Ceo V'E kembali

Malam ini kediaman Virendra sangat ramai, para pelayan tidak ada hentinya berlalu lalang untuk menyiapkan sesuatu, kabarnya malam ini Tuan besar, Ayah Shaka akan kembali dari luar Negeri.

Jadi untuk menyiapkan sambutan makan malam yang mewah, pelayan harus di buat sibuk. Karena ini sudah menjadi hal yang harus mereka lakukan ketika tuan besar, Ceo V'E kembali.

Dari lantai satu bahkan sampai lantai tiga terdengar riuh, tapi karena kediaman ini semuanya kedap suara dan penuh privasi jadi Khyra tidak menyadari keramaian tersebut, dia terus menemani Lea di dalam kamar.

Saat ini Khyra menemani Lea bermain, untungnya semangat anak itu kembali dengan cepat. Tubuhnya juga sudah pulih. Khyra juga mulai menyiapkan pelajaran untuk anak seusia Lea. Yang dimana Lea seharusnya sudah lulus TK, tapi karena takut kejadian yang tidak di inginkan Lea hanya mendapatkan home schooling.

Namun siapa sangka anak yang tenang itu tidak memiliki guru yang setia padanya, semua berhenti setelah sekali mengajari Lea, tidak ada alasan yang spesifik. Semua guru-guru itu tidak datang lagi untuk mengajari Lea.

Sehingga Lea tidak mendapatkan pengajaran yang baik, Lea selalu mengunci diri, Lea tidak seceria anak lainnya. Dan karena menutup diri Lea tidak memiliki teman.

"Mama, akan tidur bersama Lea kan?" tanya Lea yang tengah bermain boneka. Sedangkan Khyra sibuk menyusun jadwal belajar Lea. Khyra juga harus menyusun ulang jadwal untuk dirinya karena sekarang pekerjanya bertambah.

"Iya Lea," jawab Khyra masih fokus dengan kesibukannya. Karena respon singkat Khyra, Lea menghentikan permainannya dan segera turun dari kasur untuk menuju ke arah Khyra yang duduk di meja belajar.

"Mama.." ucap Lea sambil memanjat kepangkuan Khyra.

"Hmm..?" karena Lea kesusahan Khyra akhirnya membantu Lea naik ke pangkuannya.

"Lea suka belajar kan?" tanya Khyra.

"Iya Lea sangat suka belajar!!" ucap gadis kecil itu dengan semangat.

"Memang Lea anak yang pintar," ucap Khyra lagi sambil mengelus rambut Lea.

Cek'lek

Seorang pelayan masuk ke dalam kamar Lea, dan menghampiri Lea dan Khyra begitu sopan.

"Maaf, Nona muda dan Nona Khyra di undang untuk makan malam atas penyambutan kembalinya Tuan besar." ucap Pelayan menyampaikan maksudnya.

"Makan malam? Aku di undang?" tanya Khyra terkejut karena dirinya hanya orang asing, buat apa ikut serta dalam penyambutan keluarga Virendra.

"Nona Khyra harus segera bersiap, saya juga akan membantu Nona muda bersiap." lanjut pelayan itu. Khyra yang tidak dapat berkata-kata lagi hanya bisa menuruti dan pergi ke kamarnya untuk bersiap karena saat ini dia memang hanya menggunakan piyama tidur.

Khyra kebingungan sendiri di dalam kamarnya karena undangan tersebut. Dia juga bingung akan menggunakan pakaian apa, takut yang di pakaiannya terlalu biasa atau terlalu formal. Hah, jika saja ini makan malam biasa bersama keluarganya dia hanya akan menggunakan pakaian tidurnya.

Memang berbeda dengan keluarga bangsawan. Semuanya harus rapi dan teratur. Keluarga Virendra ini sangat terasa kelas atasnya.

Akhirnya Khyra memutuskan untuk memakai pakaiannya yang santai namun tetap terlihat formal, dia juga hanya menggunakan jilbab pasmina kaos.

Setelah bersiap Khyra kembali ke kamar Lea, terlihat Lea yang sudah siap, dia di dandani dengan cantik, wajahnya yang elegan namun manis.

Saat Khyra ingin menggendong Lea, dia di tegur oleh pelayan karena itu termasuk tidak sopan. Semuanya harus berjalan dengan anggun.

"Padahal ini Indonesia, tapi aku merasa seperti bukan di negara Indonesia." gumam Khyra mengingat momen seperti ini sangat persis dengan kerajaan luar.

