BAB 5

"Cukup gak ya bensinnya. Tinggal dikit banget." Wulan membuka tutup tangki bensin motornya dan menggoyang-goyangkan motornya. Hanya sedikit bensin yang terlihat. Dia sudah tidak punya uang untuk membelinya. Dia juga tidak mungkin meminta ibunya karena belum setoran.

"Semoga aja cukup." Akhirnya Wulan mengendarai motornya dan melajukannya ke sekolah. Dia harap-harap cemas, takut jika di tengah perjalanan bensinnya sudah habis.

Benar saja, baru setengah perjalanan motornya sudah berhenti. Wulan membuang napas kesal. Dia melihat uang simpanannya yang hanya sisa lima ribu saja. "Apa aku dorong saja ke sekolah? Terlambat gak ya?"

Wulan turun dari motornya dan mendorongnya menuju sekolah. Beberapa saat kemudian ada seseorang yang berhenti di dekatnya.

"Motornya kenapa?" tanya Alvero. Dia membuka kaca helm dan menatap Wulan.

Melihat Alvero, membuat dadanya berdebar tak menentu. Sudah dua kali Alvero datang di saat dia sedang membutuhkan bantuan. "Bensinnya habis," jawab Wulan pelan. Dia melanjutkan langkah kakinya sambil mendorong motornya.

"Lo tunggu sini sebentar," kata Alvero. Dia kembali melajukan motornya.

Merasa tidak enak, Wulan kembali mendorong motornya. Dia tidak mungkin menunggu Alvero dan terang-terangan mengharap bantuannya.

Beberapa saat kemudian, Alvero menghentikan motornya di depan Wulan sambil membawa sebotol bensin. "Udah gue suruh nunggu kenapa lo jalan. Nanti lo capek."

"Sorry gue jadi repotin lo. Besok kalau gue udah punya uang, gue ganti ya."

"Astaga, Wulan. Gak usah. Ngapain lo ganti." Alvero membuka jok motor Wulan lalu mengisi motor itu dengan bensin. "Motor ini memang tua, tapi mesinnya kuat. Jarang mogok kan?"

Wulan menganggukkan kepalanya. "Makasih ya."

"Wulan, lo butuh kerjaan gak?" tanya Alvero sambil menutup jok motor Wulan.

"Iya, sebenarnya butuh. Tapi gue bingung atur jadwal latihan juga."

"Kalau bantu bersih-bersih di klub kamu mau gak? Jadi sebelum dan sesudah latihan lo bisa bersihin kawasan kolam renang. Kalau mau, nanti aku bilang sama Om Sky."

Wulan menganggukkan kepalanya dengan cepat sambil tersenyum. "Iya, gue mau."

"Oke. Yuk, kita berangkat." Mereka kembali menaiki motor masing-masing. Kemudian melaju menuju sekolah.

Setelah sampai di sekolah, beberapa pasang mata menatap kedatangan mereka berdua. Pasalnya, Alvero yang dikenal sangat tampan dan dingin dengan cewek manapun, kini datang bersama wulan. Cewek miskin yang seringkali dibully.

"Gak salah, Vero jalan sama Wulan?"

"Dari kemarin sih katanya Vero deketin Wulan."

Wulan menggaruk tengkuk lehernya. Dia mempercepat langkah kakinya mendahului Alvero agar tidak ada yang membicarakannya lagi.

"Wulan!" Alvero masih saja mengikuti Wulan.

"Lo gak malu jalan sama gue? Semua orang lihatin kita."

Alvero tertawa lalu mengacak rambut kusut Wulan. "Kenapa harus malu?"

Wulan hanya tersenyum kecil. Perlakuan Alvero sudah mampu membuatnya melayang. Tanpa dia tahu, apa yang dilakukan Alvero hanya untuk taruhan.

...***...

"Kamu masih marah sama aku?" tanya Adara. Dia menemui Lukas di samping sekolah sebelum bel berbunyi.

