"Cit.. Cit... Cit..."
Kicauan burung melesak masuk ke pendengaran Eleanora. Dengan kesadaran yang perlahan terkumpul, Dia membuka kedua iris matanya dengan perlahan.
"Sudah pagi ?" Pikir nya sambil melihat ke pintu Gua yang sudah tampak terang lantaran langit yang tidak lagi menghitam.
Perlahan atensi nya melihat ke arah lain. Secara perlahan, Dia mengamati sekitar nya. Sungguh di penuhi oleh bercak darah hitam di mana-mana.
"Apa semua racun itu sudah keluar dari tubuh ini ?" Ucapnya sambil melihat ke bawah.
"Uhh, mari pikirkan ini setelah membersihkan tubuh. Semuanya penuh dengan sesuatu yang berbau amis dan juga sudah kaku karena tertidur sepanjang malam." Cetusnya dan langsung berdiri.
Eleanora langsung menuju ke sungai. Dan entah kenapa, tubuhnya terasa lebih ringan dari kemarin. Apa ini hanya perasaan nya saja ? Eleanora benar-benar memilih abai, dan langsung berenang dengan semua pakaiannya.
Di lihat dari warna langit, sepertinya ini baru jam lima pagi. Sehingga jika mengeringkan baju, Eleanora masih memiliki waktu untuk beraktivitas.
Setelah menjemur pakaian nya, Eleanora lanjut berenang. Dia memang memiliki uang di tas yang dibawa, namun di dalam hutan yang berdekatan dengan Gunung perbatasan Utara ini, mana mungkin ada pasar kan ? Apalagi kenyataan yang ada di wilayah Utara, siapa yang berani ?
***
Satu jam kemudian...
Eleanora memang sedang melatih pernafasan di dalam air, namun sudah sejam dan hal ini menyebabkan perutnya lapar dan beberapa bagian tubuhnya sampai keriput dan berwarna pucat Pasih.
"Sial ! Seharusnya Aku meminta 2 hal pada Jiwa Eleanora sebelumnya untuk memberikan pakaian minimal dua lembar. Sekarang Aku tampak seperti orang tolol." Ucap nya frustasi pada kenyataan bahwa dia tidak berbusana dan mengharuskannya untuk memakai pakaian yang masih lembab.
Eleanora pun memutuskan untuk lari pagi selama satu jam. Hitung-hitung agar pakaiannya cepat kering. Setelah melihat arloji di tas kecilnya, ternyata Eleanora sudah berlari selama 1 jam.
"Kenapa Aku tidak merasa kelelahan ?" Pikirnya terheran-heran. Apakah Arloji nya yang salah ?
Eleanora juga tengah terheran-heran dengan dampak yang dibawa oleh Bunga Cahaya Rembulan yang Dia konsumsi. Semua lukanya sembuh total tanpa menyisakan bekas luka. Racun-racun yang menumpuk di tubuhnya habis di basmi. Kenyataan bahwa tubuh ini telah melemah hilang total.
“Jika bunga ini ada di Bumi abad 21, pasti akan sangat di perebutkan orang. Penyembuhannya tidak main-main.”
***
Memilih abai, Eleanora pun lanjut melatih semua otot yang ada pada tubuh nya itu. Setelah beberapa saat, Eleanora pun mengecek arloji lagi. Dia menaikkan satu alisnya dan berkata,
"Apakah Arloji ini rusak ? Aku sudah latihan fisik selama dua jam, tapi Aku belum merasakan kelelahan. Nafas Ku memang terengah-engah, tapi tubuhku terus meminta untuk melakukan latihan fisik. Apakah ini ada hubungannya dengan Bunga Cahaya Rembulan?"
Eleanora pun memilih untuk duduk di tanah yang di tumbuhi oleh rumput hijau. Dia memilih untuk bermeditasi dan melakukan pernapasan Mana. Energi alam yang berubah menjadi Mana mulai menyebar ke seluruh tubuh dan memeriksa setiap sudut.
Eleanora pun tersadar akan dua hal. Pertama, tidak ada lagi racun yang menumpuk di tubuhnya. Semua nya benar-benar bersih, seperti tubuh yang pernah dia miliki sebelumnya. Kedua, tubuh ini memiliki kapasitas Mana yang besar.
"Jika Aku memiliki Mana yang besar, menurut pengetahuan yang ada di benak ini, Aku hanya perlu memiliki tubuh yang kuat dan memiliki keahlian dalam ilmu pedang, maka Aku bisa menciptakan Aura dan dapat menjadi Sword Master. Aku penasaran bagaimana rasanya memiliki Aura. Jika soal pelatihan fisik, Aku mengetahui semua nya. Akan ku pastikan Aku bisa menghasilkan Aura.!"
Eleanora pun melanjutkan latihannya. Semua pelatihan dasar dan pelatihan yang pernah Dia terima, Ia terapkan pada tubuh baru nya itu.
Eleanora melihat sebuah gunung yang menjulang tinggi ke angkasa.
“Aku akan mendaki gunung itu. Tubuh ini harus terbiasa dengan pelatihan fisik yang keras.” Cetusnya dan langsung berlari ke atas gunung.
***
Pukul empat sore
Eleanora sudah berada di puncak gunung. Nafas nya tampak terengah-engah. Namun itu memberinya semangat baru untuk terus melatih dan membiasakan tubuh ini. Hitung-hitung agar kekuatan yang Dia dapatkan dari Bumi abad 21 dapat selaras dengan tubuh baru nya ini.
“Sssttt....”
