Mata yang selalu menatap

Sudah satu Minggu Khyra melewati hari-harinya di kediaman Virendra, banyak sesuatu yang terjadi. Dan terkadang Khyra ingin menyerah karena pekerjaannya semakin banyak. Apa lagi dari kediaman ke sekolah tempat mengajarnya membutuhkan waktu satu jam. Dan setelah pulang dia juga harus memberikan kelas tambahan untuk Lea.

Namun, karena ke ikhlasan Khyra melalui semuanya sambil menikmatinya. Khyra juga sedikit mulai mengenal orang-orang di kediaman Virendra.

Shaka juga sangat jarang berada di kediaman, mungkin jika di hitung selama seminggu ini, dia baru muncul sebanyak dua kali. Khyra juga sepenuhnya hanya berada di lantai tiga. Jadi untuk berinteraksi dengan keluarga Virendra lainnya hanya sesekali. Sehingga Khyra mulai merasa nyaman.

Ternyata benar yang di katakan Shaka, Khyra hanya perlu fokus ke Lea dan tidak usah memikirkan yang lain, semua orang juga sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Khyra menatap Lea yang sedang fokus belajar, pengajaran untuk Lea hanya sedikit karena dia anak yang cerdas, cukup menjelaskan sekali saja dia sudah paham. Mungkin alasan guru-guru itu pergi setelah mengajari Lea karena merasa anak ini tidak perlu di ajar. Terkadang Lea juga lebih tahu dari Khyra, benar-benar Lea anak yang tidak seperti berusia 5 tahun. Yang di butuhkan Lea memang pure sosok seorang ibu.

Khyra melihat ke jam dinding sudah pukul 21.00 yang dimana Lea sudah harus tidur. "Lea waktunya tidur," ucap Khyra sambil menyusun buku-buku yang ada di depan Lea. Khyra juga mengambil buku dongeng untuk di baca, Lea segera masuk ke dalam selimutnya dan mulai menunggu cerita apa yang akan di baca saat ini.

Lea suka semua dongeng yang di bacakan Khyra, dan sesekali Khyra juga membacakan Lea kisah-kisah Nabi. Meskipun Lea belum tahu Nabi itu siapa, hanya saja Lea suka karena ceritanya menarik.

Tidak butuh banyak waktu, Lea sudah tertidur setelahnya melontarkan beberapa pertanyaan mengenai dongeng yang di bacakan Khyra.

Khyra segera kembali ke kamarnya untuk bersiap tidur, Khyra tidak lagi tidur bersama Lea, karena Lea sendiri yang meminta, dia ingin memperlihatkan sosok anak yang mandiri. Namun untuk membaca dongeng Khyra tetap harus melakukannya.

Tiba di kamar, Khyra sempat memeriksa jadwalnya dan ternyata dia harus menyiapkan soal ulangan kelas 5. Khyra mengambil laptopnya dan mulai mengerjakan.

Tak terasa sudah jam 12 malam, namun pekerjaan Khyra belum selesai dia masih duduk di depan laptopnya. Khyra merasa lapar, tapi dia tidak enak untuk memanggil pelayan karena mereka pasti sudah tertidur.

"Tahan Khyra, aku bisa nunggu sampai besok pagi," gumam Khyra sambil memegang perut keroncongan nya.

"Grrrtt.. " sayangnya perutnya terus mengeluarkan suara, dan benar dia sudah tidak bisa menahan rasa laparnya. Hingga akhirnya Khyra memberanikan diri untuk pergi ke dapur tepat di lantai satu.

Terlihat semua ruangan sudah gelap dan hanya menyisakan cahaya lampu tidur. Perlahan Khyra menekan lift untuk menuju lantai satu. Untuk berjalan ke dapur Khyra harus berjalan dengan pelan agar suara sendalnya tidak terdengar, meskipun dia tahu kalau tidak akan ada yang bisa mendengarnya.

Hingga akhirnya Khyra tiba di dapur, dia mulai memeriksa kulkas apa saja yang bisa dia masak dengan cepat. Di dalam kulkas besar ini banyak stok bermacam-macam makanan.

"Makan yang segar-segar aja deh," ucap Khyra memutuskan untuk membuat sup, karena terlihat menggiurkan sayuran segar yang tersedia di dalam kulkas.

"Apa yang kamu lakukan?"

Khyra terkejut dan berbalik melihat Shaka yang sudah berdiri di belakangnya.

"Maaf Tuan, aku lapar jadi ingin membuat makanan," jawab Khyra sambil menunduk karena takut melihat wajah Shaka.

