Klek
“Dia tidak mengunci pintu nya ?”
“Dia gadis yang ceroboh. Kita harus bersyukur karena kapan lagi bisa membunuh keturunan Duke Iveltto tanpa perlawanan ?”
“Bukan membunuh. Kita hanya akan membuat nya sekarat. Majikan Kita membutuhkan tubuhnya.”
“Membutuhkan tubuh Ku ?” Batin Eleanora berpikir.
“Gunakan sihir Mu untuk membuat kamar ini kedap suara. Tidak boleh ada suara apapun yang terdengar keluar-“
“Tidak perlu repot-repot.” Sela Eleanora. “ Aku sudah.. Hoaaamm.. Melakukan hal itu.” Sambungnya sambil mengucek mata.
Sraakk..
“Wow wow wow... Agresif sekali... Tiba-tiba saja langsung mengeluarkan pedang. Seharusnya Kalian bersikap sopan dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu.” Tawar Eleanora yang turun dari tempat tidur.
“Kalian Siapkan mantra Teleportasi. Aku akan membuatnya pingsan.”
Dua orang penyihir itu mengangguk patuh.
“Bella. Cabut kembali pencegah sihir Mu. Biarkan mereka menggunakan sihir.”
“Baik Master.”
Eleanora berdiri mematung karena seorang pria menerjang ke arah tubuhnya dengan pedang. Eleanora menghindar dengan mudah sambil pura-pura menunjukkan wajah paniknya.
Saat menghindar, terdapat celah. Dengan tangannya, Dia memukul tengkuk Eleanora dengan keras. Eleanora pun pingsan.
“Ayo pergi.”
Sringg... Patss..
Mereka pun berteleportasi ke tempat yang tidak Eleanora ketahui.
...*...
...*...
...*...
...*...
Beberapa saat kemudian...
“Ini Putri Iveltto ? Ahh.. Letakkan tubuhnya di tempat persembahan tumbal itu.. Aku sudah menunggu hari ini tiba.” Perintah seseorang.
“Suara Perempuan? Dan lagi, tumbal ?” Batin Eleanora penasaran.
“Samuel.. Entah hanya feeling Ku saja atau apa, tapi bisakah Kau membuat tubuh ini tampak seperti kondisi tubuh Ku sebelum sembuh dan bertambah kuat ?”
“Tentu saja bisa Master.”
***
Sringg...
“Ughhhh...” Geram Eleanora yang merasa sakit di bagian kepalanya.
Krekk..
Tempat yang awalnya berwarna merah, langsung menghilang dan tempat di baringkan nya Eleanora retak.
“Kenapa begini..”
Perempuan yang sejak tadi menunggu dengan semangat itu langsung mendekati tubuh Eleanora dan mengecek nadi di tangannya.
“Bukan hanya tubuh yang penuh dengan racun, Dia juga tidak memiliki kapasitas mana yang besar seperti Grand Duke Iveltto ? Tcih.! Buang-buang waktu saja.”
“Apa.. Apa yang harus Kami lakukan pada tubuh nya, Nyonya ?”
“Kalian masih bertanya ? Lemparkan Dia ke pelelangan budak di wilayah Qortus. Jika Dia tidak bisa menjadi tumbal, maka buat Dia menghasilkan uang untuk pihak Kita. Walaupun tidak punya kapasitas mana yang besar, Dia memiliki wajah yang lumayan. Pasti akan terjual mahal malam ini.”
“Lalu bagaimana dengan Jennie dan Nona Sandra ? Apakah Mereka akan baik-baik saja di kediaman Grand Duke ?”
“Peduli setan ! Aku menyuruh mereka untuk membuat hubungan anak ini dan Ayahnya memburuk. Aku juga menyuruh mereka untuk memanipulasi pikirannya agar Dia tidak memiliki mental dan otak yang bagus. Tapi apa ? Mereka meracuni tubuh anak ini, bahkan memakai racun yang menggerogoti Mana ? Pion yang tidak menurut dan tidak berguna lebih baik di buang saja.”
