Tugas Baru

Shaka mengusap rambut Lea dengan lembut, ternyata, begini rasanya jika di khawatirkan oleh Putrinya sendiri.

"Sekarang Putriku sudah mengkhawatirkan ku yah," ucap Shaka pelan masih dengan mengusap rambut Lea.

Melihat pemandangan dari kedua ayah dan anak itu, membuat Khyra ikut bahagia, Shaka yang selalu tidak memiliki waktu untuk bersama Putrinya membuat Lea berpikir ayahnya tidak peduli padanya, di tambah Lea tidak memiliki ibu, membuat Lea semakin membenci dirinya sendiri dan orang-orang, hingga sampai menutup diri.

Dari bayi Lea sudah tidak memiliki ibu, setiap kali ia bertanya kepada Nenek, Kakek, maupun Ayahnya sendiri, tidak ada yang menjawabnya. Bahkan Lea tidak pernah melihat wajah ibunya.

Lea selalu menjadi bahan ejekan dari teman-teman, bahkan dari sepupunya sendiri, mengatakan Lea adalah anak yang tidak memiliki ibu, anak yang di ambil dari jalan. Ejekan itu tidak pernah berhenti, membuat Lea tidak tahan, sampai ia benci untuk bertemu orang-orang. Dan tidak ada yang tahu, baik Shaka sendiri tidak mengetahui bahwa Putrinya dapat perlakuan tidak baik.

Membawa Khyra ke dalam hidup Lea, gadis kecil itu sendiri tidak paham mengapa bisa mengklaim Khyra ibunya. Namun yang pasti, saat Lea melihat Khyra, yang dimana Khyra terlihat khawatir, tatapannya tulus, terlihat seperti malaikat di mata Lea. Dan itu adalah tatapan ketulusan yang pertama kali Lea dapatkan. Sehingga, menginginkan Khyra, ingin Khyra menjadi ibunya.

Bagi Lea kehadiran Khyra dalam hidupnya adalah hadiah terbesar yang dia dapatkan, di banding dengan semua kemewahan yang Ayahnya berikan.

Lea akhirnya kembali tenang, Shaka mengusap air mata Putrinya. Kemudian Shaka mengusap lembut rambut Lea, ia bangkit dari duduknya. Ia tidak bisa lagi berlama-lama, karena pekerjaan terus memanggilnya di dalam pikiran. Sehingga membuatnya tidak tenang.

Setelah kepergian Shaka, Khyra membantu Lea untuk bersih-bersih, di lanjutkan dengan mendandaninya, hal yang sangat membahagiakan ketika Khyra mendandani Lea, karena kegemasan Lea membuat Khyra senang.

"Mamah, Lea mau ke taman," ucap Lea sementara Khyra sibuk mengikat rambut Lea.

"Tunggu ya, setelah ini kita ke taman, cuaca juga terlihat bagus." ucap Khyra sambil melihat keluar jendela, dan memang sangat bangus untuk menikmati pemandangan taman di sore hari. Apalagi Virendra memiliki taman yang sangat luas dan juga mempunyai rumah kaca di hiasi dengan bermacam-macam bunga.

Kemudian Khyra dan Lea segera menuju ke taman, keduanya duduk, di hadapannya tepat di atas meja telah di hidangkan teh hangat impor dan bermacam dessert.

Rasanya Khyra seolah berada di kerajaan, taman yang begitu luas dan indah di tambah hidangan yang enak, pelayan berdiri di belakang mereka. Pemandangan ini seperti yang selalu ia lihat di dalam serial drama kerajaan.

"Saya akan menuangkan teh ke dalam cangkir anda," ucap Pelayan dan kemudian menuangkan teh ke dalam cangkir Lea dan Khyra.

Khyra merasa tidak nyaman, "Terima kasih," ucap Khyra sambil tersenyum.

"Kamu boleh pergi, aku ingin bersama Mamaku saja," ucap Lea memberikan perintah agar Pelayan itu segera pergi.

"Kalau begitu saya undur diri Nona muda," ucap Pelayan dan kemudian pergi dengan sopan. Untungnya Lea peka, tidak salah dia adalah putri dari Shaka, keduanya memiliki tingkat kepekaan yang tinggi.

Khyra akhirnya bisa menikmati dengan nyaman tanpa rasa canggung. Ia baru satu Minggu tinggal di kediaman Virendra namun Khyra merasa seperti dia sudah tinggal selama sebulan.

Tiba-tiba saja Khyra merindukan orang tuanya, momen santai di sore hari seperti ini, mengingatkan Khyra ketika dia menikmati bersama orang tuanya.

