Suara Merdu

Mobil Sakinah memasuki gerbang kediaman Virendra yang telah terbuka otomatis, mobil Sakinah masuk bersamaan mobil hitam lainnya. Khyra keluar dari mobil melihat Shaka yang juga keluar dari mobil hitam sebelumnya.

Khyra segera membungkuk entah kenapa, hanya saja spontan dia lakukan. Shaka melihat Khyra yang seperti itu dia tidak suka.

"Jangan lakukan itu kamu bukan pelayan," ucap Shaka dingin dan langsung masuk ke dalam kediaman. Mata Khyra hanya melihat punggung kekar Shaka yang telah pergi.

Plak!!

"Aduh!!" Khyra meringis akibat pukulan Sakinah.

"Kenapa kamu seperti itu?" ucap Sakinah. Juga tidak suka melihat Khyra yang membukukan dirinya seolah dia adalah pelayan kediaman ini.

"Aku juga gak tau, hanya saja spontan tubuhku melakukannya," ucap Khyra, saat dia keluar dari mobil dan langsung melihat Shaka dia sangat kaget makanya badannya langsung membungkuk begitu saja.

"Dasar.., Khyra kamu beneran tidak merasakan apa-apa gitu? Pria tampan ada di depan mu lohh, mana single lagi," ucap Sakinah bercanda. Dia tidak pernah tidak kagum dengan ketampanan Shaka, bahkan saat pertama kali dia lihat selain di TV dia sudah mengagumi ketampanan Shaka. Namun anehnya, gadis lain yaitu Khyra tidak tertarik dengan Pria itu.

"Apa sih Kinaa.. Udah sana pulang, udah mau malam," ucap Khyra memukul pelan pundak Sakinah.

"Ingat Khyra, sayang banget kalau di lewatkan," canda Sakinah lagi sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya.

"Apa sih Kin..!!" Khyra merasa malu dengan ucapan Sakinah, bukannya gimana, dia malu karena sahabatnya itu tiba-tiba meledeknya dengan pria yang tak lain adalah bosnya.

Sakinah tertawa melihat wajah sahabatnya yang menahan malu, dia melambaikan tangan, kemudian pergi.

Sedangkan Shaka berada di lantai dua tepatnya di dalam kamar, sedang berdiri di depan kaca jendela berukuran besar itu, dia melihat Khyra dari atas sana.

"Apa sih...!!!!" gumam Khyra masih tidak terima dengan ledekan Sakinah.

"Mamahh.." Lea berlari dari dalam kediaman hingga sampai pada Khyra dan memeluknya dengan erat.

Khyra segera berjongkok untuk mengimbangi tubuh kecil Lea. "Mama tidak telat kan?" tanya Khyra sambil mengelus pipi chubby Lea.

"Mama tidak telat, tapi Lea merindukan mama," ucap gadis kecil itu, keduanya saling menatap, Khyra tersenyum mendengar ucapan Lea, padahal baru setengah hari dia pergi tapi gadis kecil itu sudah mengatakan rindu.

"Mama punya hadiah untuk Lea, tapi sebelum itu kita masuk dulu," ucap Khyra kemudian menggendong Lea dan masuk ke dalam menuju kamarnya.

Shaka yang masih berdiri di tempatnya, menyaksikan momen Khyra dan Lea hingga masuk. Barulah Shaka pergi dari tempatnya.

Di dalam kediaman Virendra tidak ada yang berhasil dekat dengan Lea, karena Lea selalu menutup dirinya. Dan Shaka yang mengetahui itu hanya bisa memantau Lea dari jauh, sampai dimana putrinya itu tiba-tiba saja menghadirkan sosok Ibu yang bahkan dia sendiri tidak mengenalnya.

"Nah.. Ini dia kado untuk Lea," ucap Khyra mengeluarkan paper bag selain paper bag tas pemberian Sakinah.

Lea menunjukkan wajah bahagia akan hadia pemberian Khyra, dia membuka paper bag itu dan melihat sebuah boneka beruang berwarna pink. Lea sangat suka sehingga ia sampai memeluk boneka beruangnya.

"Makasih Mama.." ucap Lea sambil memberikan kecupan di pipi Khyra, membuat Khyra terkejut. Tidak menyangka dengan hadiah tersebut, gadis kecil itu sangat menyukainya sampai mencium pipinya.

"Ada lagi, besok Mama akan mengajak Lea jalan-jalan, Lea ingin melihat hewan kan?" tanya Khyra.

"Ya!! Lea sangat ingin melihat semua hewan yang ada di dalam buku," ucap Lea dengan gembira.

"Besok Mama akan mengajak Lea ke kebun binatang, di sana Lea bisa melihat berbagai jenis hewan." ucap Khyra lagi.

"Yeah...!! Makasih Mama.. Lea cinta Mama," ucap Lea sambil berlari kecil kegirangan bersama boneka beruangnya.

