dengan senyum nya yang semakin melebar.
“1.000 Koin emas satu kali.... 1.000 Koin Emas dua kali... 1.000 Koin emas tiga kali..”
Tuk tuk tuk..
Sang Mc pun memukul palu dan tiket pun langsung diantarkan ke Eleanora.
Eleanora merasa heran. “Barang lelang nya langsung di berikan ? Bukankah menunggu pelelangan berakhir dulu ? Pasti ada sesuatu.” Batin nya yakin sambil menyebut nominal yang Dia tawarkan tadi, dan 1.000 koin emas pun masuk ke dalam wadah penampung ribuan koin emas. Wadah itu juga terbuat dari sihir perluasan ruang, sihir ringan, dan sihir pemanggil.
Saat proses transaksi berlangsung, semua tatapan iri dan kagum bercampur menjadi satu tengah mengarah ke Eleanora. Eleanora sadar akan tatapan-tatapan itu, sehingga Dia pun menampakkan Smirk sambil berucap di dalam batin nya “Kalau Kalian menginginkan benda ini, seharusnya jangan takut mengeluarkan uang.”
Orang yang mengerti dengan Smirk yang Eleanora berikan pun langsung menggertakkan gigi dan mengalihkan pandangan ke arah Mc. Karena terus menatap Eleanora juga tidak akan membuat mereka tiba-tiba mendapatkan ribuan Koin Emas.
Namun, Beberapa pasang mata masih mengarah pada nya.
“Apa Dia tidak langsung pulang ?”
“Mungkin masih ada barang yang akan Dia beli.”
“Tcih.. Orang kaya memang menjengkelkan.”
“Hei hei hei.. Bisa jadi Dia juga sama seperti Kita menunggu Ronde ke dua di mulai.”
“Kau benar... Karena pasti orang kaya akan lebih mengharapkan mendapat sesuatu yang lain dari yang lain kan ?”
“Hahaha.. Kau benar.”
“..???....” Eleanora tampak menautkan kedua alis nya karena tak paham dengan informasi dadakan yang Dia dengar barusan. “Apa maksud perkataan mereka ?” Pikir Eleanora yang memang masih memilih untuk menyaksikan barang-barang apa lagi yang akan di lelang kan.
Mc pun melanjutkan acara pelelangannya. Banyak barang-barang langka seperti perhiasan, Tanaman obat yang muncul bertahun-tahun sekali, dan masih banyak lagi.
Sepanjang pengamatan, ternyata seusai menawarkan sejumlah koin emas, barang lelang itu akan langsung di antar pada orang yang menawar tinggi. Dan orang yang sudah mendapatkan barang lelang pun langung bergegas keluar dari tempat pelelangan.
Setiap gerak-gerik itu berhasil meyakinkan Eleanora bahwa terdapat sesuatu yang tidak beres di tempat ini. Dia pun memilih untuk diam di tempatnya, menunggu hal yang di sebut ‘Ronde Kedua’ itu terjadi.
***
Sesuai perkataan Mc, benda yang saat ini sedang di serahkan pada orang dengan papan nomor 01 adalah barang lelang terakhir. Usai melakukan transaksi, Mc itu pun mengundurkan diri dengan hormat, Menyisakan sekitar 50-an orang yang tampak masih sangat lengket dengan tempat duduk nya.
Beberapa saat kemudian, orang yang berbeda naik ke atas panggung. Dia memegang alat sihir pengeras suara.
“Mc baru untuk ronde kedua ?” Pikir Eleanora menebak.
“Baiklah. Ronde ke dua akan di mulai.. Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya sekalian, siapkan koin emas Kalian untuk mendapatkan barang yang Kalian inginkan.!” Teriak Mc baru itu dengan penuh semangat.
Sreekkhhh...
Kain gorden yang panjang nya menjuntai ke lantai pun di singkirkan, dan memaparkan orang-orang yang saat ini tengah duduk tak berdaya dengan tangan dan kaki yang di rantai.
“Astaga, Aku ingin gadis itu..!”
“Aku ingin pria yang tampan itu.. Seperti apakah kekuatan nya saat melayani di atas ranjang ?” Sambil menggigit ujung bibir nya dengan penuh naf*u.
“Aku ingin yang itu...”
“Aku ingin yang badannya aduhai mempesona..!”
Teriakan dan sorak-sorai gembira terdengar dari segala sisi. Eleanora masih terbelalak di tempatnya.