“Baik, Nyonya.”
“Asael.. Saat Aku di bawah pergi, tinggallah di sini untuk mengumpulkan informasi.”
“Master. Aku ini Raja Spirit Angin. Aku tinggal menyuruh Spirit level rendah agar dapat terus bersama Master.”
“Terserah Kau saja.” Katanya yang merasa kepalanya mulai terasa aneh
Eleanora pun merasa tubuh nya di angkat lagi bak mengangkat karung beras. Dia benar-benar tidak mengeluarkan tanda-tanda sadar sedikitpun, walupun kepala nya terasa sedikit pusing.
Lagi, mereka menggunakan sihir teleportasi dan berpindah ke wilayah bernama Qortus. Wilayah yang berjarak sepuluh hari jika ingin pergi ke Kediaman Grand Duke Iveltto menggunakan kereta kuda.
***
Singkat Cerita Eleanora sudah di masukkan ke dalam sebuah sel yang mirip penjara. Terdengar dua suara pria yang tengah berdiskusi.
“Wanita kali ini benar-benar akan menjadi rebutan. Tubuh dan wajah nya sangat menggiurkan. Jika saja Kau membawanya beberapa hari yang lalu, Aku pasti akan mencicipinya terlebih dahulu.”
“Jika Aku membawanya dari dua hari yang lalu, saat ini kepala Mu sudah di gantung di pusat Ibu kota wilayah kekuasaan Grand Duke Iveltto” Batin Pria yang membawa Eleanora.
“Baiklah, Aku pergi dulu. Jangan lupa untuk memberikan setoran pada majikan kita.”
“Tentu.. Tentu.. Aku tidak akan lupa hal itu.”
“Hei kalian.. Perhatikan dua sel yang Aku tunjuk ini. Gadis-gadis yang berada di dalam berharga ribuan koin Emas. Jika terjadi sesuatu, Aku akan memenggal kepala Kalian.”
“Siap.. Siap Tuan.”
Pria gendut dengan kepala botak itu pun pergi. Meninggalkan dua penjaga pria yang lanjut meminum alkohol yang di sembunyikan.
Terdapat 20 sel di ruangan ini. Terdengar suara jerit dan tangis dari wanita dan anak-anak yang meminta untuk di bebaskan. Namun penjaga-penjaga itu mana peduli.
“Haah.. Yang berada di balik Jennie dan Sandra bukan orang biasa. Dia memiliki bawahan yang bisa menggunakan teleportasi berkali-kali tanpa kelelahan. Kira-kira penyihir level 7 atau delapan.. Pasti kedepannya akan merepotkan.” Gumam Eleanora dan duduk bersandar di jeruji besi. Kepalanya yang pusing terasa sedikit membaik setelah duduk
“Huwaa.. Ibu.. Ibu....”
“Kumohon bebaskan Aku.. Aku punya anak yang harus di jaga.. Hikss..”
“Tolongg....”
“Di sini.. Sangat ribut. Apa Aku keluar sekarang saja ? Aku ingin beristirahat di Paviliun Ku” Batinnya sambil mengerutkan alis.
“Hiks... Kakak.. Maafkan Aku... Hiks...”
“.....” Kali ini Atensi Eleanora tertuju ke sel yang berhadapan dengan miliknya. “Oh~ Jadi gadis ini yang di maksud pria tadi.. Tunggu.. Badan dan baju nya terlihat mahal. Apa mereka yakin tidak salah tangkap orang ? Takutnya malah berurusan dengan sesuatu yang tidak mereka sangka-sangka.” Pikirnya sambil terus melihat gadis itu yang tengah menangis.
“Hei~” Panggil Eleanora.
“Kau.. Hiks... Kau memanggil Ku ?” Jawabnya sesenggukan.
“Sejak Kapan Kau di sini ?”
“Mungkin... Beberapa jam yang lalu.”
