Menciptakan Momen

Khyra terdiam di dalam kamarnya sambil melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan angka 08.35, dimana sebentar lagi akan berangkat ke kebun bintang bersama Lea dan Shaka.

Rasanya Khyra tidak ingin pergi bersama Shaka. Namun, apakah dia bisa menolak? Tapi ini juga bisa menjadi momen terbaik untuk Lea bersama ayahnya. Khyra sudah cukup mengenal Anak dan Ayah itu, dimana selalu ada jarak di antara mereka, Shaka yang tidak ada waktu, dan Lea yang menutup diri.

"Pokonya aku cuman akan memantau mereka dari belakang," gumam Khyra, ia berpikir untuk membuat momen indah antara anak dan ayah itu. Khyra mulai membayangkan apa yang akan dia lakukan untuk mereka.

Khyra beranjak dari tempatnya, memutuskan untuk mengecek apakah Lea sudah bersiap atau belum. Karena tidak lama lagi Shaka akan kembali dari Perusahaan.

"Mama! bagaimana penampilan Lea?" ucap Lea memperlihatkan pakaian yang dia pakai untuk ke kebun binatang.

"Sangat bagus, Lea pakai apa saja akan cocok," ucap Khyra.

Tak lama seorang pelayan muncul dan menyampaikan bahwa Tuan Shaka sudah menunggu di bawah, Khyra dan Lea segera bergegas ke bawah. Tak ingin membuat Shaka menunggu.

Saat tiba di lantai satu, Khyra melihat penampilan Shaka berbeda dari biasanya, baru kali ini dia melihat pria itu menggunakan pakaian kasual. Shaka menggunakan baju kaos dengan lengan di gulung sedikit, sehingga memperlihatkan urat tangannya, di padukan dengan celana jeans. Dan menambah kesan lain, seperti aksesoris jam tangan. Khyra juga salfok pada rambut Shaka, biasanya rambut Shaka selalu tersisir rapi, namun kali ini, rambut pria itu di biarkan begitu saja. Rambut dengan poni sehingga menutupi keningnya.

"Ayo," ucap Shaka. Pria itu berjalan sambil memasukkan satu tangannya ke dalam saku.

Khyra segera meraih tangan Lea dan mengikuti Shaka dari belakang. Hingga mereka tiba di mobil, tubuh kekar itu duduk di kursi pengemudi, yang berarti hanya mereka bertiga yang pergi. Tidak ada supir yang mengantar.

"Jangan duduk di belakang," ucap Shaka, ia tahu kalau gadis itu pasti akan duduk di belakang. Seolah dia supir saja.

Khyra membukakan Lea pintu depan, dan menyuruh Lea duduk di sana, karena dia sendiri yang akan duduk di kursi belakang.

"Kamu tidak dengar? Jangan duduk di belakang," ucap Shaka dengan nada dingin.

Khyra mengkerut kan keningnya, bingung dengan ucapan Shaka. Mau tidak mau dia segera menutup kembali pintu mobil bagian tengah dan masuk ke dalam mobil bagian depan dengan posisi memangku Lea. Shaka melirik Khyra dan Lea sebentar, kemudian menyalakan mesin mobil. Hingga mobilnya melaju menuju tempat tujuan.

Selama perjalanan hanya ada keheningan, Khyra mencoba berpikir untuk mencairkan suasana. "Tuan, apa boleh singgah untuk membeli cemilan?" tanya Khyra memaksa dirinya bertanya padahal dia sendiri merasa sangat gugup.

Namun Shaka tidak menjawab, dia terus mengemudi dengan pandangan lurus ke jalan.

"Tuan?" Khyra menoleh ke kanan melihat Shaka.

"Hm?" Shaka menjawab sambil menahan rasa gugupnya, yah dia juga merasa gugup, sehingga Shaka berusaha bersikap santai dengan terus melihat ke jalan. Ini momen pertama Shaka, ia pergi dengan santai bersama putrinya di tambah dengan kehadiran Khyra. Momen ini seperti keluarga kecil yang sedang berliburan.

"Apa kita bisa singgah dulu? Saya ingin membeli cemilan untuk di makan Lea di sana nanti," jelas Khyra.

"Oh," hanya itu yang keluar dari mulut pria itu, Lea sendiri merasa kesal dengan respon ayahnya. Lea melirik ayahnya dengan malas.

"Dasar Ayah kaku," umpat Lea di dalam hatinya.

Shaka memberhentikan mobilnya tepat di hadapan Supermarket, kemudian Khyra dan Lea segera keluar.

"Sial!! Kenapa aku harus gugup?" gumam Shaka heran pada dirinya sendiri.

Shaka melihat putrinya dan Khyra memasuki Supermarket, dia ingin mengikuti mereka, ingin menciptakan momen berbelanja, namun niatnya dia urungkan dan memutuskan untuk menunggu di dalam mobil saja.