Melihat Lea yang sangat bahagia, Khyra pun ikut senang, dia tersenyum melihat gadis kecil itu kegirangan. Tiba-tiba Khyra terpikirkan bagaimana jika nanti dia sudah berpisah dengan Lea? Khyra tidak sanggup membayangkannya, karena kehadiran Lea membuatnya bahagia.

"Suatu saat, pasti ibu Lea akan kembali dan mengambilnya," gumam Khyra masih menatap Lea. Ada rasa kesedihan di hatinya.

Khyra memutuskan untuk kembali ke kamarnya, dia ingin bersih-bersih, Lea juga sudah sibuk bermain dengan boneka barunya.

Setelah bersih-bersih Khyra kembali mengecek jadwalnya, untungnya besok dia tidak ada jadwal. Tak lama terdengar suara adzan magrib, Khyra segera mengambil jilbab sholatnya karena sebelumnya dia sudah berwudhu.

Sesudah Sholat magrib Khyra meraih Al-Qur'an nya, karena mengingat sudah lama dia tidak membacanya. Perlahan Khyra membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan suara merdunya dengan pelan.

Shaka yang hendak ke kamar Lea melewati kamar Khyra, dimana pintu kamar Khyra tidak tertutup rapat sehingga Shaka dapat mendengar suara Khyra yang sedang membaca Al-Qur'an. Langkah Shaka terhenti.

Shaka terdiam menikmati suara merdu Khyra, dia merasa sangat tenang, baru kali ini dia merasa benar-benar tenang, Shaka penasaran dengan lagu yang di nyanyikan Khyra.

"Lagu aneh," gumam Shaka. Namun, meski aneh Shaka merasa lagu itu sangat enak di dengar, apa lagi dengan suara Khyra yang merdu.

Hingga dimana Khyra telah selesai membaca Al-Qur'an nya, cukup dua lembar. Khyra kemudian menyimpan kembali Al-Qur'an nya di atas meja rias, saat dia hendak membuka jilbab sholatnya, Khyra sadar kalau pintu kamarnya tidak tertutup rapat.

Khyra berjalan menuju pintu, dan segera menutupnya. Di sana, Shaka masih berdiri di tempatnya. Untungnya Khyra tidak melihatnya.

Ke tertarik kan Shaka kepada Khyra semakin bertambah, dia kemudian pergi dari tempatnya dan berjalan menuju kamar Lea.

Shaka melihat Lea yang sedang bermain, dia tidak berani untuk masuk padahal dia sangat ingin bertemu dengan putrinya itu. Sudah lama dia tidak berinteraksi dengan Lea. Tapi mengingat Lea yang takut kepadanya, Shaka mengurungkan niatnya.

"Tuan?" tubuh Shaka berbalik melihat Khyra.

"Kenapa tuan hanya berdiri di sini dan tidak masuk?"" tanya Khyra.

Shaka tidak tahu ingin menjawab apa, dia hanya terdiam. Khyra kebingungan melihat tingkah Shaka.

"Oh iya, aku hampir lupa! Tuan, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Khyra mengingat kalau dia harus meminta izin kepada Shaka untuk membawa Lea besok ke kebun binatang.

"Apa itu?"

"Tuan masuklah, saya akan membicarakannya di dalam," ucap Khyra sambil membuka pintu kamar Lea yang sudah di buka sedikit oleh Shaka.

"Ayah?" gumam Lea ketika Shaka masuk bersama Khyra.

"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Shaka.

"Duduklah Tuan, terserah tuan ingin duduk dimana," ucap Khyra.

"Tidak usah, langsung katakan saja," ucap Shaka dingin. Khyra melihat Shaka heran, padahal dia mengira pria itu akan duduk di samping Lea.

"Saya ingin meminta izin, besok saya akan membawa Lea jalan-jalan," ucap Khyra.

"Jalan? Kemana?"

"Ke kebun binatang, Lea sangat ingin melihat binatang karena biasanya dia hanya melihatnya di buku," jelas Khyra sambil melihat Lea.

Shaka lagi-lagi tidak menjawab dan hanya terdiam, membuat Khyra menunggu jawaban apa yang akan di lontarkan pria itu. Shaka terlihat berpikir.

"Besok jam 9, kita pergi bersama," ucap Shaka kemudian hendak pergi.

"Pergi bersama?" namun pria itu sudah keluar dari kamar Lea, Khyra menghembuskan nafasnya, memang sudah kebiasaan Shaka pergi sebelum pembicaraan selesai.

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

harap maklum.biasa kerja sma kertas

2025-01-25

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

sabar ya khyra tr jg dia luluh sm kamu

2025-01-05

0

Nurjannah Rajja

Nurjannah Rajja

Anggap aja dongeng sayang, yg ada hanya negara antah berantah trus ada Kyra yg jatuh dari anta berantah lainnya yg tidak pernah didengar Arshaka wekeweke....

2024-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!