Bab. 15

Airin pulang sebelum ke dua pria itu pulang, dengan cepat dia naik ke lantai dua dan masuk kekamarnya, menyembunyikan Laptop dan Ponselnya.

Dia tidak ingin mereka terlalu cepat curiga, dengan tubuh baru ini dia ingin bertindak dengan hati - hati. Dia ingin menyelidiki terlebih dahulu, siapa sebenarnya lawannya dan siapa yang bisa di bawa menjadi sekutunya.

Dengan sedikit berjoget dia memasuki kamar mandi, Airin merasa senang hari ini. Setidaknya dia bisa mengambil uangnya kembali dari para bajingan itu.

Enak saja, dia berkorban untuk nama kelompoknya, bosnya. Tapi mereka tidak menghargainya malah membunuhnya.

'Tidak.. Tidak.. Mereka tidak boleh bahagia di atas kematianku. Cepat atau lambat, aku akan benar- benar meretas data para bajingan itu. Berani- beraninya memanfaatkan keroyalanku kepada mereka.' Gumamnya sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.

Selesai dia membersihkan badannya, dia memakai daster. Dengan berpakain begini setidaknya mereka tidak akan curiga bukan? Baiklah, kita mulai permainan.

Dia mendengar keributan di bawah, 'hmm, ternyata mereka sudah pulang.' gumam Airin yang lagi asyik membaca sebuah majalah. Untung masih ada majalah lama ini yang bisa membuang suntuknya selama di rumah.

Tok tok tok, seseorang mengetuk pintu dengan lembut, pasti bukan seorang lelaki, nilainya.

"Nyonya, bisa saya masuk?" Dari luar suara wanita bertanya.

"Ya, silahkan mbok Asih"

"Permisi nyonya, Tuan kasih pesan agar bersiap - siap, karena sebentar lagi akan pergi kerumah Tuan Besar." Dia sedikit memberi hormat ketika menyampaikan kabar itu.

Aku langsung terduduk menegang, yang tadinya berselonjoran di sofa.

"Ada acara apa di rumah Tuan Besar." Aku sedikit penasaran, dan juga sedikit gugup untuk menyesuaikan gaun yang akan di pakai.

"Saya dengar Tuan Besar ingin mengenal anda nyonya, bukankah selama pernikahan Tuan dan Nyonya belum bertemu dengan Tuan Besar? Mungkin mereka tidak menyangka pernikahan Tuan lebih lama dari biasanya."

Mbok Asih menunduk takut menyinggung Nyonyanya dengan kata - katanya, walau yang dia katakan benar adanya, tapi pembicaraan ini yang sedikit kasar.

"Baiklah, aku akan siap - siap."

Airin tidak peduli dengan kata - kata mbok Asih, seandainya pelayan ini tahu bahwa Airin asli sudah mati, tentu saja perkataannya tidak begitu. Airin sama seperti pengantin lainnya. Sudah menghilang.

Kebetulan juga, Airin sangat ingin mengenal yang namanya Robert Widarta ini, dulu ketika dia masih baru dalam dunia hitam, dia pernah mendengar seniornya mendapat tugas untuk membunuh Mafia tua ini.

Tapi dasar, dia seperti belut yang licin dan berbisa seperti ular. Sangat sulit di temukan. Malah akibat dari itu banyak para seniornya yang hilang tanpa jejak. Teman dekatnya juga mengalami hal yang sama. Tidak di temukan saat menjalankan misi untuk membunuh Mafia tua kejam ini.

Tangannya mulai gatal ingin melihat iklan di dunia bawah, apakah masih ada tugas itu, pasti hadiahnya sangat banyak bukan. Sepertinya pupil matanya sudah berubah menjadi huruf $. Jika dia mendapatkan misi seperti itu saat sekarang, dia masih harus berhati- hati. Karena pihak keamanan negara juga ada yang bekerja sama dengan mereka.

Airin terkenal yang selalu berhasil dalam tugasnya, dalam jual beli senjata, Narkobey dan misi lainnya. Sehingga banyak kelompok lain yang iri dengannya. Tapi entah mengapa Bosnya juga ikut menghilangkan jejak dirinya.

