KAMU MAMA LEA!

Setelah mendengar ucapan anak itu yang ingin makan burger dan ayam dengan puas, Khyra menyadari bahwa anak ini sangat dijaga dengan ketat. Penjagaan yang terlihat begitu teliti, memperhatikan segala aspek.

"Baik, setelah Lea makan cemilannya, nanti Kakak belikan. Tapi ada syaratnya, Lea harus beri tahu Kakak nama Ayah Lea, ya?" ucap Khyra sambil tersenyum.

Dan lagi-lagi, gadis kecil itu hanya terdiam. Khyra dan Sakinah menunggu dengan tatapan penuh harap, berharap anak itu menyebutkan nama ayahnya. Namun, setelah 15 menit berlalu, anak itu tetap terdiam sambil memakan cemilannya, membuat Khyra dan Sakinah akhirnya menyerah.

"Lea nggak butuh Ayah, Lea cuma ingin bersama Mama," hanya itu yang diucapkan gadis kecil itu. Khyra dengan sabar menahan Sakinah, yang seakan ingin marah, memberikan isyarat agar tetap tenang. Ia berusaha mengingatkan dirinya bahwa yang dihadapinya sekarang adalah anak berusia 5 tahun.

"Oke, kalau Lea nggak butuh Ayah, terus Mama Lea di mana, dan namanya siapa?" tanya Khyra lagi, berharap gadis kecil itu akan memberikan jawabannya.

Lea menunjuk Khyra dengan penuh semangat, yang seolah mengatakan bahwa Khyra adalah Mama-nya. Sakinah hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Lea, Kakak bukan Mama Lea, kita baru bertemu kan hari ini? Itu berarti saya bukan Mama Lea. Tapi saya yakin, Lea pasti punya Mama yang paling hebat di dunia ini."

"Tidak!! Kamu Mama-ku! Kamu Mama Lea, Mama jahat... Hiks..." Seketika, tangisan anak itu pecah, membuat perhatian orang-orang di kafe teralihkan ke arah meja mereka.

"Duh, Khyra, gimana ini? Udahlah, anggap aja dia anakmu dulu, sambil pelan-pelan cari tahu orang tuanya. Aku pasti bantu kok," ucap Sakinah yang sudah sangat pasrah.

Khyra tidak menjawab ucapan Sakinah dan hanya sibuk menenangkan Lea.

"Oke, Kakak minta maaf ya, Lea, jangan nangis dong..." ucap Khyra lembut.

"BUKAN KAKAK!! TAPI MAMA! KAMU MAMA LEA! HIKS..." ucap Lea dengan suara keras, tangisannya semakin pecah.

"Maaf, Mama minta maaf ya," Khyra berusaha menenangkan Lea, pemandangan itu sedikit membuat Sakinah tertawa, karena akhirnya Khyra mengakui dirinya 'Mama' Lea.

"Udah cocok kamu jadi ibu," canda Sakinah, sedikit mencairkan suasana. "Padahal aku baru mau tunangan, kamu udah punya anak sebesar ini, haha..." lanjutnya, membuat Khyra menatapnya dengan sinis.

"Awas ya kamu, bercanda di situasi seperti ini! Pokoknya, kamu harus bantu aku cari tahu orang tua anak ini!"

"Maaf, Mama minta maaf ya," Khyra berusaha menenangkan Lea, dan pemandangan itu sedikit membuat Sakinah tertawa, karena akhirnya Khyra mengakui dirinya sebagai Mama untuk anak kecil itu.

"Udah cocok kamu jadi ibu," canda Sakinah, sedikit mencairkan suasana. "Padahal aku baru mau tunangan, kamu udah punya anak sebesar ini, haha..." lanjutnya, membuat Khyra menatapnya dengan sinis.

"Awas ya kamu, bercanda di situasi seperti ini! Pokoknya, kamu harus bantu aku cari tahu orang tua anak ini!"

"Iya! Mana mungkin aku nggak bantu. Jadi, gimana sekarang? Mau lanjut cari dress atau ubah waktunya aja? Aku juga nggak terlalu terburu-buru kok, dan lagi, mood-ku udah hilang," canda Sakinah.

"Ubah waktunya aja, aku sangat lelah. Aku ingin segera tahu orang tua anak ini," ucap Khyra, yang memang terlihat sangat lelah. Sakinah yang melihatnya pun bisa mengerti, apalagi dia tahu temannya ini sangat populer, pasti banyak hal yang terjadi padanya.

"Jadi, mau pulang sekarang?" tanya Sakinah. Khyra mengangguk dan melihat cemilan Lea yang sudah habis.

"Baiklah, aku bayar dulu di kasir, kita barengan keluarnya," kata Sakinah, lalu beranjak menuju kasir. Tak lama kemudian, ia kembali.

