#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)

Waktu pun berlalu saat Eleanora bersama Asael dan Para Shinsu berada di dalam Dimensi.

Setelah selesai bercerita, Eleanora dan yang lainnya keluar dari dalam dimensi dan kini sedang terduduk di atas kasur. Masih di tempat yang sama.

Eleanora melihat Arloji yang ada di tas kecilnya. Sudah pukul enam sore, cukup lama juga mereka bercerita.

“Kalian semua Kembali lah ke dalam dimensi. Aku akan keluar dan menemui kepala Pelayan. Mengerti ?”

“Baik, Master...”

Eleanora melihat semuanya sudah masuk ke dalam dimensi dan menjadi manik-manik di gelangnya. Sambil sedikit tersenyum dan menggelengkan Kepala, Eleanora berkata “Mereka penurut juga ya...”

Tanpa berlama-lama, Eleanora keluar dari kamar nya. Dia berjalan menapaki lantai. Sepanjang mata melihat, hanya terpapar lorong-lorong yang panjang dan cukup membosankan.

“Setelah melahirkan, Eleanora meminta Paviliun Utara untuk di tinggali. Dia juga semakin nyaman di sini karena tidak ada orang. Dia juga melarang Ayah nya agar tidak perlu datang. Para pelayan juga membersihkan Paviliun ini saat Eleanora tertidur atau berada di dalam kamar nya. Eleanora hanya tidak sanggup melihat wajah Ayah nya yang masih penuh kasih sayang sekalipun Dia telah berkata kasar selama ini..”

“... Dasar bodoh... Kenapa Kau tidak terbuka dan berlindung pada Ayah Mu ?”

Eleanora sudah keluar dari Paviliun. Dia berjalan menuju Rumah induk, tempat di mana Kepala pelayan, Penanggung jawab sementara saat Tuan Duke melakukan pembasmian berada. Tentu nya Eleanora menyembunyikan sosoknya dengan bantuan Bella. Dia tidak ingin di lihat oleh siapapun dulu.

***

Di depan ruang kerja Kepala Pelayan.

Tok Tok Tok..

“Masuklah..”

Klek...

“Letakkan saja teh nya di situ.. Aku akan meminumnya saat dokumen ini sudah ku periksa.” Kata nya tanpa mengangkat kepala.

“Wow... Dia pasti sangat sibuk... Karena Dia harus memeriksa pekerjaan empat sekretaris Ayah.. Dan juga, Karena Ayah tidak memercayai Jennie sejak perubahan Anaknya, pekerjaan milik seorang Grand Duchess harus di kerjakan oleh Kepala Pelayan.. Kasihan sekali Pak Tua ini...” Batin Eleanora iba.

“Kenapa tidak ada pergerakan- Eh.. Nona Eleanora ?!” Kaget nya saat melihat Eleanora yang tengah berdiri.

“Ah.. Hahaha.. Hallo.. Apakah Aku datang di waktu yang tepat ?” Katanya dengan canggung.

Kepala pelayan itu langsung berlari dan memeluk Eleanora.

“Nona.. Syukurlah Anda sudah pulang.. Saya terus pergi ke Paviliun Barat untuk melihat apakah Nona sudah ada atau belum.. Syukurlah.. Syukurlah Anda baik-baik saja.. Saya tidak bisa memikirkan apa yang akan Tuan Grand Duke lakukan saat tau bahwa Anda sudah tidak ada Paviliun Barat selama sebulan.”

“Maafkan sikap bodoh Ku selama ini.” Ucap Eleanora balas memeluk Kepala pelayan itu.

“Tidak.. Nona tidak perlu meminta maaf.. Ini semua terjadi karena beberapa hal saja.. Beberapa hal yang seharusnya tidak pernah ada.”

“Terimakasih... Kau tidak perlu menghiburku.. Jujur saja, ini memang kesalahan Ku karena terlalu tamak akan beberapa hal..”