"Sudah lama aku tidak mendengar suara mereka," batin Khyra, ia memutuskan untuk menelpon orang tuanya sebentar malam. Ia tahu orang tuanya juga pasti sudah sangat merindukannya.

"Mamah.. Lea ingin berjalan-jalan," ucap Lea ternyata sudah turun dari kursinya dan sekarang dia sudah memegang tangan Khyra.

"Baiklah.." ucap Khyra, kemudian keduanya segera berjalan, satu persatu keindahan taman ini terlihat jelas, dari bunga-bunga yang ada, pepohonan, bahkan ada juga sungai kecil.

Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari pelayan.

"Nyonya dan Tuan kembali," ucap mereka segera berkumpul, tepatnya, di depan pintu kediaman untuk menyambut keduanya.

"Lea, sepertinya nenek dan kakek sudah datang, ayok sambut mereka," ucap Khyra berharap Lea mau menyambut keduanya.

Khyra merasa tidak enak jika tidak ikut menyambut, meskipun Shaka pernah mengatakan kalau dia hanya perlu fokus pada Lea saja, namun mereka tetap tuan rumah dan dirinya hanya orang lain yang dipekerjakan.

Lea hanya mengangguk mengiyakan, kemudian Khyra menggenggam tanga Lea dan berjalan meninggalkan taman, langkah mereka terhenti saat mereka sudah berada di tempat dimana pelayanan berkumpul.

Pintu mobil di buka oleh kepala pelayan, kedua pasangan keluar dari mobil, dengan serentak pelayan-pelayan membungkuk untuk menyambut. Begitupun Khyra secara spontan mengikuti.

"Mama bukan pelayan," ucap Lea sambil mendongak melihat Khyra. Sangat persis dengan kata-kata yang pernah Shaka ucapkan. Namun Khyra tidak mendengarkan, perasaan tidak enaknya lah yang membuatnya seperti itu.

"Wah.. Suatu keberuntungan melihat cucuku ikut menyambut," ucap Sita memberikan tasnya kepada pelayan dan menggendong Lea. Keduanya masuk ke dalam kediaman.

"Apa yang kamu lakukan Nak? Ayo masuk," ucap tuan besar membuat Khyra kaget mendengarnya, dia memanggil Khyra dengan 'Nak', siapa yang tidak kaget, orang seperti dia, ayah Shaka, Ceo perusahaan terbesar, memanggilnya 'Nak' dengan tiba-tiba.

"I.. Iya," ucap Khyra gugup kemudian ikut masuk, membiarkan ayah Shaka lebih dulu, dan menciptakan jarak, karena Khyra buka siapa-siapa yang setara untuk berjalan berdampingan.

Lea terlihat banyak menerima oleh-oleh dari neneknya, namun wajah gadis kecil itu terlihat biasa saja, tidak menunjukkan wajah senang. Sedangkan Neneknya terlihat sangat bersemangat menunjukkan hadiah-hadiah yang dia beli untuk Lea.

"Huff.." Khyra menghembuskan nafasnya, ternyata masih ada tugas yang harus dia kerjakan, dimana harus membantu Lea membuka hatinya untuk Neneknya juga. Meskipun Khyra tidak mengetahui apa yang terjadi di kediaman ini, sehingga tidak ada kehidupan harmonis di dalamnya.

Semuanya bersikap sendiri-sendiri, namun mereka tetap mengkhawatirkan satu sama lain. Apa memang begini model keluarga kaya? Tapi untuk Lea, ini sangat tidak bagus, anak kecil akan mengingat momen masa kecilnya hingga dewasa, namun kalau semuanya hambar dan menutup diri, itu hanya akan membuat dirinya terus seperti itu hingga dewasa dan akan semakin sulit untuk menerima orang baru.

Apa lagi kelas sosial mereka sangat tinggi, Lea juga memiliki peran di dalamnya, tentunya saat dia dewasa nanti harus terjun ke dunia sosial kelas atas, karena statusnya sebagai Nona muda, Cucu Virendra.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

smgbperjuang khyra berhadil menyatukn kel yg kurang harmonis

2025-01-05

1

Praised93

Praised93

terima kasih.....

2024-06-07

3

𝔄𝔦 ℌ𝔞𝔦𝔟𝔞𝔯𝔞

𝔄𝔦 ℌ𝔞𝔦𝔟𝔞𝔯𝔞

lanjut Thor.. seru banget

2024-06-05

1

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!