“..!!...” Eleanora melihat ke asal suara. Dia tampak syok dengan yang Dia lihat.
“Ular ? Tapi ular ini lebih besar dari pada ular yang pernah Ku lihat di Amazon... Pasti ular ini adalah Binatang Buas. Hewan Roh tidak mungkin memiliki mata berwarna merah seperti itu..” Gumamnya dengan posisi kuda-kuda sambil terus menjaga jarak.
Di lihat dari ukuran tubuh, Eleanora sudah pasti kalah. Apalagi Dia tidak memiliki apapun yang bisa di jadikan sebagai senjata.
“Grrrrrr... Roaaarrr...”
Auman Harimau yang kini berdiri di depan Eleanora membuatnya sempat terperangah.
“Jangan takut... Binatang Buas ini akan menjadi mangsa Ku.”
“???”
Eleanora tampak bertanya-tanya. Suara apa yang tiba-tiba masuk kedalam kepalanya itu ? Apakah Harimau itu ?
“Ah.. Apakah Kau Hewan Roh ?”
“Tentu.. Dan Kami memiliki tugas untuk melindungi wilayah hutan ini dari Binatang buas yang melewati perbatasan gunung.”
Belum juga Eleanora merespon lagi, sudah terjadi perkelahian antara Hewan Roh dan Binatang Buas Itu.
***
Di dunia ini, terdapat Hewan Roh dan Binatang Buas. Hewan Roh adalah Hewan yang terlahir dengan kapasitas Mana yang besar. Biasanya mereka terlahir dengan kemampuan-kemampuan khusus, dan mereka juga memiliki Akhlak. Contohnya seperti Panda milik Eleanora sebelumnya.
Entah di mulai sejak kapan, Hewan-hewan Roh dapat menjalin kontrak dengan orang-orang yang mereka akui sebagai Master. Biasanya mereka akan bertarung, dan saat merasa lawannya adalah orang yang kuat, Mereka akan memilih untuk menjalin kontrak. Bukan hanya kuat, Hewan Roh biasa nya menjalin Kontrak karena menyukai sifat orang tertentu. Seperti Panda yang Menjalin Kontrak dengan Eleanora.
Hewan Roh adalah makhluk yang merasa terhormat jika dapat menjalin kontrak dengan manusia kuat atau manusia yang mereka inginkan. Mereka memiliki naluri tersendiri saat menjalin kontrak.
Kontrak antara Hewan Roh dan Manusia adalah hubungan yang menguntungkan bagi Manusia. Karena mereka dapat mengakses kekuatan Hewan Roh, dan bertambah kuat seiring berjalan nya waktu.
Sayangnya dalam hubungan ini jika manusia itu mati, maka Hewan Roh akan ikut mati. Namun jika Hewan Roh yang mati, Manusia akan tetap hidup. Sangat di sayangkan namun itulah kenyataannya.
Sedangkan binatang Buas ? Mereka adalah binatang yang awalnya adalah Hewan Roh. Namun karena mereka terkontaminasi dengan Energi hitam saat masuk ke daratan wilayah Utara, Mereka akan kehilangan Akhlak mereka dan berubah menjadi liar. Mereka akan menjadi Binatang Buas yang memiliki darah panas, dan satu tingkat di bawah monster. Hewan Buas dapat di ketahui lewat matanya yang berwarna merah.
***
“....” Eleanora terdiam dan menyaksikan pertarungan antara Harimau dan Ular itu.
"Aku ingin mengelus Kepalanya. Entah kenapa, bulu-bulu harimau itu nampak tebal dan halus." Ucap Eleanora.
“Kau Gila ? Pergilah dari sini. Jika tidak Kau akan mendapat dampak dari pertarungan Kami.”
“Kau mendengar perkataan Ku ? Emm.. Sudahlah. Aku akan pergi..” Angguk Eleanora dan memilih untuk turun dari pohon. Sejak tadi Dia berada di atas pohon karena tubuh para hewan itu yang amat besar membuatnya harus mendongak dalam waktu lama. Tentu saja itu membuat tenguk Eleanora sakit.
Saat Eleanora baru ingin beranjak, Ular yang tersudutkan itu memberikan teriakan dan membuat angin yang besar. Eleanora yang tanpa persiapan kuda-kuda langsung terhempas.
“..!!...” Harimau itu tercengang melihat Eleanora yang sudah terhempas dari daratan. Tubuh Eleanora akan terjatuh dari gunung yang tinggi ini.
“Dasar Manusia bodoh.. Kenapa tidak menghindar dengan baik ?!” Teriak harimau itu.
“Aku tidak bodoh.!!” Jawab Eleanora dengan tubuh yang sudah terjun bebas ke bawah.
Harimau itu ingin menolong namun Ular itu terus memberikan serangan pada nya. Alhasil harimau itu hanya berharap semoga Eleanora baik-baik saja.
Pandangan Eleanora melihat dengan jelas hamparan langit yang menyaksikan kejatuhannya dalam diam.
“BEDEBAH!” Umpat Eleanora memejamkan mata.
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Hollaaa lagi Guys👻👋Makasih ya yang masih Stay.. Jangan lupa tinggalkan Like dan Komen nya Guys, biar Author tambah semangat 🥳 Kalau mau lihat apa yang akan terjadi pada Eleanora, langsung cus ke chapter selanjutnya ya.. Thanks udah Nemenin Author sejauh ini😘❤️🔥 Love you Guys💋🫶
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Gladys
Selesai membaca, hatiku terkoyak sampai si penulis membuat part
2024-07-01
1