Hingga tak lama kemudian keduanya kembali dengan membawa sekantong cemilan, lalu mobilnya kembali melaju.

***

Mereka tiba di kebun binatang, terlihat sangat ramai, Shaka memarkirkan mobil dan bergegas turun untuk membukakan Lea dan Khyra pintu.

"Tuan.." Shaka melihat Khyra dimana gadis itu memberikan isyarat untuk menggendong Lea. Tanpa basa basi Shaka menggendong Lea dengan kebingungan. Jangankan Shaka, Lea sendiri merasa bingung.

"Nah.. Tuan dan Lea pergi deluan saja, aku akan memesan tempat istirahat untuk nanti," ucap Khyra sengaja, padahal niat sebenarnya dia ingin menghadirkan momen antara anak dan ayah itu.

"Nanti saja!" ucap Shaka.

"Tidak Tuan, kalau tunggu nanti kita kehabisan tempat," ucap Khyra.

"Tuan, Lea sudah tidak sabar untuk melihat hewan, apa tuan ingin menunda waktu untuk Lea?"

Shaka tidak dapat berkata-kata lagi, dia hanya melihat Khyra kemudian berbalik membawa Lea untuk melihat hewan-hewan.

"Gadis itu sudah berani.." batin Shaka sambil tersenyum menyeringai.

"Huff...!!" Khyra menghembuskan nafasnya, jantungnya tak berhenti berdetak, dia benar-benar sangat gugup. Namun Khyra senang dengan hasilnya, dimana melihat Shaka yang menggendong Lea untuk melihat hewan-hewan, dan sesuai rencananya hanya memantau mereka dari belakang.

Akhirnya Khyra selesai memesan tempat, untungnya tidak jauh dari posisi Shaka dan Lea berada. Khyra tersenyum melihat kedua ayah dan anak itu. Di mana mereka yang menikmati menyaksikan hewan-hewan lucu.

Lea yang tak sengaja berbalik dan pandangannya mengarah ke arah Khyra.

"Mama..!" teriak Lea begitu keras, sehingga pandangan semua orang tertuju pada Lea dan Khyra secara bergantian. Lea memberikan Khyra isyarat menggunakan tangan, bermaksud memanggilnya agar Khyra kesana.

Karena sudah di lihatin orang-orang, Khyra segera berjalan ke arah Lea dan Shaka.

"Lea mau turun," ucap Lea kemudian Shaka menurunkan Lea dari gendongannya. Lea segera meraih tangan Khyra, "Mama ayo kesana," ucap Lea menunjuk beruang besar.

Shaka merasa kesal, karena putrinya itu mengajak Khyra untuk melihat beruang hanya berdua saja. Tentunya Shaka tak mau kalah.

"Di sana! Bukannya itu burung Merak langka?!" ucap Shaka menunjuk burung merak yang mengibarkan ekor cantiknya.

"Lea ingin lihat beruang itu!" ucap Lea menarik tangan Khyra.

Shaka semakin kesal, ingin sekali dia menarik tangan Khyra juga, tapi dia tidak bisa karena itu hanya akan membuat Khyra marah.

"Jadi kamu hanya akan mendengar anak kecil, di banding bos mu?" ucap Shaka melipatkan kedua tangannya di dada. Tentunya mendengar ucapan Shaka, Khyra hanya bisa tertegun sejenak. Ada apa dengan tingkah Shaka yang kekanak-kanakan itu.

Entah situasi apa ini, Khyra semakin tidak dapat menebak tingkah Shaka, benar-benar sulit di tebak.

"Apa lagi ini ya Allah.." batin Khyra.

"Ayo Mama..!!" ucap Lea berusaha menarik Khyra. Karen perbedaan tubuh tentunya Lea tidak berhasil membuat tubuh Khyra bergeser meskipun sedikit.

"Tuan, lebih baik kita melihat beruang dulu, nanti setelah itu melihat burung merak yang kata tuan langka," ucap Khyra. Berharap tuannya itu mau mengalah kepada putrinya.

"CK!" Shaka berdecak kesal lalu mengikuti Lea dan Khyra.

Tidak bukan begini, bukan ini yang Khyra inginkan, dia ingin menciptakan momen untuk Shaka dan Lea dan hanya memantau mereka dari belakang, namun mengapa malah Shaka yang berdiri di belakang?

Mereka bertiga berdiri di samping kandang beruang, Lea terlihat senang. "Mama Khyra milikku!" batin Lea sambil melihat beruang dan tersenyum.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

shaka knp ga mau bikin hati snaky luluh si mslsh rebuta khyra

2025-01-05

0

Merica Bubuk

Merica Bubuk

Aing suka style lu, kang Shaka 😘😘

2024-06-24

1

Yani

Yani

Ayah sama anak bersaing merebut Khyra

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!