BAB 3

"Kemana aku harus cari uang? Kalau aku kerja di kafe, nanti aku gak bisa atur jadwal buat renang juga." Hari sudah larut malam, Wulan masih mengumpulkan beberapa kardus bekas di dekat toko serba ada. Dia sudah terbiasa memulung sejak kecil, hingga sekarang remaja dia masih kerapkali seperti ini.

"Aku harus cari cara lain agar aku bisa mendapatkan uang lebih." Wulan menutup kepalanya dengan topi jaket hoodie agar tidak ada yang mengenalinya jika bertemu temannya di jalan.

Dia memasukkan semua kardus bekas itu ke dalam karung yang lumayan besar. Setelah itu dia membawanya di punggung. Begitulah hidup yang dia jalani, di saat dia ingin mengubah hidupnya dengan prestasi selalu ada hambatan yang menghalangi. Terkadang dia merasa hidup ini tidak adil karena selalu saja orang miskin dianggap rendahan dan tidak pantas mengubah hidupnya.

Wulan menghentikan langkahnya saat akan melewati ruko kosong. Dia melihat segerombolan anak muda dengan motor sportnya sedang berkumpul di sana.

"Mereka anak geng motor blacky." Sebenarnya dia takut dengan anak geng motor itu tapi tidak ada jalan lain lagi. Dia menarik napas panjang lalu melangkahkan kakinya.

Saat berada di depan mereka, Wulan semakin mempercepat langkah kakinya berharap mereka tidak melihatnya.

"Hei, Wulan!" panggil Andre, ketua geng motor itu.

Wulan melangkahkan kakinya semakin cepat.

"Lo adiknya Riki kan? Kakak lo punya hutang sama gue."

Wulan tak menggubrisnya. Dia semakin berlari saat Andre dan dua orang lainnya mengejarnya.

"Kalau Riki gak bisa bayar hutang, gue boleh dapetin lo."

Wulan menjatuhkan karungnya agar bisa berlari dengan cepat. Saat menyeberang jalan tanpa menoleh ke kanan dan kiri, dia hampir saja ditabrak oleh sepeda motor yang melintas.

Wulan menutup telinganya sambil memejamkan kedua matanya karena motor itu hampir saja menyenggol tubuhnya.

"Hei! Ngapain kalian!"

Mendengar suara itu seketika Wulan menatap pengendara motor yang sekarang membuka helmnya dan menantang Andre.

"Kita gak ada urusan sama lo tapi sama cewek itu!"

Alvero menoleh dan menatap Wulan yang sekarang menatapnya. "Berani sekali kalian ganggu cewek gue!"

"Cewek lo? Mana mungkin lo pacaran sama cewek gembel kayak dia."

Alvero tersenyum miring dia mendekati Wulan dan merengkuh bahunya. "Lo tahu kan, tidak ada yang boleh mengusik apa yang gue miliki!" Alvero mencium singkat pipi Wulan yang membuat Wulan melebarkan kedua matanya. "Sekarang kalian pergi dan jangan pernah ganggu Wulan."

"Wulan, kali ini lo lolos! Kalau kakak lo gak bayar hutang juga! Lo habis!" ancam Andre sambil berjalan pergi bersama kedua temannya.

"Makasih," kata Wulan sambil melepas tangan Alvero. Dia melanjutkan langkah kakinya tapi Alvero menahan tangannya.

"Rumah lo dimana? Ayo, gue antar," tawar Alvero.

"Gue bisa pulang sendiri."

"Tapi ini udah larut malam, bahaya kalau lo jalan sendiri."

"Gue udah biasa." Wulan melepas tangan Alvero. Dia kembali melangkahkan kakinya pergi tapi Alvero masih terus mengikutinya.

"Ya udah, kalau lo gak mau gue bonceng, gue temani aja lo sampai rumah." Alvero memelankan laju motornya dan berjalan mengikuti Wulan.

Wulan tidak ingin Alvero tahu rumahnya. Dia sengaja berbelok ke gang lainnya. "Gue udah sampai. Lo pergi saja," kata Wulan. Dia berhenti di salah satu rumah sederhana yang berada di gang itu.

