#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)

Eleanora membuka matanya...

Sejauh Dia memandang, hanya terpampang kehancuran dan kekacauan di mana-mana..

“Tidak.. Kumohon jangan lakukan itu...” Teriak pilu seseorang.

Atensi Eleanora ingin melihatnya, namun raganya tak bisa bergerak. Seakan di dalam mimpi, Dia hanya bisa melihat yang di tampilkan saja.

“Aku harus...”

“Tapi bagaimana dengan hukum alam ?! Kau akan tersiksa.”

“Aku... Sudah bukan... Lagi...”

“Apa yang Dia katakan ? Suara nya hilang muncul.” Pikir Eleanora

“Hahaha... Terimalah serangan penuh kasih sayang ini....”

“Kita akan bertemu lagi... Dengan... Yang... Jauh... Baik..”

“Saat hal itu terjadi... Aku juga pasti sudah menjadi... Yang... Darimu..”

“Tunggu.. Kenapa suara nya hilang muncul terus ? Aku ingin mendengar nya. Perdengarkan lebih jelas lagi.”

“Jangan menangis... Kita... Akan.... Lagi...”

...*...

...*...

...*...

...*...

“Arrghhh..” Teriak Eleanora yang baru bangun dari tidur nya.

“Hah.. Hahh.. Hah...”

Nafasnya tidak teratur... Didalam mimpi tadi, walaupun tidak terdengar dengan baik, walaupun orang-orang yang dilihat kurang jelas, Namun secara emosional, Eleonora dapat merasakan kepedihan dari relung hati nya secara jelas..

“Asael.. Shinsu bersaudara, muncullah...” Perintah Eleanora dengan mulut yang gemetaran.

Yang di panggil pun muncul di kasur Eleanora. Eleanora langsung memeluk mereka berempat dengan sangat erat.

“Aku takut.. Jangan tinggalkan Aku..” Rengek Eleanora.

Sambil menyeka air mata Eleanora, Asael bertanya “Master.. Apa yang membuat Mu menangis ?”

“Aku tidak tau.. Mimpi itu tidak jelas... Aku merasa kehilangan sesuatu yang penting.. Aku tidak tau kenapa begini tiba-tiba..”

“Tenanglah Master.. Kami tidak akan meninggalkan Mu..” Ungkap Rangga sambil mendusel di leher Masternya.

“Aku akan melindungi Mu Master.. Aku juga akan melindungi orang-orang yang Master sayangi, agar Master tidak akan ditinggalkan.” Sambung Bella.

“Aku ini Raja Spirit, tak mungkin mati. Jadi sekalipun Master yang meninggalkan Ku karena keterbatasan waktu, Aku akan menunggu Master.. Entah berapa lama.. Bahkan sampai ribuan tahun pun tak masalah. Aku akan menyanggupi panggilan dari Master apapun yang terjadi.” Ujar Asael tulus.

“Maaf Master.. Karena ketidakmampuan Ku, Aku tidak bisa mengobati jiwa yang tergoncang.. Maafkan Aku..” Mohon Samuel merasa bersalah..

“Ehehehe.. Terimakasih karena se peduli ini dengan Ku. Maaf harus menunjukkan sifat yang lemah di hadapan Kalian.” Eleanora tersenyum dan melepaskan rengkuhannya. Dia melihat Samuel yang masih termenung.

“Samuel.. Ini bukan salah Mu... Berhentilah merasa bersalah..”

“Tapi, Karena Aku yang tidak bisa-“

“Dengan kehadiran Kalian di saat-saat seperti ini saja sudah cukup.” Potong Eleanora.

Para Shinsu pun membiarkan tubuh mereka di elus oleh Eleanora. Asael pun fokus untuk mengelus Bayi harimau yang aktif memainkan jemari Nya.

“Oia.. Ini di mana ? Dan sudah berapa hari Aku tertidur ?”

“Kita berada di pusat kota wilayah Grand Duke Iveltto. Dan master sudah tertidur selama lima hari.” Jawab Asael.

“Apa ?! Kenapa tidak ada yang membangunkan Ku ?!” Panik Eleanora.

“Mungkin karena mimpi itu, Kami tidak bisa masuk dalam kesadaran Master. Kami hanya bisa menunggu Master bangun dengan sendirinya.”

“Gawat...” Eleanora sudah turun dari tempat tidur.

“Memangnya kenapa Master ? Apa yang Master takutkan ?”

“Sebelum Kita pergi ke pelelangan, Aku sudah menyetujui permintaan Simon untuk mengurus bagian Internal Kediaman Grand Duke Iveltto. Dan Dia mengatakan akan menjemput Ku di pagi hari.. Dilihat dari sifatnya, Kurasa Simon akan menghubungi Ayah untuk segera pulang. Yang seharusnya masih dua hari lagi, malah membuat Ayah dan rombongan nya tiba hari ini.”