“Bukankah pelelangan yang terjadi beberapa hari lalu itu sudah di tangani oleh Grand Duke Aaliziar ? Kenapa dalam waktu sesingkat ini, pelelangan orang untuk di jadikan budak sudah terealisasikan ?!”
“Master.. Hal-hal seperti ini memang sulit untuk di berantas..Sekuat apapun usaha yang di lakukan, orang yang menjadi dalang dari semua ini pasti sangat pandai.. Jika ketahuan, Dia pasti akan langsung memutuskan ekornya seperti cicak.”
“Jadi maksud Mu sekelas Grand Duke tidak bisa menangani hal ini ?!” Geram Eleanora sambil meremas papan nomornya sampai hancur.
“Ku rasa karena beberapa saat yang lalu perhatian Grand Duke langsung teralihkan pada Mu, Master. Sehingga orang yang berada di balik semua ini memiliki waktu untuk memutuskan ekornya.”
“Haahh....” Eleanora menghela nafas panjang.. Kepalanya terasa cenat cenut.
Teriakan dari orang-orang yang mulai memberikan harga pun terdengar bak lebah di kuping Eleanora.
“Parsetan dengan alat sihir yang baru Ku beli ini...” Gumamnya sambil memegang anting yang terpasang di telinga. “Aku akan menggunakan Kekuatan Ku untuk menghancurkan tempat ini.!"
Braakkhh..!!!
Terdengar pintu yang di tendang secara paksa dari sisi kanan dan sisi kiri.
Bunyi yang nyaring itu pun berhasil mengalihkan atensi-atensi yang sejak tadi hanya melihat ke arah panggung.
“Kepung tempat ini.! Jangan biarkan siapapun keluar.!” Instruksi seseorang.
Orang-orang yang mendengar suara itu pun langsung kocar-kacir. Mereka berhamburan berlari ke segala penjuru yang memungkinkan mereka untuk kabur.
“Bella, apa pihak mereka menggunakan alat sihir untuk menghalangi siapapun agar tidak bisa keluar ?”
“Tidak Master.”
“Payah sekali.. Kenapa tidak menggunakan sihir saja sih ?”
“Master, itu hal yang tidak mudah.. Jangan samakan standar yang Master miliki dengan orang lain.”
“kalau tidak memiliki sihir yang bisa menyimpelkan segala nya, kenapa tidak kepung semua akses keluar masuk ? Mereka malah menerobos seperti ini..”
“Yang Master katakan juga tidak ada yang salah.”
“Sudah pasti.. Tapi Aku hargai niat baiknya. Bella, munculkan pelindung seperti di pelelangan sebelumnya.. Jangan biarkan siapapun keluar. Tapi berikan akses keluar masuk bagi mereka yang berada di pihak Kita.”
“Baik Master.!”
Prangg..
“Auuww..” Keluh Eleanora karena alat sihir tadi meledak di kuping nya.
“Sial.. Karena dobrakan pintu tadi, Aku jadi lupa melepaskan anting ini.” Keluh Eleanora sambil membuang ke sembarang tempat anting yang sudah rusak itu.
“Aku tidak peduli dengan Siapapun yang mengepung tempat ini. Aku harus membawa pulang budak yang sudah ku bayar.!” Teriak seorang Pria tua dengan badan yang di penuhi dengan lemak.
Dia sudah berada di atas panggung dan menyeret wanita dengan tubuh yang s*ksi. Sekeras apapun wanita itu memberontak, pria itu tetap menariknya.
Eleanora tidak membiarkan hal itu. Dalam waktu singkat, Dia sudah berada di samping Pria berbadan gemuk itu dan menyapanya dengan senyuman “Halo Pria jelek..”
“Siapa-“
Brakkh..
Belum sempat Dia menuntaskan perkataan, tubuhnya sudah terhempas ke tempat lain.
“Kau tidak apa-“
“Cepat evakuasi budak-budak ini.!”
Lagi, terdengar teriakan dari Mc yang membawa Pelelangan ronde kedua. Eleanora mengalihkan atensi pada orang-orang yang sudah membawa senjata di tangan mereka. Sekitar 20 orang.
Eleanora melihat ke arah belakang, tampak orang-orang sibuk mengamankan pihak-pihak yang berpartisipasi dalam pelelangan ini.
“Seperti nya Kalian harus berurusan dengan Ku.” Kata Eleanora sambil mengeluarkan belati.
“Siapa wanita yang memakai topeng ini ?”
Walaupun penasaran, orang-orang itu langsung menyerang Eleanora. Mereka harus melakukan yang di perintahkan. Namun sia-sia. Orang yang mereka remehkan malah memiliki keterampilan bertarung yang baik.