"Jadi Ares yang blokir nomorku?" tanya Lukas.

"Iya. Aku gak tahu dia masuk ke dalam kamar dan ambil hpku. Memang kamu kirim pesan apa sampai buat Kak Ares marah? Pesannya sudah dihapus sama Kak Ares," tanya Adara.

Lukas menarik tangan Adara agar mengikutinya ke belakang kelas.

"Sebentar lagi bel masuk," kata Adara. Dia terpaksa mengikuti Lukas karena tangannya terus ditarik sampai di belakang kelas dekat gudang sekolah.

"Bentar aja." Lukas duduk di kursi usang lalu menarik tubuh Adara hingga terduduk di pangkuannya.

"Lukas, aku ...." Adara akan berdiri tapi tubuhnya masih ditahan Lukas. Dia merasa risih berada di posisi itu.

"Kita kan udah lima bulan jadian, masa kita gak pernah berduaan."

"Kan kita udah sering jalan bareng."

"Jalan bareng kita hanya ke taman dan nonton bioskop."

"Iya, mau kemana? Ke kafe atau ke tempat rekreasi?"

Lukas semakin tertawa karena Adara memang gadis yang sangat polos. "Ke tempat yang hanya ada kita berdua." Lalu Lukas menempelkan dagunya di bahu Adara.

"Hanya kita berdua?" Adara masih saja tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Lukas.

"Upgrade tontonan kamu jadi 18 plus biar kamu ngerti. Hanya kita berdua agar kita bisa saling memadu kasih." Lukas mengusap pipi mulus Adara yang membuat Adara semakin merinding. Dia menepis tangan Lukas dan turun dari pangkuannya.

"Jangan aneh-aneh."

"Kalau begitu, kamu mau melakukannya secara virtual? Nanti kamu pap ya, tapi jangan sampai ketahuan sama Ares."

Adara menautkan kedua alisnya. Mungkin itu yang dimaksud oleh Antares tadi pagi masalah pap.

"Ara!" Antares mendekat dan menarik tangan Adara. "Ngapain lo ajak adik gue ke sini? Lo ada niat buruk kan sama adik gue?"

"Gak ada. Gue hanya ngobrol sama Ara."

Antares menunjuk wajah Lukas dan menatapnya tajam. "Lo dalam pengawasan gue!" Kemudian dia membawa Adara pergi dari tempat itu.

"Sial! Ares selalu aja ikut campur!" Lukas berdengus kesal lalu menendang kaki kursi yang ada di dekatnya.

Adara kewalahan mengikuti langkah jenjang kakaknya. Tangannya masih dicekal dengan kuat. "Kak Ares, tanganku sakit!"

"Kami mau-maunya diajak berduaan sama dia. Dia mau meracuni pikiran kamu? Awas kalau kamu menuruti permintaan kotor Lukas!" Antares melepas tangan Adara. Dia harus menasihati Adara agar bisa menjaga dirinya sendiri.

"Nggak!" Adara melihat tangannya yang memerah karena cekalan dari kakaknya.

"Putusin Lukas! Aku gak suka kamu sama Lukas!"

💗💗💗

Like dan komen ya...

Terpopuler

Comments

nuraeinieni

nuraeinieni

ara mending km hindari tuh si lukas,,kaya dia tuh prnjahat kelamin

2024-05-12

1

ms. S

ms. S

salah dari ara atau Antares mungkin bukan anak kandung ortunya hanya ditemukan bersamaan jadinya dijadikan kembar, spekulasi ke depannya hehehe

2024-05-11

0

Salim S

Salim S

Ares itu turunan pembalapnya kental banget dari mulai Arsen sang kakek,Arnav sang paman dan Sky sang papa semuanya ketua geng motor.bisa kali thor spill membalapnya Ares pasti seru...Ara dengerin kakak mu..

2024-05-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!