“Kita tinggal berteleportasi ke Paviliun barat kan ?” Cetus Asael tiba-tiba.

“Aku tau.. Tapi sebelum itu Aku harus berterimakasih pada Pria yang menolongku dulu. Kalian pasti melihatnya dengan jelaskan ? Siapa dua pria yang Aku temui sebelum pingsan ?”

“Itu... Karena Kami mendapatkan ingatan yang Master salurkan lewat cerita di dalam Dimensi beberapa hari lalu, Kami jadi tau bahwa orang yang menolong Master adalah Grand Duke Aaliziar. Sedangkan Pria yang berteriak menggebu-gebu karena khawatir dengan adiknya itu adalah Sekretaris milik Grand Duke Aaliziar.”

“......” Eleanora mematung di tempatnya.

Asael pikir Eleanora membutuhkan infomasi lebih, sehingga Dia mengatakan semua yang Dia sudah tau karena mencari tahu saat Eleanora tertidur.

“Grand Duke bisa ikut dalam pencarian adik dari sekretaris nya karena Grand Duke Aaliziar memang terkenal dengan sikapnya yang seperti itu. Siapapun yang sudah menjadi bagian dari Kediaman Grand Duke Aaliziar, akan berada di bawah pertanggungjawabannya.”

“Asael, Ayo pulang sekarang. Mana ku sudah terkumpul banyak karena beristirahat.” Perintah Eleanora dengan pikiran yang sedang bergulat dengan keras.

Para Shinsu bersama bayi Harimau pun masuk ke dalam dimensi gelang Eleanora. Sambil memegang tangan Eleanora, Asael mengeluarkan kekuatan teleportasinya dan mereka langsung berpindah dengan titik mendarat Paviliun Barat..

“Untuk saat ini, Aku harus menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan Ayah Ku.. Sedangkan Grand Duke Aaliziar, orang yang menjadi Ayah dari anakku, nanti saja baru di urus. Aku belum ada persiapan apapun.” Pikir Eleanora.

...*...

...*...

...*...

...*...

Di Pavilin Barat. Eleanora sudah berlari usai mengganti pakaiannya. Dia sedang menuju ke ruang kerja milik Simon.

Brakkh..

“Simon..!” Panggilnya dengan wajah yang berkeringat.

“Nona.. Kemana saja-“

“Sssstttt... Kekhawatirannya nanti saja. Sekarang jawab pertanyaan Ku. Apa Kau sudah menghubungi Ayah tentang kehilangan Ku?”

“Tentu saja Nona.. Satu kediaman ini panik akan hal itu.. Berbeda cerita nya dengan kepergian Anda sebulan yang lalu.. Kami semua tahu bahwa Anda mencari obat untuk menyembuhkan tubuh. Tapi kali ini, Anda tiba-tiba menghilang dengan pintu teras kamar yang terbuka. Bahkan terdapat jejak-jejak sihir teleportasi..”

“Ya Dewa... Tapi hanya itu saja kan ? Kau tidak memberitahu tentang kepergian Ku selama sebulan yang lalu-“

“Saya juga mengatakan hal itu Nona.”

“Habislah.. Aku harus beralasan apa kali ini ?!” Batinnya Frustasi.

“Tuan Kepala Pelayan..Yang Mulia Grand Duke telah tiba.” Lapor seseorang dengan terburu-buru.

“Apa ? Secepat ini ? Bagaimana dengan pasukan Kesatria milik Ayah ?!”

“Menjawab Nona... Setelah mendapat laporan, Tuan Grand Duke langsung menggunakan sihir teleportasi seorang Diri. Untuk urusan Pasukan, Tuan menyerahkannya pada Kapten Martin.”

“Setidaknya beri Aku waktu untuk berpikir sejenak.” Gumam nya penuh kegelisahan.

Di luar, sudah terdapat keributan karena kedatangan Grand Duke Iveltto yang lebih cepat dari dugaan. Bahkan para pelayan tidak sempat berbaris menyambut kepulangan Tuannya.

“Dimana Eleanora.?!” Suara Grand Duke menggelegar dari lantai bawah.

“Sial.!” Umpatnya dan berlari ke asal suara.

***

Saat ini, Grand Duke Iveltto nampak sibuk menghujani para pelayan dengan berbagai pertanyaan. Dia bahkan sudah memberi perintah pada para Kesatria untuk menunggu kedatangannya.

Para pelayan nampak sangat takut dengan kemarahan Grand Duke kali ini.