“Tak apa Nona.. Terkadang, Manusia harus melakukan kesalahan agar Dia tampak seperti manusia.”

Eleanora tersenyum. Rambut putih dan wajah yang berkeriput milik Kepala Pelayan benar-benar menjadi bukti bahwa Dia menasehati karena pengalaman hidup yang sudah Dia lalui.

“Ah... Maaf karena sikap lancang Saya yang memeluk Nona.. Ada perlu apa Nona menghampiri Saya ?”

“Bukan apa-apa.. Aku hanya ingin memiliki teman bicara.” Ucap Eleanora sambil berjalan ke meja yang di penuhi tumpukan kertas.

“Kepala Pelayan-“

“Panggil saja Simon, Nona..”

“Baiklah.. Simon, apakah Kau sedang menulis laporan keuangan ?”

“Ah, benar Nona. Karena sudah mendekati akhir bulan, harus ada laporan untuk diserahkan saat Tuan Grand Duke pulang.”

“Itukan pekerjaan Ibu. Biarkan Aku yang-“

“Maaf, tapi Saya tidak akan mengijinkan Nyonya Jennie Dorez untuk mengurus hal ini. Tuan Grand Duke sendiri yang sudah memberikan perintah. Saya tidak bisa-“

“Simon.. Apa yang Kau bicarakan ? Ibu yang Ku maksud adalah Grand Duchess Sofia, Ibu Kandung Ku!”

“Ah.. Maafkan Saya Nona.. Jadi, maksud perkataan Nona barusan...”

“Aku bilang, biarkan Aku mengerjakan bagian milik Ibu Ku.. Simon fokus saja pada pekerjaan Ayah. Walaupun Ayah punya empat orang sekretaris, Simon harus tetap bekerja keras karena menjadi penanggung jawab kan ? Biarkan Aku membantu Mu.”

“Tidak.. Nona memiliki tubuh yang lemah. Nona harus beristi-“

“Simon.. Lihatlah wajah Ku.” Pinta nya yang kini berdiri sambil memegang dokumen keuangan. “...Apakah wajah Ku nampak seperti orang sakit yang Kau temui beberapa bulan yang lalu ?”

“......” Simon terperangah dengan perkataan Eleanora. Dia pun mulai mengamati. Dari raut wajah, postur tubuh, dan juga kepercayaan di mata yang mirip Grand Duchess Sofia itu... Semuanya tampak berbeda.

“Nona, apa Anda telah sembuh ?”

Eleanora tersenyum dan mengangguk. “Secara fisik dan juga otak.. Aku sudah sembuh... Sudah saat nya Aku membuat Ayah bangga, dan bukannya kecewa.”

Simon pun tersenyum dan menghampiri Elenora. Dia pikir harus mengajarkan Eleanora dengan banyak usaha karena Eleanora belum mendapat pendidikan penerus dan belum mempelajari cara membuat laporan keuangan dan jejerannya.

Namun Simon di kagetkan dengan kemampuan Eleanora.. Hanya di beritahukan sedikit, Eleanora langsung paham dan menulis laporan-laporan keuangan dengan sangat teliti dan penuh perhitungan.

Tentu saja mudah bagi Eleanora yang pernah di tugaskan untuk mengurus keuangan kediaman Iveltto di Bumi abad 21.

...*...

...*...

...*...

...*...

Satu jam kemudian...

“Nona.. Bagaimana mungkin laporan keuangan Anda sangat sempurna dalam sekali buat ?” Puji Simon terkagum-kagum.

“Entahlah.. Saat mendengar sedikit penjelasan dan melihat laporan-laporan dari berbagai pengeluaran, Aku langsung mengerti cara mengelompokkannya dan juga jadilah seperti laporan keuangan yang sedang Simon pegang.”

