Lea mau sama mama!!

Khyra terbangun saat alarm berbunyi tepat pukul 04.15, bertepatan dengan kumandang azan subuh yang menggema di udara. Matanya yang masih sedikit mengantuk melirik ke samping tempat tidurnya, di mana Lea tertidur pulas, seolah tak terganggu oleh suara alarm maupun azan.

"Mama..." suara Lea terdengar pelan saat Khyra hendak beranjak dari tempat tidur.

"Tidur lagi ya, Lea... Mama mau sholat," jawab Khyra dengan lembut sambil memperbaiki selimut Lea dan mengusap rambutnya dengan penuh kasih sayang. Begitu Lea kembali terlelap, Khyra bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai, ia melanjutkan dengan dzikir pagi, lalu membaca Al-Qur'an, menikmati ketenangan pagi yang indah.

Sekitar pukul 06.00, saat langit mulai terang, Khyra melanjutkan rutinitas paginya seperti biasa. Setelah semua pekerjaannya selesai, ia kembali ke kamar, merasa tenang dan siap untuk menghadapi hari.

"Hiks... hiks..." Lea terbangun dari tidurnya. Mendapati Khyra tidak ada di sampingnya, gadis kecil itu mulai menangis.

"Mama... hiks... Ayah..." lirih Lea, tangisnya semakin pecah. Matanya yang basah mencari ke seluruh penjuru kamar, namun ia tidak menemukan siapa-siapa.

Dari luar kamar, Khyra mendengar suara tangis itu. Tanpa berpikir panjang, ia langsung berlari masuk.

"Ada apa, Lea? Kenapa menangis, sayang?" tanya Khyra panik. Lea segera memeluknya erat, seolah tak mau melepaskan.

"Mama... Lea takut..." ucap Lea dengan suara gemetar.

Khyra mengusap punggung gadis kecil itu lembut. "Mama di sini, Lea. Tidak usah takut. Ayo, bangun. Lea harus mandi, lalu kita sarapan, ya?" katanya menenangkan.

Khyra lalu menggendong Lea ke kamar mandi untuk membersihkannya. Setelah selesai, ia mencari baju kecil miliknya yang masih tersimpan rapi. Untungnya, semua pakaian itu masih dalam kondisi baik dan pas untuk tubuh mungil Lea.

"Sekarang kita sarapan," ujar Khyra sambil merapikan pakaian Lea yang baru selesai didandaninya.

Mereka berdua pun segera menuju ruang makan. Lea duduk dengan ceria, sementara Khyra memastikan semuanya siap untuk sarapan pagi itu.

Tepat pukul 10, Sakinah tiba untuk menjemput mereka. Seperti yang sudah mereka rencanakan semalam, hari ini adalah waktu untuk jalan-jalan bersama Lea. Khyra berpamitan pada kedua orang tuanya sebelum masuk ke mobil Sakinah, dan tak lama kemudian, kendaraan itu meluncur meninggalkan pekarangan rumah.

Destinasi mereka adalah sebuah mall. Untuk sesi pertama, mereka memutuskan membawa Lea bermain di area permainan anak. Dalam hati, Khyra masih berharap ada keajaiban semoga mereka bisa bertemu dengan orang tua kandung Lea di sana.

Sementara Lea bermain, Khyra memperhatikan dua sosok yang tampak begitu menikmati waktu mereka: Lea dan Sakinah. Senyum tak lepas dari wajah keduanya, dan terlihat bagaimana hubungan mereka semakin erat. Tak terasa, sudah setengah jam berlalu, tetapi Lea tampak belum kehabisan energi untuk terus bermain.

"Kina, aku pergi beli camilan dulu, ya. Kalian pasti sudah haus," ujar Khyra kepada Sakinah.

"Baik, Kak," jawab Sakinah sambil mengawasi Lea yang masih sibuk bermain.

Khyra kemudian pergi ke salah satu stand untuk memesan makanan dan minuman. Saat sedang menunggu pesanannya, pandangannya tertuju pada seorang wanita yang tampak kesulitan membawa banyak belanjaan. Wanita itu tampak kewalahan hingga salah satu barang belanjaannya terjatuh tanpa disadarinya.

Melihat hal itu, Khyra segera mengambil barang yang terjatuh dan melangkah cepat untuk mengejar wanita tersebut.

"Ibu... maaf, Bu, ini tadi ibu menjatuhkan," ucap Khyra, menyerahkan barang itu.

Wanita itu berbalik dan tersenyum lega. "Oh? Terima kasih banyak, Nak," ucapnya penuh syukur.

"Kalau ibu tidak keberatan, saya bantu bawakan belanjaannya," tawar Khyra, melihat betapa berat beban yang dibawa wanita itu.

"Baiklah, Nak. Sekali lagi terima kasih, ya," ucap wanita itu dengan tulus.

Khyra hanya membalas dengan senyuman sambil mengambil sebagian belanjaan wanita tersebut. Mereka kemudian berjalan bersama menuju pintu keluar mall.

Namun, sesampainya di luar, seorang pria tinggi berjas tiba-tiba menghampiri mereka. Raut wajahnya penuh beban, membuatnya terlihat sedang dilanda banyak masalah. Kehadirannya yang mendadak membuat Khyra sedikit gugup dan takut untuk menatapnya terlalu lama.