“Kenapa bisa jadi se kacau ini?” Batin Eleanora dari atas tangga yang tengah mengatur nafasnya.

“Ayaaahhh..!!” Teriak Eleanora memecahkan keributan.

“Elaanora ?! Dari mana saja-” Grand Duke menghentikan langkah dan ucapannya. Dia ingin langsung berlari dan memberikan pelukan. Namun, Dia tau betul hubungannya dengan sang Putri seperti apa.

Tak tak tak... Suara langkah kaki yang sedang berlari.

Sruukhh..

Eleanora pun memeluk Grand Duke dengan sangat erat.

Tubuh yang tinggi dan berotot itu nampak canggung dan kaku untuk merespon. Namun dengan kesadaran penuh, Grand Duke Iveltto tidak akan melepaskan kesempatan ini. Dia pun balas memberikan pelukan pada Putrinya itu...

~> Dua menit

~~>> Lima menit

~~~~\>\>\>\> Dua puluh menit

Grand Duke Iveltto belum juga melepaskan pelukannya. Eleanora benar-benar merasa bahwa oksigen enggan untuk masuk ke dalam hidungnya.

“A... Ayah...” Panggil Eleanora.

“Hemm ?”

“Apakah Kita bisa pindah tempat dulu ? Eleanora malu di lihat oleh semua nya.”

“Apakah Ayah harus mencongkel mata mereka semua ?”

Jedeer.!!

Bak petir di siang bolong, semua pelayan langsung memegang mata mereka.

“*Kata bercanda pun enggan untuk di lekatkan dengan situasi dan sifat Ayah saat ini*.” Batin Eleanora merasa kasihan dengan para pelayan.

“Banyak hal yang harus Kita bicarakan.. Taman bunga kaca... Eleanora ingin berbicara di tempat itu bersama Ayah.” Ucapnya yang berhasil lepas dari pelukan Grand Duke dan menarik tangan Ayah nya.

Grand Duke Iveltto melihat Putri nya yang telah tersenyum kembali saat berbicara pada nya. Apakah yang diberitahukan oleh Simon lewat alat komunikasi sihir itu benar ?

“Jangan buru-buru, El.. Kau akan jatuh.” Ucapnya tak sadar memanggil Eleanora dengan panggilan akrab yang terakhir kali terucap saat Eleanora berusia delapan tahun.

Grand Duke Iveltto mematung di tempatnya karena ekspresi Eleanora nampak terkejut beberapa saat.

Eleanorapun langsung memelankan langkahnya dan berkata, “Apa Eleanora tampak baru belajar berjalan , Ayah ?”

“Emm.. Tampak seperti itu di mata Ayah.” Jawabnya dengan ukiran senyum yang merasa lega.

...\*...

...\*...

...\*...

...\*...

Thanks yang masih Stay yaa ❤️‍🔥~~ See you in the Next episode Guys💅😌... Jangan lupa like sama komennya 🥰🗡️

Episodes
1 #Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2 #Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3 #Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4 #Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5 #Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6 #Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7 #Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8 #Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9 #Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10 #Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11 #Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12 #Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13 #Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14 #Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15 #Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16 #Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17 #Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18 #Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19 #Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20 #Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21 #Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22 #Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23 #Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24 #Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25 #Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26 #Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27 #Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28 #Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29 #Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30 #Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31 #Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32 #Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33 #Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34 #Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35 #Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36 #Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37 #Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38 #Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39 #Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40 #Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41 #Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42 #Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43 #Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44 #Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45 #Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46 Pengumuman
Episodes

Updated 46 Episodes

1
#Episode 01 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
2
#Episode 02 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
3
#Episode 03 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
4
#Episode 04 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
5
#Episode 05 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
6
#Episode 06 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
7
#Episode 07 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
8
#Episode 08 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
9
#Episode 09 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
10
#Episode 10 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
11
#Episode 11 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
12
#Episode 12 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
13
#Episode 13 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
14
#Episode 14 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
15
#Episode 15 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
16
#Episode 16 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
17
#Episode 17 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
18
#Episode 18 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
19
#Episode 19 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
20
#Episode 20 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
21
#Episode 21 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
22
#Episode 22 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
23
#Episode 23 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
24
#Episode 24 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
25
#Episode 25 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
26
#Episode 26 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
27
#Episode 27 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
28
#Episode 28 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
29
#Episode 29 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
30
#Episode 30 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
31
#Episode 31 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
32
#Episode 32 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
33
#Episode 33 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
34
#Episode 34 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
35
#Episode 35 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
36
#Episode 36 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
37
#Episode 37 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
38
#Episode 38 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
39
#Episode 39 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
40
#Episode 40 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
41
#Episode 41 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
42
#Episode 42 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
43
#Episode 43 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
44
#Episode 44 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
45
#Episode 45 (•͈⁠ᴗ⁠•͈)
46
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!