Merasa Lega

"Terima kasih," ucap Shaka, ini kedua kalinya Shaka berterima kasih pada seseorang dan itu adalah Khyra, di depan Shaka sudah tersedia beberapa hidangan makanan yang di buat Khyra, selain aromanya yang enak, dari kelihatannya juga enak dan menggiurkan.

"Kalau begitu saya izin membawa Lea ke kamar, silahkan tuan menikmati makanannya," ucap Khyra segera menggendong Lea, Khyra meninggal ruang tengah dan berjalan menuju lift untuk membawanya ke lantai tiga.

"Lagi-lagi dia berusaha pergi, membuatku harus makan sendiri," gumam Shaka.

Shaka sendiri masih belum mengetahui perasaannya, entah perasaan apa yang ia miliki, yang pasti dia tertarik dengan Khyra. Shaka tertarik dengan Khyra yang berbeda dari semua wanita. Gadis yang begitu sopan, anggun, dan selalu membantu siapa saja. Meskipun Khyra gadis dengan penampilan tertutup namun bukankah itu cara dia menutupi keindahannya.

Shaka terdiam sebentar setelah mencicipi makanan yang di buat Khyra, benar-benar enak, ia kembali mencoba makanan lainnya, dan semuanya enak, makanan yang terlihat sederhana namun rasanya sangat enak. Menurut Shaka, masakan Khyra lebih enak di banding Koki pribadi Virendra.

Drrtt.., tiba-tiba ponsel Shaka berdering, ia segera mengambilnya di dalam saku jas yang terletak di dalam. Shaka melihat panggilan dari Aland, ia langsung menekan tombol penghubung.

"Saya sudah memeriksa semua cctv, ada satu, anda harus melihatnya langsung." ucap Aland dari sebrang sana.

Shaka membuka pesan dan melihat gambar yang dikirim Aland, terlihat gambar wanita dari belakang dan seorang pria yang menggunakan topi. Jelas wajah kedua orang itu tidak dapat di lihat, namun Shaka dapat menebak wanita itu adalah Bella. Gambar menunjukkan Bella memberikan kartu akses kantor Shaka ke pada pria itu.

"Gambar ini di ambil dari cctv lantai 3 pada tanggal 15." jelas Aland.

Dapat di simpulkan bahwa Bella adalah pengkhianat perusahaan, memberikan kartu akses kantor Shaka tiga hari sebelum menghilangnya dokumen. Yang berarti mereka sudah merencanakan ini dari jauh hari.

"Pantau wanita itu dari jauh, perintahkan seseorang di belakangnya, kita harus mengambil langkah pelan untuk mengkait pelaku." perintah Shaka.

"Baik Pak."

"Bagaimana dengan kasus yang aku suruh selediki?" tanya Shaka kembali membahas tentang kasus Khyra yang sebelumnya ia perintahkan untuk mencari tahu pelaku di balik kasus itu.

"Maaf Pak, kasus ini terjadi 3 tahun lalu jadi sangat susah untuk mendapatkan pelakunya, tapi saya usahakan akan mendapatkannya." jawab Aland. Memang benar kasus Khyra ini sangat susah untuk di selidiki lebih jauh, karena selalu ada saja akses yang tertutup, entah siapa yang menutupnya.

"Baiklah," ucap Shaka kemudian mematikan teleponnya, ia tidak mungkin memaksa sekertaris nya melaporkan hasil penyelidikannya secepat mungkin karena Shaka juga tahu bahwa kasus Khyra tiga tahu lalu itu akan sulit terkuak.

"Sial.. " pekik Shaka melihat makanya sudah dingin, padahal baru sedikit yang dia makan. Shaka tipe orang membenci makanan jika sudah dingin, namun karena ini adalah buatan Khyra ia harus menghabiskan semuanya. "Untungnya masi enak," batin Shaka. Kemudian kembali menyantap makanan buatan Khyra.

Setelah makanan Shaka habis ia memutuskan untuk mandi, menyegarkan diri terlebih dahulu setelah itu kembali ke perusahaan. Ia tidak bisa membuang banyak waktu, pekerjaannya sangat banyak, apa lagi dia harus mengurus proyek lainnya. Memang inilah dia, tempat sepenuhnya bukan di rumah. Shaka biasa tidak kembali ke kediaman karena pekerjaan.

***

"Mamah.. bagaimana kabar ayah?" tanya Lea, pertanyaan pertama yang dia lontarkan ketika bangun.

Khyra yang tengah sibuk menilai kertas ujian menoleh ke Lea, gadis kecil itu terus mengucek matanya. Terlihat jelas kalau dia baru selesai menangis, meskipun Lea terlihat tidak peduli pada ayahnya, namun ternyata dia sangat peduli, entah apa yang membuatnya bersikap acuh pada ayahnya sendiri ketika bertemu.

"Iya, ayah Lea sekarang sudah kembali sehat, apa Lea mau ketemu ayah?" tanya Khyra.

"Oh, baguslah.." balas Lea kembali acuh, ia kembali membaringkan tubuhnya sambil memeluk boneka beruang pemberian Khyra.

