#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)

Saat di ruang ganti, tampak ada 20 gaun yang di pakaikan pada tubuh Eleanora. Karena Eleanora sudah sangat pusing, Dia pun memilih gaun terakhir dan langsung terduduk lemas. Saat Dirinya baru duduk, penata rias langsung mengelilingi tubuhnya.

Rambutnya di tata. Wajahnya di beri beberapa make up pemanis. Kukunya diberi kuteks berwarna terang. Kakinya di pakaikan sepatu yang selaras dengan warna gaun. Dan anting pun dipakaikan sebagai sentuhan terakhir.

Dan tadaa ~

Inilah penampilan Eleanora saat ini.

“SEMPURNA !!” Sorak 10 pelayan wanita itu dengan sangat heboh.

“Aku ingin muntah.” Gumam Eleanora lemas.

Di dunia modern, memang kalau soal di dandani maka akan memakan waktu yang cukup lama. Namun kali ini, Eleanora baru pertama kali mendapatkan pengalaman di make up sekilat dan secepat ini, sehingga membuat tubuhnya lebih memilih untuk berlatih.

“Berapa total harganya ?” Tanya Eleanora lemas.

“Nona tidak perlu membayar. Dengan catatan, Anda harus bersedia-“

“Aku tidak bersedia.” Jawabnya dengan cepat.

Eleanora langsung mengambil mantel berbulu yang tampak elegan di sebuah manekin yang memiliki warna senada dengan gaun yang tengah Dia pakai. Dengan kecepatan kilat, Eleanora sudah keluar dari butik Flower itu setelah meninggalkan 10 Koin emas.

“......”

Suasana di dalam butik kembali hening.

“Kenapa Kalian hanya menatap kepergian nya ? Cepat cari tahu dari keluarga Bangsawan mana Dia berasal. Kita harus menjadikan nya sebagai muse di butik ini.” Cetus seorang wanita yang tampak seperti ketua dari wanita yang lain.

“Siap, Kapten !” Jawab mereka dengan kompak.

...*...

...*...

...*...

Di luar butik.

“Haahh... Haahh... Haahh...” Nafas Eleanora yang tak karuan.

“Bella, ayo kita kembali ke Kediaman Duke.” Perintah Eleanora yang tampak ingin cepat-cepat pergi dari butik mengerikan ini.

Bella langsung berubah menjadi kuda. Dan dalam sekejap , Eleanora sudah meninggalkan butik itu.

Meninggalkan orang-orang yang tengah menantikan dirinya diusir yang malah keluar dengan penampilan yang sangat cantik dan elegan. Orang-orang itu pun kembali heboh dengan satu sama lain. Entah gosip seperti apa yang akan tersebar di kalangan bangsawan tentang Eleanora dan Butik Flower ini.

...*...

...*...

...*...

Beberapa saat kemudian...

Eleanora pun kini memasuki kediaman Duke Iveltto. Dia menyembunyikan kedatangannya dengan bantuan Bella. Wujud mereka benar-benar tidak dapat dilihat oleh siapapun.

“Master, kenapa Anda tidak muncul secara terang-terangan ?”

“Asael, kedatanganku tidak boleh seperti itu. Ada musuh yang amat berbahaya di Kediaman Ayah Ku.”

“Siapa Master ?” Para Shinsu dan Asael pun tampak amat penasaran.

“Kalian ingat tubuh Ku yang penuh akan racun ? Itu perbuatan Ibu Tiri Ku. Dia cukup licik. Dan Ku rasa salah satu dari penyihir yang baru Ku bunuh juga mendapatkan Mantra sihir dari Nya. Tak mungkin bandit biasa akan memiliki hal itu.”

“Master.. Apakah Kami harus membunuhnya ?”

“Heii.. Jangan begitu.. Kita punya banyak waktu untuk bersenang-senang dengan Mereka.” Cegah Eleanora.

“Bella, kita hampir sampai.. Kamar Ku yang berada di Paviliun Utara.”

“Kenapa jauh sekali Dari Rumah induk Master ?”

“Itu karena beberapa kebodohan di masa lalu.. Tenang saja, Kita akan tinggal di Rumah Induk saat Ayah Ku pulang nanti.”

Eleanora pun sudah mendarat di teras kamar nya.

“Bella, buat agar kamar ini kedap suara. Walaupun di Paviliun yang cukup jauh dari Rumah induk, Aku takut kedatangan Ku di mata-mata oleh pelayan.”

"Sudah Master." Jawab Bella yang baru saja menyelesaikan Tugasnya.

"Kerja bagus." Puji Eleanora dan memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.

"Klek.."

Hening... Tidak ada tanda-tanda kehadiran manusia di dalam kamarnya. Eleanora menjelajahi setiap sudut kamar dan memeriksanya. Di lemari, Terdapat gaun-gaun sederhana yang tidak memerlukan usaha untuk memakai nya. Tidak tampak seperti Gaun-gaun yang pantas di kenakan oleh seorang Putri Duke.

“Eleanora... Tanpa seorang pun pelayan, Kau menjalani kehidupan mengerikan seperti ini ?” Ucapnya dalam Batin.

“Master, apa Kami boleh keluar ?”

“Boleh.. Tapi untuk jaga-jaga saja, Wujud Kalian hanya dapat di lihat oleh Ku.”

“Baik.”

Ketiga Shinsu dan Asael pun muncul di hadapan Eleanora.

Netra Eleanora terfokus pada Bayi Harimau yang berada di dalam rengkuhan Asael. “Bayi Harimau itu seperti nya nyaman di pelukan Mu, Asael..”

“Tentu.. Aku ini Spirit Agung, tentu saja Hewan Roh akan merasa nyaman dengan Ku.”

Eleanora pun melangkah ke tempat tidur. Di lihat dari Arloji, baru pukul dua siang hari. Kedatangan Mereka Di Kediaman Grand Duke lebih cepat dari perkiraan karena Butik Flower tadi.

“Master, apakah Master akan tidur siang ?” Tanya Bella.

“Tentu tidak. Aku hanya ingin duduk di kasur saja.”

“Master.. Sambil menunggu, ceritakan tentang kehidupan Mu di tempat yang bernama Bumi itu.”

“Em, Benar perkataan Kak Bella.. Anda bilang akan menceritakannya saat waktu luang. Dan saat inilah yang tepat.” Sambung Samuel.

“Aku setuju.” Lanjut Rangga.

“Aku apa lagi...” Ujar Asael.

Mereka berempat sudah mengecilkan tubuh dan duduk di atas kasur bersama dengan Eleanora.

“Aku akan menceritakannya, Namun tanpa menunjukkannya secara langsung, Kalian tidak akan percaya dan juga tak akan mengerti.”

“Aku punya Ide.” Cetus Rangga.

Rangga pun mengeluarkan kekuatannya. Seketika, mereka berlima sudah berada di Dimensi yang baru saja di buat itu.

“Dimensi lagi ? Untuk apa Rangga ?”

“Master dapat memikirkan apapun yang berhubungan dengan cerita, karena pasti akan muncul di layar itu.” Jelasnya sambil menunjukkan layar putih besar di belakang Mereka.

“Hem ~ Seperti Bioskop saja..” Batinnya tersenyum.

“Baiklah-baiklah.. Aku bingung ingin memulai cerita hidup Ku dari mana...” Ucapnya sambil menerawang ke depan.

“Tentu saja dari kecil Master.. Kami penasaran akan hal itu.” Cetus Bella.

“Kau benar.. Akan Ku ceritakan dari situ...”

“Saat itu, Aku berusia delapan tahun...” Eleanora mulai mengingat kembali, dan layar itu mulai menampilkan yang akan di pikiran Eleanora.

...*...

...*...

...*...

...*...

Aku tidak tau siapa orang tua Ku. Saat sudah memiliki ingatan, Aku sudah berada di Panti Asuhan. Aku tidak memiliki nama, karena Pengurus panti tidak terlalu peduli pada anak-anak yang mereka naungi di bawah Yayasan mereka. Mereka akan memanggil Hei, Kau, Yang memakai baju hitam, dan sebutan anonim dadakan lainnya.

Aku tidak sanggup terus hidup di panti yang tidak memberi makan dengan teratur. Kami bahkan mendapat kekerasan fisik, padahal panti itu selalu mendapatkan sumbangan. Namun karena korupsi dan juga kehidupan yang tidak sehat, mereka menggunakan Kami untuk melampiaskan kemarahan.

Saat berumur sembilan tahun, Kami semua di paksa untuk bekerja. Menjual koran, bunga, atau bahkan mengemis. Aku kabur saat di suruh menjual bunga. Aku lari, bersembunyi di sebuah Mobil mengangkut barang, dan di bawah ke tengah kota.

Kehidupan baru Ku di mulai. Walaupun memungut sampah, Aku melakukannya dengan baik. Setelah menukar kardus dan botol-botol bekas Aku akan Mendapat uang, membeli roti yang enak dan tidak keras...

Aku jadi lebih pintar bersembunyi, Lari dari kejaran preman yang menginginkan uang Ku, dan bahkan sampai paham gerak-gerik manusia agar bisa bertahan hidup. Entah kenapa Aku sangat ingin hidup. Pola itu terus berlanjut hingga Aku berusia 13 tahun.

“Hei, Ini uang Mu hari ini. Terimakasih karena sudah membantu memindahkan batu bata itu.” Ucap seorang Pria tua sambil menyodorkan selembar uang merah.

“Waah.. Terimakasih Paman. Tapi bukankah ongkos Ku 50 ribu saja ?”

“Hahaha, Itu karena Kamu sangat bekerja keras. Kamu lebih memilih bekerja dari pada mencuri. Anggap saja ini keberuntungan Mu hari ini.” Ucapnya sambil mengelus kepala Eleanora dan tersenyum lebar.

“Hei, Nak. Hari ini Kau Akan tidur di mana ?” Teriak salah seorang pekerja.

“Tentu saja di emperan tokoh. Aku akan tidur saat tokoh sudah tutup agar tidak di usir. Aku akan bangun lebih pagi dan datang lagi kesini.”

“Itu berbahaya.. Ini..” Ucapnya sambil menyodorkan belati pada Eleanora.

“Paman.. Aku masih kecil, tidak boleh memegang senjata-“

“Ini untuk pertahanan diri. Jika bertemu dengan Pria yang badannya lebih besar berkali-kali lipat dari Mu, Kau harus apa ?”

“Menyiram mata nya dengan pasir kemudian menendang kemaluannya dan langsung berlari dengan kecepatan tinggi.” Jelas Ku sesuai yang di ingatkan setiap Kali akan pulang.

“Gunakan belati ini saat keadaan sudah tidak bisa terkontrol. Paham ?”

Aku mengangguk patuh dan pergi dari hadapan mereka. Sambi terus memikirkan Makanan lezat apa yang harus ku makan malam ini.

Pria itu menatap kepergian Ku dengan iba. Andai saja Dia bisa, Dia ingin membawa Ku tinggal di tempat nya. Namun, sudah pasti Aku menolak. Sudah banyak yang memberi tawaran itu, tapi maaf.. Aku tidak bisa mempercayai kebaikan manusia tanpa imbalan apapun.

Kondisi anak yang di telantarkan, mencopet dan mengemis, dan bahkan bekerja serabutan seperti Ku bukanlah hal baru di Bumi abad 21 ini. Kesenjangan masih nampak sangat jelas. Sehingga tingkah laku Ku akan mendapatkan kesan baik dari orang-orang yang mempekerjakan Ku.

Aku tidak pernah berpikir bahwa gang yang biasa nya Aku lewati pada malam hari, akan membuat Ku menggunakan Belati pemberian Paman tukang bangunan.

***

Pukul 12 malam.

Aku berjalan biasa saja di gang yang sempit itu karena sudah terbiasa. Namun, Aku tidak pernah berpapasan dengan seorang pun di larut malam seperti saat ini.

“Hei.. Kau anak kecil yang sering lewat sini kan ? Aku sudah memperhatikan Mu dari dua hari yang lalu..” Kata Seorang preman yang tampak memegang botol alkohol di tangannya.

Aku mematung dengan hal ini. Apapun itu, Aku langsung berbalik dan ingin berlari. Tangan yang besar dan panjang berhasil memegang pundak dan menghentikan pergerakan Ku.

Pria itu mengamati dari ujung rambut hingga ujung kaki Ku. Dengan nafas yang sudah tak teratur, nampak sebuah nafs* lain dari matanya. Jujur, Aku amat takut saat itu.

Sambil menindih tubuhKu, Dia berkata “Tubuh Mu bagus juga.. Ayoo bersenang-senanglah dengan Ku malam ini. Aku akan membuat Mu merasakan kenikmatan duniawi..”

Aku sudah panik... Kekuatan pria itu lebih besar berkali-kali lipat dari Ku. Namun, Aku tidak ingin di setubuhi. Dengan tangan yang menyapu sembarangan, Aku mendapat segenggam tanah. Dan dengan hati-hati langsung menyiram mata itu, mata yang penuh akan nafs* seorang pedofil.

“Arrgghhh... Dasarr Jal*ng-“ “Bhuukk” “Argghh..!!”

Dia berteriak saat kemaluan nya Ku tendang dengan kuat menggunakan lutut.

Dia meronta-ronta di tanah karena kesakitan. Bukannya lari, dengan pakaian Ku yang sudah berantakan, akal sehat Ku seolah tenggelam. Dengan belati pemberian Paman Tukang bangunan, Aku mendekati pria itu.

Tusukan demi tusukan Ku berikan untuknya sambil menangis dan berteriak.

“Kenapa ? Kenapa harus Aku ? Kenapa selalu ada manusia sampah seperti Kalian ? Kenapa ?! Kenapa ?! Kenapa ?! Sudah berapa banyak korban yang Kau ciptakan ? Ughh..! Ughh..! Matilah...! Pergilah ke neraka.. Pergi... Pergiii..!!! Per- Ahh”

Akal sehat Ku baru kembali saat Pria itu sudah tak bernyawa dan entah sudah berapa banyak tusukan pada tubuh Nya. Hari itu, Aku berhasil membunuh untuk pertama kalinya. Darah yang berlumuran di tubuh Ku membuat Ku membuang belati sembarangan dan mundur dengan gemetaran.

Pergerakan Ku terhenti saat menabrak seseorang. Gemetar dan ketakutan menyelimuti Ku saat melihat Pria yang tinggi dengan busana hitam nya, membuat Ku langsung membayangkan sebuah penjara. Tapi, yang terjadi benar-benar di luar prediksi.

“Jangan takut..” Kata nya sambil memeluk Ku.

Dia langsung menggendong tubuh yang kotor dan penuh akan darah tanpa rasa jijik sedikit pun.

“Sayang, apa itu benar Dia ?”

Suara seorang perempuan melesak masuk ke pendengaran Ku. Atensi Ku beralih pada nya. Mata biru yang entah kenapa mirip dengan punya Ku itu semakin mendekat.

“Tentu.. Dia memiliki mata Mu.. Dan juga, sifat keluarga Iveltto.” Jawab Lelaki itu sambil menyambut kedatangan wanita cantik itu. Mereka berpelukan. Aku juga di peluk mereka.

Dengan otak yang masih tak tau apa yang terjadi, Aku hanya terdiam bak orang bisu.. Tapi fakta nya, tubuhku tidak gemetaran lagi.

Setelah itu, Aku di bawa menaiki mobil mewah. Aku awalnya tampak enggan, namun wanita cantik itu memelukku sehingga Aku tak bisa lari dari rengkuhannya. Aku merasa nyaman. Bukan hanya itu, Aku juga menaiki sebuah pesawat. Saat membuka mata, Aku sudah berada di kasur empuk dan nyaman dengan pakaian bagus.. Benar-benar dalam satu malam, terjadi banyak hal untuk yang pertama kalinya.

***

Setelah itu, Aku di besarkan di dalam kediaman Iveltto. Mulai mempelajari banyak hal. Seperti Ilmu pengetahuan, Ilmu berkelahi, bersenjata, dan pembunuhan. Aku di adopsi dan mendapat sebuah nama. Nama yang entah kenapa terasa sudah di siapkan sejak lama. Eleanora Jeanette Iveltto.

Kehidupan Ku tidak bisa di katakan lebih baik dari sebelumnya, Karena berbagai hal. Menghilangkan nyawa seseorang adalah pekerjaan Ku. Menjadi target musuh, apalagi.... Walaupun Keluarga Iveltto tentu melindungi Ku, Aku merasa terbebani. Sehingga semakin memperkuat diri adalah harapan Ku.

Di mulailah perjalan Ku untuk bertambah kuat dari hari ke hari. Sampai tak tau bahwa Aku sudah mendapatkan julukan Ratu Dunia Gelap di Dunia Mafia. Namun ada dampak dari tubuh Ku yang semakin kuat.

Aku malah bersikap canggung dengan Ayah dan Ibu, karena merasa harus menjadi lebih baik lagi. Aku melampiaskan kasih sayang yang terpendam pada Adikku Alexa yang di adopsi karena keinginanku walaupun di tentang seluruh keluarga besar Iveltto.

Aku tak pernah menyadari bahwa Alexa merasa iri hati pada Ku dan mulai merencanakan berbagai kesialan untuk misi-misi Ku. Walaupun begitu, semua rintangan dapat terlewati karena Aku yang pada dasarnya sudah hebat.

Namun Aku yang hebat itu, malah kehilangan sosok Ayah dan Ibu. Saat tengah frustasi karena banyak penyesalan yang terpendam, Aku muai hilang fokus. Saat mengetahui bahwa Alexa mendapat sebuah racun mematikan saat menjalani misi, membuat Ku tak ingin kehilangan keluarga lagi.

Walau obat nya sulit di dapatkan, Aku tetap terjun ke pulau yang belum di huni oleh manusia itu. Satu minggu, Aku tidak tidur dan terus terjaga. Terjadi perkelahian dan perlawanan dengan binatang-binatang buas dan berbisa karena memang ini pulau mereka.

Saat sudah lelah, helikopter datang. Namun bukan untuk membawa Ku pulang, mereka langsung menghujani Ku dengan peluru yang sudah di olesi racun baru.

Sebenarnya, tubuh ku dapat meleburkan racun apapun. Namun Alexa tau bahwa Aku perlu tertidur selama lima sampai tujuh hari agar dapat sembuh dari racun.

Perkelahian antara Aku dan lima orang pengkhianat terjadi selama delapan jam. Dalam pertarungan, Aku menggiring mereka menjauh dari helikopter dan mendekati tebing. Aku tau bahwa Aku akan mati. Sehingga lebih baik mati bersama mereka dengan bom yang sudah Aku tanam saat kesal dengan para binatang buas, dan berniat meledakkan pulau ini saat pergi nanti. Siapa tau bahwa bom itu sangat berguna ?

Setelah mati, Aku langsung bereinkarnasi dan menjadi Eleanora di dunia ini. Dunia yang bukan bernama Bumi.

“Master...” Panggil Asael dan tiga Shinsu itu. Mereka memberikan pelukan pada Eleanora.

Kemudian, Karena penasaran dengan Eleanora sebelumnya, Mereka berempat membuat Master nya menceritakan ingatan yang Dia dapatkan. Eleanora tidak keberatan dan lanjut menceritakan Kisah yang sesuai dengan ingatan yang Dia dapatkan..

...*...

...*...

...*...

...*...

Jeng jeng jeng... Sekali lagi Makasih yang masih stay di cerita ini 💃❤️‍🔥 Jan Lupa Like dan Komentar nya guys... Love you all🥰❤️

Episodes
1 #Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2 #Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3 #Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4 #Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5 #Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6 #Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7 #Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8 #Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9 #Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10 #Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11 #Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12 #Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13 #Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14 #Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15 #Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16 #Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17 #Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18 #Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19 #Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20 #Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21 #Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22 #Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23 #Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24 #Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25 #Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26 #Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27 #Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28 #Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29 #Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30 #Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31 #Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32 #Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33 #Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34 #Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35 #Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36 #Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37 #Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38 #Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39 #Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40 #Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41 #Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42 #Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43 #Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44 #Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45 #Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46 Pengumuman
Episodes

Updated 46 Episodes

1
#Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2
#Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3
#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4
#Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5
#Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6
#Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7
#Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8
#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9
#Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10
#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11
#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12
#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13
#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14
#Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15
#Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16
#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17
#Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18
#Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19
#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20
#Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21
#Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22
#Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23
#Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24
#Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25
#Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26
#Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27
#Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28
#Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29
#Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30
#Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31
#Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32
#Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33
#Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34
#Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35
#Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36
#Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37
#Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38
#Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39
#Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40
#Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41
#Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42
#Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43
#Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44
#Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45
#Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!