Bab. 20

"Seingatku kau tidak pernah memberiku uang belanja selama aku masuk kerumahmu." Airin memajukan sedikit wajahnya untuk melihat Randi.

"Uhuk... Ketika itu aku sudah memberikan kepada mantan mertuamu. Aku kira dia memberikannya kepadamu."

"Heh..? Lelucon apa ini? Alasanmu sungguh tidak masuk akal."

Randi : "..."

"Dia mantan mertuaku, bukan ibuku. Bagaimana mungkin dia akan memberiku uang setelah kau beri padanya?" Airin memutar bola matanya dengan kesal. 'Ini laki- laki ada bodohnya juga,' pikirnya

"Aku tau kau hanya memandangku sebelah mata, aku tidak butuh uangmu, aku bisa cari sendiri. Lagi pula aku menikahimu hanya karena utang mantan mertuaku, dan sebenarnya itu bukan kewajibanku unyuk melunasinya.

Sebaiknya kau cari anaknya untuk membayar utang bapaknya, setelah itu kita bisa berpisah baik- baik.

Karena aku juga tidak ingin menjalani pernikahan yang tidak ada tujuan kedepannya." Dia berharap sepanjang ini penjelasannya, Randi bisa mengerti.

Tapi laki - laki itu hanya meletakkan sendoknya, minum dan naik ke atas. "Terserahmu." Itu kata terakhir yang dia ucapkan.

"Mom, kamu tidak perlu bekerja, ini.. Pakai saja kartu ini, nomor pin nya ada di belakang kartu itu." Kata Arya setelah Papanya tidak terlihat di balik pintu.

"Tidak perlu, besok aku ada wawancara, jadi aku bisa mencari uang sendiri." Airin tetap bersikukuh, karena tujuan dia bukan uang, tapi agar dapat memantau musuh- musuhnya dengan bebas.

Uang..? Lagian dia masih punya tabungan di 3 rekeningnya. Selama ini dia hidup berhemat untuk ke 2 anak- anaknya.

Jadi kalau masalah uang dia tidak kesusahan.

Dia mengembalikan kartu itu kepada Arya, dan menyelesaikan makannya, kemudian kembali kekamarnya.

Tidak berapa lama setelah dia bersantai di kamarnya, tiba- tiba ada suara ketukan di pintu. Dengan malas dia bergerak membuka pintu.

"Ada apa..?" Airin membuka sedikit pintunya ketika melihat Randi yang mengetuk.

"Ini, kamu bisa menggunakan ini.." Randi memberikan kartu Gold kepada Airin.

Airin hanya menatapnya dengan dingin, bajingan ini yang telah menyiksa tubuh ini sampai babak belur. Baru sekarang dia memberi kartu untuk di pakai belanja. Aku ingin meninjunya sampai wajahnya tidak di kenali.

"Tidak perlu, bagaimana aku bisa menerima uang dari orang yang menyiksaku? Itu.. Itu seolah - olah aku telah memaafkan perbuatanya, jangan menganggap remek aku. Simpan saja uangmu sampai lunas hutang Subroto, aku tidak sudi memakainya." Dengan tatapan tajam dia menutup pintu kamarnya, rasa jijik di hatinya ketika mengingat perbuatan bajingan itu tidak bisa memudar.

Randi yang berada di balik pintu menjadi termangu, dia menatap tangannya yang mengambang dengan kartu kredit di sela jarinya.

"Wanita ini, apakah dia menjadi dendam atas perbuatanku? Awal melihatnya dia sangat penurut dan pendiam, mengapa sekarang melawan dan menganggap aku seprti musuhnya." gumamnya pelan.

Dia berbalik dan masuk kembali kekamarnya, Arya juga melihat kejadian itu, melihat mata ibu tirinya yang tajam.

Dia sedikit terkejut, apa lagi ketika mengingat ketika dia mencumbunya, tatapannya tidak pernah setajam itu.

"Mom, apa yang bisa aku lakukan untukmu? Aku tidak ingin melihatmu menderita bersama papaku. Seandainya waktu bisa di ulang, mungkin aku yang akan menawarkan diri menggantikan papaku...

Papaku bukan orang baik, yang akan menjaga wanitanya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dia orang yang brutal akibat ajaran kakekku.

Aku takut, papa akan membalas jika kau memprovokasinya." Arya berbicara dengan dirinya sendiri di balik pintu kamarnya.

Terpopuler

Comments

zylla

zylla

tinju aja 🤭

2024-07-15

1

As Lamiah

As Lamiah

mungkin jika Arin sedikit mencari tau kehidupan Randi yg sesungguhnya beda ceritanya 🤔 atau bedaalurnya jg mungkin

2024-05-19

1

nacho

nacho

😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk

2024-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Misi terakhir dan Kematian tragis
2 Bab. 2 Kehidupan Kedua di tubuh orang lain
3 Bab. 3 Luka - Luka Airin
4 Bab. 4 Kemarahan Arya
5 Bab. 5 Keterkejutan Dokter Iren
6 Bab. 6 Misteri pertama terkuak
7 Bab. 7 Ternyata bibir itu manis
8 Bab. 8 Menyadarkan Pemilik Tubuh
9 Bab. 9 Keterkejutan Randi
10 Bab. 10 Bersyukur dengan tubuh baru
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16 Pertemuan Dengan Dua Klan Mafia
17 Bab. 17 Rencana pertunangan Arya
18 Bab. 18 Rencana Pertunangan Arya 2
19 Bab. 19 Mencari pekerjaan
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 bab 119
120 Bab.120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Bab. 1 Misi terakhir dan Kematian tragis
2
Bab. 2 Kehidupan Kedua di tubuh orang lain
3
Bab. 3 Luka - Luka Airin
4
Bab. 4 Kemarahan Arya
5
Bab. 5 Keterkejutan Dokter Iren
6
Bab. 6 Misteri pertama terkuak
7
Bab. 7 Ternyata bibir itu manis
8
Bab. 8 Menyadarkan Pemilik Tubuh
9
Bab. 9 Keterkejutan Randi
10
Bab. 10 Bersyukur dengan tubuh baru
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16 Pertemuan Dengan Dua Klan Mafia
17
Bab. 17 Rencana pertunangan Arya
18
Bab. 18 Rencana Pertunangan Arya 2
19
Bab. 19 Mencari pekerjaan
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
bab 119
120
Bab.120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!