"Loh.. Kok malah tidur? Gak mau ketemu Ayah dulu?" tanya Khyra kembali memastikan,

"Gak, Lea mau tidur lagi," balas Lea, perkataannya sangat berbeda dengan hatinya, yang dimana hatinya mengatakan sangat ingin melihat ayahnya. Namun, ada juga rasa tidak ingin bertemu. Yang pasti, Lea sudah cukup merasa lega mendengar ayahnya sudah sembuh.

"Tidak boleh.." Khyra bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Lea.

"Lea tidak boleh tidur lagi, sekarang sudah jam 4, Lea harus mandi dan bertemu ayah," ucap Khyra sembari membangunkan Lea kembali.

"Lea mau tidur mama.." ucap Lea bersembunyi ke dalam selimutnya. Khyra tersenyum, ia tahu kalau gadis kecil di hadapannya ini merasa malu mengakui dirinya kalau sangat ingin bertemu dengan ayahnya.

"Serius Lea tidak mau bangun?" ucap Khyra merencanakan sesuatu agar Lea bangun.

Lea tidak memberikan respon dan terus bersembunyi di balik selimutnya. "Serius nih..? Mama gelitik nih, kalau Lea tidak mau bangun," ucap Khyra lagi, tangannya sudah siap untuk menerjang perut kecil Lea.

"Lea mau tidur mama, please.." ucap Lea dari balik selimut. Khyra hanya tersenyum jahat dan memulai menggelitik perut kecil Lea.

"Mamah.. Haha... jangan mama.." teriak Lea yang tengah menggeliat akibat Khyra yang terus menggelitik nya.

"Ayo bangun.. Putri kecil.." ucap Khyra masih menggelitik Lea.

"I.. Iya.. Haha.. Le.. Lea akan bangun, haha.." ucap Lea sudah tidak dapat menahan rasa geli di perutnya.

Cek'lek

Mata Khyra tertuju pada Shaka yang telah membuka pintu kamar. Setelan jas nya sudah berubah dari sebelumnya, ia terlihat segar, padahal beberapa jam lalu ia terlihat tak berdaya, Alhamdulillah untungnya sekarang Shaka kembali sehat.

"Apa putri ku belum bangun?" ucap Shaka, membuat Lea kaget mendengarnya dari balik selimut, karena ini adalah pertama kalinya Shaka mengucapkan 'Putriku' di tambah suaranya yang lembut.

"Oh.. Jadi belum bangun?" tanya Shaka lagi, Khyra segera pindah dari kasur Lea, memberikan peluang untuk Shaka bersama putrinya.

Shaka duduk tepat di samping Lea, sedangkan Lea masih sembunyi di dalam selimutnya, pipi chubby nya memerah karena semakin malu.

"Apa putriku memang malas bangun ya?" canda Shaka. Seketika membuat Lea bangun.

"TIDAK!! Lea sudah bangun!" ucap Lea. Shaka dan Khyra tersenyum melihat wajah Lea memerah karena malu. Gadis kecil itu terlihat sangat menggemaskan.

Lea tertunduk setelah melihat ayahnya sekilas, tidak lama kemudian air matanya menetes kembali. Shaka yang melihat air mata Lea menetes ke selimut, menjadi khawatir.

"Ada apa? Kenapa putri ayah menangis?" tanya Shaka panik, seketika Shaka bingung akan berbuat apa untuk menenangkan Lea.

Lea menangis karena merasa terharu melihat ayahnya kembali sehat, pada saat Lea melihat Shaka ambruk dan tidak berdaya Lea sangat khawatir dan takut, karena itu juga adalah yang pertama kalinya dia melihat ayahnya dalam kondisi seperti itu.

"Khem.." Khyra berdehem dengan suara kecil mencoba memberikan Shaka kode, untungnya Shaka sangat peka, Shaka melihat Khyra dengan wajah penuh tanda tanya.

"Peluk.. Peluk..," ucap Khyra tanpa suara sambil memberikan isyarat melalui tangannya. Khyra memberikan Shaka kode agar segera memeluk Lea.

Shaka menaikkan alisnya, dan kemudian paham akan maksud kode dari Khyra. Khyra lagi-lagi tersenyum ketika melihat Shaka memeluk tubuh kecil putrinya.

"Ayah.. Hiks.. Hiks.." tangisan Lea semakin pecah sambil memeluk tubuh Shaka, ada perbedaan tubuh ketika Lea memeluk Khyra dan Shaka, saat Lea memeluk Khyra tangannya masih bisa memeluk dengan erat meskipun tidak sepenuhnya, namun sekarang dia tidak bisa memeluk tubuh ayahnya dengan erat, karena tubuh Shaka sangat besar.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

nah benerkn si bella..skrng udh di pecat gmn msu cari petunjuk dr dis

2025-01-05

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

akhirua shska bisa berdamai sm anamy

2025-01-05

0

Yani

Yani

Lea rindu sosok ayah yang hangat

2024-06-15

3

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!