'Apakah ada sesuatu yang aku ketahui, dan dia tidak ingin aku sebarkan..? Tapi aku juga tidak pernah menyebarkan berita apapun, dan aku malah tidak mengenal wajahnya.'

Dia semakin bingung. Dengan keberhasilannya seperti itu, mengapa atasnnya ingin dia mati? Apa mereka mengira aku akan bekerja sama dengan Intel dan memberi tahu markas mereka? Atau memang, sebenarnya prinsip atasannya ini, bekas anggotanya tidak ada yang hidup jika keluar dari keanggotaan.

Dia berniat hendak pergi melihat senior - seniornya yang dulu, beberapa berteman baik dengannya. Dia memang mendengar ada beberapa yang minta pensiun ketika umur 40 tahun, jadi dia harus menyelidiki mereka. Apakah mereka masih hidup atau sudah hilang tidak berjejak.

"Nyonya, apakah sudah selesai?" Tiba - tiba suara mbok Asih membuyarkan lamunanku.

"Ah.. Iya, aku segera turun." Dengan sedikit tergesa dia memakai sepatunya, hanya sepatu flat saja. Dia menggelengkan kepalanya, apakah wanita ini tidak memiliki high heels? Ck, pakai yang ada saja, pikirnya.

Coba dia tahu wanita ini tidak memilikinya sudah pasti dia bawa dari apartemennya kemaren, tapi mungkin nomornya berbenda ya, karena tubuh wanita ini jauh lebih tinggi dari tubuhnya yang dulu. Dan jauh lebih muda tentunya he he he.

"Mom?" Arya menyambutnya di bawah dan menatapnya dari atas ke bawah.

"Ada apa?" Dia sedikit bingung melihat tatapan Arya kepadanya.

"Mommy tidak punya high heels?"

"Ya, takut aku semakin tinggi." Dia menarik nafas dan asal menjawab, dia kira apa..? Entah juga ya, apakah itu alasan Airin atau karena tidak ada duit untuk membeli high heels, dia juga tidak tahu.

Terpopuler

Comments

nacho

nacho

bila sambungnya😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘

2024-05-15

2

nacho

nacho

bila sambungnya

2024-05-15

1

Murni Dewita

Murni Dewita

next

2024-05-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Misi terakhir dan Kematian tragis
2 Bab. 2 Kehidupan Kedua di tubuh orang lain
3 Bab. 3 Luka - Luka Airin
4 Bab. 4 Kemarahan Arya
5 Bab. 5 Keterkejutan Dokter Iren
6 Bab. 6 Misteri pertama terkuak
7 Bab. 7 Ternyata bibir itu manis
8 Bab. 8 Menyadarkan Pemilik Tubuh
9 Bab. 9 Keterkejutan Randi
10 Bab. 10 Bersyukur dengan tubuh baru
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16 Pertemuan Dengan Dua Klan Mafia
17 Bab. 17 Rencana pertunangan Arya
18 Bab. 18 Rencana Pertunangan Arya 2
19 Bab. 19 Mencari pekerjaan
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 bab 119
120 Bab.120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Bab. 1 Misi terakhir dan Kematian tragis
2
Bab. 2 Kehidupan Kedua di tubuh orang lain
3
Bab. 3 Luka - Luka Airin
4
Bab. 4 Kemarahan Arya
5
Bab. 5 Keterkejutan Dokter Iren
6
Bab. 6 Misteri pertama terkuak
7
Bab. 7 Ternyata bibir itu manis
8
Bab. 8 Menyadarkan Pemilik Tubuh
9
Bab. 9 Keterkejutan Randi
10
Bab. 10 Bersyukur dengan tubuh baru
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16 Pertemuan Dengan Dua Klan Mafia
17
Bab. 17 Rencana pertunangan Arya
18
Bab. 18 Rencana Pertunangan Arya 2
19
Bab. 19 Mencari pekerjaan
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
bab 119
120
Bab.120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!