“Anda sangat jenius.. Tidak salah lagi.. Anda benar-benar menyembunyikan fakta yang seharusnya di keluarkan saja sejak awal. Bla bla bla”

Eleanora hanya tersenyum mendengar perkataan Simon dan berucap dalam batinnya, “Tentu saja Aku bohong. Mana mungkin hanya seperti itu dan Aku langsung paham ? Ini karena Aku sudah berpengalaman.”

“Simon.. Ini sudah jam makan malam, apakah Jennie dan Sandra sudah berada di ruang makan ?”

“Saya tidak tau untuk saat ini. Namun melihat Jam, memang di jam segini mereka pasti sudah berada di meja makan.”

“Aku harus menemani Mereka makan.. Mereka harus tau bahwa Aku sudah sembuh, Simon.”

“Baik, Saya paham. Apakah ada menu khusus yang ingin Anda makan Nona ? Saya akan menyampaikannya pada Arnold. Chef di kediaman ini.”

“Steak daging sapi.. Aku rindu Steak buatan nya. Tolong sampaikan pada nya, Simon.”

“Baik Nona. Saya yang akan menyampaikannya secara langsung.”

“Aku mengandalkan Mu..”

Eleanora pun menghilang di balik pintu. Menyisakan tatapan Simon yang merasa bangga pada Nona nya.

“Akhirnya Nona sudah berubah menjadi lebih baik. Tuan Grand Duke pasti akan kegirangan saat pulang nanti.”Ucapnya dan pergi ke dapur untuk bertemu dengan Arnold.

...*...

...*...

...*...

...*...

Jennie dan Sandra sudah berada di meja makan. Mereka berdua duduk bersebelahan sambil menunggu pelayan memasukkan hidangan.

“Klek”

Bunyi pintu yang terbuka pun tidak membuat pandangan Jennie dan Sandra terangkat. Mereka pikir itu adalah pelayan yang ingin memasukkan hidangan makan malam.

“Ternyata Aku tepat waktu.” Ucap Eleanora sambil berjalan masuk ke ruang makan.

“...!!....”

Suara yang mereka dengar pun membuat dua pasang iris mata itu tertuju dan langsung membola saat melihat ke arah Eleanora.

Ternyata kuping mereka tidak salah dengar.

Eleanora berjalan dengan sangat elegan. Dia menggeser sebuah Kursi yang posisinya dekat dengan kursi milik Tuan Grand Duke. Eleanora langsung duduk dan memberikan senyuman terbaiknya.

“Ada apa ? Kenapa kalian berdua se terkejut itu ?” Tanya Eleanora sambil memangku dagunya dengan satu tangan.

“E...Eleanora ?” Panggil Jennie.

“Kapan Kau tiba ? Kenapa tidak ada pelayan yang melaporkan tentang kedatangan Mu ?” Ucap Sandra yang masih terpaku pada wajah Eleanora. Apa-apaan wajah cantik dan penuh akan nuansa elegan itu ?

“Loh.. Bukannya memang Aku tidak memiliki Pelayan di Paviliun Barat? Apa Kalian melupakan hal itu ?” Jawab Eleanora masa bodoh. Tidak seperti Eleanora yang selama ini harus memikirkan perasaan Jennie dan juga Sandra saat berucap.

“Bagaimana bisa-“

“Tentu saja bisa.” Sambung Eleanora memotong perkataan Jennie.

Eleanora memberikan tatapan bahwa Dia sudah tau semuanya, membuat Jennie yang di tatap pun berkali-kali melihat ke arah lain.

“Astaga Eleanora... Bagaimana bisa kau mengharapkan kasih sayang seorang Ibu dari wanita yang dari bentuk wajah nya saja sudah penuh akan kemunafikan ?” Batin Eleanora sambil menggelengkan kepalanya.

“Ka.. Kakak-“

“Klek”

Pintu yang di buka pun memotong perkataan Sandra. Eleanora tersenyum senang mendengar suara yang sering Dia dengar di Bumi abad 21 itu.

