Bab. 17 Rencana pertunangan Arya

"Kakek, bagaimana kalau aku tidak setuju dengan perjodohan ini?" Arya langsung protes, dia tidak menginginkan wanita manapun saat ini, apa lagi untuk menjadi tunangannya.

"Jangan katakan itu, kalian baru saling kenal, biarkan saja dulu bertunangan selama setahun, kalau kalian masih tidak cocok bisa berpisah baik- baik. Gampangkan, bagaimana Carlos? Apakah cocok menurutmu?"

"Bisa saja, asalkan tidak ada yang di rugikan dan dalam acara apapun juga saya tidak ingin rugi juga." Carlos yang isi otaknya hanya mencari ke untungan, bagaimana mungkin dia rela berkorban apa lagi sampai mengalami kerugian.

'Aahh.. Manusia kikir ini.' pikir Airin, dia tidak pernah berubah.. Walau bawahannya mati mengganaskan, dia sama sekali tidak merasa kasihan. Benar- benar berhati kejam.

Setelah selesai di meja makan, mereka pindah keruang utama. Para nyonya rumah saling berbasa basi duduk bersama.

Sementara Airin sibuk membantu pelayan membersihkan piring di meja makan dan membawa ke dapur. Dia tidak ingin bercampur baur dengan manusia- manusia munafik itu.

"Kalau orang desa di bawa ke kota susah juga ya... Gaya udiknya masih di bawa - bawa." Ucap Ny. Verlope dengan senyum mencibir dan sambil melirik Airin yang hilir mudik kedapur dan meja makan.

"He he tidak apa - apa, itung- itung tenaga kerja gratis.." Ucap Ny. tua Widarta. Mereka yang berkumpul di situ tertawa. Dan sesekali melirik ke arah Airin.

Arya yang mendengar percakapan mereka itu mengepalkan tangannya. Entah mengapa kepalanya memanas mendengar mereka menghina ibu tirinya tersebut.

"Nenek, apakah kalian tidak punya pembicaraan yang lain?" Arya menjeda pembicaraan mereka. Dia menatap nenek sambungnya itu dengan marah.

"Heh! Kamu jangan jadi anak kurang ajar ya!" Seru Ny. Tua Widarta, di dalam hatinya yang terdalam, dia sangat membenci cucunya ini.

"Ada apa ini?" Robert yang duduk bersama Carlos mendengar suara istrinya yang keras itu. Dia memahami ketidak cocokan istri ketiganya ini dengan cucunya.

"Tidak apa- apa, hanya bergurau saja." Dia menutupi, karena takut suaminya akan bertindak kasar lagi kepadanya.

Randi melihat ketidak sukaan ibu tirinya itu kepada istrinya, dia menghampiri istrinya ke dapur.

"Rin, apa kamu telah selesai?" Dia bertanya ketika Airin berada di wastafel meletakkan piring kotor bekas makan mereka.

"Ah.. Ya, ya, sudah.. Sebentar aku cuci tangan dulu." Dia menjawab dengan riang, dia sama sekali tidak menanggapi apa yang di katakan oleh wanita- wanita sosialita itu.

Dia melakukan semua ini juga karena ada hal yang harus dia konfirmasi sendiri.

Setelah Airin mencuci tangannya dia menghampiri Randi, "ada apa?" Tanyanya dengan wajah yang santai, tanpa ada beban yang terlihat.

"Kita pulang sekarang?" Ajaknya

"Pulang? Kenapa buru- buru? Apakah acaranya sudah selesai." Airin mengerutkan dahinya. Dia sedikit bingung, apakah ada perang dingin yang tidak aku ketahui? Pikirnya.

"Ini bukan acara kita, jadi tidak perlu lama- lama di sini." Randi memberi alasan, agar Airin menurut dengan ajakannya.

"Oh, ok... Aku ambil tas dulu." Dia mengangguk dan mengambil tasnya di sebelah meja makan.

Randi mengandeng tangan Airin dari dapur menuju ruang utama. Tanpa melihat orang- orang yang berada di ruangan itu, dia hanya menatap ayahnya.

"Ayah, kami pulang dulu, ada yang harus aku selesaikan." Dia memandang dingin ayahnya, dan itu tidak menjadi masalah yang baru, karena hubungan mereka juga sudah lama dingin.

"Oh.. iya, ok, hati hati di jalan. Menantu, jaga diri baik- baik." Nasehat Robert Widarta.

"Baik, papa mertua.." Ucap Airin sambil membungkuk memberi salam.

Randi juga hanya menggangguk, tanpa mengeluarkan sepetah kata.

