Apa aku setua itu di matanya?

"Maaf? Ikut kemana?" tanya Khyra, bingung. Ia tidak tahu harus ikut kemana, apalagi tangannya terus dipegang oleh Lea, dan pria itu malah memintanya ikut. Ikut kemana?

"Ke rumah," jawabnya singkat, semakin membuat Khyra bingung.

"Maaf?" Khyra bertanya, penuh dengan kebingungan.

"Lea tidak ingin melepaskanmu, jadi kamu harus ikut bersama kami," jelas pria itu. Sungguh, pria besar itu, selain wajahnya yang menakutkan dan ekspresinya yang datar, juga bicara sangat sedikit. Hal itu membuat Khyra merasa tidak nyaman. Khyra sadar, dengan perlakuan pria itu yang kaku, tentu Lea merindukan kasih sayang orang tua, terutama ayahnya.

Khyra merasa tidak mungkin ikut bersama mereka. Ia kembali berjongkok untuk menyesuaikan posisi Lea. Khyra menatap gadis kecil itu dengan perasaan sedih. Rasanya, pertemuannya dengan Lea begitu singkat, namun ia sudah merasa menganggap Lea seperti adiknya, karena Khyra adalah anak tunggal. Jadi, keberadaan Lea, walau hanya sebentar, membuatnya merasa sedikit berbeda.

"Lea, itu ayah dan nenek. Lea harus pulang sama mereka, ya? Mama sayang Lea, Lea anak pintar," ucap Khyra dengan lembut, sambil mengelus pipi chubby Lea.

"Mama jahat!! Lea tidak mau! Hiks... TIDAK MAU!!" Tangisan Lea semakin keras, membuat Khyra benar-benar merasa frustrasi. Pelukan Lea yang semula hanya memegang tangannya, kini semakin erat. Badannya terasa terkunci dalam pelukan Lea. Khyra menatap nenek Lea dan pria yang merupakan ayah Lea, bergantian. Ia ingin sekali bertanya tentang ibu Lea, namun melihat situasi ini, Khyra hanya bisa menebak-nebak. Mungkin ibu Lea sudah meninggal atau mereka berpisah, tetapi Khyra merasa tidak nyaman untuk bertanya.

"Saya sudah tidak bisa berlama-lama, kamu harus ikut kami," pinta pria itu.

"Iya, nak. Mohon maaf sekali lagi. Kami benar-benar butuh bantuanmu untuk ikut bersama kami," kata Nenek Lea kepada Khyra. Mereka pun frustasi, sama seperti Khyra. Namun, Khyra sangat lemah jika melibatkan orang tua. Jika sudah ada orang tua yang meminta, ia tidak bisa menolak. Ia melihat Sakinah seolah meminta bantuan, tapi Sakinah hanya menggelengkan kepala, seakan juga tidak tahu harus berbuat apa.

"Baiklah, saya akan ikut. Ini sebagai perpisahan terakhir saya dengan Lea," ucap Khyra sambil menggendong Lea. Khyra segera berpamitan dengan Sakinah dan meminta Sakinah pulang terlebih dahulu. Ia akan pulang menggunakan taksi.

Mereka semua kemudian berjalan menuju parkiran. Di samping Khyra, pria itu berjalan, terus menatap Lea dalam gendongan Khyra. Ia merasa bersalah dan merasa dirinya kurang sebagai seorang ayah. Ia pikir dengan memberikan kehidupan yang terbaik untuk Lea sudah cukup, itulah sebabnya ia menolak kehadiran seorang istri.

Sementara itu, Nenek Lea tenggelam dalam pikirannya, merenung tentang banyak hal yang terjadi. Seolah ada rencana yang disusun dalam pikirannya.

Setibanya di mobil, pria itu membuka pintu mobil untuk Khyra, tentunya perlakuan itu ditujukan untuk Lea. Tanpa basa-basi, Khyra langsung masuk ke dalam mobil. Mobil itu segera melaju, meninggalkan tempat itu. Lea terus memeluk Khyra, tidak ingin melepaskan pelukannya. Lea menyandarkan kepalanya di dada Khyra. Setelah menangis begitu lama, mungkin Lea merasa lelah, dan akhirnya tertidur dalam pelukan

Satu jam perjalanan akhirnya berlalu, dan mobil mereka memasuki pekarangan rumah yang begitu besar dan mewah. Namun, bagi Khyra, semuanya tampak biasa saja—tepat seperti yang sudah ia perkirakan. Mobil berhenti tepat di depan pintu utama, memberikan pemandangan keseluruhan kediaman itu dengan lebih jelas.