“Berapa jam yang lalu? Kenapa jawabannya tidak spesifik sama sekali ?” Teriak Eleanora di dalam batinnya.
“Aku tidak tau sesedih apa Kau saat ini. Namun, menangis tidak akan menyelesaikan masalah.”
“Tapi, siapa yang tidak takut jika sudah seperti ini ? Saat resmi di jual, Kami akan mendapat segel budak dan tidak bisa melawan perintah orang yang membeli Kami. Apa itu tidak menakutkan bagi Mu ?”
“Tidak. Aku tinggal membunuh orang yang ingin menjual Ku. Masalah terselesaikan.”
“Kau seperti nya lebih tertekan Dari pada diri Ku. Sampai-sampai tidak sadar bahwa diri Mu juga bernasib sama dengan semua orang yang berada di sel ini.”
“Tidak tuh.” Ucapnya yakin sambil memegang jeruji besi, dan...
Keeengg.....
“Kau.. Membengkokkan jeruji besi itu ?”
“Apa Aku harus memperjelas ?”
“Si.. Siapa Kau ?”
Eleanora sudah keluar dari sel nya. Dia berjongkok di hadapan wanita itu dan berkata, “Bukan siapa-siapa. Aku hanya penasaran dengan Mu. Kau, Nona Bangsawan dari keluarga mana ?”
“..!!...”
Bukannya menjawab. Gadis itu tampak kaget dan memalingkan wajah ke arah lain.
“Hem ~ Apa kau kabur dari rumah ?”
Yang di tanya pun membelalakkan matanya.
“Haah.. Anak muda jaman sekarang.. Kalau mau kabur, setidaknya persiapkan semuanya dengan matang. Agar tidak di culik ataupun terombang-ambing oleh dunia yang di penuhi dengan hal-hal kejam.” Nasehat Eleanora sesuai pengalaman hidupnya.
“Kau mau Aku tolong tidak ?”
“Tapi..”
“Haahh... Tahan dulu jawaban Mu. Untuk saat ini Aku harus menyingkirkan penjaga itu dulu.”
Atensi Eleanora sudah beralih pada dua Pria yang sedang main kartu dan meminum alkohol. Dia berjala melewati sel demi sel. Setiap mata yang melihat nya langsung terdiam dan menengok ke mana gadis cantik itu akan pergi.
“.....” Hening.
“Hem ? Kenapa suasana nya tiba-tiba hening sekali ?”
“Mungkin mereka sudah capek.”
“Benarka-“
“Hallo~” Sapa Eleanora penuh senyuman.
“Kau.. Kenapa bisa keluar dari-“
Sreekh.. Tuuk... Belati itu berhasil memisahkan kepala dari tubuh.
“Ah... Ah.. To.. Tol-“
Sreekkhh... Tukkhh..
Lagi, Hal yang sama pun terjadi pada Pria yang satu nya.
“Maaf, walaupun menghilangkan nyawa manusia bukan wewenang ku, tapi menjual manusia juga bukan wewenang Kalian. Mari bertemu di neraka saat Aku sudah mati nanti.”
Eleanora pun membalikkan badan. Semua mata sudah tertuju pada dirinya.
“Aku akan menolong kalian, jadi Kalian harus tenang. Paham ?”
“Emm.. Em...” Jawab mereka mengangguk penuh harap.
Satu demi satu Sel Eleanora bengkokkan. Hingga tersisa satu Sel saja.
Keengg...
“Kau sudah bisa keluar.. Ayo kabur bersama-sama..” Ajak Eleanora sambil mengulurkan tangannya.
“Tidak perlu.. Aku tidak tau harus berbuat apa setelah bebas.”
“Kenapa berpikir seperti itu ?”
“Karena.. Aku sudah tidak bisa berjalan lagi.” Ungkap nya sambil mengangkat gaun yang menutup kaki.
Eleanora memperhatikan dengan seksama. Urat Kaki gadis itu sudah putus. Apalagi lukanya sudah tampak infeksi.