"Papa aku ikut." Tiba - tiba Arya berdiri dari tempat duduknya, siapa yang mau menjalani acara yang membosankan ini.

"Arya kesepakatan belum kita dapatkan." Robert Widarta mencegahnya pulang

"Kakek yang atur bukan? jadi aku terima saja, asal tidak menikah saat ini." Dengan atau tanpa dia di situ, semua keputusan ada di tangan kakeknya. Jadi, lebih baik pergi, kan?

Dalam hatinya tidak menerim perjodohan ini, ketika melihat wanita itu sangat angkuh dan menganggap rendah orang lain. Dia tidak ada respect padanya.

"Apakah karena wanita udik itu kalian pulang?" Seru Ny. Tua Widarta. Dia tidak tahu bahwa tindakannya ini, membuat seseorang menyimpan dendam padanya, yang awalnya dia tidak di targetkan, tapi karena perbuatannya sendiri, dengan tidak memberi batas pada mulutnya, dia menjadi target di masa depan.

"Tolong jangan ikut campur masalah istriku." Dia memandang tajam kearah ibu tirinya itu.

"Hei, mengapa kau membantah ibumu Randi? kau sudah tua tidak tahu diri." Dia naik pitam karena merasa tidak di hargai di depan tamu mereka.

"Karena saya tahu diri sehingga saya tidak ingin melihatmu Ny. Widarta. Dan satu hal lagi, kau bukan ibuku, jadi jangan pernah mengaku- ngaku." katanya dan berlalu dari sana sambil menarik tangan Airin keluar.

Robert hanya bisa menatap kepergian mereka, kemudian menatap tajam kearah istrinya. 'Wanita ini semakin lama semakin ngelunjak jika tidak di hajar,' gumam Robert.

Carlos hanya tersenyum dan memandang ke arah keluar Airin bersama Randi dan Arya. Ada rasa puas di hatinya melihat ketidak akuran dalam keluarga ini.

Ada sesuatu di kepalanya yang berkecamuk ketika dia melihat wanita muda tadi.

"Dimana Randi menemukan istrinya itu?" Dia sedikit penasaran.

"Oh, itu.. Mantan mertuanya menjualnya untuk melunasi utang mereka, dia dibawa dari desa oleh mantan mertuanya untuk di nikahkan kepada anaknya. Tapi sehari setelah pernikahan anaknya menghilang dan di kabarkan meninggal tapi belum pasti juga yang sebenarnya."

Terpopuler

Comments

azka aldric Pratama

azka aldric Pratama

smgttttttttttttt up'nya Thor 🌹🌹🌹

2024-05-16

2

Lina Sofi

Lina Sofi

bnyk yg penasaran tp berduri g tau aj

2024-05-15

0

As Lamiah

As Lamiah

wah ternyata Arin punya dayapikat pada lawan jenis nih bikin pada penasaran 🤔 jangan sia siakan kesempatan Arin balaskan dendamu pelan tapi pasti 💪💪💪

2024-05-15

4

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Misi terakhir dan Kematian tragis
2 Bab. 2 Kehidupan Kedua di tubuh orang lain
3 Bab. 3 Luka - Luka Airin
4 Bab. 4 Kemarahan Arya
5 Bab. 5 Keterkejutan Dokter Iren
6 Bab. 6 Misteri pertama terkuak
7 Bab. 7 Ternyata bibir itu manis
8 Bab. 8 Menyadarkan Pemilik Tubuh
9 Bab. 9 Keterkejutan Randi
10 Bab. 10 Bersyukur dengan tubuh baru
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16 Pertemuan Dengan Dua Klan Mafia
17 Bab. 17 Rencana pertunangan Arya
18 Bab. 18 Rencana Pertunangan Arya 2
19 Bab. 19 Mencari pekerjaan
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 bab 119
120 Bab.120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Bab. 1 Misi terakhir dan Kematian tragis
2
Bab. 2 Kehidupan Kedua di tubuh orang lain
3
Bab. 3 Luka - Luka Airin
4
Bab. 4 Kemarahan Arya
5
Bab. 5 Keterkejutan Dokter Iren
6
Bab. 6 Misteri pertama terkuak
7
Bab. 7 Ternyata bibir itu manis
8
Bab. 8 Menyadarkan Pemilik Tubuh
9
Bab. 9 Keterkejutan Randi
10
Bab. 10 Bersyukur dengan tubuh baru
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16 Pertemuan Dengan Dua Klan Mafia
17
Bab. 17 Rencana pertunangan Arya
18
Bab. 18 Rencana Pertunangan Arya 2
19
Bab. 19 Mencari pekerjaan
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
bab 119
120
Bab.120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!