"Ayo, ayo, Lea, Tante gendong," ucap Sakinah sambil mengulurkan tangannya kepada Lea yang tampak siap untuk digendong. Namun, Lea menolak dan malah meminta untuk digendong oleh Khyra. Mau tidak mau, Khyra harus menggendongnya.

***

"Astagahhh, Khyraaaa... Jadi kamu naik motor?! Ngapain kamu naik motor, mana mobil yang aku berikan? Jangan-jangan kamu cuma jadikan hiasan ya?" ucap Sakinah setiba di parkiran, melihat Khyra yang hanya menggunakan motor.

"Aku lebih nyaman naik motor, Kina..." jawab Khyra sambil menyimpan Lea di bagian depan motor, bersiap untuk pergi.

"Tapi naik motor itu bahaya! Aku sengaja kasih kamu mobil sebagai hadiah kelulusan, agar kamu nggak kenapa-kenapa. Jangan lupakan kejadian yang sudah menimpamu!" ucap Sakinah, sangat khawatir.

"Aku nggak lupa, Kina. Insya Allah, aku akan selalu hati-hati kok," jawab Khyra.

Sakinah sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Dia benar-benar mengkhawatirkan sahabatnya karena selalu ada saja kejadian yang tidak diinginkan terjadi padanya. Apalagi karena kepopulerannya dan kecantikannya, yang sering jadi penyebab musibah itu. Terlebih lagi, saat Khyra belum memakai pakaian yang tertutup, tidak seshalih sekarang ini. Sakinah merasa sangat berat mengingat masa itu.

"Tidak... Tidak, pokoknya kamu harus pakai mobil yang aku kasih, aku nggak mau kamu kenapa-napa!" ucap Sakinah, dengan mata penuh permohonan agar Khyra mendengarnya.

"Iya, aku akan mulai pakai, dan terima kasih sudah selalu mengkhawatirkanku," jawab Khyra sambil memegang tangan Sakinah.

"Kamu itu sudah seperti saudara ku, tau," ucap Sakinah, dan Khyra hanya tersenyum manis.

Kemudian kedua sahabat itu berpamitan dan kembali ke rumah masing-masing.

Khyra tiba di halaman rumahnya yang sederhana, di mana mobil yang diberikan Sakinah terparkir rapi di garasi tanpa pernah diganggu. Khyra memarkirkan motornya dan menggendong Lea untuk masuk ke dalam rumah.

"Assalamualaikum..."

"Waalaikum'salam, kamu sudah balik, Nak?" ucap Papa Ahmad, yang sedang menikmati kopi sambil membaca buku. Khyra langsung menghampiri beliau dan mencium punggung tangannya.

"Siapa anak itu, Khyra?" tanya Papa Ahmad, melihat gadis kecil yang berdiri di samping Khyra, sambil memegang erat tangan kirinya. Khyra duduk di samping papanya.

"Khyra juga nggak tahu, Pa," jawab Khyra sambil melepas kardigannya dan menarik Lea ke dalam pangkuannya.

"Loh? Terus kenapa ada sama kamu?" tanya Papa Ahmad, penasaran.

Khyra menjelaskan semua kejadian, dari awal hingga akhir, dan mengatakan kalau Sakinah akan membantunya mencari tahu orang tua Lea. Untuk sekarang, dia akan memperlakukan Lea seperti anaknya sendiri, dan meminta kerja sama orang tuanya.

Mendengar penjelasan Khyra, Papa Ahmad terdiam sambil memandang gadis kecil yang imut dan cantik itu di pangkuan Khyra. Sebagai seorang pria yang lemah dengan anak perempuan lucu, Lea mengingatkannya pada saat Khyra masih berusia lima tahun. Dia hanya bisa menerima kehadiran Lea dengan lapang dada.

"Kemari, nak Lea," ucap Papa Ahmad sambil mengulurkan tangan, ingin memangku Lea. Mereka terkejut melihat Lea langsung menerima dan duduk di pangkuannya.

"Kakek?" ucap Lea dengan bibir kecilnya, yang membuat mereka gemas. Ahmad merasa senang mendengar Lea memanggilnya 'Kakek', karena akhirnya dia bisa merasakan bagaimana rasanya punya cucu.

"Oh iya, Pa, Mama mana ya?" tanya Khyra, yang tidak melihat keberadaan sang Mama.

"Mama kamu lagi arisan, sebentar lagi dia pulang," jawab Papa Ahmad.

"Oh... Semoga arisannya naik," ucap Khyra, dan diaminkan oleh papanya.

"Pa, Khyra mau mandi dulu ya, aku tinggalin Lea sama Papa," ucap Khyra sambil mengambil kardigannya. Papanya hanya mengangguk sebagai tanda setuju.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

ortuy lea masa ga kehilangan anaky sih..atau sengaja di buang ya

2025-01-04

0

Natha

Natha

Dua paragraf yang sama Thor

2025-02-16

1

awesome moment

awesome moment

wkwkkwk...nemu harta karun.

2025-01-25

0

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!