"Bagaimana, Shaka?" tanya wanita itu sambil menyerahkan belanjaannya kepada pria tersebut.

Pria itu, Shaka. menghela napas berat. "Aku sudah menyelidiki semuanya, tapi belum ada petunjuk," jawabnya dengan nada serius. Ia kemudian meraih belanjaan yang masih berada di tangan Khyra.

"Saya bantu antarkan ke mobil saja," ujar Khyra, melihat tangan pria itu sudah penuh dengan belanjaan.

"Oh, tidak usah, Nak. Biar saya saja," sahut ibu itu sambil mengambil barang dari tangan Khyra.

"Terima kasih banyak ya, Nak," tambahnya dengan senyum hangat.

"Sama-sama," jawab Khyra. Namun, tanpa sengaja matanya bertemu dengan pria itu. Mereka melakukan kontak mata sebentar, membuat Khyra buru-buru mengalihkan pandangannya. "Kalau begitu, saya pamit dulu, ya," katanya sopan, lalu berbalik untuk pergi.

Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar ibu itu berbicara. "Ini sudah hari kedua, tapi belum ada kabar Lea."

Nama itu membuat Khyra tersentak. Ia berbalik melihat kedua orang itu yang mulai menjauh.

"Mungkin Lea yang mereka maksud?" gumam Khyra. Dengan cepat, ia berlari kecil mengejar mereka.

"Ibu... tunggu, Bu!" serunya.

Kedua orang itu berhenti dan menoleh, menatap Khyra yang mendekat dengan napas sedikit tersengal. Pria itu menatapnya dengan heran, bahkan sedikit kesal karena waktu mereka terasa terbuang.

"Maaf, Bu," ucap Khyra gugup. "Tadi saya mendengar ibu menyebut nama Lea. Apakah benar?" tanyanya hati-hati.

Wanita itu mengangguk. "Iya, kami sedang melakukan pencarian," jawabnya.

Khyra tersenyum lega. Akhirnya, sesuai harapannya, ia benar-benar bertemu dengan keluarga Lea. Padahal sebelumnya ia tidak terlalu yakin. Khyra pun menjelaskan bahwa ia menemukan seorang gadis kecil bernama Lea, berusia sekitar lima tahun. Penjelasan itu membuat kedua orang tersebut terlihat lega dan sangat senang.

"Dimana Lea?" tanya pria itu dengan suara tegas, tapi penuh harap.

"Dia sedang bermain bersama teman saya. Mari, ikut saya," ujar Khyra sopan. Mereka pun mengikuti Khyra hingga sampai ke area permainan.

"Khyra, kenapa lama sekali kau..." Sakinah terhenti di tengah kalimatnya ketika melihat dua orang yang berdiri di belakang Khyra.

"Lea, cucuku!!" seru wanita itu sambil berlari memeluk tubuh kecil Lea. Tangis harunya pecah, memenuhi ruangan kecil itu.

"Nenek?" tanya Lea polos, memandang wanita itu.

"Iya, Lea. Ini nenek. Nenek sangat merindukanmu," ucapnya sambil terus memeluk gadis kecil itu dengan air mata yang tak berhenti mengalir.

Melihat pemandangan itu, Khyra dan Sakinah merasa sangat tersentuh sekaligus lega.

"Saya benar-benar sangat berterima kasih," ucap wanita itu sambil menggenggam tangan Khyra erat. "Saya tidak tahu harus bagaimana. Saya takut cucu saya benar-benar hilang. Entah apa yang pantas untuk membalas kebaikanmu ini," lanjutnya dengan mata penuh air mata.

"Tidak perlu, Bu. Saya ikhlas. Saya juga sangat senang akhirnya Lea bertemu dengan keluarganya," balas Khyra tulus.

"Mana mungkin. Saya pasti akan membalas kebaikanmu ini," jawab wanita itu tegas.

Namun, ketika wanita itu berkata, "Lea, ayo sayang, kita pulang," respon Lea membuat semuanya terkejut.

"Tidak mau!" seru Lea keras, membuat semua orang, termasuk pria itu dan neneknya, tercengang.

"Lea mau sama Mama!" ucap Lea sambil berlari memeluk Khyra erat-erat.

Pria itu terdiam, kebingungan. "Mama?" gumamnya dalam hati.

"Sayang, Kakak ini bukan mama kamu. Ayo pulang bersama nenek," bujuk neneknya, mencoba melepaskan pelukan Lea.

"Tidak! Lea mau sama Mama! Aku tidak mau pulang!!" jerit Lea sambil menangis.

Khyra berjongkok, menatap Lea dengan lembut. "Lea, kamu anak pintar, kan? Nah, sekarang Lea harus pulang bersama nenekmu," ucapnya mencoba membujuk.

"Tidak mau! Lea mau sama Mama! Hiks..." tangis Lea semakin pecah.

Melihat situasi itu, pria itu akhirnya berbicara. "Maaf, apakah kamu bisa ikut kami?" tanyanya kepada Khyra. Permintaan itu tentu saja membuat Khyra terkejut.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

Alhamdulillah..tdk terjadj salah sangla ya

2025-01-04

0

awesome moment

awesome moment

lega...ayah Lea g main tuduh main labrak

2025-01-25

0

Yani

Yani

Ayo Khyra harus ikut

2024-06-15

2

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!