“Bagaimana bisa ??” Kata seorang penyerang yang heran Eleanora bisa meladeni serangan nya dengan belati.
“Tentu saja bisa..”
Tang Tang Tang..
“..Dalam pertarungan dengan lawan yang berjumlah lebih dari satu, jangan menyerang secara membabi buta..” Sambung Eleanora lagi.
Tang.. Tang... Tang..
“...Pikiran yang tenang dapat memikirkan serangan yang terbaik dan mengalahkan musuh yang membiarkan celahnya terbuka..” Lanjutnya.
Tang Tang..
“..Seperti ini.” Tuntasnya sambil menangkis dan menendang ulu hati dari Pria itu.
Tang.. Bhukkh..
Jatuh seorang, datang lagi dua orang.. Eleanora terus meladeni orang-orang itu.. Dia tidak meninggalkan panggung dan melindungi orang-orang yang memiliki rantai di tangan dan kaki nya. Dia takut jika Dia beralih posisi sedikit saja, orang-orang itu akan di seret. Walaupun sudah menggunakan Kekuatan Bella, Eleanora tidak suka melihat manusia di tarik seperti binatang. Binatang saja masih di perlakukan dengan baik.
Tidak melihat adanya peluang memang, delapan orang yang tersisa menyerang Eleanora secara bersamaan. Bahkan orang yang bertugas sebagai Mc juga ikut serta di dalam penyerangan.
Eleanora sedikit kesulitan. Awalnya Dia hanya ingin memakai kekuatan fisik saja tanpa harus menggunakan Mana, Aura ataupun Sihir. Apalagi dengan kekuatan dari Shinsu dan Spirit yang menjalin kontrak dengan nya. Tapi melihat banyak cela yang menyerang, Eleanora tidak memiliki pilihan lain.
"Matilah.!" Pekik seseorang yang mengarahkan Pedang panjang ke arah Eleanora.
"Bella-"
Tang.!!
Belum juga Eleanora mengijinkan Bella untuk melindungi nya, sebilah pedang sudah terbang dan bertubrukan dengan pedang yang mengarah padanya.
Thukkh..
Sayangnya, pedang yang menolong Eleanora itu malah memutuskan tali, dan membuat topeng yang Eleanora pakai jatuh ke lantai. Wajah nya pun terekspos secara sempurna. Banyak yang masih tetap menyerang Eleanora, meskipun wajah cantik nya sudah nampak. Eleanora terpaksa melanjutkan pertarungan walaupun Dia merasa ada seseorang yang mendekat ke arah nya.
"Hentikan.. Orang itu.. Orang itu adalah pemilik pedang yang tadi di terbangkan.. Dia.. Dia adalah Tuan Grand Duke Aaliziar.!"
Traang....
Semua pedang dan senjata lain yang di pakai pun langsung berjatuhan ke lantai. Tubuh mereka bergetar hebat saat sosok dengan tubuh yang tinggi dan berotot tengah berjalan mendekati mereka.
Disaat yang lain tengah gemetaran, Eleanora malah mematung. Topeng nya sudah terlempar jauh karena serangan lanjutan tadi, memberikan kenyataan bahwa Dia akan bertemu dengan Grand Duke Aaliziar dengan wajah Nya yang terpampang nyata.
"Aku harus pergi.." Batin Eleanora dan ingin melebur dengan orang-orang yang tengah gemetaran saat ini.
Saat Kaki nya baru melangkah, tangan yang besar menekan bahu kanan Nya dan berbisik, "Kau ingin kemana lagi kali ini ?"
Jeengg Jengg Jengg ....
Saat ini Eleanora hanya bisa berdiri mematung dengan mata nya yang sudah membola.
"Tamatlah sudah... Dia pasti mengenali Ku... Huwaaa, Eleanora dan Panda.. Aku belum siap bertemu dengan Pria ini..." Rengek Eleanora di dalam Batinnya.
...*...
...*...
...*...
...*...
Grand Duke Aaliziar kali ini tak akan melepaskan Eleanora lagi. Dia sudah kehilangan nya sebanyak dua kali, dan ketiga kali nya, akan mustahil bagi Eleanora. Lantas, apa yang akan di lakukan oleh Grand Duke Aaliziar ini ? See you in the next Chapter Guys😎💅 Jangan lupa Like sama Komennya😘❤️🔥
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
C1nt4
lanjut thor jgn bikin penasaran
2024-07-10
1