“Aku tidak tau apa yang ingin Kau katakan, Sandra. Tapi Kau bisa katakan apapun saat Kita menikmati makan malam ini.” Ucap Eleanora yang membiarkan para pelayan meletakkan hidangan-hidangan di hadapannya.

Kepala koki yang selama ini sulit bertemu dengan Eleanora, memakai kesempatan ini untuk menyajikan steak secara langsung. Dia ingin membuktikan perkataan Simon bukanlah omong kosong belaka.

“Steak ini sama persis dengan yang Anda sukai Nona. Saya harap Anda dapat menikmati nya."

“Terimakasih karena selalu mengingat makanan kesukaan Ku, Arnold.” Ucap Eleanora tersenyum.

Kepala koki dan beberapa pelayan yang bertugas memasak belum kembali ke dapur. Mereka masih ingin melihat Eleanora makan dengan kedua mata mereka sendiri.

“Hap..”

Suapan pertama masuk ke mulut Eleanora. Mata Eleanora tampak berbinar-binar saat rasa steak yang Dia inginkan selama ini sedang memonopoli indra pengecap nya

“Enaaakkk ~” Ucap Eleanora penuh semangat.

“Nona Eleanora telah kembali menjadi Nona yang pernah Kita layani.!” Sorak bahagia seluruh pelayan di dalam hatinya, dan lanjut kembali ke posisi mereka masing-masing di dapur. Mereka sudah puas hanya dengan melihat Eleanora yang penuh akan semangat saat memakan sesuatu.

Bahkan kepala koki sampai meneteskan air mata penuh kebahagiaan. Sungguh sebuah tindakan kecil yang Eleanora sebelumnya lupa untuk lakukan.

“Sudah Ku duga anak ini masih hidup. Para bandit itu sudah Ku suruh untuk mencari mayat anak ini selama sebulan penuh, tapi belum juga di temukan. Katanya Dia melompat ke dalam jurang, tapi kenapa masih hidup ? Padahal sudah Ku bayar. Dasar tidak becus.” Batin Jennie kesal dan jengkel.

“Emm... Eleanora...” Panggil Jennie yang berusaha mengontrol emosinya.

“Ya ?!” Jawab Eleanora yang tetap lahap memakan steak nya.

“Apakah perjalanan Mu berjalan dengan baik ?”

“Emmm, Ku rasa tidak.. Karena Aku di kepung oleh Bandit-bandit yang mahir menggunakan pedang dan sihir.” Jawab Eleanora pura-pura berpikir.

“Ah.. Lalu bagaimana bisa Kakak lolos dari kepungan bandit-bandit itu?” Tanya Sandra dengan suara lembut dan wajah polosnya.

“Aku di tolong oleh seorang Pria tampan. Ah, Dia benar-benar seperti penyelamat yang ku baca di buku dongeng.” Ucap Eleanora sambil tersipu malu.

Jennie dan Sandra terus melayangkan banyak pertanyaan kepada Eleanora, dan dijawab dengan karangan indah dari mulutnya.

Hingga tibalah mereka pada pertanyaan yang sejak tadi di nantikan oleh Eleanora.

“Omong-omong... Di mana Panda ? Biasanya Dia sedang beterbangan di dekat Mu.”

“Ah...” Ucap Eleanora dengan tatapan sedihnya.

“...Panda sudah mati.”

“Bagaimana bisa ?” Kaget Jennie dan Sandra yang tampak khawatir.

“Akting Kalian memang tidak di ragukan lagi.” Eleanora berbatin.

“Aku juga tengah bertanya-tanya. Bagaimana bisa sekelas bandit-bandit bisa memiiki Mantra Sihir Hitam.”

“Mantra sihir hitam ?” Kaget Jennie dan Sandra kompak. Kali ini mereka benar-benar kaget.