"Lea tertidur," ujar Khyra, meminta mereka segera mengambil Lea karena ia merasa kesulitan menanganinya. Nenek Lea, yang mendengar itu, segera mengambil Lea dengan sangat hati-hati.

"Kalau begitu, saya pamit," kata Khyra, berniat segera pergi. Namun, langkahnya dihentikan oleh nenek Lea.

"Kamu pulang naik apa? Tunggu, kamu pulang saja bersama sopir kami," kata nenek Lea.

"Tidak usah, Tante. Saya bisa pulang naik taksi," jawab Khyra cepat, tak ingin merepotkan mereka.

"Di sini sulit mendapatkan taksi. Biar saya saja yang mengantar," ujar pria itu yang kebetulan juga hendak kembali ke perusahaan. Tidak ada alasan lagi bagi Khyra untuk menolak.

"Kamu bisa menunggu di dalam mobil," lanjut pria itu. Khyra pun menurut, segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.

"Shaka, jangan lupa minta nomor gadis itu. Kita sangat berutang budi kepadanya," ucap nenek Lea, yang hanya dibalas dengan anggukan kecil oleh pria itu.

Melihat Khyra duduk di kursi belakang, pria itu tampak sedikit terganggu. "Saya bukan sopirmu," ujarnya setelah masuk ke dalam mobil.

"Maafkan saya," ujar Khyra dengan nada tidak nyaman. Namun, ia tetap duduk di kursinya tanpa bergerak, karena baginya, duduk di depan, apalagi hanya berdua dengan pria yang bukan mahramnya, jauh lebih tidak nyaman.

"Kamu minta maaf, tapi tetap duduk di sana?" ujar Shaka dengan nada datar.

"Maaf, Pak. Tapi saya tidak bisa duduk di depan. Kalau ini membuat Anda tidak nyaman, saya bisa mencari taksi," jawab Khyra dengan hati-hati.

"Sudah saya bilang, di sini tidak akan ada taksi," sahut Shaka dingin. "Ya sudah, terserah kamu. Tapi saya bukan sopirmu," lanjutnya sambil menyalakan mesin dan melajukan mobil.

Khyra, yang awalnya hanya menunduk, memutuskan untuk memandang ke luar jendela. Ia berusaha menyembunyikan kegugupannya, meski hatinya berdebar canggung.

Dari kaca spion, Shaka melirik gadis di kursi belakang. Pakaian tertutup yang dikenakan Khyra serta jilbabnya membuatnya terlihat sederhana tapi anggun. Shaka menghela napas, membuka laci mobil, lalu mengeluarkan sebuah notebook kecil dan bolpoin.

"Ibu saya meminta nomor teleponmu," katanya, menyerahkan benda itu ke Khyra.

Khyra dengan cepat mengambil notebook dan bolpoin itu, lalu menuliskan nomornya. Shaka kembali fokus pada jalan, tanpa berkata lebih banyak.

Ketika akhirnya mereka sampai di depan rumah Khyra, ia sedikit kesulitan memberikan arahan karena rumahnya berada di area yang cukup tersembunyi.

"Terima kasih, Pak," ucap Khyra sambil segera keluar dari mobil.

Shaka tidak menjawab, hanya terdiam di belakang kemudi. Pikirannya sibuk dengan satu hal.

"Pak? Apa aku setua itu di matanya?" gumamnya dalam hati, sedikit kesal. Ia menggeleng pelan dan melajukan mobilnya kembali ke arah perusahaan.

Perjalanan ini memberinya waktu untuk merenung. Ia merasa lega karena Lea sudah ditemukan, apalagi dalam keadaan baik-baik saja. Namun, pikirannya tetap berputar pada satu hal, Lea yang terus memanggil Khyra dengan sebutan "Mama."

Hal itu membuat Shaka tidak nyaman. Bagaimana mungkin seorang gadis asing bisa membuat Lea begitu terikat? Ia tahu, Lea pasti akan marah besar jika sadar Khyra tidak ada di sampingnya lagi. Shaka mendesah pelan, berusaha memikirkan apa langkah selanjutnya yang harus ia ambil.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

langkah berikuty kamu nikah sm khyra saka

2025-01-04

0

Yani

Yani

Memangnya ibunya Lea kemana tuan Sska

2024-06-15

3

Praised93

Praised93

terima kasih...

2024-06-07

0

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!