“Siapa yang melakukan hal ini ?”
“......”
Gadis itu memilih diam..
“Kau-“
BOOM..!
Terdengar bunyi ledakan. Semua orang yang selamat langsung mendekati Eleanora dan meminta pertolongan..
“Tolong.. Kami tidak tau jalan keluar..”
“Ayo keluar bersama kami..”
“Kami takut bertemu dengan penjaga lag..”
“Pergilah...Tak apa meninggalkan Aku di sini.”
“Bella, ciptakan pelindung di tempat ini. Siapapun yang merupakan bagian dari pelelangan ini tidak boleh keluar. Aku yakin ledakan tadi adalah pihak yang akan membantu Kita.”
“Sudah Master.”
“Asael, pandu orang-orang itu untuk keluar dari tempat ini.”
“Master, kupu-kupu hijau itu akan memandu mereka. Aku sudah memilih rute terbaik.”
“Kalian ikuti kupu-kupu itu.. Aku bersumpah, kupu-kupu itu tidak akan membawa Kalian pada sesuatu yang berbahaya.”
“Terimakasih.. Kami tidak akan melupakan bantuan Anda..”
Orang-orang yang akan di jual itu sudah pergi mengikuti kupu-kupu yang merupakan pecahan dari sedikit kekuatan Asael. Menyisakan Eleanora dan gadis yang tidak bisa berjalan itu.
“Ugghhh..” Keluh Eleanora karena kepala nya terasa pusing.
“Ini karena Master menggunakan kekuatan Bella dalam jangka besar. Juga, sepertinya terjadi sesuatu saat tubuh master di letakkan di tempat ritual beberapa waktu yang lalu. Apalagi sekarang Aku juga sedang menggunakan kekuatan untuk menuntun orang-orang. Mana Master akan terus tersedot sampai tugas Kami selesai. Apakah Kami berhenti di sini agar Mana milik Master tidak tersedot lagi ?”
“Tidak apa.. Aku hanya ingin menolong orang-orang itu saja. Lagian Saat berlatih, Aku bisa menggunakan kekuatan Kalian berempat secara bersamaan selama 30 menit. Kali ini, pasti ada yang bermasalah dengan tubuh Ku.”
“Kenapa Kau tidak pergi ? Bagaimana kalau- Heup”
Perkataan Gadis itu terhenti lantaran Eleanora menutup mulutnya dengan tangan.
“Aku tau Kau bisa bicara, tapi saat ini mari fokus pada Kaki Mu.”
“Samuel.. Jika ingin menyembuhkan kaki nya, Aku hanya perlu mendekatkan tangan pada luka kan ?”
“Ya Master. Tapi saat ini Master sedang menggunakan kekuatan Kak Bella dan juga Asael. Apakah tidak apa-apa ? Sepertinya Aku harus mengobati Master dulu-“
“Tidak. Obati Kaki gadis ini dulu. Kalau Aku itu urusan belakangan.”
Saat Eleanora baru mendekatkan tangannya, terdengar sebuah teriakan.
“Ada yang membebaskan para budak.. Hanya tersisa budak dengan harga tinggi.”
“Kalau begitu tangkap dua budak itu saja. Kalau budak yang lain bisa Kita gantikan dengan menculik rakyat biasa.”
“Baik.”
“Tcih..” Decak Eleanora dan langsung berdiri.
Terdapat lima orang yang berlari untuk mendekati tubuhnya. Eleanora sudah bersiap.
“Ughh.. Ada apa dengan tubuh ini ? Pandangan Ku jadi tak jelas.”
Walaupun pandangannya menjadikan orang-orang memiliki bayangan, tidak membuat Eleanora salah memberikan sayatan di leher atau pukulan di tengkuk leher
Lima menit kemudian...
Kepala Eleanora rasanya sudah mau pecah. Tapi Dia berusaha menahan. Dia pun kembali menghampiri gadis tadi dan mengobati lukanya.