Alvero tak juga pergi. Dia menatap Wulan yang masih berdiri di dekat pagar rumah itu.

"Ya udah lo masuk aja. Gue tungguin di sini."

Tidak ada pilihan lain, Wulan masuk ke dalam pagar rumah itu tapi baru beberapa langkah, anjing sudah menggonggong dengan kencang yang membuat Wulan terkejut. Dia berlari keluar dan menjauh dari pagar karena sepertinya anjing itu akan mengejarnya.

Alvero tertawa melihat tingkah Wulan. "Katanya rumah lo, harusnya anjing itu peliharaan lo kan?"

"Ih!" Akhirnya Wulan kembali melangkahkan kakinya. Dia meremat kedua tangannya sendiri karena dia sangat gerogi diikuti Alvero seperti ini. "Lo kenapa masih ngikutin gue?"

"Ya, biar lo aman sampai rumah."

"Oke, setelah lo tahu rumah gue, lo pasti gak akan pernah lagi ikutin gue."

Alvero hanya mengangkat bahunya. Dia mengikuti Wulan masuk ke dalam gang sempit lalu sampai di rumah semi permanen itu.

Alvero menatap gunungan sampah yang terlihat jelas dari rumah Wulan, bahkan bau sampah itu tercium saat tertiup angin.

"Ini rumah kumuh gue. Makasih sudah antar. Maaf, gak bisa nawarin lo masuk karena rumah gue kotor, gak layak buat lo duduki," kata Wulan.

"Ck!" Alvero turun dari motornya dan melepas helmnya. Sekarang dia mengerti, ternyata kondisi ekonomi Wulan yang membuat Wulan menjadi gadis misterius dan minder. "Lo pikir gue cowok apaan. Gue juga udah biasa hidup susah dan keras."

"Gak mungkin. Bokap lo seorang pelatih, lo udah biasa hidup enak."

"Kata siapa? Dari kecil gue dididik keras, kalau gak gitu, gue gak mungkin jadi ketua geng motor dan ditakuti sama si Andre tadi." Alvero duduk menyamping di atas motornya. Sepertinya dia mulai tertarik mengulik kehidupan gelap Wulan.

Wulan hanya terdiam. Dia berdiri di dekat pintu rumahnya yang setengah terbuka itu. "Gue mau masuk, lo pulang aja."

"Oke. Sampai jumpa besok di sekolah." Alvero kembali memakai helmnya. Dia akan melajukan motornya tapi urung karena teriakan dari seorang pria yang sedang berjalan sempoyongan ke arahnya.

"Wulan! Kenapa kamu kabur dari Andre? Kalau kamu kabur dari Andre, berikan aku uang untuk membayar hutang!"

Terpopuler

Comments

nuraeinieni

nuraeinieni

masih penasaran dgn wulan

2024-05-11

0

Salim S

Salim S

Wulan ini anaknya Sky yang dulu di tukar di rumah sakit.kalau bertemu sama Shena atau Sky pasti mereka akan menyayangi Wulan sama saat dulu Wulan kecil lagi mulung terus di kasih makanan sama Ares dan Ara...

2024-05-09

0

jaran goyang

jaran goyang

💪💪💪💪💪𝑤𝑢𝑙𝑎𝑛....𝑤𝑎𝑙𝑎𝑢𝑝𝑢𝑛 𝑘ℎ𝑑𝑝𝑛 𝑚𝑢 𝑗𝑎𝑢ℎ 𝑑𝑟 𝑘𝑡 𝑤𝑜𝑤.... 𝑡𝑝 𝑘𝑚 𝑎𝑑𝑙ℎ 𝑔𝑑𝑠 𝑦𝑔 𝑏𝑎𝑖𝑘....𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑗𝑢𝑎𝑛𝑔....𝑑𝑜𝑎 𝑖𝑏𝑢 𝑘𝑑𝑝𝑛 𝑛𝑦...𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑘𝑚 𝑠𝑘𝑠𝑒𝑠 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑠𝑎 ℎ𝑑𝑝 𝑒𝑛𝑘 𝑛𝑎𝑘😭😭

2024-05-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!