“Ternyata memang Kalian ya..” Batin Eleanora tersenyum puas.

“Apakah Ibu dan Adik tau sesuatu tentang hal itu ?” Tanya Eleanora penuh harap.

“Mana.. Mana mungkin Kami mengetahui hal seperti itu...” Ucap Sandra panik.

“Pasti... Pasti hanya sebuah kebetulan.” Sambung Jennie dengan tatapan yang mulai membias.

“Kemana Eleanora yang bodoh dan bermental kerupuk itu ?” Batin mereka menjerit kesal.

“Iya.. Yang di katakan Ibu benar, Kakak.. Pasti hanya sebuah kebetulan...” Sandra memperjelas.

“Kebetulan..?” Sambung Eleanora dengan suara datar.

Dia menyimpan garpu dan pisau seperti keadaan semula, lalu menyeka mulutnya dengan kain bersih. Kemudian Dia berdiri dan berjalan ke arah Jennie dan Sandra duduk.

Saat tiba di antara Jennie dan Sandra, Eleanora meletakkan satu tangannya di pundak Jennie dengan penuh kelembutan dan berkata di dekat telinga Nya.

“Apakah kebetulan ini sama dengan racun yang tertumpuk di tubuh Ku, Ibu ?”

Jennie mematung di kursinya. Tidak sampai di situ, Eleanora meletakkan tangan yang satu ke Pundak milik Sandra dan lanjut bersuara.

“...Apakah kebetulan ini sama dengan cemilan dan minuman yang sering Kau berikan dengan wajah Mu yang penuh kepolosan itu, Adikku sayang ?”

Lagi, Sandra terkejut dengan perkataan Eleanora ini.

“.......”

Hening... Suasana di ruang makan ini entah kenapa dipenuhi akan ketegangan.

“Tak” Suara Eleanora menepuk kedua tangannya dan memecahkan keheningan.

“Apakah Kalian tau bahwa di dunia ini hanya terdapat sedikit kebetulan? Untuk membuktikannya, mari kita saksikan yang akan terjadi kedepannya. Pasti sangat seru dan mendebarkan bukan ?” Ucap Eleanora berjalan ke arah pintu.

“Terimakasih karena sudah menemani makan malam ini, Ibu dan Adik Ku sayang ~ Sampai bertemu... Lagi !"

“Klek.!”

Saat pintu tertutup, entah seperti apa suasana yang di rasakan oleh Jennie dan Sandra di dalam sana. Eleanora tidak peduli sama sekali.

“Aku sudah mendeklarasikan perang secara terang-terangan. Mari Kita lihat, apa yang akan Kalian lakukan kedepannya.” Cetus Eleanora sambil mengibaskan rambut.

...*...

...*...

...*...

...*...

Thanks yang masih stay Guys💃.. Jangan lupa like dan komen biar Author tambah semangat😎🐍... Love you Guys❤️‍🔥.. See you in the next chapter,👋🫶✨

Episodes
1 #Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2 #Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3 #Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4 #Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5 #Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6 #Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7 #Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8 #Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9 #Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10 #Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11 #Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12 #Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13 #Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14 #Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15 #Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16 #Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17 #Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18 #Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19 #Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20 #Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21 #Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22 #Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23 #Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24 #Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25 #Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26 #Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27 #Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28 #Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29 #Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30 #Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31 #Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32 #Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33 #Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34 #Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35 #Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36 #Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37 #Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38 #Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39 #Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40 #Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41 #Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42 #Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43 #Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44 #Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45 #Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46 Pengumuman
Episodes

Updated 46 Episodes

1
#Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2
#Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3
#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4
#Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5
#Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6
#Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7
#Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8
#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9
#Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10
#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11
#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12
#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13
#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14
#Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15
#Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16
#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17
#Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18
#Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19
#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20
#Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21
#Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22
#Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23
#Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24
#Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25
#Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26
#Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27
#Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28
#Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29
#Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30
#Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31
#Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32
#Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33
#Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34
#Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35
#Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36
#Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37
#Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38
#Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39
#Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40
#Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41
#Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42
#Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43
#Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44
#Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45
#Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!