Saat jarak tangan nya sudah cukup, Samuel pun menyalurkan kekuatan. Beberapa detik setelahnya, Gadis itu sudah bisa merasakan kaki nya lagi.
“Aku.. Sembuh ? Hikss.. Terimakasih... Huwaaaa....”
“Gadis ini memang berisik sekali.. Bisakah Dia diam dulu ? Kepala Ku rasanya mau pecah.” Batin Eleanora.
“Apa yang Kau lakukan pada Nya ?! Kenapa Kami tidak bisa mendekat ? Apa yang Kau gunakan ?” Teriak Pria yang tertahan di pintu masuk.
“Tentu saja Kekuatan Bella.” Jawabnya di dalam hati.
Teriakan lelaki yang saat ini berada di kejauhan 300 meter itu cukup mengagetkan Eleanora. Dia kaget karena tidak merasakan kehadiran orang tersebut.
“Dia bisa menyembunyikan kehadiran Nya, Pasti bukan bagian dari orang-orang pelelangan- Tunggu. Aku tidak boleh percaya begitu saja” Pikir Eleanora yang berusaha memperjelas penglihatannya namun tak bisa.
Eleanora pun berdiri dan mendekati pria itu.. Semakin dekat terlihat sedikit jelas bahwa terdapat dua pria.
“Kalian dari pihak gadis itu ? Atau bagian dari pelelangan budak??” Tanya Eleanora.
“Aku adalah kakak dari Gadis itu. Kau bisa menemukan kemiripan pada wajah Kami berdua. Maka singkirkan benda transparan ini yang mencegah langkah Ku”
“.....” Eleanora terdiam dan melihat wajahnya.
“Hei gadis kecil. Dia kakak Mu ?”
“....Emm...” Jawabnya mengangguk.
Eleanora menghilangkan pelindung Bella dan langsung menarik kerah baju pria itu sambil berkata, “Lain kali jaga adik Mu dengan baik. Bisa-bisanya Dia berakhir di tempat pelelangan manusia ?”
“Itu karena-“
“Alasan Mu tidak Ku terima. Apapun pembelaan Mu, Kau tetap menjadi penyebab kenapa Adik Mu melarikan diri.!”
Eleanora pun memilih untuk keluar dari tempat pelelangan. Dia mendengarkan arahan dari Asael yang terus bertransmisi suara.
Tak
Tangan Eleanora di tahan oleh pria yang satunya.
“Lepas!” Pekik Eleanora menghempaskan tangan Pria itu dengan sangat kuat.
“Siapa Kau.. Haahh.. Haah... Beraninya menyentuh Ku ?”
Pandangan Eleanora mulai membias. Nafasnya mulai tidak teratur.
“Samuel, Aku ingin Kau memeriksa tubuh Ku saat ini.”
“Master.. Tubuh Mu tidak bermasalah. Hanya saja, jiwa Mu yang terguncang. Apa ada hubungannya dengan orang-orang yang ingin menjadikan Master tumbal ?”
“Apakah Kau bisa menyembuhkan jiwa Ku ?”
“Master... Yang bisa kau lakukan saat ini adalah mengatur nafas dan juga pikiran.. Ada baiknya bermeditasi. Karena jiwa yang terguncang bukan bagian dari hal yang dapat Aku sembuhkan.”
“Hah.. Haah.... Tidak bisa.. Kepala ini rasa nya ingin meledak... Aku...”
“Master..!!” Teriak para Shinsu dan Spirit Angin lantaran tidak bisa menampakkan diri. Ada orang lain di sini.
Sruukkh..
Tubuh Eleanora pun berhasil di tangkap oleh Pria yang memegang tangannya tadi.
“Akhirnya Kita dipertemukan lagi.” Ucapnya sambil mengusap wajah Eleanora.
...*...
...*...
...*...
...*...
Siapa kah Pria tadi ? Apakah memiliki hubungan dengan Eleanora ? Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di kepala Eleanora saat ini ? See you in the next Episode Guys💃✨
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments