Arshaka Virendra

Saat Khyra membuka pagar, matanya tertuju pada mobil Sakinah yang terparkir di depan rumah. Itu berarti Sakinah sedang berada di dalam. Untung saja Khyra tidak pulang terlambat.

Begitu masuk, Khyra melihat Sakinah tengah berbincang dengan kedua orang tuanya.

"Assalamualaikum," sapa Khyra. Salamnya segera dijawab oleh mereka. Khyra pun berjalan mendekat, berniat bergabung. Namun, sebelum sempat duduk, Sakinah sudah lebih dulu menarik tangannya.

"Ayo ke kamarmu," kata Sakinah dengan antusias.

Kedua gadis itu duduk di atas kasur, saling berhadapan. Sakinah menatap Khyra dengan serius, begitu pula Khyra yang balik menatap Sakinah, meski rasa bingung mulai menyelimuti dirinya. Mereka saling bertatapan selama beberapa menit tanpa kata, hingga akhirnya Khyra tak tahan.

"Kamu kenapa sih? Kok aneh banget," ucap Khyra sambil memukul pelan tubuh Sakinah dengan bantal.

Sakinah akhirnya membuka suara. "Khyra, kamu tahu enggak keluarga Lea itu siapa?"

"Ya enggak tahu lah. Emang siapa sih?" balas Khyra dengan nada penasaran. Dari nada bicara Sakinah, ia bisa menebak bahwa Lea berasal dari keluarga yang tidak biasa.

"Mereka keluarga Virendra, Khyra... Virendra!" ucap Sakinah dengan nada bersemangat. Wajahnya menunjukkan betapa besar pengaruh nama itu baginya.

Sakinah jelas mengenal keluarga Virendra karena keluarganya sendiri pernah mengajukan kerja sama bisnis dengan mereka, meski pada akhirnya ditolak. Namun, Khyra hanya mengerutkan kening, tak terlalu paham. Ia memang pernah mendengar nama itu di TV, tetapi tidak lebih dari itu.

"Tau Virendra enggak sih?" tanya Sakinah lagi, kali ini dengan ekspresi tidak sabar.

"Ya cuma pernah dengar namanya aja," jawab Khyra santai.

Mendengar jawaban itu, Sakinah langsung menepuk keningnya dengan frustrasi. "Aduh, Khyra, masa ada orang kayak kamu yang enggak tahu keluarga Virendra!"

Melihat respons Khyra yang polos, Sakinah pun menjelaskan. "Virendra itu satu-satunya keluarga konglomerat yang punya perusahaan tambang emas terbanyak, perusahaan V’E. Dan ayahnya Lea itu Presdir di perusahaan itu!"

"Terus kenapa kalau Presdir? Kan bukan CEO-nya," sahut Khyra, tetap santai.

Sakinah memutar bola matanya, nyaris putus asa. "Dengerin deh, meskipun dia bukan CEO, hampir semua aset Virendra ada di tangannya. Dia juga pemegang saham terbesar. Bahkan katanya, enggak lama lagi dia bakal jadi CEO V’E."

Khyra akhirnya mengangguk-angguk, mulai sedikit kagum. Ternyata, orang seperti itu memang benar-benar ada di dunia nyata. Sebelumnya, ia mengira sosok seperti itu hanya ada di TV atau novel. Meski begitu, pikirannya tetap berpegang teguh pada keyakinan bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

"Terus, tujuan aku tahu semua ini apa, Kina? Yang jelas sekarang Lea sudah balik ke keluarganya," ucap Khyra akhirnya. Menurutnya, tidak ada gunanya memusingkan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan hidupnya.

"Iya sih... Tapi kamu juga harus tahu dong, mereka itu selalu jadi pembicaraan terpanas!" balas Sakinah dengan nada dramatis.

"Ya, terus kenapa emang? Udahlah, nggak ada topik lain, apa?" balas Khyra, ingin segera menghentikan pembicaraan. Rasanya tidak nyaman, terutama karena setiap kali mereka membahas keluarga Virendra, bayangan pria berwajah kaku itu muncul di pikirannya. Bayangan itu cukup menakutkan baginya.

"Tidak, Khyra. Aku masih mau bahas ini!" tegas Sakinah, tetap bersemangat. "Pantesan wajah Lea kelihatan nggak asing. Ternyata aku pernah lihat dia waktu keluarganya ngadain acara ulang tahun besar-besaran. Aku hadir di acara itu! Ingat nggak, waktu itu aku izin nggak masuk pas jam terakhir? Nah, aku disuruh Ayah buat menghadiri acara Lea. Dan, sumpah, acaranya mewah banget, Khyra!"

Sakinah terus berbicara dengan mata berbinar, antusiasme yang tak bisa dibendung. Keluarga Virendra bukan hanya menarik di mata publik, tapi juga benar-benar memesona baginya.

"Tapi, kenapa kamu nggak ingat Lea waktu itu?" tanya Khyra heran. Kalau saja Sakinah langsung mengenalinya, mereka pasti lebih cepat menyadari siapa Lea sebenarnya.

"Yah, karena sudah lama, aku hanya mengingatnya samar-samar. Apalagi pas kamu bilang Lea menyebut nama ayahnya... siapa? Arrysakka? Aku langsung teringat nama Arshaka Virendra, tapi waktu itu aku nggak yakin kalau itu ayah Lea," jelas Sakinah dengan semangat.

Wajar saja Sakinah tahu, karena keluarganya juga termasuk terpandang, dengan status sosial yang tinggi. Bahkan, perusahaan keluarganya cukup terkenal. Khyra pun tak menyangka bisa berteman dengan seseorang dari kalangan seperti Sakinah.

"Emang otakmu aja yang kapasitasnya rendah," canda Khyra, meski sebenarnya ia setuju. Selain mudah lupa, Sakinah memang terkadang agak lambat menangkap sesuatu.

"Jangan benar gitu dong, hah... Iya sih. Andai kita tahu lebih awal, kita nggak perlu repot-repot mencarinya. Ini salah otakku juga," balas Sakinah, lalu mendesah pelan. Mendengar itu, Khyra hanya tertawa kecil. Wajah Sakinah yang tampak kesal dengan dirinya sendiri terlihat lucu di matanya.

"Intinya sekarang Lea sudah kembali ke keluarganya. Aku cuma berharap, setelah semua ini, Lea bisa mendapatkan kasih sayang yang selama ini dia inginkan," ujar Khyra, teringat bagaimana Lea sangat merindukan kasih sayang seorang ibu.

"Semoga. Aku juga berharap begitu," balas Sakinah. "Tapi, tahu nggak? Setelah aku pikir-pikir, aku nggak pernah mendengar atau melihat ibu Lea. Tepatnya, istri Tuan Shaka."

"Nggak pernah? Mungkin karena dia nggak mau tampil di publik?" tebak Khyra.

"Bisa jadi. Tapi aneh rasanya kalau ada istri konglomerat yang nggak pernah muncul di depan publik, apalagi keluarga sebesar Virendra," ucap Sakinah, mencoba menganalisis. Memang, sejauh ini keluarga Virendra tidak pernah menyebutkan sosok istri Arshaka Virendra, atau menantu perempuan mereka. Bahkan acara pernikahan pun tak pernah terdengar digelar.

"Bisa saja Lea anak di luar nikah. Tapi walaupun begitu, nggak mungkin mereka nggak mengadakan pernikahan. Atau... mungkin ibu Lea berasal dari rakyat biasa, jadi tidak disetujui oleh keluarga mereka? Tapi, kalaupun begitu, rasanya nggak mungkin mereka sekejam itu sampai menghalangi pertemuan Lea dengan ibunya. Apalagi Lea kelihatan benar-benar kehilangan sosok ibu," ujar Sakinah panjang lebar, masih sibuk menebak-nebak. Keluarga Virendra benar-benar memikat perhatiannya, membuatnya sulit berhenti membahas topik itu.

Khyra yang mendengarnya hanya ikut berpikir. Jika benar Lea kehilangan seorang ibu, ia bersyukur tidak pernah menyinggung hal itu. Mungkin, bagi keluarga mereka, topik tentang ibu Lea adalah sesuatu yang sangat sensitif.

Tak terasa langit mulai gelap. Sakinah akhirnya berpamitan untuk pulang karena malam ini ia akan keluar bersama calon tunangannya. Padahal, ia sangat ingin bermalam di rumah Khyra, apalagi pembahasan mereka tentang keluarga Virendra belum selesai, terutama teka-teki tentang ibu Lea.

"Besok kamu ngajar nggak?" tanya Sakinah saat hendak masuk ke mobilnya. Namun, ia mengurungkan langkahnya untuk menunggu jawaban Khyra.

"Besok Senin kan? Aku ngajar kelas 5 dan kelas 3. Pokoknya, aku full di sekolah," jawab Khyra.

"Yah, padahal aku mau ngajak kamu jalan. Apalagi kita belum cari dress buat acara tunanganku," keluh Sakinah, wajahnya tampak murung.

"Nanti kalau aku ada jadwal kosong, aku langsung kabarin, kok. Udah sana, kamu harus buru-buru dandan. Mau ketemu calon tunangan, lho," ucap Khyra sambil tersenyum, berhasil membuat Sakinah tersipu malu.

Sakinah pun masuk ke dalam mobil, melambaikan tangan sebelum akhirnya mobilnya menghilang dari pandangan.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

sakinah semangat bangeet tp khura santai bangeet tp hebat persahabatan mereka luar biasa

2025-01-04

0

awesome moment

awesome moment

1nya cmungut 45, 1nya bomat😄😃😀

2025-01-25

0

Yani

Yani

Jadi Sakinah yag bersemangat 🤭

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Senyuman manis
2 Mamahh
3 KAMU MAMA LEA!
4 Arrysakka?
5 Lea mau sama mama!!
6 Apa aku setua itu di matanya?
7 Arshaka Virendra
8 Lea..
9 Terima kasih
10 Sholat?
11 Ceo V'E kembali
12 Mata yang selalu menatap
13 Informasi Gelap
14 Suara Merdu
15 Menciptakan Momen
16 Mawar Putih
17 Sebuah Masalah
18 Berkat Kehadiran Mu
19 Merasa Lega
20 Tugas Baru
21 Pikiran Aneh
22 Menemani?
23 Malu
24 Keberangkatan
25 Tingkah Aneh
26 Merah seperti Tomat
27 Menunggu
28 Ketakutan
29 First love
30 Ingin memilikimu
31 Sebuah harapan
32 Ketidakberdayaan
33 Sangat Cantik
34 Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35 Sebuah Usaha
36 Jingshang Park
37 Mencari Perhatian
38 Perjodohan
39 Awal Kenangan
40 Kenangan kelam mengejarnya kembali
41 Di Bawah Langit Senja
42 Dua Lamaran
43 Apa dia beragama Islam?
44 Sebuah Keputusan
45 Dunia Seakan Berhenti
46 Sebuah Tekad
47 Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48 Kehilangan dan Keraguan
49 Antara Cemas dan Lega
50 Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51 Dua Jalan, Satu Keputusan
52 Keputusan Shaka
53 Bertemu Lea
54 Langkah Awal
55 Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56 Keputusan yang Mengubah Segalanya
57 Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58 Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59 Jejak yang Tak Terduga
60 Kehadiran yang Mengguncang
61 Di Balik Tatapan dan Kata
62 Maukah Kamu Menungguku?
63 Cahaya Rembulan
64 Ingat Janjimu
65 Sosok yang Kembali
66 Dilema
67 Dia Calon Menantu Saya
68 Berita Hangat
69 Konferensi Pers
70 Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71 Lamaran
72 Sosok Asing
73 Gaun Merah
74 Suasana Perlahan Mencair
75 Sebuah Acara
76 Perjalanan Menuju Jeddah
77 Tiba Di Jeddah
78 Air Mata Bahagia
79 Saat Dua Hati Menyatu
80 Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81 Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82 Saat Waktu Menguji Kesabaran
83 Keberanian yang Tertunda
84 Untung Aku Tak Memakanmu
85 Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86 Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87 Tak Akan Terpisahkan
88 Waktu Seolah Melambat
89 Aku Harus Melihat Mereka
90 They are Everything to me
91 Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92 Kembali
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Senyuman manis
2
Mamahh
3
KAMU MAMA LEA!
4
Arrysakka?
5
Lea mau sama mama!!
6
Apa aku setua itu di matanya?
7
Arshaka Virendra
8
Lea..
9
Terima kasih
10
Sholat?
11
Ceo V'E kembali
12
Mata yang selalu menatap
13
Informasi Gelap
14
Suara Merdu
15
Menciptakan Momen
16
Mawar Putih
17
Sebuah Masalah
18
Berkat Kehadiran Mu
19
Merasa Lega
20
Tugas Baru
21
Pikiran Aneh
22
Menemani?
23
Malu
24
Keberangkatan
25
Tingkah Aneh
26
Merah seperti Tomat
27
Menunggu
28
Ketakutan
29
First love
30
Ingin memilikimu
31
Sebuah harapan
32
Ketidakberdayaan
33
Sangat Cantik
34
Berjanji akan Menjaga dan Melindungi
35
Sebuah Usaha
36
Jingshang Park
37
Mencari Perhatian
38
Perjodohan
39
Awal Kenangan
40
Kenangan kelam mengejarnya kembali
41
Di Bawah Langit Senja
42
Dua Lamaran
43
Apa dia beragama Islam?
44
Sebuah Keputusan
45
Dunia Seakan Berhenti
46
Sebuah Tekad
47
Cintai Tuhannya Baru Umatnya
48
Kehilangan dan Keraguan
49
Antara Cemas dan Lega
50
Saat Semua Mata Tertuju Padamu
51
Dua Jalan, Satu Keputusan
52
Keputusan Shaka
53
Bertemu Lea
54
Langkah Awal
55
Kegelisahan di Balik Kepercayaan
56
Keputusan yang Mengubah Segalanya
57
Interaksi Singkat yang Mendebarkan
58
Kembalinya Tuan dan Nyonya Virendra
59
Jejak yang Tak Terduga
60
Kehadiran yang Mengguncang
61
Di Balik Tatapan dan Kata
62
Maukah Kamu Menungguku?
63
Cahaya Rembulan
64
Ingat Janjimu
65
Sosok yang Kembali
66
Dilema
67
Dia Calon Menantu Saya
68
Berita Hangat
69
Konferensi Pers
70
Bertemu Kedua Orang Tua Khyra
71
Lamaran
72
Sosok Asing
73
Gaun Merah
74
Suasana Perlahan Mencair
75
Sebuah Acara
76
Perjalanan Menuju Jeddah
77
Tiba Di Jeddah
78
Air Mata Bahagia
79
Saat Dua Hati Menyatu
80
Cahaya Subuh, Saksi Cinta Halal
81
Saat Cinta Berbicara dalam Sunyi
82
Saat Waktu Menguji Kesabaran
83
Keberanian yang Tertunda
84
Untung Aku Tak Memakanmu
85
Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
86
Pertarungan Kecil di Pagi Hari
87
Tak Akan Terpisahkan
88
Waktu Seolah Melambat
89
Aku Harus Melihat Mereka
90
They are Everything to me
91
Kita Semua akan Melewati ini Bersama
92
Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!