***

Khyra dan Lea tiba di ruang makan yang begitu besar, dan mejanya pun terlihat besar, namun di sana hanya ada Shaka dan ibunya. Mata mereka tertuju pada Lea dan Khyra. Tanpa sepatah kata, Lea dan Khyra duduk tepat di hadapan mereka karena pelayan juga membukakan kursi bertanda mereka harus duduk.

"Akhirnya cucuku sudah sembuh," ucap Sita. Tapi Lea tidak menjawabnya dia hanya terus terdiam.

Ruang makan itu seketika menjadi hening, Khyra merasa semakin tidak nyaman, tubuhnya menjadi kaku. Khyra merasa ingin menghilang saja.

Tak lama seorang pria yang tak lain adalah Ayah Shaka muncul, mereka semua seketika bangun dari duduknya. Melihat itu, Khyra mengikuti mereka.

"Kina.. Culik aku menggunakan teleportasi," batin Khyra saking gugupnya, dirinya hanya orang asing. Namun, di acara keluarga konglomerat ini dia hadir.

Saat Tuan besar duduk mereka semua kembali duduk, Khyra berharap acara seperti ini tidak pernah terjadi lagi, kalau pun ada Khyra ingin saat dia sudah tidak ada di kediaman Virendra.

Makan malam sambutan di mulai dengan keheningan, hanya terdengar suara sendok yang tersentuh ke piring terdengar. Tidak ada yang memulai percakapan.

"Pengen pulang.. Hiks" batin Khyra terus memakan makanannya dengan canggung, dia tidak bisa mengikuti tempo mereka yang elegan saat makan. Karena dia memang hanya orang biasa.

Khyra khawatir dirinya tidak akan pernah nyaman tinggal di kediaman Virendra, kasta yang berbeda begitu terasa.

"Jadi siapa nama mu?" tanya Hendrik Ayah Shaka tiba-tiba.

"Nama saya Az-Khyra Kirana, di panggil Khyra."

"Sambutan ini bukan semata hanya untukku, ini juga sambutan untukmu, semoga kamu nyaman tinggal di sini, kami sangat menaruh harapan, ingin Lea tumbuh dengan baik." jelasnya.

"Terima kasih saya akan memberikan yang terbaik," balas Khyra.

Rupanya sedari tadi Shaka terus memerhatikan Khyra, dia memerhatikan Khyra karena terlihat jelas dirinya yang tidak nyaman. Padahal untuk sambutan seperti ini Shaka sendiri malas, dan ingin menghilangkan tradisi itu. Tapi dia tidak bisa.

Khyra yang tak sengaja melihat ke arah Shaka. Pria itu memberikan anggukan pelan menyuruh Khyra agar tenang. Tapi Khyra yang tidak paham hanya mengkerut kan keningnya dan mengalihkan pandanganya ke arah makanan.

Kemudian makan malam sambutan itu selesai, dan orang tua Shaka sudah pergi dari ruang makan. Tetapi Shaka masih tetap duduk di tempatnya.

"Ya Allah.. Kenapa orang itu masih duduk sih? Padahal udah engga makan." batin Khyra, dia ingin segera kembali ke kamarnya bersama Lea. Tapi dia tidak mungkin pindah dari tempat duduknya ketika masih ada tuan rumah di sana.

Shaka sendiri heran dengan dirinya yang tidak ingin bangun dari duduknya, entah mengapa, dia merasa senang melihat Khyra saat ini. Gadis yang bisa menyesuaikan diri bersama keluarganya. Dia terus melihat Khyra seolah ada sesuatu tapi dia tidak tahu.

"Apa ada yang ingin anda katakan kepada saya?" tanya Khyra yang menyadari tatapan Shaka.

Namun Shaka tidak menjawab dan segera bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan ruang makan.

"Aneh banget," gumam Khyra.

"Mama, Lea ingin kembali ke kamar," ucap Lea.

Melihat Lea Khyra menjadi tenang kembali karena untungnya di kediaman ini masi ada yang normal. Khyra mengangguk dan mereka pun kembali ke lantai tiga, dimana ruangan khusus mereka.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

😅😅😅😅 kebayang ya khay kakuy tuh nasi rasa dedek krn seret buat di telan

2025-01-04

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

yg lsin ga normal ya khyra..gati² jangan ke bawa ya lhay

2025-01-04

0

awesome moment

awesome moment

wkkwkwk...g bgts dwh

2025-01-25

0

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!