Shaka tidak menjawab dan hanya memasang wajah datar, dia menarik kursi lalu duduk tepat di meja di mana Khyra yang akan mulai memotong Sayur.

"Mengapa malah duduk? Ya Allah.." batin Khyra menjadi canggung. Tangannya seolah tidak bisa lagi bergerak untuk memotong Sayur.

Mata Shaka terus memandangi gadis di hadapannya, yang menggunakan piyama tidur dan jilbab kaos. Shaka sadar kalau gadis itu sangat takut kepadanya.

"Apa aku harus menambah bayarannya?" tanya Shaka yang tiba-tiba, dan Khyra heran dengan ucapan Shaka, bayaran apa yang dia maksud?

"Maksud Tuan?" tanya Khyra semakin takut untuk bergerak, rasanya dia ingin pergi saja dan menahan rasa laparnya sampai besok pagi. Tapi apakah dia bisa pergi? Tentunya tidak, karena Shaka ada di depannya.

"Bayaran karena melihatmu dan untuk mendapatkan makanan juga," pinta Shaka masih memandangi Khyra.

"Kalau Tuan terus melihatku aku akan merasa tidak nyaman, untuk makanan saya akan membuatkan untuk tuan juga, tidak usah di bayar." jelas Khyra, ternyata pria di depannya itu lapar juga, makanya dia datang ke dapur.

"Tapi mengapa dia tidak memanggil pelayan saja?" batin Khyra yang bertanya-tanya dalam pikirannya. "Oh.. semua pelayan sudah tidur, jadi wajar sih.." lanjutnya dan mulai memotong Sayur, dia ingin cepat menyelesaikannya dan kembali ke kamar.

"Apa kamu akan terus menggunakan penutup kepala?" tanya Shaka karena selalu melihat Khyra yang menggunakan jilbab bahkan di kamar Lea waktu itu.

"Maksud Tuan jilbab ini? Benar, saya sebagai wanita muslimah harus selalu memakainya ketika ada orang yang bukan Mahram saya." jelas Khyra terus melakukan kesibukannya.

Entah kenapa Shaka merasa tertarik dengan gadis di depannya, apakah karena dia berbeda dengan wanita lain yang biasanya dia temui?

"Muslimah.." Shaka mengunci kata-kata itu, "Aku tidak tahu," lanjutnya.

"Agama Tuan.." ucap Khyra pelan dia ingin bertanya tapi takut itu adalah hal privasi untuk Shaka.

"Aku tidak menganut agama apapun," ucap Shaka yang mendengar ucapan Khyra. Mendengar itu Khyra tidak mengatakan apapun dia hanya terdiam dan melanjutkan masakannya.

Shaka memang tidak memiliki agama tapi dia tetap percaya dengan adanya Tuhan. Shaka tertutup dengan hal-hal agama dan lainnya, itu karena di hidupnya hanya fokus dengan mengejar masa depan, dari kecil hingga saat ini dia hanya fokus belajar dan di saat mulai kerja, kehidupannya hanya tentang pekerjaan.

Akhirnya Khyra selesai membuat Sup, aromanya tercium sangat harum, sup ayam dengan sayuran segar memang yang paling enak. Khyra segera menyiapkan Sup itu untuk Shaka, di tambah nasi panas dan lauk lainnya.

Kemudian Khyra menyiapkan untuk dirinya karena dia memutuskan untuk makan di kamar, sangat tidak nyaman makan dengan Shaka yang adalah bosnya, apa lagi sudah tengah malam begini dan masih berduaan dengan laki-laki.

"Makan di sini, makanan itu akan dingin ketika kamu sampai," ucap Shaka.

"Tidak apa-apa, aku juga suka dengan makanan dingin, silahkan tuan menikmati makanannya," ucap Khyra terburu-buru dan segera pergi meninggalkan dapur. Shaka hanya memandangi kepergian Khyra.

Kemudian Shaka mulai mencicipi Sup yang di buat Khyra. Karena kelihatannya memang menggiurkan apa lagi malam dengan cuaca dingin ini.

"Enak," gumam Shaka ketika satu suapan sup berhasil masuk ke dalam mulutnya.

Terpopuler

Comments

Jade Meamoure

Jade Meamoure

ya ampun ini settingnya d Indonesia kan koq gak ada agama ya karena d sekolah mulai TK ampe SMA kan ada pendidikan agama kalo d luar negeri yah gak heran sih

2024-11-06

1

awesome moment

awesome moment

wajar lah. horang kayah mmg srg mengabaikan urusan Tuhan

2025-01-25

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

wah tanda²..tr dr mulut turun ke hati de

2025-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!